Selasa, 19 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Kemana Anggaran Pembinaan Olahraga?

Rustandi/angga/bis

Rabu, 25 Oktober 2017 - 07:00 WIB

Karikatur/Nandang S
Karikatur/Nandang S
A A A

**Pengamat: Carut-marut PSSI dan KONI Sudah Berlangsung Lama

TARGET selangit, namun anggaran untuk menghadapi Kualifikasi Porda Jabar 2018 dan anggaran pembinaan olahraga di Cianjur masih tak jelas. Kok bisa?

Di cabang olahraga (cabor) sepak bola, Pengamat Sepak Bola Cianjur, Eri Eriawan menegaskan, carut-marutnya anggaran pembinaan di PSSI Kabupaten Cianjur sudah berlangsung lama.

Menurutnya, hal tersebut berimbas terhadap peningkatan prestasi para atlet. Beberapa kali masalah ini mencuat, sambung dia, namun tidak pernah terselesaikan dengan baik.

“Ketika saya jadi pemain, kebutuhan sering kali ditanggung para pemain, padahal kita mendengar betul dana pembinaan itu beberapa kali turun melalui Koni Cianjur. Entah apa penyebabnya, dana itu begitu minim dirasakan para pemain,” ujarnya kepada Harian Umum Berita Cianjur kemarin.

Eri menambahkan, pergunjingan anggaran PSSI yang sekarang ramai, sebetulnya merupakan klimaks dari permasalahan yang sudah cukup lama terjadi. Wajar jika sekarang pihak yang terlibat dalam perhelatan Porda Jabar mempertanyakan kejelasannya.

“Ini kan klimaksnya, jadi sebetulnya masalah keuangan sudah lama terjadi. Pertanyaannya, apakah anggaran itu guna kepentingan pemain atau pengurus? Kalau memang untuk kepentingan pembinaan, mengapa terindikasi banyak sekali birokrasi dan kepentingannya?” ungkapnya.

Sementara itu, mantan pengurus PSSI Cianjur, Saeful Nazar, menyangsikan jika Ketua PSSI, Wawan Setiawan sudah menggelontorkan dana pribadinya untuk kebutuhan Porda. Kalau memang dana itu sudah ada, sambung Saeful, tidak mungkin para pelaku persepakbolaan di Cianjur melakukan penggalangan dana ke jalan.

“PSSI seharusnya memberikan kepastian dan jangan asal klaim saja telah menggelontorkan dana. Kalau memang belum katakan belum, sehingga masyarakat pecinta dan pelaku persepakbolaan tidak dibuat gusar atau saling menyalahkan,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan yang dihimpun dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Cianjur, diketahui pada tahun ini, KONI Cianjur sudah mendapatkan bantuan dana hibah sebesar Rp500 juta dengan sistem pencairan dua termin. 

Termin pertama, KONI mendapatkan kucuran dana sebesar Rp375 juta terhitung pada 13 Juni 2017. Sementara termin kedua mendapatkan kucuran anggaran sebesar Rp125 juta, namun tak disebutkan jelas waktu pencairannya.

Jika ada pengakuan hingga saat ini Cabor PSSI Kabupaten Cianjur belum mendapat bantuan dana pembinaan dari KONI Cianjur, dianggap aneh karena pada laporan penyerapan dana Hibah Pemerintah Kabupaten Cianjur, telah melakukan pertanggungjawaban dana sebesar Rp375 juta. Sisanya hingga saat ini, KONI belum melaporkan pertangggungjawaban. Pertanyaannya, apakah anggaran tersebut sudah di tangan PSSI atau masih di KONI?

Menanggapi hal tersebut, Bendahara KONI Cianjur, Lilis Herna Yulia menjelaskan, pihaknya mendapatkan bantuan hibah dari Pemkab Cianjur senilai Rp1 miliar. Dana tersebut sudah digunakan senilai Rp 500 juta, sisanya masih dalam tahap pengajuan.

"Tahun 2017 ini kita mendapatkan alokasi bantuan anggaran dari Pemkab sekitar Rp 1 miliar. Rp 500 juta dari anggaran murni APBD dan sisanya sekitar Rp 500 jutaan dari perubahan," ujarnya saat dihubungi, Selasa (24/10/2017).


Lilis menyebut dana sebesar Rp 500 juta yang diterima KONI telah habis digunakan untuk kegiatan-kegiatan olahraga dan kegiatan KONI lainnya. "Kalau yang dalam anggaran murni APBD, sudah habis dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan olahraga," katanya.


Sementara untuk mendanai kegiatan Kualifikasi Porda Jabar 2018, saat ini masih belum juga cair. "Kalau yang dalam perubahan anggaran itu sampai saat ini belum cair," paparnya.


Soal pernyataan dari Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Cianjur M. Yeyen Rohyanda Wargadisastra yang menyebut bahwa KONI belum mengajukan anggaran, Lilis menampiknya. Akunya, KONI sudah mengajukan anggaran untuk kebutuhan babak kualifikasi Porda tersebut. "Kita sudah mengajukan anggaran itu, kita sudah ajukan kok, namun sampai saat ini belum turun," terangnya.


Sumber di internal KONI Cianjur juga menyebut bahwa KONI telah mengajukan anggaran dalam perubahan APBD tahun 2017 sejak Juli lalu. Ajuan anggaran tersebut disampaikan melalui bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra).


"Saat itu sudah diajukan melalui Kesra sebelum pindah ke Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga. Saat ini tinggal menunggu SK Bupati saja menunggu proses lebih lanjut," kata sumber enggan disebutkan identitasnya.

Diberitakan sebelumnya, usai Tim Porda Sepakbola Cianjur berhasil menaklukkan Tim Kota Sukabumi 2-0, pada laga Kualifikasi Porda Jabar 2018, di Stadion Badak Putih Cianjur, Minggu (22/10/2017) lalu, Ketua PSSI dan KONI Cianjur mengklaim sudah memberikan anggaran untuk tim dan penyelenggaraan laga Kualifikasi Porda Jabar 2018.

Namun, hal tersebut dibantah langsung oleh Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Babak Kualifikasi Porda Jabar 2018 untuk Kabupaten Cianjur, Beni Sumarna. Menurutnya, hingga laga usai, pihaknya masih belum mendapatkan kejelasan mengenai anggaran yang dijanjikan.

“Tak hanya bagi panpel, bagi tim pun biayanya masih belum jelas. Malah pada saat laga kemarin kami masih melakukan aksi “Koin untuk Tim Porda”. Demi untuk menutup kebutuhan biaya, kami terpaksa berkeliling meminta sumbangan kepada penonton,“ ujarnya kepada Harian Umum Berita Cianjur, Minggu (22/10/2017).

Beni menambahkan, sehari sebelum laga berlangsung, Ketua PSSI Cianjur, Wawan Setiawan sempat menjanjikan bantuan anggaran sebesar Rp79.300.000. Biaya sebesar itu diperuntukkan biaya tim dan penyelenggaraan pertandingan.

“Pada malam itu, kami memohon untuk mencairkan biaya tersebut secara keseluruhan, dan Pak Wawan menyanggupinya. Tapi hingga pertandingan berakhir, kami belum mendapatkan kejelasan soal janji-janjinya tersebut,“ katanya.

Ia mengaku, meski tim kebanggaan Cianjur meraih kemenangan, namun pihaknya masih merasa kebingungan. Selain untuk membiayai laga selanjutnya, pihaknya pun masih kesulitan mencari biaya untuk kebutuhan tim sehari-harinya.

“Intinya, kami belum menerima anggaran sepeser pun. Kami sering komunikasi dengan pengurus tim dan memang sama-sama kesulitan. Tapi kami akan terus berupaya, jika perlu kami akan kembali turun ke jalan, tukang becak saja mau nyumbang kok. Semua aksi itu demi tim Porda Cianjur agar terus bisa mengikuti laga,“ jelasnya.

Sementara itu, Ketua PSSI Kabupaten Cianjur, Wawan Setiawan mengaku sudah menggelontorkan bantuan anggaran sebesar Rp18 juta. Dana tersebut diklaimnya bersumber dari dana pribadi, sambil menunggu dana bantuan KONI yang hingga saat ini belum juga turun.

"Informasinya dari KONI ada anggaran Rp 500 juta, tapi kita tidak tahu mau dapat berapa, karena harus dibagi dengan 30 cabor lainnya," ucapnya.

Wawan menampik jika dirinya disebut tidak perhatian dengan tim sepakbola Porda Cianjur. Ia menegaskan dana talangan yang digelontorkan itu hanya sebatas untuk biaya selama pertandingan digelar di Cianjur. Sedangkan untuk pertandingan di luar, anggarannya berbeda lagi.


"Ini hanya untuk pertandingan kandang saja, pertandingan tandang beda lagi. Itu harus dihitung dulu, kan ada penginapan segala yang harus dibayar. Yang jelas pasti lebih besar dibandingkan biaya saat pertandingan kandang," kilahnya.

Ia pun mengaku telah menyiapkan dana talangan tersebut dengan catatan setelah dana cair dari KONI dana tersebut diganti. "Pokoknya pertandingan harus tetap berjalan, tanggal 22, 27 tanggal 30, tidak ada halangan,“ akunya.

Terpisah, Ketua KONI Cianjur, Durosid mengaku pihaknya akan memenuhi semua anggaran cabang olahraga termasuk cabang olahraga sepakbola. Saat ini, sambung dia, pihaknya masih menunggu pencairan dana di anggaran perubahan sebesar Rp500 juta untuk pelaksanaan Porda. "Kami akan bagi-bagi setelah dana cair, kami masih menunggu pencairan," terangnya.

Durosid yakin pada saat anggaran telah turun, maka semua cabang olahraga kebagian sesuai dengan peruntukkannya. Ia mengatakan, permasalahan yang muncul ke permukaan dari cabang sepakbola kemarin hanya permasalahan komunikasi.

“Sebenarnya Ketua PSSI sudah menyiapkan anggaran untuk sepatu, kaos dan perlengkapan lainnya, hanya mungkin beliau sibuk maka terjadi salah komunikasi," tuturnya.

Menanggapi adanya klaim dari PSSI dan KONI, Pelatih Kiper Tim Porda Sepakbola Cianjur, Hendro Purmono menegaskan, hal tersebut tidak benar. “Kalau memang benar, harusnya ada buktinya dong. Itu mah bohong, dari awal juga cuma janji-janji doang. Jangankan anggaran, ngasih selamat kepada pemain yang sudah menang pun gak ada,“ pungkasnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.