Selasa, 23 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Mengapa Hari Jumat & Senin Populer, Hari Lain Biasa?

Fl/bc.com/net

Jumat, 04 September 2015 - 19:04 WIB

ilustrasi net
ilustrasi net
A A A

Hari akhir pekan dan awal pekan,  hari yang paling melekat di memori rata rata orang.  Hari senin cendrung jadi hari yang paling ‘dibenci’. Sementara hari Jumat, adalah hari yang ditunggu dan membahagiakan.

Libur di akhir pekan tentu saja menjadi primadona setiap orang. Tak heran jika hari itu ditunggu dan diingat siapapun.

Dengan dua hari itu yang menjadi sorotan, hari-hari lainnya cenderung terabaikan. Selasa selalu disebut Senin atau Rabu. Begitu juga dengan Rabu yang kerap disebut Selasa atau Kamis.

Seorang psikolog dari Universitas Lincoln, York, dan Hertfordshire pun mengadakan penelitian terkait hal ini. Peneliti menguji bagaimana representasi mental dari hari dalam seminggu dibangun dan apa yang menyebabkan kebingungan tentang penyebutan dan mengingat kembali hari selain Senin dan Jumat.

Peneliti meminta peserta untuk membuat daftar kata-kata yang memiliki hubungan paling kuat dengan hari tertentu dalam seminggu. Para peneliti menemukan bahwa kata-kata yang memiliki hubungan dengan hari Senin dan Jumat biasanya merupakan kata-kata yang bertentangan dengan hari lainnya.

Para responden ternyata memberikan identitas yang sangat kuat pada awal dan akhir minggu itu, Senin dan Jumat. Senin diberi label kata-kata negatif, seperti membosankan, sibuk, dan lelah.

Sebaliknya, Jumat justru dilabeli dengan kata-kata positif seperti berpesta dan kebebasan. Sementara untuk Selasa, Rabu, dan Kamis kurang dimaknai sehingga cenderung dilupakan dan susah bagi orang untuk mengingatnya. Tak heran jika ada yang selalu bertanya di pertengahan minggu, "Ini hari apa ya?"

Alasan lain mengapa Anda tidak mengingat hari Selasa, Rabu, atau Kamis sebaik mengingat Senin dan Jumat, karena Anda jarang melafalkan mereka dalam aktivitas sehari-hari. Anda tidak pernah meneriakkan ketiga hari itu dengan semangat yang sama ketika meneriakkan hari Jumat, misalnya.

"Hore, sudah hari Selasa." Sangat jarang sekali orang yang mengucapkan hal ini, bukan? Tidak sesering orang mengucapkan "Thank God It's Friday (TGIF)."

Sebanyak 40 persen responden tidak mengingat hari yang sedang mereka jalani kala itu. Beberapa orang menganggap, hari itu merupakan hari kemarin atau bahkan hari esok.

Misalnya saja seperti hari Rabu, selalu dianggap sebagai hari Selasa atau hari Kamis. Tidak ada orang yang betul-betul mengingatnya. Biasanya kesalahan ini terjadi ketika pertengahan minggu.

Jumlah kesalahan pun semakin meningkat selama seminggu liburan. Reponsen yang tidak bisa mengingat hari lebih banyak lagi. Mereka tidak tepat menyebutkan hari. Misalnya hari Kamis akan dianggap sebagai hari Rabu.

Peserta juga diminta untuk menjawab pertanyaan dengan segera dan benar. Senin dan Jumat pun selalu disebut lebih cepat ketika responden harus menjawab hari Rabu.

"Siklus mingguan tujuh hari diulang sejak kita lahir, dan kami percaya setiap hari, dalam seminggu punya karakter sendiri," kata pemimpin peneliti Dr David Ellis, dari University of Lincoln School of Psychology, dikutip dari Medical Daily.

Menurut Ellis, "siklus dapat membentuk kognisi" bahkan jika hanya berupa konstruksi sosial. Hari kerja bukanlah ditentukan oleh awal maupun akhir minggu. Buktinya siapa saja boleh mengambil cuti di tengah hari yang biasanya digunakan untuk bekerja. (fl/bbs)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 10 jam yang lalu

Cuaca Buruk, Masyarakat Agar Waspada

MASYARAKAT Kabupaten Cianjur diimbau untuk mewaspadai bencana akibat cuaca buruk yang dalam beberapa pekan terakhir melanda Tatar Santri.

Cianjur Euy 10 jam yang lalu

Disdukcapil Siap Launching Lima Cabang Layanan

DINAS Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur membuka cabang layanan administrasi kependudukan di lima kecamatan. Tak hanya proses perekaman, pencetakan KTP el pun dapat dilaksanakan…

Cianjur Euy 10 jam yang lalu

Tolak Alihfungsi dan Pembongkaran Bujensa

AKSI penolakan terkait alihfungsi dan pembongkaran eks Gedung SDN Ibu Jenab 1 (Bujensa, red) terus disuarakan berbagai kalangan. Bahkan, aktivis di Cianjur akan menggugat Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Aktualita 23 jam yang lalu

Tega, Ini Jeritan Hati Pegawai RSUD

PENGAKUAN mengejutkan datang dari sejumlah pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur. Sudah dua bulan, insentif para pegawai di rumah sakit plat merah tersebut belum dibayarkan.

Cianjur Euy 21/01/2018 22:37 WIB

Sampah Berserakan di Area Asamul Husna

PEDAGANG yang biasa mangkal di sekitar area Taman Asmaul Husna, Kampung Panaruban, Desa/Kecamatan Haurwangi belum sepenuhnya sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Cianjur Euy 21/01/2018 22:36 WIB

Akhirnya Keluarga Otim Punya Rumah Baru

RAUT wajah Otim (47) tampak berseri seri dipenuhi kebahagian. Bagaimana tidak bahagia, Minggu (21/1) dirinya bisa bertemu langsung dengan Dedi Mulyadi, Calon Wakil Gubernur Jabar.

Cianjur Euy 21/01/2018 22:35 WIB

Kepengurusan Kampung KUBA Dibentuk

PROGRAM Kampung Utama Berakhlakul Karimah (KUBA) mulai dibumikan di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur. Mensukseskan program yang digagas Bupati Cianjur itu, kepengurusan Kampung KUBA mulai dibentuk di…

Bisnis Line 21/01/2018 22:28 WIB

Gurihnya Sensasi Soto Bogor Siliwangi Bikin Nagih

SIAPA yang tak suka dengan gurihnya sajian kuah soto hangat? Selain memiliki cita rasa rempah yang kuat, irisan daging yang dipotong dadu, taburan bawang goreng, kacang kedelai, dan tomat segar terasa…

Cianjur Euy 21/01/2018 21:52 WIB

Kecewa Kebijakan Pemkab, Warga Segel Eks SD Bujensa

SEBUAH spanduk penolakan terbentang di pagar tembok eks SDN Ibu Jenab 1 (Bujensa, red). Spanduk penolakan itu ditempel oleh warga yang menilai Pemkab Cianjur tidak menjalankan komitmen yang dibuat terkait…

Cianjur Euy 21/01/2018 21:50 WIB

Stok Surplus, Pemkab Cianjur Tolak Impor Beras

CAPAIAN produksi padi di Kabupaten Cianjur tahun 2017 mencapai 105 persen. Capaian itu lebih tinggi dari tahun sebelumnya, yang hanya mencapai 100,88 persen.