Senin, 23 Oktober 2017 - Pukul 07:39

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

ragam

Inilah Jejak Makam 'Ibunda' Sejagat

Oleh: Zulfah Robbania - Rabu 23 Desember 2015 | 17:00 WIB

Inilah Jejak Makam 'Ibunda' Sejagat

net

SAAT melakukan ibadah haji atau umrah, para jamaah akan berkunjung atau berziarah ke tempat-tempat yang disucikan atau dianggap menyimpan nilai sejarah. Di antara sekian banyak tempat bersejarah di Arab Saudi yang kerap disambangi jamaah haji dan umrah, salah satunya adalah makam Siti Hawa di Kota Jeddah.

 

Memang belum ada kepastian tentang tempat peristirahatan terakhir istri Nabi Adam AS tersebut. Namun, sebagian besar penduduk sekitar dan nyaris setiap jamaah yang berziarah mempercayai bahwa makam Siti Hawa benar ada di Jeddah.

 

Makam Siti Hawa berada dekat dengan Masjid Qisas dan kawasan perbelanjaan Balad yang sering didatangi jamaah haji. Dari ujung selatan Jalan Madinah Al Munawarah, Anda tinggal berbelok ke kiri ke arah Jalan Al Matar.

 

Telusuri Jalan Al Matar sampai menemukan belokan pertama ke kanan, ke Jalan Makkah Al Mukaramah. Tidak jauh dari ujung jalan Makkah Al Mukaramah terdapat belokan ke Jalan Mawkib Al Iman. Di sanalah letak makam Siti Hawa.

 

Pemakaman ini sekarang menjadi pemakaman umum bagi masyarakat Jeddah. Tempat yang disebut makam Siti Hawa itu berbentuk bangunan biasa tanpa atap hanya dikelilingi dengan tembok setinggi 3 meter dan dilapisi dengan marmer.

 

Luas tempat tersebut sekitar 3 kali luas lapangan bola. Di depan gerbang masuknya terdapat tulisan Maqbarah Hawwa yang dalam bahasa Indonesia berarti 'Makam Hawa'.

Jamaah yang datang umumnya penasaran terhadap isi dari bangunan yang dikelilingi tembok besar itu. Terlebih lagi, beberapa cerita penduduk setempat mengatakan bahwa perempuan dilarang masuk ke makam dengan alasan bid'ah. Namun tidak dijelaskan bid'ah seperti apa.

 

Saat memasuki area makam, akan terlihat hamparan padang luas tanpa rerumputan hijau di atasnya. Tidak ada gundukan tanah atau batu nisan yang menunjukkan makam Siti Hawa.

 

Yang ada hanya tanah yang dibagi ke dalam blok-blok dengan ukuran 1x1 meter dan jalur-jalur panjang makam yang dihinggapi merpati-merpati jinak.

 

Di lorong masuk terpampang doa dan adab berziarah ke makam. Lalu terdapat pula tempat pemandian jenazah, mushola dan toilet. Bahkan para penjaga sendiri pun tak mengetahui secara jelas di mana letak makam Siti Hawa. Setiap pengunjung yang datang hanya akan diarahkan untuk langsung berdoa.

 

Hingga kini belum dapat dipastikan apakah makam Hawa benar terdapat di area ini. Namun beberapa catatan sejarah mengatakan, penamaan Kota Jeddah diambil dari kata Jaddah yang berarti 'nenek'.

 

Ini menunjukkan bahwa Siti Hawa merupakan 'nenek moyang' manusia yang diturunkan di Jeddah. Karena itulah mereka meyakini makam wanita pertama di bumi itu juga pasti berada di Jeddah.

 

Meski masih banyak diragukan, di Maqbarah Hawwa ada salah satu makam yang memiliki ukuran sangat panjang, yakni 5 meter. Para peziarah mempercayai ini sebagai makam Siti Hawa. (bbs)

Komentar