Rabu, 18 Oktober 2017 - Pukul 10:48

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

aktualita

Proyek Jalan Sebabkan Kemacetan Parah

Oleh: Angga purwanda - Kamis 12 Oktober 2017 | 21:18 WIB

Proyek Jalan Sebabkan Kemacetan Parah

Angga purwanda

PROYEK pembangunan gorong-gorong di simpang empat Jalan Dr Muwardi (Hypermart, red) menyebabkan kemacetan parah di ruas jalan itu dari pagi hingga sore, Kamis (12/10/2017).
Jalan yang semula dua arah tepat di jalan yang dibangun gorong-gorong sempat diberlakukan sistem buka tutup jalan, akibatnya kepadatan pun mengekor dan berimbas ke empat jalan yang bertemu di bundaran itu.

 


Pantauan Berita Cianjur, di ruas JalanDr Muwardi (Bypas) kepadatan mencapai sekitar satu kilometer hingga pertigaan Jalan Sayang rumah sakit, di Jalan Ir H Djuanda juga sama karena di ruas jalan itu terdapat Pasar Kamis. Begitu juga di Jalan KH Abdulah Bin Nuh yang mencapai kawasan BLK.

 


Dari arah Cipanas Puncak pun demikian, kepadatan mengekor hingga kawasan Panembong. Sejumlah alat berat terlihat beroperasi di sekitar Jalan Dr Muwardi. Menjelang sore kepadatan mulai terurai.
Nandang Kurnaedi (30), seorang pengguna jalan, mengaku harus menempuh waktu sekitar satu jam perjalan,dari kantornya di seputaran BLK ke rumahnya di Bypas. "Lumayan panjang macetnya, pengendara motor pun harus antre karena melewati kawasan Jalan Dr Muwardi yang sempat dibuka tutup," kata Nandang, kepada wartawan, Kamis (12/10/2017).

 


Senada, Hendi, pengguna jalan lainnya, mengungkapkan, seharusnya pihak pelaksana proyek maupun Pemkab Cianjur dapat terlebih dahulu melakukan sosialisasi atau koordinasi dengan Satlantas Cianjur untuk mengatasi kemacetan yang diakibatkan pekerjaan proyek.

 


“Jangan asal mengerjakaan proyek saja, tapi merugikan warga lain dengan menimbulkan kemacetan yang sangat parah di ruas jalan tersebut. Selain itu, untuk material proyek juga seharusnya ditempat tidak di badan jalan,” ungkap Hendi.

 


Kepala Bidang Pembangunan Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Cianjur, Eri Rihandiar, mengatakan, sejak pekan ini proses pembangunan sudah mulai dilakukan, namun masih perlu ada persiapan yang dilakukan, terutama terkait arus lalulintas.

 


"Kalau pengerjaan sebenarnya sejak awal pekan ini harus sudah dimulai, tapi kami upayakan koordinasi dengan berbagai pihak, terutama urusan lalulintas, supaya ketika pengerjaan tidak ada hambatan," katanya beberapa waktu lalu.

 


Menurutnya, bundaran yang sedang dikerjakan saat ini memiliki diameter 30 meter, sementara jalannya disesuaikan dengan ukuran tersebut. Selain bundaran, bagian penyangga jalan juga akan diberlebar untuk menyesuaikan pembangunan bundaran.

 


"Kalau sebelumnya diameter tengah itu sesuai dengan diameter tugu, nanti disediakan tengahnya 30 meter. Tapi pembangunan taman dan tugunya oleh instansi lain," kata dia.

 

Komentar