Rabu, 18 Oktober 2017 - Pukul 10:48

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

aktualita

Aksi Arogan Personel Pol PP Kabupaten Cianjur

Oleh: Angga purwanda - Kamis 12 Oktober 2017 | 19:33 WIB

Aksi Arogan Personel Pol PP Kabupaten Cianjur

Angga purwanda

Pedagang:Harusnya Sopan, Ini Sepertinya Sambil Minum Miras


RATUSAN pemilik kios di ruas Jalan Raya Ciloto-Puncak marah. Kemarahan para pedagang itu dipicu aksi arogan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur saat melakukan penertiban ratusan kios di wilayah itu.

 


Penertiban ratusan kios yang berada di sepanjang ruas jalan nasional Cipanas- Puncak itu terjadi Rabu (11/10/2017). Padahal, sesuai jadwal yang ditentukan penertiban di lokasi itu seharusnya dilaksanakan, Kamis (12/10/2017) kemarin.

 


Ujang (40), salah seorang pedagang, mengatakan, aksi tak terpuji yang dilakukan oleh petugas penegak Peraturan Daerah (Perda) itu, ketika ratusan personel Satpol PP Kabupaten Cianjur secara tiba-tiba melakukan penertiban terhadap ratusan kios di ruas Jalan Raya Ciloto-Puncak.

 


Padahal, ujar Ujang, saat itu sejumlah pedagang sedang membongkar kios mereka dengan kesadaran sendiri. “Mereka langsung datang dengan gaya menantang kepada setiap pedagang. Padahal, jadwal pembongkaran kami seharusnya hari ini (kemarin, red),” kata Ujang saat ditemui wartawan, Kamis (12/102017).

 


Ujang menyebutkan, aksi arogan yang dilakukan personel Satpol PP lainya, yaitu mereka juga langsung melakukan pembongkaran tanpa meminta izin kepada pemilik kios. Sehingga sejumlah barang elektronik milik sejumlah pedagang mengalami rusak.

 


“Seharusnya mereka lebih sopan, karena kami juga sedang mencoba untuk membereskan kios yang kami tempati untuk berjualan tersebut. Tapi mereka dengan seenaknya langsung membongkar dengan menggunakan martil besar merobohkan tembok bangunan kios,” ucapnya.

 


Selain itu, Ujang juga menyayangkan, dengan adanya sejumlah personel Satpol PP Kabupaten Cianjur yang terindikasi meminum minuman keras (miras) saat menjalankan tugas penertiban. “Jelas ini sudah menyalahi atauran, kalau seperti itu mereka Satpol PP jelas-jelas ingin berperang dengan kami masyarakat,” katanya

 


Senada, Asep, pedagang lainnya, sangat kecewa dengan aksi yang dilakukan petugas penegak Perda itu. Dimana saat penertiban, anaknya yang berusia sekolah sempat menangis dan memohon agar kios milik orangtuanya itu tak dulu di robohkan.

 


Namun, sambung Asep, dengan tidak adanya rasa kemanusiaan, personil Satpol PP tetap melanjutkan pembongkaran.”Anak saya sampai nangis dan memohon ke petugas tersebut, tapi tak mereka hiraukan.Ini jelas, sudah tidak manusiawi,” kata Asep.

 


Sementara itu, Kabag Humas Pemkab Cianjur, Pratama Nugraha, saat dimintai tanggapan terkait aksi arogan yang dilakukan personel Satpol PP Kabupaten Cianjur, menyebutkan akan berkoordinasi dengan Kepala Satpol PP Cianjur untuk segera dilakukan evaluasi terkait pelaksanaan penertiban itu. “Kami akan lakukan evaluasi terhadap seluruh peronel,” singkat Pratama, saat ditemui wartawan di Desa Ciloto, Kamis.

 


Terpisah, Kepala Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Tjutju Hidajat, menyebutkan sedikitnya ada 400 kios yang ada di wilayah desanya. “Kami akan tetap memfasilitsi pedagang yang memang semuanya merupakan warga kami,” ucap Tjutju.

Komentar