Jumat, 27 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Owalah Wele-wele, Ternyata Jokowi Mau Kereta 'Ora' Cepat

Fl/bc.com/net

Jumat, 04 September 2015 - 14:53 WIB

Jokowi & proyek 'mimpi' kereta cepat...
Jokowi & proyek 'mimpi' kereta cepat...
A A A

BERITACIANJUR.COM, JAKARTA.-- Presiden Joko Widodo akhirnya membatalkan proyek kereta cepat rute Jakarta-Bandung yang bikin Jepang dan Cina ‘tegang’. Hehe,  ternyata Jokowi ingin kereta tak cepat, bukan kereta cepat.

Menko Perekonomian Darmin Nasution menegaskan bahwa Presiden Jokowi telah menolaj proposal proyek kereta cepat yang diperebutkan Jepang dan Cina. "Presiden sudah putuskan, kereta cepat belum perlu. Lebih baik kereta berkecepatan menengah," kata Menko Darmin.

Untuk itu, kata Darmin, baik Jepang dan Cina harus membuat proposal baru apabila masih tertarik untuk menggarap proyek tersebut. "Silahkan buat proposal baru dengan kerangka acuan yang kami buat dan kami rumuskan. Karena ini untuk kita sendiri serta menurut kita sendiri," ujar Darmin.

Menurut Darmin, pertimbangan Presiden Jokowi menyebutkan bahwa kereta cepat untuk rute Jakarta-Bandung, memang belum perlu. Akan lebih ekonomis apabila rute tersebut dilintasi kereta berkecepatan menengah.

Sekadar mengingatkan, Jepang menawarkan pembangunan Shikansen berkecepatan 300 kilometer per jam. Sehingga, perjalanan Jakarta ke Bandung hanya ditempuh dalam waktu 37 menit. Sedangkan nilai proyek pembangunan lintasan serta kereta cepat mencapai US$ 6,2 miliar. Sementara Cina menawarkan kereta kilat berkecepatan 300 kilometer per jam, nilai proyeknya lebih murah yakni US$ 5,5 miliar.

"Keputusan Presiden adalah jangan kereta cepat, cukup kereta berkecepatan menengah. Ya, sekitar 200-250 km per jam. Meskipun berbeda sampainya, paling hanya 10-11 menit. Biayanya pun bisa berkurang jauh. Sekitar 30-40 persen lebih murah," kata Darmin.

Dalam proposal baru nanti, kata Darmin, baik Jepang maupun Cina diharap menyertakan standar pemeliharaan, standar pelayanan, serta kebutuhan kereta yang cocok bagi kondisi sosio ekonomi di Indonesia.

"Kalau hanya pengembangan kereta saja, dengan kecepatan menengah, belum tentu bisa membiayai dirinya sendiri kedepan. Harus dikaitkan dengan pengembangan wilayah, di stasiun mana harus dibangun properti besar-besaran, itu harus masuk dalam kerangka acuan," papar Darmin.

Menurut Darmin, apabila proyek pembangunan kereta masih berlanjut, maka kerja samanya berlangsung melalui business to business (B to B). Dan, skema pembiayaannya diharamkan menggunakan APBN, baik langsung maupun tak langsung.

"Semua ini akan dirancang dalam skema B to B, bagaimana rancangannya, Kementerian BUMN nanti yang akan mengambil peran utama," jelas Darmin.

Terkait skema pemilihan investor diantara kedua negara tersebut, Darmin mengatakan akan dilakukan melalui lelang unggulan dengan tidak meniadakan salah satu peserta serta melibatkan tim negosiasi khusus.

"Dua-duanya akan dievaluasi siapa yang bidder unggulan, tapi yang satu tidak langsung mundur. Nanti tim akan berunding dengan bidder unggulan, sehingga bisa dicapai harga paling efisien dan kualitas terbaik. Kalau gagal mencapai kesepakatan, bisa pindah ke satunya lagi," papar Darmin.

Ya, Presiden Jokowi bebas saja mengeluarkan putusan. Demikian pula kedua investor juga bebas menentukan sikap. Apakah masih ingin mengincar proyek tersebut, atau malah mundur teratur. (fl/net)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Petani Penggarap di Cianjur Tuntut Penerapan Reforma Agraria

RATUSAN petani penggarap di Cianjur menggeruduk gedung DPRD Kabupaten Cianjur, di Jalan KH Abdullah bin Nuh, Kamis (26/4/2018) pagi.Mereka menuntut pemerintah mengimplementasikan reforma agraria karena…

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Kapolres Cianjur Pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Patuh Lodaya 2018

KAPOLRES Cianjur AKBP Soliyah SIK, MH memimpin apel gelar pasukan Operasi Patuh Lodaya 2018 di Lapangan Utama Mapolres Cianjur, Jalan KH Abdulah bin Nuh, Kamis (26/4/2018) pagi.

Cianjur Euy 9 jam yang lalu

Warga Terdampak Banjir di Ciadun Kembali Tempati Rumah

WARGA di sejumlah kampung di Desa Kertajadi dan Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun yang sempat mengungsi akibat perkampungannya diterjang banjir bandang sudah kembali ke rumah mereka.

Bisnis Line 25/04/2018 21:43 WIB

MyRobo Kembali ‘Unjuk Gigi’ Melalui Event CRG

SEJUMLAH pelajar dari SMP Al Azhar Cianjur yang tergabung dalam MyRobo berhasil mengharumkan nama Kabupaten Cianjur di kancah Internasional. Setelah mengalahkan kontingen dari beberapa Negara di Asia,…

Cianjur Euy 25/04/2018 21:06 WIB

Banjir Bandang dan Longsor Terjang Cianjur Selatan

RATUSAN keluarga dievakuasi karena meluapnya air Sungai Cidamar, Kecamatan Cidaun. Sementara jalur penghubung Cianjur-Bandung di Kecamatan Naringgul tertutup longsor, akibatnya arus lalulintas di ruas…

Cianjur Euy 25/04/2018 21:06 WIB

Polres Cianjur Siap Gelar Ops Patuh Lodaya 2018

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur melalui Satuan Lalulintas Polres Cianjur akan menggelar Operasi Patuh Lodaya 2018, mulai Kamis (26/4/2018) hingga Minggu (6/5/2018).

Bisnis Line 24/04/2018 23:34 WIB Advertorial

Alfamart Gelar Pemberdayaan Wanita Melalui Pelatihan

Memperingati Hari Kartini, Toko Modern Alfamart menggelar kegiatan pemberdayaan wanita berupa pelatihan pengolahan bonggol pisang menjadi produk bernilai ekonomis di Balai Desa Sukaratu, Kecamatan Gekbrong,…

Cianjur Euy 24/04/2018 20:53 WIB

Siswa SMK Berikan Sarung Cinta Untuk Mak Icih

RAUT sumringah terlihat dari wajah Mak Icih, saat puluhan siswa dari salah satu SMK kesehatan swasta di Sukabumi mendatangi kediamannya di Kampung Cikaret, Gang Al Falah, Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur.

Cianjur Euy 24/04/2018 20:52 WIB

IPM Kabupaten Cianjur Jeblok, Paling Bontot di Jawa Barat

INDEKS Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Cianjur, masih relatif jeblok. Posisinya pada 2017 berada paling bontot dari 27 kota/kabupaten di Jawa Barat. Hal itu, diungkapkan anggota DPRD Kabupaten Cianjur,…

Cianjur Euy 24/04/2018 20:51 WIB

Perpres TKA Berdampak Plus Minus Bagi Daerah

PENERAPAN Peraturan Presiden Nomor 20/2018 tentang penggunaan tenaga kerja asing (TKA) memiliki dampak positif dan negatif bagi dunia kerja di daerah. Sebab, hingga kini masih banyak calon tenaga kerja…