Senin, 11 Desember 2017 | Cianjur, Indonesia

Pemkab Cianjur Akan Survey Ulang Kios di Rumija

Angga Purwanda

Kamis, 12 Oktober 2017 - 21:21 WIB

Angga purwanda
Angga purwanda
A A A

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur akan meyurvey ulang lokasi kios pedagang di kawasan Ciloto. Hal itu dilakukan, menyusul adanya protes ratusan pedagang yang merasa dirugikan, karena kios mereka tetap dihancurkan meskipun tidak menyalahi aturan.

Langkah yang ditempuh oleh pemerintah itu, akhirnya menimbulkan pertanyaan dari para pedagang. Perwakilan pedagang di wilayah Ciloto, Bobby mempertanyakan proses pembongkaran kios pedagang kaki lima (PKL) yang dilakukan pada 11-13 Oktober 2017 itu.

“Sebetulnya, pemkab sudah melakukan survey yang akurat, apa hanya menggunakan data asal jadi saja. Sebab, ada beberapa kios yang tidak melanggar, justru malah ditertibkan. Bahkan, itu terjadi di luar jadwal yang ditentukan,” ujar Bobby, Kamis (12/10/2017).

Bobby menyayangkan, jika pemerintah kembali melakukan survey ketika bangunan pun sudah dibongkar oleh petugas. Hal itu, jelas merugikan pedagang yang selama ini diketahui berjualan pada area yang diperbolehkan.

Apalagi, beberapa kios tersebut telah dirobohkan sebelum waktunya, yakni pada Rabu (11/10/2017) kemarin. Padahal, menurut dia, seharusnya petugas dapat memberikan kepastian lebih awal terkait zona berdagang yang diperbolehkan ataupun dilarang.

Melalui kesempatan audiensi bersama pihak Desa Ciloto, perwakilan Bupati, dan Satpol PP Cianjur, pedagang pun menuangkan seluruh keberatan mereka terkait pembongkaran yang dinilai tidak tepat sasaran. Secara terbuka mereka mengakui jika sebagian dari mereka menempati lahan yang tidak seharusnya.

”Tapi, kembali lagi, tidak semua kios berdiri di zona yang dilarang. Jadi sebenarnya petugas juga tidak bisa membongkar secara merata, karena seharusnya diperhatikan lagi apakah kios itu dikategorikan melanggar,” kata Bobby di Kantor Desa Ciloto.

Namun, pedagang pun pada akhirnya tidak bisa menolak rencana tersebut. Walaupun merasa terlambat, pedagang mengharapkan pemerintah dapat memberikan penjelasan lebih detil dari hasil verifikasi lokasi itu. Setidaknya, meskipun bangunan telah hancur, jika lokasi tersebut legal maka pedagang dapat membangun kembali kios mereka.

Selain menyayangkan langkah terlambat pemerintah dalam memastikan lokasi pembongkaran yang seharusnya, pedagang mengharapkan adanya pertimbangan dan bantuan lanjutan untuk nasib pedagang selanjutnya.

”Kami meminta, ada bantuan atau koordinasi pemerintah untuk sama-sama membantu kami membangun kios pedagang. Apakah ada lokasi alternatif atau solusi lain untuk kami berjualan, setidaknya sampai anak-anak kami bisa sekolah,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bagian Humas Pemkab Cianjur Pratama Nugraha pun berusaha menanggapi protes pedagang. Ia mengklaim, pemerintah setempat telah melakukan semua prosedur dengan optimal. Termasuk, proses survey kios yang harus ditertibkan atau tidak.

”Kami pastikan sudah melakukan survey lokasi dengan benar. Empat hari sebelum pembongkaran, Kepala Bagian Pemerintahan pun sudah dikirim untuk memastikan lokasi yang dituju tepat. Tapi, kami tidak keberatan untuk melakukan survey ulang secepatnya,” kata Pratama.

Ia mengatakan, keluhan yang disampaikan pedagang wajar adanya. Pasalnya, saat ini pedagang pun berada dalam kondisi terdesak setelah pembongkaran lokasi berjualan mereka. Menurut dia, penyampaian aspirasi dan berbagai tuntutan adalah cara para pedagang mempertahankan hak mereka.

Sementara itu, terkait keinginan pedagang untuk mendapatkan solusi pasca pembongkaran, Pratama menjawab diplomatis dengan menyatakan jika saat ini pemkab masih fokus menyelesaikan proses pembongkaran. Ia mengaku, rencana relokasi atau solusi lainnya masih perlu dipikirkan lebih matang dan membutuhkan diskusi lebih lanjut.

Sebelum mengakhiri, ia dan pihak kepolisian pun menekankan, agar kegiatan pembongkaran PKL tidak dibarengi dengan tindakan anarkis apapun. Soalnya, kasus pembakaran material bangunan yang dilakukan Rabu kemarin akhirnya menjadi permasalahan nasional.

”Media sosial ramai memberitakan, wilayah Puncak pun akhirnya dikatakan tidak aman. Padahal kan tidak ada kerusuhan apapun, jadi sebaiknya hal-hal seperti itu jangan dilakukan lagi. Bagaimana kalau pengunjung malah tidak mau datang lagi ke sini,” ujarnya.

Petugas pun mengharapkan, selama menunggu jawaban Bupati atas aspirasi mereka, para pedagang diimbau untuk tidak melakukan kegiatan pembangunan apapun. Pedagang hanya diminta untuk membersihkan puing-puing bangunan yang diruntuhkan.

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 9 jam yang lalu

Babinsa Dilingkungan Kodim 0608 Cianjur Ikuti Tes Urine

Puluhan Bintara Pembina Desa (Babinsa), dan ASN di lingkungan Komando Distrik Militer (Kodim) 0608 Cianjur mengikuti tes urine di Aula Makodin, Jalan Siliwangi, Senin (11/12/2017).

Cianjur Euy 14 jam yang lalu

Berlangsung hingga Februari 2018, Waspadai Cuaca Ekstrem

AWAS! Cuaca ekstrem berupa hujan dan angin kencang diprediksi masih akan terjadi hingga Februari 2018. Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Ahmad…

Cianjur Euy 14 jam yang lalu

Ini Nasib Buruh PT Ikon Garmindo

 BISA merasakan manisnya upah hasil keringat bekerja, sepertinya menjadi hal yang paling sulit bisa dirasakan ratusan buruh PT Ikon Garmindo, pabrik milik pengusaha asal Korea di Cianjur yang saat ini…

Kick Off 14 jam yang lalu

BCFL 2017, Makin Akhir Makin Panas

LUAR BIASA! Meski masih menyisakan satu laga, Bayu FC sudah memastikan diri sebagai Jawara Seri B Berita Cianjur Futsal League (BCFL) 2017. Perolehan poinnya sudah tak mungkin disalip para pesaingnya.

Bisnis Line 20 jam yang lalu

234 SC Lebarkan Sayap ke Selatan Cianjur

234 Solidarity Community (SC) yang terkenal sebagai Organisasi Massa (Ormas) terbesar di Cianjur, kini semakin fokus lebarkan sayapnya hingga ke pelosok Cianjur. Bertempat di Kecamatan Pasir Kuda, pada…

Cianjur Euy 20 jam yang lalu

Pemda Kesulitan Atasi Lonjakan Harga Elpiji Bersubsidi

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur mengaku kesulitan mengatasi lonjakan harga elpiji bersubsidi (Gas ukuran 3 Kg) yang saat ini tengah terjadi di wilayah Cianjur.

Cianjur Euy 20 jam yang lalu

Das Citarum Segera Dibersihkan

GIAT kerjabakti membersihkan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum dalam waktu dekat akan digelar pihak TNI, menyusul adanya intruksi dari Pangdam III Siliwangi Jawa Barat.

Cianjur Euy 20 jam yang lalu

Jelang Pemilu, Anggota Linmas Dapat Pembekalan

MENGANTISIPASI timbulnya konflik jelang pelaksanaan pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat dan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), 25 anggota Linmas Desa Sindangjaya, Kecamatan Ciranjang mendapat pembekalan.

Cianjur Euy 22 jam yang lalu

Gudang Biji Plastik Terbakar, Kerugian Capai Puluhan Juta

SEBUAH mesin pengolahan biji plastik di sebuah pabrik di Kampung Haurwangi RT 002/013, Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi terbakar, Minggu (10/12/2017) sekitar pukul 07.45 WIB. Tak ada korban jiwa dalam…

Cianjur Euy 22 jam yang lalu

Rem Blong, Truk Tanki Senggol Sepeda Motor

RANI Nuraeni (28), warga Kampung Raksabala RT 002/009, Desa Kertasari, Kecamatan Haurwangi harus mendapatkan perawatan dari tim medis, setelah motor yang dikendarainya tersempet sebuah truk pengangkut…