Selasa, 22 Agustus 2017 - Pukul 04:41

Image
Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

ragam

KHAZANAH : Sensasi Salat Beralas Bumi Beratap Langit

Oleh: Zulfah Robbania - Jumat 04 September 2015 | 17:00 WIB

KHAZANAH : Sensasi Salat Beralas Bumi Beratap Langit

net

SELAIN Blue Mosque (Masjid Biru) yang mendunia, Turki memiliki begitu banyak masjid megah nan-indah. Salah satu di antaranya adalah Masjid Shanke Yadem yang terletak di daerah Al-Fateh, pinggir Kota Istanbul.

 

Tak hanya megah dan indah, masjid ini memiliki bentuk arsitektur 'spesial' berbeda dari masjid kebanyakan. Masjid ini dibangun tanpa lantai dan atap. Jadi, setiap jemaah di masjid ini 'dituntut' untuk melakukan salat langsung beralaskan bumi dan beratap langit.

 

Kebanyakan jemaah yang datang justru tertarik dengan suasana berbeda yang ditawarkan Masjid Shanke Yadem. Menurut mereka, sensasi beribadah salat layaknya di alam terbuka yang disuguhkan masjid ini membuat kekhusyukan mereka bertambah.

 

Di samping bentuknya yang unik, Masjid Shanke Yadem ternyata juga menyimpan sejarah yang menarik untuk diketahui. Kabarnya, masjid ini dibangun oleh seorang miskin di Turki.

Dialah Khairudin Afandi, seorang miskin dari daerah pinggiran Turki. Berawal dari cita-cita mulia ingin membuat sebuah masjid, Khairudin yang tidak mampu itu kemudian mengumpulkan sedikit demi sedikit uang hasil keringatnya.

 

Khairudin menahan diri untuk tidak menggunakan uang simpanannya tersebut meski untuk sekadar makan. Setiap ada orang yang bertanya padanya, 'apakah dia sudah makan', Khairudin hanya menjawab, 'anggap saja saya sudah makan'.

 

Bertahun-tahun terus berjalan, ia pun tetap konsisten menabung untuk mewujudkan mimpinya membangun masjid. Hingga akhirnya suatu waktu ia membuka hasil tabungannya dan mendapati jumlahnya sudah cukup untuk membangun sebuah masjid.

 

Khairudin pun membeli material dan kemudian dibangunlah masjid yang sekarang bernama Shanke Yadem. Nama Shanke Yadem sendiri dalam bahasa Turki berarti 'anggap saja saya sudah makan'. Nama ini diambil dari kata-kata yang sering digunakan Khairudin sebelumnya.

 

Kini, Masjid Shanke Yadem banyak dikunjungi oleh wisatawan dari seluruh dunia. Ada yang datang karena ingin merasakan sensasi salat bak di alam terbuka. Banyak pula yang datang untuk mengobati rasa penasaran mereka terhadap kisah Khairudin Afandi. Subhanallah.  (bbs)

Komentar