Minggu, 24 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Pemkab Cianjur Akan Survey Ulang Kios di Rumija

Angga Purwanda

Kamis, 12 Oktober 2017 - 21:21 WIB

Angga purwanda
Angga purwanda
A A A

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur akan meyurvey ulang lokasi kios pedagang di kawasan Ciloto. Hal itu dilakukan, menyusul adanya protes ratusan pedagang yang merasa dirugikan, karena kios mereka tetap dihancurkan meskipun tidak menyalahi aturan.

Langkah yang ditempuh oleh pemerintah itu, akhirnya menimbulkan pertanyaan dari para pedagang. Perwakilan pedagang di wilayah Ciloto, Bobby mempertanyakan proses pembongkaran kios pedagang kaki lima (PKL) yang dilakukan pada 11-13 Oktober 2017 itu.

“Sebetulnya, pemkab sudah melakukan survey yang akurat, apa hanya menggunakan data asal jadi saja. Sebab, ada beberapa kios yang tidak melanggar, justru malah ditertibkan. Bahkan, itu terjadi di luar jadwal yang ditentukan,” ujar Bobby, Kamis (12/10/2017).

Bobby menyayangkan, jika pemerintah kembali melakukan survey ketika bangunan pun sudah dibongkar oleh petugas. Hal itu, jelas merugikan pedagang yang selama ini diketahui berjualan pada area yang diperbolehkan.

Apalagi, beberapa kios tersebut telah dirobohkan sebelum waktunya, yakni pada Rabu (11/10/2017) kemarin. Padahal, menurut dia, seharusnya petugas dapat memberikan kepastian lebih awal terkait zona berdagang yang diperbolehkan ataupun dilarang.

Melalui kesempatan audiensi bersama pihak Desa Ciloto, perwakilan Bupati, dan Satpol PP Cianjur, pedagang pun menuangkan seluruh keberatan mereka terkait pembongkaran yang dinilai tidak tepat sasaran. Secara terbuka mereka mengakui jika sebagian dari mereka menempati lahan yang tidak seharusnya.

”Tapi, kembali lagi, tidak semua kios berdiri di zona yang dilarang. Jadi sebenarnya petugas juga tidak bisa membongkar secara merata, karena seharusnya diperhatikan lagi apakah kios itu dikategorikan melanggar,” kata Bobby di Kantor Desa Ciloto.

Namun, pedagang pun pada akhirnya tidak bisa menolak rencana tersebut. Walaupun merasa terlambat, pedagang mengharapkan pemerintah dapat memberikan penjelasan lebih detil dari hasil verifikasi lokasi itu. Setidaknya, meskipun bangunan telah hancur, jika lokasi tersebut legal maka pedagang dapat membangun kembali kios mereka.

Selain menyayangkan langkah terlambat pemerintah dalam memastikan lokasi pembongkaran yang seharusnya, pedagang mengharapkan adanya pertimbangan dan bantuan lanjutan untuk nasib pedagang selanjutnya.

”Kami meminta, ada bantuan atau koordinasi pemerintah untuk sama-sama membantu kami membangun kios pedagang. Apakah ada lokasi alternatif atau solusi lain untuk kami berjualan, setidaknya sampai anak-anak kami bisa sekolah,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bagian Humas Pemkab Cianjur Pratama Nugraha pun berusaha menanggapi protes pedagang. Ia mengklaim, pemerintah setempat telah melakukan semua prosedur dengan optimal. Termasuk, proses survey kios yang harus ditertibkan atau tidak.

”Kami pastikan sudah melakukan survey lokasi dengan benar. Empat hari sebelum pembongkaran, Kepala Bagian Pemerintahan pun sudah dikirim untuk memastikan lokasi yang dituju tepat. Tapi, kami tidak keberatan untuk melakukan survey ulang secepatnya,” kata Pratama.

Ia mengatakan, keluhan yang disampaikan pedagang wajar adanya. Pasalnya, saat ini pedagang pun berada dalam kondisi terdesak setelah pembongkaran lokasi berjualan mereka. Menurut dia, penyampaian aspirasi dan berbagai tuntutan adalah cara para pedagang mempertahankan hak mereka.

Sementara itu, terkait keinginan pedagang untuk mendapatkan solusi pasca pembongkaran, Pratama menjawab diplomatis dengan menyatakan jika saat ini pemkab masih fokus menyelesaikan proses pembongkaran. Ia mengaku, rencana relokasi atau solusi lainnya masih perlu dipikirkan lebih matang dan membutuhkan diskusi lebih lanjut.

Sebelum mengakhiri, ia dan pihak kepolisian pun menekankan, agar kegiatan pembongkaran PKL tidak dibarengi dengan tindakan anarkis apapun. Soalnya, kasus pembakaran material bangunan yang dilakukan Rabu kemarin akhirnya menjadi permasalahan nasional.

”Media sosial ramai memberitakan, wilayah Puncak pun akhirnya dikatakan tidak aman. Padahal kan tidak ada kerusuhan apapun, jadi sebaiknya hal-hal seperti itu jangan dilakukan lagi. Bagaimana kalau pengunjung malah tidak mau datang lagi ke sini,” ujarnya.

Petugas pun mengharapkan, selama menunggu jawaban Bupati atas aspirasi mereka, para pedagang diimbau untuk tidak melakukan kegiatan pembangunan apapun. Pedagang hanya diminta untuk membersihkan puing-puing bangunan yang diruntuhkan.

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.