Senin, 11 Desember 2017 | Cianjur, Indonesia

Guru Berikan PR? Awas, Jangan Tambah Beban Siswa!

Wawan

Kamis, 12 Oktober 2017 - 07:10 WIB

Ilustrasi/net
Ilustrasi/net
A A A

Aksi protes para pelajar Cianjur melalui hastag yang bernada sindiran, “Sekolah Full Day, PR Everyday, Kapan Holiday?” ternyata mengundang reaksi dari sejumlah kalangan.

Betapa tidak, saat lahirnya kebijakan full day school, siswa tetap diberikan pekerjaan rumah (PR) dan harus mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di hari libur.
Seperti diketahui, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy melarang guru memberikan PR matematika dan pelajar lainnya kepada para siswa. Ia meminta agar guru lebih kreatif memberikan PR kepada siswa dalam rangka penguatan pendidikan karakter (PPK).

Siswa, sambung dia, diminta tidak diberi PR matematika atau mata pelajaran lain, karena tugas seperti itu cukup diselesaikan di sekolah. Sebaliknya, guru harus bisa memberikan PR yang berkaitan dengan nilai-nilai karakter prioritas PPK.

Wakil Ketua Komisi IV, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cianjur, Sapturo, sangat setuju dengan larangan itu. Tanggung jawab meningkatkan kualitas pendidikan merupakan salah satu tugas sekolah. Masih banyak cara untuk menempuh itu, tanpa harus membebankan PR kepada anak didik.

“Jangan menambah beban siswa dengan PR, seharusnya evaluasi bisa dilakukan setiap akhir mata pelajaran. Asumsinya jika pemberian teori selama 45 menit, sisanya dapat digunakan untuk pre test, mid test dan post test, sehingga tak perlu ada PR,” kata Sapturo saat dihubungi Berita Cianjur, Rabu (11/10/2017).

Menurut Sapturo, sebenarnya peniadaaan PR bukan karena adanya larangan dari Mendikbud. Tanpa ada larangan itu, pendidik atau pengajar harus menyadari bahwa anak perlu istirahat, sehingga saat kembali beraktivitas sekolah di hari selanjutnya dapat lebih berkonsentrasi.

“Waktu istirahat sangat diperlukan bagi siswa, jangan sampai waktu itu juga direnggut, karena harus mengerjakan PR dari sekolah,” sebut Sapturo.
Sapturo menuturkan, peran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sangat vital di sini. Pengawasan melalui pengawas sekolah, agar mengingatkan setiap sekolah yang masih membebani siswanya dengan PR.

“Selain itu, peran kepala sekolah juga penting, apalagi umumnya tidak ikut mengajar. Pengawasan oleh kepala sekolah kepada guru harus diperketat,” tutur Sapturo.
Sementara itu, Ketua Komunitas Aksi Mahasiswa Cianjur (KAM-C), Ujang Ruslandi mengungkapkan, mata pelajaran hanya bersifat akademis. Jangan sampai Hak Asasi Manusia (HAM) anak dilanggar dengan menghilangkan waktu berkreasi, bermain dan waktu istirahatnya.

“Memang lebih pantas pelajaran sekolah diselesaikan di sekolah. Tetapi berbeda halnya jika PR yang diberikan berfungsi untuk meningkatkan karakter siswanya, yang tidak berhubungan dengan mata pelajaran,” ungkap Ujang yang masih tercatat sebagai mahasiswa fakultas hukum, semester akhir di salah satu perguruan tinggi swasta di Kabuapten Cianjur.

Ujang menyebut, dengan terbentuknya karakter anak didik, besar kemungkinannya akan menghasilkan generasi muda dengan potensi luar biasa. Bukan tidak menutup kemungkinan, ke depan akan banyak bermunculan nama tokoh besar, ilmuwan atau politikus yang berasal dari Cianjur.

“Karakter yang telah terbentuk, akan membentuk pribadi yang tidak mudah terpengaruh oleh berbagai godaan,” sebut Ujang.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur, Cecep Sobandi mengatakan, memang itu instruksi dari Mendikbud, namun kemungkinan PR yang diberikan masih pada batasan tertentu dan tidak membebankan siswanya.

“Dinas sudah mengimbau kepada sekolah agar PR yang diberikan harus disesuaikan, jangan sampai memberatkan anak. Apalagi bagi sejumlah sekolah yang belajarnya hingga sore hari,” pungkasnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 9 jam yang lalu

Babinsa Dilingkungan Kodim 0608 Cianjur Ikuti Tes Urine

Puluhan Bintara Pembina Desa (Babinsa), dan ASN di lingkungan Komando Distrik Militer (Kodim) 0608 Cianjur mengikuti tes urine di Aula Makodin, Jalan Siliwangi, Senin (11/12/2017).

Cianjur Euy 14 jam yang lalu

Berlangsung hingga Februari 2018, Waspadai Cuaca Ekstrem

AWAS! Cuaca ekstrem berupa hujan dan angin kencang diprediksi masih akan terjadi hingga Februari 2018. Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Ahmad…

Cianjur Euy 14 jam yang lalu

Ini Nasib Buruh PT Ikon Garmindo

 BISA merasakan manisnya upah hasil keringat bekerja, sepertinya menjadi hal yang paling sulit bisa dirasakan ratusan buruh PT Ikon Garmindo, pabrik milik pengusaha asal Korea di Cianjur yang saat ini…

Kick Off 14 jam yang lalu

BCFL 2017, Makin Akhir Makin Panas

LUAR BIASA! Meski masih menyisakan satu laga, Bayu FC sudah memastikan diri sebagai Jawara Seri B Berita Cianjur Futsal League (BCFL) 2017. Perolehan poinnya sudah tak mungkin disalip para pesaingnya.

Bisnis Line 20 jam yang lalu

234 SC Lebarkan Sayap ke Selatan Cianjur

234 Solidarity Community (SC) yang terkenal sebagai Organisasi Massa (Ormas) terbesar di Cianjur, kini semakin fokus lebarkan sayapnya hingga ke pelosok Cianjur. Bertempat di Kecamatan Pasir Kuda, pada…

Cianjur Euy 20 jam yang lalu

Pemda Kesulitan Atasi Lonjakan Harga Elpiji Bersubsidi

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur mengaku kesulitan mengatasi lonjakan harga elpiji bersubsidi (Gas ukuran 3 Kg) yang saat ini tengah terjadi di wilayah Cianjur.

Cianjur Euy 20 jam yang lalu

Das Citarum Segera Dibersihkan

GIAT kerjabakti membersihkan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum dalam waktu dekat akan digelar pihak TNI, menyusul adanya intruksi dari Pangdam III Siliwangi Jawa Barat.

Cianjur Euy 20 jam yang lalu

Jelang Pemilu, Anggota Linmas Dapat Pembekalan

MENGANTISIPASI timbulnya konflik jelang pelaksanaan pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat dan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), 25 anggota Linmas Desa Sindangjaya, Kecamatan Ciranjang mendapat pembekalan.

Cianjur Euy 22 jam yang lalu

Gudang Biji Plastik Terbakar, Kerugian Capai Puluhan Juta

SEBUAH mesin pengolahan biji plastik di sebuah pabrik di Kampung Haurwangi RT 002/013, Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi terbakar, Minggu (10/12/2017) sekitar pukul 07.45 WIB. Tak ada korban jiwa dalam…

Cianjur Euy 22 jam yang lalu

Rem Blong, Truk Tanki Senggol Sepeda Motor

RANI Nuraeni (28), warga Kampung Raksabala RT 002/009, Desa Kertasari, Kecamatan Haurwangi harus mendapatkan perawatan dari tim medis, setelah motor yang dikendarainya tersempet sebuah truk pengangkut…