Jumat, 27 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Mengapa Hari Jumat & Senin Populer, Hari Lain Biasa?

Fl/bc.com/net

Jumat, 04 September 2015 - 19:04 WIB

ilustrasi net
ilustrasi net
A A A

Hari akhir pekan dan awal pekan,  hari yang paling melekat di memori rata rata orang.  Hari senin cendrung jadi hari yang paling ‘dibenci’. Sementara hari Jumat, adalah hari yang ditunggu dan membahagiakan.

Libur di akhir pekan tentu saja menjadi primadona setiap orang. Tak heran jika hari itu ditunggu dan diingat siapapun.

Dengan dua hari itu yang menjadi sorotan, hari-hari lainnya cenderung terabaikan. Selasa selalu disebut Senin atau Rabu. Begitu juga dengan Rabu yang kerap disebut Selasa atau Kamis.

Seorang psikolog dari Universitas Lincoln, York, dan Hertfordshire pun mengadakan penelitian terkait hal ini. Peneliti menguji bagaimana representasi mental dari hari dalam seminggu dibangun dan apa yang menyebabkan kebingungan tentang penyebutan dan mengingat kembali hari selain Senin dan Jumat.

Peneliti meminta peserta untuk membuat daftar kata-kata yang memiliki hubungan paling kuat dengan hari tertentu dalam seminggu. Para peneliti menemukan bahwa kata-kata yang memiliki hubungan dengan hari Senin dan Jumat biasanya merupakan kata-kata yang bertentangan dengan hari lainnya.

Para responden ternyata memberikan identitas yang sangat kuat pada awal dan akhir minggu itu, Senin dan Jumat. Senin diberi label kata-kata negatif, seperti membosankan, sibuk, dan lelah.

Sebaliknya, Jumat justru dilabeli dengan kata-kata positif seperti berpesta dan kebebasan. Sementara untuk Selasa, Rabu, dan Kamis kurang dimaknai sehingga cenderung dilupakan dan susah bagi orang untuk mengingatnya. Tak heran jika ada yang selalu bertanya di pertengahan minggu, "Ini hari apa ya?"

Alasan lain mengapa Anda tidak mengingat hari Selasa, Rabu, atau Kamis sebaik mengingat Senin dan Jumat, karena Anda jarang melafalkan mereka dalam aktivitas sehari-hari. Anda tidak pernah meneriakkan ketiga hari itu dengan semangat yang sama ketika meneriakkan hari Jumat, misalnya.

"Hore, sudah hari Selasa." Sangat jarang sekali orang yang mengucapkan hal ini, bukan? Tidak sesering orang mengucapkan "Thank God It's Friday (TGIF)."

Sebanyak 40 persen responden tidak mengingat hari yang sedang mereka jalani kala itu. Beberapa orang menganggap, hari itu merupakan hari kemarin atau bahkan hari esok.

Misalnya saja seperti hari Rabu, selalu dianggap sebagai hari Selasa atau hari Kamis. Tidak ada orang yang betul-betul mengingatnya. Biasanya kesalahan ini terjadi ketika pertengahan minggu.

Jumlah kesalahan pun semakin meningkat selama seminggu liburan. Reponsen yang tidak bisa mengingat hari lebih banyak lagi. Mereka tidak tepat menyebutkan hari. Misalnya hari Kamis akan dianggap sebagai hari Rabu.

Peserta juga diminta untuk menjawab pertanyaan dengan segera dan benar. Senin dan Jumat pun selalu disebut lebih cepat ketika responden harus menjawab hari Rabu.

"Siklus mingguan tujuh hari diulang sejak kita lahir, dan kami percaya setiap hari, dalam seminggu punya karakter sendiri," kata pemimpin peneliti Dr David Ellis, dari University of Lincoln School of Psychology, dikutip dari Medical Daily.

Menurut Ellis, "siklus dapat membentuk kognisi" bahkan jika hanya berupa konstruksi sosial. Hari kerja bukanlah ditentukan oleh awal maupun akhir minggu. Buktinya siapa saja boleh mengambil cuti di tengah hari yang biasanya digunakan untuk bekerja. (fl/bbs)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Petani Penggarap di Cianjur Tuntut Penerapan Reforma Agraria

RATUSAN petani penggarap di Cianjur menggeruduk gedung DPRD Kabupaten Cianjur, di Jalan KH Abdullah bin Nuh, Kamis (26/4/2018) pagi.Mereka menuntut pemerintah mengimplementasikan reforma agraria karena…

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Kapolres Cianjur Pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Patuh Lodaya 2018

KAPOLRES Cianjur AKBP Soliyah SIK, MH memimpin apel gelar pasukan Operasi Patuh Lodaya 2018 di Lapangan Utama Mapolres Cianjur, Jalan KH Abdulah bin Nuh, Kamis (26/4/2018) pagi.

Cianjur Euy 9 jam yang lalu

Warga Terdampak Banjir di Ciadun Kembali Tempati Rumah

WARGA di sejumlah kampung di Desa Kertajadi dan Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun yang sempat mengungsi akibat perkampungannya diterjang banjir bandang sudah kembali ke rumah mereka.

Aktualita 22 jam yang lalu

Dua Kali, Kadisdik Diperiksa Polres

DUGAAN korupsi di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Cianjur semakin menguat. Hal itu menyusul diperiksanya Kadisdik Cianjur, Cecep Sobandi oleh Kepolisian Resor (Polres) Cianjur.

Aktualita 22 jam yang lalu

Dugaan Permainan Proyek Terendus, Kadis Pertanian Dipanggil Polisi

WOW, ada apa dengan Cianjur? Setelah Kadisdik diperiksa karena dugaan korupsi, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, Pangan dan Holtikultura Kabupaten Cianjur, Mamad Nano pun dipanggil Sat Reskrim Polres…

Bisnis Line 25/04/2018 21:43 WIB

MyRobo Kembali ‘Unjuk Gigi’ Melalui Event CRG

SEJUMLAH pelajar dari SMP Al Azhar Cianjur yang tergabung dalam MyRobo berhasil mengharumkan nama Kabupaten Cianjur di kancah Internasional. Setelah mengalahkan kontingen dari beberapa Negara di Asia,…

Cianjur Euy 25/04/2018 21:06 WIB

Banjir Bandang dan Longsor Terjang Cianjur Selatan

RATUSAN keluarga dievakuasi karena meluapnya air Sungai Cidamar, Kecamatan Cidaun. Sementara jalur penghubung Cianjur-Bandung di Kecamatan Naringgul tertutup longsor, akibatnya arus lalulintas di ruas…

Cianjur Euy 25/04/2018 21:06 WIB

Polres Cianjur Siap Gelar Ops Patuh Lodaya 2018

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur melalui Satuan Lalulintas Polres Cianjur akan menggelar Operasi Patuh Lodaya 2018, mulai Kamis (26/4/2018) hingga Minggu (6/5/2018).

Aktualita 25/04/2018 08:00 WIB

Mundur Sebelum Kami Turun Tangan

SEGERALAH untuk mundur sebelum kami yang turun tangan. Kalimat itulah yang tertulis dalam Surat Pernyataan Terbuka untuk Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar dan wakilnya, Herman Suherman.

Aktualita 25/04/2018 07:55 WIB

Akhirnya Bupati Berani Sambangi Acara Menteri

Ada yang berbeda saat acara launching program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) yang digelar Kementrian Pertanian (Kementan) di Desa Cikancana, Kecamatan Sukaresmi, Senin (23/4/2018) lalu.