Senin, 19 Februari 2018 | Cianjur, Indonesia

POLISI BURU MONYET PENYERANG BALITA

Angga Purwanda

Kamis, 12 Oktober 2017 - 07:00 WIB

Foto: Angga Purwanda/BC
Foto: Angga Purwanda/BC
A A A

**Hewan Liar yang Melukai Puluhan Anak Belum Tertangkap, Warga Resah
 

SUDAH berbulan-bulan, warga Cianjur dihantui teror keganasan monyet liar. Hingga saat ini, jumlah korban cakaran dan gigitan monyet berukuran besar tersebut, sudah mencapai puluhan orang dan semuanya balita.

Kondisi tersebut memaksa aparat dari Polsek Karangtengah dan Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) Kabupaten Cianjur, untuk bergerak cepat melakukan perburuan terhadap primata yang telah meresahkan warga itu.

Berbekal senjata laras panjang organik dan senapan angin, sejumlah personel dari Polsek Karangtengah dan Perbakin Cianjur, menyisir jengkal demi jengkal wilayah perkampungan yang dalam beberapa hari terakhir diteror dengan serangan monyet liar itu.

Kapolsek Karangtengah, Kompol Agus Jamaludin megatakan, perburuan terhadap monyet liar yang telah memakan korban itu dilakukan untuk memberikan rasa aman terhadap masyarakat yang ada di wilayah tersebut.

Sebab, jelas Agus, sejak terjadinya teror serangan monyet liar, masyarakat menjadi resah terutama para orangtua yang memiliki anak kecil dan balita. “Hari ini kami dibantu tim dari Perbakin Cianjur melakukan perburuan terhadap monyet liar, yang sering melakukan penyerangan terhadap anak-anak,” jelas Agus saat ditemui disela-sela perburuan, Rabu (11/10/2017).

Agus mengimbau masyarakat yang ada di sekitar perkampungan tersebut untuk lebih waspada dan berhati-hati. Karena, monyet liar itu kerap datang secara tiba-tiba dan langsung menyerang warga yang berhadapan dengan primata itu.

“Khususnya bagi yang memiliki anak kecil dan balita agar lebih waspada dan berhati-hati. Jika ke luar rumah jangan lupa untuk menutup rapat semua pintu atau jendela yang memungkinkan monyet liar itu masuk ke dalam rumah,” imbaunya.

Sementara itu, salah satu anggota Perbakin Cianjur yang akrab disapa Pepey mengatakan, upaya perburuan sebenarnya sudah pernah dilakukan sebelumnya. Namun hingga sekarang belum berhasil tertangkap.

Pada perburuan sebelumnya, Pepey mengaku ada kejadian aneh saat salah satu dari personelnya berhasil menembak monyet liar tersebut. Sang monyet bukannya tersungkur, namun malah berhasil melarikan diri seakan peluru yang menembus badannya tidak berpengaruh sama sekali. Hingga berita ini diturunkan, petugas kepolisian bersama Perbakin masih terus melakukan upaya perburuan.

Diberitakan sebelumnya, teror serangan monyet liar kembali terjadi dan meresahkan warga. Kali ini dialami seorang bayi berusia sembilan bulan, Putri Aisyah, yang harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Sayang Cianjur, setelah menjadi korban keganasan monyet liar, Selasa (10/10/2017) pagi.

Informasi yang dihimpun, kejadiaan naas yang menimpa bayi dari Ratna Wulan (35), warga Kampung Leles, Desa Sukamanah, Kecamatan Karangtengah itu, terjadi saat korban ditinggalkan ke toilet oleh ibunya sepulang mereka membeli bubur yang ada di lingkungan rumahnya.

Saat sang ibu pergi ke toilet, bayi Putri ditinggal sendiri di atas kasur lantai yang ada di tengah rumahnya. Sesaat ditinggal, seekor monyet dengan ukuran besar masuk ke rumah dan langsung menyerang Putri Aisyah, hingga mengakibatkan luka gigitan yang sangat parah pada bagian pipi sebelah kanannya.

Ratna Wulan, ibu korban, mengatakan, akibat dari serangan monyet liar itu, anaknya mengalami luka robek pada bagian pipi sebelah kanannya hingga tembus ke gusi. Diungkapkan Ratna, kejadian yang menimpa bayinya itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIB, sesaat mereka pulang membeli bubur.

“Saat itu saya kebelet ingin buang air kecil. Anak saya tinggal di kasur lantai yang ada di tengah rumah sambil dibekali biskuit supaya tak rewel. Tiba-tiba terdengar suara pintu yang terbuka, setelah saya lihat keluar ternyata seekor monyet sedang menyeret anak saya hingga ke depan pintu,” jelas Ratna, saat ditemui di ruang perawatan di RSUD Sayang, Cianjur.

Ratna menyebutkan, akibat dari serangan monyet liar itu, anaknya harus mendapatkan 15 jahitan untuk menutup luka akibat gigitan primata itu. Bahkan, sambung Ratna, rencananya hari ini anaknya akan menjalani operasi untuk menambal luka yang dideritanya.

Ratna meminta aparat terkait agar segera dapat menangkap monyet liar yang telah meneror sejumlah kampung yang ada di wilayah tempat tinggalnya itu. “Untuk penanganan pertama dari tim medis anak saya mendapatkan 15 jahitan, dan besok (hari ini, red) akan menjalani operasi untuk menambal luka gigitan dari monyet liar tersebut. Saya ingin monyet liar itu segera ditangkap, karena khawatir akan kembali memakan korban,” ucapnya.

Dodi Sumardi (45), tetangga korban, menjelaskan, keberadaan monyet liar di lingkungan tempat tinggalnya itu ada sejak tiga bulan terakhir. “Sekitar tiga bulan terakhir lah monyet liar itu meneror kampung ini. Ciri monyet itu, sebelah matanya tidak normal dan ukurannya sekira anak usia 5 tahunan, menyerangnya selalu kepada anak-anak,” jelas Dodi.

Sebelumnya, Pepi Lidiasari (2), warga Kampung Munjul, Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur, sempat diseret dari kursi sejauh lima meter oleh seekor monyet liar. Saat itu Pepi baru bangun tidur dan sedang menikmati sepotong cokelat di depan rumah ditemani sang ibu yang sedang menyapu halaman.

"Dengan santainya monyet itu datang dari arah samping rumah menaiki pagar dan menghampiri anak saya, lalu ia menarik kaus anak saya dan anak saya terseret, saya menjerit-jerit sambil mengayunkan sapu bermaksud memukul monyet tersebut, tapi ia sempat tak bergeming hingga sapu mengenai kepalanya baru ia melepaskan anak saya," ujar Nurjanah (35), ibu korban.

Para tetanggapun langsung berhamburan keluar rumah dan memburu monyet yang melukai Pepi. Namun usaha warga tak membuahkan hasil karena monyet tersebut sangat lincah lompat dari genting ke genting lalu naik ke pohon dan menghilang.

Serangan monyet tersebut sudah berlangsung beberapa hari dimulai dari Minggu (4/6/2017) sampai dengan kemarin. Sudah belasan anak menjadi korban karena monyet tersebut tidak hanya menyerang di pagi hari tapi juga di sore hari.

Korban terparah dialami oleh Syifa Awaliyah bayi yang berumur tujuh bulan, ia diserang monyet saat bermain roda boks di depan rumahnya yang saat itu sedang sepi. "Saya lihat anak saya sudah berdarah di bagian kepala sampai harus dijahit empat jahitan, dalam sehari ada tiga orang korban gigitan di kampung ini," kata Siti Saniah (22) ibu Syifa. Syifa sempat dirawat sehari di RSUD Sayang Cianjur.  

Faeyza Syuza (3), anak warga Kampung Munjul RT 2/7, Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur, juga menderita luka cakaran akibat monyet liar yang kembali menyerang perkampungan.

Tetik Kurnawati (29) sang ibu mengatakan, anaknya sedang bermain di depan rumah ketika monyet tersebut menyerang. "Saya sedang beli sayur di depan rumah saat monyet tersebut menyerang anak saya," ujarnya.

Monyet tersebut sudah menggigit dan mencakar anaknya. Ia lantas bergegas membawa anaknya tersebut ke rumah mencuci darah dan merujuknya ke bidan. "Anak saya mendapat luka satu jahitan, Anak saya langsung panas meriang," katanya.
Selain Faeyza ada 18 orang anak yang sudah terserang monyet liar, rata-rata mendapat luka di bagian kepala. Mereka yang terserang di antaranya, Rido (2), Maryam (2), Ilham (6), dan Nuraeni (5).

Orangtua yang mempunyai bayi dan anak kecil di kawasan kampung Munjul kini waswas. Mereka tak berani lagi meninggalkan anaknya sendiri di halaman rumah. "Setelah kejadian ini kami khawatir karena monyetnya belum tertangkap," ujarnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Rd Siti Jenab Diusulkan Jadi Pahlawan Nasionla

Pakar sejarah Jawa Barat Profesor Nina Herlina Lubis bersama Lutfi Yondri dari Dewan Cagar Budaya Jabar, mengusulkan nama Rd Siti Jenab menjadi pahlawan nasional ke Pemkab Cianjur.

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Kapolda Jabar Resmikan Pembangunan Rumah Layak Huni di Cianjur

KAPOLDA Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto melakukan kunjungan ke wilayah hukum Polres Cianjur, Sabtu (17/2/2018).

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Korem 061/SK Tanami Pohon Diwilayah Terdampak Longsor

Komando Resort Militer (Korem) 061 Suryakancana menanam bibit pohon akar wangi dan manii di wilayah yang terdampak bencana longsor di kawasan Puncak, Bogor. Pemilihan kedua bibit pohon itu, karena dianggap…

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Waspadai Hoax Jelang Pilkada Serentak

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jawa Barat memaksimalkan patroli di dunia maya untuk menangkal munculnya pemberitaan bohong (Hoax, red) menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang…

Ragam 15/02/2018 01:59 WIB

Baladewa Entertaiment Fokus Kembangkan Budaya Sunda

Perkembangan seni dan budaya asing, kini sudah tidak terbendung lagi. Kesenian dan budaya khas daerah, semakin jarang diminati. Berangkat dari fakta yang ada, beberapa paguyuban kesenian daerah semakin…

Cianjur Euy 14/02/2018 21:35 WIB

Pemkab Cianjur Dorong Pembangunan Jalur Puncak II

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Cianjur kembali mendorong pelaksanaan pembangunan Jalur Puncak II, mengingat kondisi jalur puncak I yang rawan longsor dan dinilai tidak cukup menampung volume kendaraan…

Cianjur Euy 14/02/2018 21:33 WIB

Dua Orang Calon Tenaga Kerja Ilegal Berhasil Dipulangkan

DINAS Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur kembali berhasil mengembalikan dua orang Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ilegal asal Cianjur. Keduanya diketahui menjadi korban…

Aktualita 14/02/2018 08:00 WIB

DPMPTSP: Berkas Ajuan IMB-nya Belum Masuk

DUGAAN belum adanya kelengkapan izin untuk bangunan perkantoran baru Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur di Campaka, makin menguat. Benarkah?

Cianjur Euy 13/02/2018 22:12 WIB

H. Aris Mulkan Pimpin DPC Hiswana Migas Cianjur

MUSYAWARAH Cabang Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Cianjur berlangsung khidmat, Selasa (13/2/2018). Sebanyak 48 peserta dari berbagai perusahaan SPBU, LPG, SPBE dan Pelumas…

Cianjur Euy 13/02/2018 22:03 WIB

Jalur Puncak Siap Digunakan

PEMBUKAAN jalur (Open traffic) menuju Puncak dapat dilakukan, Kamis (15/2/2018) mendatang, meskipun pengerjaan di ambrolnya sejumlah ruas di kawasan Puncak Pass belum selesai.