Senin, 19 Februari 2018 | Cianjur, Indonesia

Guru Berikan PR? Awas, Jangan Tambah Beban Siswa!

Wawan

Kamis, 12 Oktober 2017 - 07:10 WIB

Ilustrasi/net
Ilustrasi/net
A A A

Aksi protes para pelajar Cianjur melalui hastag yang bernada sindiran, “Sekolah Full Day, PR Everyday, Kapan Holiday?” ternyata mengundang reaksi dari sejumlah kalangan.

Betapa tidak, saat lahirnya kebijakan full day school, siswa tetap diberikan pekerjaan rumah (PR) dan harus mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di hari libur.
Seperti diketahui, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy melarang guru memberikan PR matematika dan pelajar lainnya kepada para siswa. Ia meminta agar guru lebih kreatif memberikan PR kepada siswa dalam rangka penguatan pendidikan karakter (PPK).

Siswa, sambung dia, diminta tidak diberi PR matematika atau mata pelajaran lain, karena tugas seperti itu cukup diselesaikan di sekolah. Sebaliknya, guru harus bisa memberikan PR yang berkaitan dengan nilai-nilai karakter prioritas PPK.

Wakil Ketua Komisi IV, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cianjur, Sapturo, sangat setuju dengan larangan itu. Tanggung jawab meningkatkan kualitas pendidikan merupakan salah satu tugas sekolah. Masih banyak cara untuk menempuh itu, tanpa harus membebankan PR kepada anak didik.

“Jangan menambah beban siswa dengan PR, seharusnya evaluasi bisa dilakukan setiap akhir mata pelajaran. Asumsinya jika pemberian teori selama 45 menit, sisanya dapat digunakan untuk pre test, mid test dan post test, sehingga tak perlu ada PR,” kata Sapturo saat dihubungi Berita Cianjur, Rabu (11/10/2017).

Menurut Sapturo, sebenarnya peniadaaan PR bukan karena adanya larangan dari Mendikbud. Tanpa ada larangan itu, pendidik atau pengajar harus menyadari bahwa anak perlu istirahat, sehingga saat kembali beraktivitas sekolah di hari selanjutnya dapat lebih berkonsentrasi.

“Waktu istirahat sangat diperlukan bagi siswa, jangan sampai waktu itu juga direnggut, karena harus mengerjakan PR dari sekolah,” sebut Sapturo.
Sapturo menuturkan, peran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sangat vital di sini. Pengawasan melalui pengawas sekolah, agar mengingatkan setiap sekolah yang masih membebani siswanya dengan PR.

“Selain itu, peran kepala sekolah juga penting, apalagi umumnya tidak ikut mengajar. Pengawasan oleh kepala sekolah kepada guru harus diperketat,” tutur Sapturo.
Sementara itu, Ketua Komunitas Aksi Mahasiswa Cianjur (KAM-C), Ujang Ruslandi mengungkapkan, mata pelajaran hanya bersifat akademis. Jangan sampai Hak Asasi Manusia (HAM) anak dilanggar dengan menghilangkan waktu berkreasi, bermain dan waktu istirahatnya.

“Memang lebih pantas pelajaran sekolah diselesaikan di sekolah. Tetapi berbeda halnya jika PR yang diberikan berfungsi untuk meningkatkan karakter siswanya, yang tidak berhubungan dengan mata pelajaran,” ungkap Ujang yang masih tercatat sebagai mahasiswa fakultas hukum, semester akhir di salah satu perguruan tinggi swasta di Kabuapten Cianjur.

Ujang menyebut, dengan terbentuknya karakter anak didik, besar kemungkinannya akan menghasilkan generasi muda dengan potensi luar biasa. Bukan tidak menutup kemungkinan, ke depan akan banyak bermunculan nama tokoh besar, ilmuwan atau politikus yang berasal dari Cianjur.

“Karakter yang telah terbentuk, akan membentuk pribadi yang tidak mudah terpengaruh oleh berbagai godaan,” sebut Ujang.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur, Cecep Sobandi mengatakan, memang itu instruksi dari Mendikbud, namun kemungkinan PR yang diberikan masih pada batasan tertentu dan tidak membebankan siswanya.

“Dinas sudah mengimbau kepada sekolah agar PR yang diberikan harus disesuaikan, jangan sampai memberatkan anak. Apalagi bagi sejumlah sekolah yang belajarnya hingga sore hari,” pungkasnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Rd Siti Jenab Diusulkan Jadi Pahlawan Nasionla

Pakar sejarah Jawa Barat Profesor Nina Herlina Lubis bersama Lutfi Yondri dari Dewan Cagar Budaya Jabar, mengusulkan nama Rd Siti Jenab menjadi pahlawan nasional ke Pemkab Cianjur.

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Kapolda Jabar Resmikan Pembangunan Rumah Layak Huni di Cianjur

KAPOLDA Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto melakukan kunjungan ke wilayah hukum Polres Cianjur, Sabtu (17/2/2018).

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Korem 061/SK Tanami Pohon Diwilayah Terdampak Longsor

Komando Resort Militer (Korem) 061 Suryakancana menanam bibit pohon akar wangi dan manii di wilayah yang terdampak bencana longsor di kawasan Puncak, Bogor. Pemilihan kedua bibit pohon itu, karena dianggap…

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Waspadai Hoax Jelang Pilkada Serentak

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jawa Barat memaksimalkan patroli di dunia maya untuk menangkal munculnya pemberitaan bohong (Hoax, red) menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang…

Ragam 15/02/2018 01:59 WIB

Baladewa Entertaiment Fokus Kembangkan Budaya Sunda

Perkembangan seni dan budaya asing, kini sudah tidak terbendung lagi. Kesenian dan budaya khas daerah, semakin jarang diminati. Berangkat dari fakta yang ada, beberapa paguyuban kesenian daerah semakin…

Cianjur Euy 14/02/2018 21:35 WIB

Pemkab Cianjur Dorong Pembangunan Jalur Puncak II

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Cianjur kembali mendorong pelaksanaan pembangunan Jalur Puncak II, mengingat kondisi jalur puncak I yang rawan longsor dan dinilai tidak cukup menampung volume kendaraan…

Cianjur Euy 14/02/2018 21:33 WIB

Dua Orang Calon Tenaga Kerja Ilegal Berhasil Dipulangkan

DINAS Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur kembali berhasil mengembalikan dua orang Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ilegal asal Cianjur. Keduanya diketahui menjadi korban…

Aktualita 14/02/2018 08:00 WIB

DPMPTSP: Berkas Ajuan IMB-nya Belum Masuk

DUGAAN belum adanya kelengkapan izin untuk bangunan perkantoran baru Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur di Campaka, makin menguat. Benarkah?

Cianjur Euy 13/02/2018 22:12 WIB

H. Aris Mulkan Pimpin DPC Hiswana Migas Cianjur

MUSYAWARAH Cabang Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Cianjur berlangsung khidmat, Selasa (13/2/2018). Sebanyak 48 peserta dari berbagai perusahaan SPBU, LPG, SPBE dan Pelumas…

Cianjur Euy 13/02/2018 22:03 WIB

Jalur Puncak Siap Digunakan

PEMBUKAAN jalur (Open traffic) menuju Puncak dapat dilakukan, Kamis (15/2/2018) mendatang, meskipun pengerjaan di ambrolnya sejumlah ruas di kawasan Puncak Pass belum selesai.