Sabtu, 21 Oktober 2017 - Pukul 08:09

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

ragam

Kokohnya Masjid Air Tiris Kampar dan Cerita Saktinya

Oleh: Zulfah Robbania - Jumat 04 September 2015 | 17:30 WIB

Kokohnya Masjid Air Tiris Kampar dan Cerita Saktinya

net

BERITACIANJUR.COM, RIAU – Di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau ada sebuah masjid ikonik yang penuh dengan cerita-cerita menarik. Masjid ini bernama Masjid Jami Air Tiris.

 

Sekilas masjid ini tampak sangat kontras dengan beragam bangunan modern di sekelilingnya. Karena konstruksinya masih berupa rumah panggung dengan dinding yang seluruhnya terbuat dari kayu.

 

Masjid Air Tiris dapat ditempuh kurang lebih 30 menit dari kota Pekanbaru. Umumnya, pengunjung yang pertama kali melihatnya pasti langsung mengakui kesamaan atap masjid ini yang berbentuk limas bersusun tiga seperti Masjid Demak di Jawa Tengah.

Ada cerita menarik seputar pembangunan masjid ini. Konon, orang yang membangunnya memiliki ilmu sakti karena menggambarkan bentuk yang nyaris serupa dengan Masjid Demak ini dengan mata terpejam.

 

Sang pendiri yang disebut-sebut sakti itu bernama Datuk Ongku Mudo (OM) Songkal. Ia adalah seorang pemuda desa setempat yang pandai ilmu agama karena pernah mendalami Islam di Sumatera Barat.

 

Sejak didirikan lebih dari seabad lalu, Masjid Air Tiris masih terlihat kokoh hingga sekarang. Seluruh dinding dan tiang penyangga yang terbuat dari kayu masih gagah menopang bangunan seluas sekitar 30x30 meter itu. Ukiran bergambar bunga dan tanaman perpaduan khas Melayu dan Tiongkok masih apik menghiasi dinding-dinding masjid ini.

 

Masjid Air Tiris merupakan bentuk nyata budaya gotong-royong sesama umat muslim di Kampar. Pembangunan masjid ini dilakukan bersama-sama dengan melibatkan 24 kenagarian yang ada di sana.

 

Bukti dari gotong-royong tersebut pun tercermin dari tiang penopang masjid yang berjumlah 24 buah, yang mewakili 24 kenagarian. Seluruh ukiran yang ada di dinding masjid juga berjumlah 24 motif sebagai simbol 24 kenagarian yang ada.

 

Di samping keunikan filosofi pembangunannya, masjid ini juga menyimpan berbagai cerita menarik yang tak jarang berbalut mistis. Konon, pada masa penjajahan Belanda Masjid Air Tiris pernah beberapa kali coba dibakar. Namun upaya itu selalu gagal.

 

Cerita lainnya, masjid ini juga selalu selamat dari bencana banjir besar akibat meluapnya Sungai Kampar. Padahal rumah panggung di sekelilingnya sudah terendam.

 

Para peneliti pun pernah melakukan pengamatan dan memuji kehebatan para pendiri masjid ini. Mereka takjub dengan keahlian para pendiri Masjid Air Tiris lantaran bisa begitu presisi menentukan arah kiblat masjid ini yang sampai sekarang tak berubah sedikit pun. (bbs)

 

Komentar