Kamis, 20 September 2018 | Cianjur, Indonesia

Gusti, Sepatu Atlet Porda Sepakbola Cianjur Calangap

Angga/bis

Kamis, 19 Oktober 2017 - 07:07 WIB

Foto: Angga Purwanda/BC
Foto: Angga Purwanda/BC
A A A

**Dianggap Tak Ada Perhatian, Ketua KONI: Kami Bukannya Tak Ada Upaya...

PRIHATIN. Empat hari menjelang ‘kick off’ menjamu tim Kota Sukabumi, sejumlah atlet Porda Sepakbola Cianjur latihan dengan menggunakan sepatu bola ‘calangap’ alias rusak, karena tak ada anggaran untuk membeli sepatu.

Seperti yang dialami kiper tim Cianjur, Taufik Hidayat (19). Setelah latihan pagi selesai, ia terlihat sedang menjahit sepatunya agar bisa digunakan untuk latihan sore.
“Beres latihan sore suka jebol lagi, makanya malam harinya saya jahit lagi biar bisa dipake buat besok pagi,“ katanya ditemui usai latihan di Stadion Badak Putih, Cianjur, Rabu (18/10/2017) pagi.

Taufik mengatakan, kebiasaan seperti itu bukan hanya dilakukan oleh dirinya. Banyak rekan setimnya melakukan hal serupa karena sepatunya sudah usang dan tetap dipakai.

Sepatu yang digunakan untuk latihan Kualifikasi Porda Jabar 2018, sambung dia, merupakan sepatu milik pribadi yang dibawa dari rumah masing-masing. Tak heran jika kondisi sepatunya sudah banyak yang rusak. Sepatu tersebut bekas digunakan para pemain di liga-liga kampung, desa, dan kecamatan.

"Mau gimana lagi pa, kami bukannya nyaman tapi terpaksa, karena latihan harus terus berlangsung dan pertandingan sebentar lagi akan dimulai," ucapnya.
Ia mengaku sering merasa kesakitan saat mengenakan sepatu yang sudah rusak tersebut. Menurutnya ia hanya merendam kakinya dengan air hangat untuk mengembalikan kondisi agar sedikit membaik.

"Paling kami saling memijit bergiliran untuk memulihkan terkilir atau keseleo karena memakai sepatu rusak," pungkasnya.

Sementara itu, menanggapi aksi penggalangan dana bertajuk “Koin untuk Porda, Save Sepakbola Cianjur” yang dilakukan Tim Porda Sepakbola Cianjur, Selasa (17/10/2017), Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Cianjur, Durosid menegaskan, pihaknya bukan tidak ada upaya dalam menghadapi ‘jeritan’ cabang olahraga (cabor), terkait pendanaan untuk Kualifikasi Porda Jabar 2018.

Dengan bantuan anggaran dari Pemkab Cianjur senilai Rp500 juta, sambung Durosid, harus dibagikan untuk kebutuhan sejumlah cabor yang ikut kualifikasi Porda. Untuk mengatasi kekurangan dana, ia mengaku tengah berupaya untuk melakukan program ‘bapa angkat’ bagi setiap cabang olahraga (cabor).

"Kami sudah bertemu dengan DPRD untuk mendapatkan rekomendasi tentang ‘bapak angkat’. Rekomendasinya sudah keluar, ke Pemkab juga sudah ada agar membantu. Saat ini kita sedang menunggu kesiapan bapak bupati untuk mengumpulkan para pengusaha agar audiensi dengan para cabang olahraga," kata Durosid saat dihubungi, Rabu (18/10/2017).

Durosid berharap dengan sistem bapak angkat bagi cabor, akan menjadi solusi atau tambahan biaya di saat bantuan dari pemerintah minim. "Mudah-mudahan dengan sistem bapak angkat ini menjadi solusi bagi setiap cabor yang melakukan babak kualifikasi dan itu memang menjadi keharusan," paparnya.

Terkait dengan cabor sepak bola yang akan mengikuti babak kualifikasi, Durosid mengakui sebelumnya PSSI telah mengajukan kebutuhan anggaran untuk babak kualifikasi hingga pelaksanaan porda sebesar Rp 900 juta. Namun tentu saja hal itu tidak bisa terealisasi dengan besarnya bantuan anggaran yang diterima dari Pemkab.

"Untuk PSSI memang besar ajuannya, tapi adanya bantuan Rp 500 juta itu kita distribusikan ke setiap cabor dengan nilai sama rata," tegasnya.

Untuk kebutuhan anggaran dalam pelaksanaan babak kualifikasi hingga pelaksanaan porda, KONI membutuhkan anggaran sekitar Rp 5 miliar. Koni tengah mengusulkan anggaran tersebut ke Pemkab Cianjur untuk 2019. "Sudah kita usulkan sekitar Rp 5 miliar, untuk tahun 2017 ini sudah tidak bisa bertambah hanya Rp500 juta," paparnya.

Targetnya Perbaiki Peringkat?

Minimnya anggaran yang dimiliki KONI Cianjur tidak mengurungkan tekad untuk berprestasi dalam ajang olahraga bergengsi di tingkat Jawa Barat itu. Ketika Porda 2014 silam hanya menduduki peringkat 21, dalam Porda 2018 mendatang bisa lebih baik lagi.

"Prestasi itu tidak bisa kita pungkiri dengan ketersediaan anggaran. Dengan kondisi saat ini kami masih optimis bisa memperbaiki peringkat dibandingkan Porda sebelumnya," kata Durosid yang tidak menyebutkan peringkat yang ditargetkan.

Diberitakan sebelumnya, Tim Porda Sepakbola Cianjur berinisiatif melakukan penggalangan dana untuk membiayai kebutuhan tim, selama perhelatan Kualifikasi Porda Jabar 2018, Selasa (17/10/2017). Hal itu dilakukan karena anggaran yang dijanjikan dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Cianjur, tak kunjung diberikan.

Aksi bertajuk “Koin untuk Porda, Save Sepakbola Cianjur” ini dilakukan sejak pukul 09.00 Wib. Mereka menggalang dana dengan melakukan long march hingga ke Tugu Lampu Gentur, Hypermart, Cianjur.

Tak hanya menggalang dana, mereka pun berorasi mengungkapkan keluhannya tentang tidak adanya perhatian dari PSSI dan KONI. Orasi dilakukan di dua tempat, yakni di Tugu Tauhid dekat Masjid Agung dan Tugu Gentur.

Spanduk dan poster bertulisan Udunan untuk Porda, Geura Hudang, Aing Rela Dibenci Aing Rela Direndahkan Karena Aing Hayang Ninggal Sepakbola Cianjur, dan Selamatkan Sepakbola Cianjur, menghiasi aksi “Koin untuk Porda, Save Sepakbola Cianjur”.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 12/08/2018 22:31 WIB

Polres Cianjur Siap Amankan Kirab Obor Asian GamesXVIII

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat akan bekerja maksimal (all out) dalam pelaksanaan pengamanan perjalanan kirab obor api Asian GamesXVIII yang akan melintas dan diinapkan di Pendopo Kabupaten…

Cianjur Euy 08/08/2018 08:00 WIB

Petani Penggarap di Cianjur Tagih Janji Presiden

Tim Nawacita Presiden, Ruri Jumar Saef mewakili Ketua Tim Joko Daryanto, yang juga adik Jokowi blusukan ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (7/8/2018).

Cianjur Euy 06/08/2018 21:11 WIB

Dua Rumah Ludes Terbakar

Dua unit rumah di Gang Mujahidin, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ludes terbakar, Senin (6/8/2018) pagi.

Cianjur Euy 06/08/2018 06:55 WIB

Rekanan Proyek Irigasi Untung Banyak

Pelaksanaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Cihea kembali mendapat sorotan tajam pemerhati pembangunan.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:57 WIB

Untuk Memberikan Pemahaman Tentang Islam Kaafah

KABUPATEN Cianjur akan menjadi tuan rumah Jambore Nasional para dai Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI). Sediannya jambore tersebut akan dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun Parmusi 26 September…

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…