Selasa, 23 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Owalah Wele-wele, Ternyata Jokowi Mau Kereta 'Ora' Cepat

Fl/bc.com/net

Jumat, 04 September 2015 - 14:53 WIB

Jokowi & proyek 'mimpi' kereta cepat...
Jokowi & proyek 'mimpi' kereta cepat...
A A A

BERITACIANJUR.COM, JAKARTA.-- Presiden Joko Widodo akhirnya membatalkan proyek kereta cepat rute Jakarta-Bandung yang bikin Jepang dan Cina ‘tegang’. Hehe,  ternyata Jokowi ingin kereta tak cepat, bukan kereta cepat.

Menko Perekonomian Darmin Nasution menegaskan bahwa Presiden Jokowi telah menolaj proposal proyek kereta cepat yang diperebutkan Jepang dan Cina. "Presiden sudah putuskan, kereta cepat belum perlu. Lebih baik kereta berkecepatan menengah," kata Menko Darmin.

Untuk itu, kata Darmin, baik Jepang dan Cina harus membuat proposal baru apabila masih tertarik untuk menggarap proyek tersebut. "Silahkan buat proposal baru dengan kerangka acuan yang kami buat dan kami rumuskan. Karena ini untuk kita sendiri serta menurut kita sendiri," ujar Darmin.

Menurut Darmin, pertimbangan Presiden Jokowi menyebutkan bahwa kereta cepat untuk rute Jakarta-Bandung, memang belum perlu. Akan lebih ekonomis apabila rute tersebut dilintasi kereta berkecepatan menengah.

Sekadar mengingatkan, Jepang menawarkan pembangunan Shikansen berkecepatan 300 kilometer per jam. Sehingga, perjalanan Jakarta ke Bandung hanya ditempuh dalam waktu 37 menit. Sedangkan nilai proyek pembangunan lintasan serta kereta cepat mencapai US$ 6,2 miliar. Sementara Cina menawarkan kereta kilat berkecepatan 300 kilometer per jam, nilai proyeknya lebih murah yakni US$ 5,5 miliar.

"Keputusan Presiden adalah jangan kereta cepat, cukup kereta berkecepatan menengah. Ya, sekitar 200-250 km per jam. Meskipun berbeda sampainya, paling hanya 10-11 menit. Biayanya pun bisa berkurang jauh. Sekitar 30-40 persen lebih murah," kata Darmin.

Dalam proposal baru nanti, kata Darmin, baik Jepang maupun Cina diharap menyertakan standar pemeliharaan, standar pelayanan, serta kebutuhan kereta yang cocok bagi kondisi sosio ekonomi di Indonesia.

"Kalau hanya pengembangan kereta saja, dengan kecepatan menengah, belum tentu bisa membiayai dirinya sendiri kedepan. Harus dikaitkan dengan pengembangan wilayah, di stasiun mana harus dibangun properti besar-besaran, itu harus masuk dalam kerangka acuan," papar Darmin.

Menurut Darmin, apabila proyek pembangunan kereta masih berlanjut, maka kerja samanya berlangsung melalui business to business (B to B). Dan, skema pembiayaannya diharamkan menggunakan APBN, baik langsung maupun tak langsung.

"Semua ini akan dirancang dalam skema B to B, bagaimana rancangannya, Kementerian BUMN nanti yang akan mengambil peran utama," jelas Darmin.

Terkait skema pemilihan investor diantara kedua negara tersebut, Darmin mengatakan akan dilakukan melalui lelang unggulan dengan tidak meniadakan salah satu peserta serta melibatkan tim negosiasi khusus.

"Dua-duanya akan dievaluasi siapa yang bidder unggulan, tapi yang satu tidak langsung mundur. Nanti tim akan berunding dengan bidder unggulan, sehingga bisa dicapai harga paling efisien dan kualitas terbaik. Kalau gagal mencapai kesepakatan, bisa pindah ke satunya lagi," papar Darmin.

Ya, Presiden Jokowi bebas saja mengeluarkan putusan. Demikian pula kedua investor juga bebas menentukan sikap. Apakah masih ingin mengincar proyek tersebut, atau malah mundur teratur. (fl/net)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 9 jam yang lalu

Cuaca Buruk, Masyarakat Agar Waspada

MASYARAKAT Kabupaten Cianjur diimbau untuk mewaspadai bencana akibat cuaca buruk yang dalam beberapa pekan terakhir melanda Tatar Santri.

Cianjur Euy 9 jam yang lalu

Disdukcapil Siap Launching Lima Cabang Layanan

DINAS Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur membuka cabang layanan administrasi kependudukan di lima kecamatan. Tak hanya proses perekaman, pencetakan KTP el pun dapat dilaksanakan…

Cianjur Euy 10 jam yang lalu

Tolak Alihfungsi dan Pembongkaran Bujensa

AKSI penolakan terkait alihfungsi dan pembongkaran eks Gedung SDN Ibu Jenab 1 (Bujensa, red) terus disuarakan berbagai kalangan. Bahkan, aktivis di Cianjur akan menggugat Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Cianjur Euy 21/01/2018 22:37 WIB

Sampah Berserakan di Area Asamul Husna

PEDAGANG yang biasa mangkal di sekitar area Taman Asmaul Husna, Kampung Panaruban, Desa/Kecamatan Haurwangi belum sepenuhnya sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Cianjur Euy 21/01/2018 22:36 WIB

Akhirnya Keluarga Otim Punya Rumah Baru

RAUT wajah Otim (47) tampak berseri seri dipenuhi kebahagian. Bagaimana tidak bahagia, Minggu (21/1) dirinya bisa bertemu langsung dengan Dedi Mulyadi, Calon Wakil Gubernur Jabar.

Cianjur Euy 21/01/2018 22:35 WIB

Kepengurusan Kampung KUBA Dibentuk

PROGRAM Kampung Utama Berakhlakul Karimah (KUBA) mulai dibumikan di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur. Mensukseskan program yang digagas Bupati Cianjur itu, kepengurusan Kampung KUBA mulai dibentuk di…

Bisnis Line 21/01/2018 22:28 WIB

Gurihnya Sensasi Soto Bogor Siliwangi Bikin Nagih

SIAPA yang tak suka dengan gurihnya sajian kuah soto hangat? Selain memiliki cita rasa rempah yang kuat, irisan daging yang dipotong dadu, taburan bawang goreng, kacang kedelai, dan tomat segar terasa…

Cianjur Euy 21/01/2018 21:52 WIB

Kecewa Kebijakan Pemkab, Warga Segel Eks SD Bujensa

SEBUAH spanduk penolakan terbentang di pagar tembok eks SDN Ibu Jenab 1 (Bujensa, red). Spanduk penolakan itu ditempel oleh warga yang menilai Pemkab Cianjur tidak menjalankan komitmen yang dibuat terkait…

Cianjur Euy 21/01/2018 21:50 WIB

Stok Surplus, Pemkab Cianjur Tolak Impor Beras

CAPAIAN produksi padi di Kabupaten Cianjur tahun 2017 mencapai 105 persen. Capaian itu lebih tinggi dari tahun sebelumnya, yang hanya mencapai 100,88 persen.

Cianjur Euy 21/01/2018 21:48 WIB

Mayat Pria Tanpa Identias Ditemukan Mengambang

MAYAT pria tanpa identitas ditemukan mengambang di genangan air Blok Sungai Citarum, Kampung Cinangsi RT 02/10, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 13.00 WIB.