Senin, 23 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Wabup Sebut Pencairan Dana Hibah Sesuai Aturan

Rustandi

Selasa, 10 Oktober 2017 - 07:05 WIB

A A A

WAKIL Bupati Herman Suherman, memastikan tidak ada niatan apapun dari pemerintah dalam pengucuran dana hibah untuk  sejumlah lembaga penerima hibah. Pengucuran dana itu benar-benar dilakukan sesuai dengan aturan perundang-undangan.

“Kami tidak pernah berpikir lebih jauh saat mengucurkan dana hibah, apalagi menyangkut dengan kepentingan politik. Dana hibah itu diberikan dengan acuan jelas untuk meningkatkan indeks keagamaan di Kabupaten Cianjur, terutama dalam mendongkrak dan mempercepat terwujudnya Kabupaten Cianjur yang lebih agamis,” kata Wabup saat ditemui di salah satu kegiatan rutin hariannya kemarin.

Ke depan, imbuh Wabup, beberapa OPD terkait dengan pengucuran dana hibah, akan dipanggil dalam upaya menyinergikan semua aturan dalam menentukan penerima dana hibah, sehingga tidak menjadi kontroversi seperti sekarang. Salah satu yang bisa dilakukan, setiap OPD pengelola dana hibah wajib melakukan sosialisasi kepada publik, terkait tata cara pengelolaan dan penentuan penerima dana hibah.

“Kita berharap dengan dana hibah yang diterima lembaga tertentu, dapat pula mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM), apalagi sejumlah penerima dana hibah itu adalah penggerak roda di bidang pendidikan,” terang Wabup.

Ditanya soal adanya anggaran BOP Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebesar Rp 18 miliar lebih, orang nomor dua di Pemerintahan Kabupaten Cianjur itu, mengonfirmasikan bakal meminta pihak Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk menerangkan adanya aliran dana itu.

“Saya tidak bisa memvonis begitu saja, karena semua harus terlebih dahulu diklarifikasi. Itu semua menyangkut data jadi semuanya harus hari-hati,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, berdasarkan data yang dihimpun Harian Umum Berita Cianjur, dari kompilasi laporan pertanggungjawaban realisasi dan penggunaan belanja hibah Kabupaten Cianjur, periode Juli hingga September tahun anggaran 2017, yang sudah dilansir Pemkab Cianjur terdapat poin penyaluran bantuan sebesar Rp18.985.800.000, untuk belanja hibah BOP PAUD yang beralamat di Jalan Abdullah Bin Nuh Cianjur.

Tak hanya itu, sejumlah pencairan anggaran hibah di atas Rp1 M juga digelontorkan Pemerintah Kabupaten Cianjur, untuk sejumlah lembaga lainnya. Lembaga penerima dana bantuan cukup besar ini antara lain, Penyelengaraan Pemberdayaan Pendidikan Diniyah Takmiliyah dan Pendidikan Alquran (P3DTPQ), serta Gerakan Pembinaan Penghapal Quran (GP2Q).

Sejumlah lembaga yang berhasil dimintai keterangan menyayangkan kebijakan pemerintah yang sepertinya terlalu berpihak, apalagi terkesan begitu beraroma politis. Terlebih, beberapa lembaga ini menilai lembaga penerimaan dana bantuan hibah seperti yang dilansir pemerintah, masih membuka cela atau ruang untuk diperdebatkan.

Seperi dikatakan Ketua Lembaga Visi Selaras Komunika, Irfan Ridwansyah, penggelontoran dana hibah itu tidak salah secara aturan, namun kacamata publik menilai ada keberpihakan begitu kontras, sehingga terkesan anggaran yang digelontorkan penuh dengan kepentingan terselubung.

“Kita sempat melakukan pengecekan dengan penerima dana sebesar Rp, 18 M lebih, tapi seperti disebut dalam draft penerimaan bantuan, lembaga itu sama sekali tidak jelas meski disebutkan berada di Jalan Abdullah Bin Nuh,” kata Irfan saat ditemui Harian Umum Berita Cianjur, usai dirinya mengikuti salah satu acara diskusi politik di salah satu cafe di jalan Kaum Tengah, Sabtu (7/10/2017).

Irfan menambahkan, ketidakjelasan penerimaan bantuan ini, menimbulkan kecurigaan mendalam di mata publik. Apalagi, nama lembaga itu tidak ada karena dalam laporan itu hanya disebut BOP PAUD di Jalan Abdullah Bin Nuh Sebesar Rp18.985.800.000.

Sementara terkait sejumlah bantuan ke lembaga lainnya, dikatakan Ketua Aksi Mahasiswa Cianjur (KAM-C) Ujang Ruslandi, anggaran yang digulirkan terindikasi merupakan bagian balas budi pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Ruslandi menyebut, ada anggaran yang kemudian diterima sejumlah lembaga seperti P3DTPQ) dan  GP2Q, terjadi karena adanya janji Pemkab yang kemudian didorong dengan lahirnya Perda No 3 Tahun 2014, tentang Diniyah Takmiliyah dan Pendidikan Al Quran.

“Saya masih ingat Perda itu lahir pada tahun 2014, sehingga kebijakan anggaran baru bisa dimulai pada tahun anggaran 2015 hingga sekarang. Saat Perda dibahas, sejumlah kalangan dewan sempat mempertanyakan efek luas positif yang ditimbulkan dari lahirnya aturan diniyah, apalagi mengandung konsekuensi anggaran yang jadi beban APBD,” katanya.

Secara terpisah, Bagian Umum Playgroup Permata Hati, Wahyu menegaskan, PAUD yang beralamat di Jalan Abdullah Bin Nuh hanya ada satu, yakni PAUD Permata Hati. Namun Wahyu membantah keras bahwa sekolahnya telah menerima bantuan dari pemerintah.

“Kalau PAUD di Jalan ini memang cuma ini, namun kami tidak pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah. Apalagi kalau sampai belasan miliar seperti itu,” jawab Wahyu saat dimintai konfirmasinya, Minggu (8/10/2017).

Sementara itu, Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman dalam kesempatan berbeda sempat menjelaskan, pemberian bantuan untuk sejumlah lembaga yang disebutkan tadi, dilakukan pemerintah guna mempercepat terlaksananya visi dan misi Kabupaten Cianjur yakni Cianjur Lebih Maju dan Agamis.

“Berbagai bantuan itu untuk menunjang kegiatan bernafaskan Islam, sehingga Cianjur lebih Agamis tadi segera bisa terealisasi dengan baik. Itu yang kami harapkan, makanya ada bantuan itu semua,” terangnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 10 jam yang lalu

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 11 jam yang lalu

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.

Cianjur Euy 11 jam yang lalu

Positif Amfetamin, Dua Remaja Perempuan Diamankan

DUA orang pengunjung tempat hiburan di Cianjur diamankan petugas gabungan dalam razia cipta kondisi (Cipkon) yang digelar Sabtu (21/4/2018) hingga Minggu (22/4/2018) dini hari.

Cianjur Euy 20/04/2018 21:59 WIB

Dua Polwan Polres Cianjur Ikuti Kartini Run 2018

DUA Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur akan memeriahkan lomba lari bertajuk Kartini Run 2018 yang akan digelar di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (22/4/2018).

Cianjur Euy 19/04/2018 21:53 WIB

Hari Kartini, Polwan Polres Cianjur Gelar Pengobatan dan Makan Gratis

LIMA ratusan orang dari sejumlah wilayah di Cianjur mengikuti pengobatan gratis di lingkungan Pasar Induk Pasirhayam, Sirnagalih, Cilaku, Kamis (19/4/2018) pagi.

Cianjur Euy 19/04/2018 21:53 WIB

Pengendara Opang Desak Hapus Angkutan Berbasis Online

RIBUAN pengendara ojek pangkalan (Opang) dan angkutan umum (Angkum) di Cianjur menggelar aksi unjukrasa di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Kamis (19/4/2018).

Cianjur Euy 19/04/2018 21:52 WIB

Prediksi Harga Beras Jelang Ramadan tak Melonjak

SEJUMLAH pedagang komoditas beras di Pasar Induk Pasirhayam, Sirnagalih, Cilaku memprediksi untuk harga beras tidak akan mengalami lonjakan menjelang Ramadan 1438 Hijriah mendatang.

Cianjur Euy 18/04/2018 21:55 WIB

Polwan Polres Cianjur Berikan Bantuan Bagi Adah

MEMPERINGATI Hari Kartini 2018 jajaran Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur menggelar sejumlah kegiatan sosial, di antaranya dengan menyambangi kediaman Adah, warga Kampung Mayak Empang RT 01/04, Desa…

Cianjur Euy 18/04/2018 21:55 WIB

Polres Cianjur Ciduk Tujuh Pelaku Kejahatan

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur menciduk tujuh orang pelaku kejahatan yang biasa menjalankan aksinya di wilayah hukum Cianjur. Penangkapan ketujuh pelaku itu dilakukan dalam waktu dan tempat berbeda.

Aktualita 18/04/2018 08:10 WIB

Desak Pemkab Tanggung Jawab, Garis Sebar Spanduk Banjir

BANJIR belum pernah terjadi sebelumnya di Cianjur. Masihkah kita bangga dengan dosa-dosa? Itulah tulisan dalam spanduk yang dipasang Gerakan Reformis Islam (Garis) di sejumlah lokasi banjir di kawasan…