Selasa, 23 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Kemana Anggaran Pembinaan Olahraga?

Rustandi/angga/bis

Rabu, 25 Oktober 2017 - 07:00 WIB

Karikatur/Nandang S
Karikatur/Nandang S
A A A

**Pengamat: Carut-marut PSSI dan KONI Sudah Berlangsung Lama

TARGET selangit, namun anggaran untuk menghadapi Kualifikasi Porda Jabar 2018 dan anggaran pembinaan olahraga di Cianjur masih tak jelas. Kok bisa?

Di cabang olahraga (cabor) sepak bola, Pengamat Sepak Bola Cianjur, Eri Eriawan menegaskan, carut-marutnya anggaran pembinaan di PSSI Kabupaten Cianjur sudah berlangsung lama.

Menurutnya, hal tersebut berimbas terhadap peningkatan prestasi para atlet. Beberapa kali masalah ini mencuat, sambung dia, namun tidak pernah terselesaikan dengan baik.

“Ketika saya jadi pemain, kebutuhan sering kali ditanggung para pemain, padahal kita mendengar betul dana pembinaan itu beberapa kali turun melalui Koni Cianjur. Entah apa penyebabnya, dana itu begitu minim dirasakan para pemain,” ujarnya kepada Harian Umum Berita Cianjur kemarin.

Eri menambahkan, pergunjingan anggaran PSSI yang sekarang ramai, sebetulnya merupakan klimaks dari permasalahan yang sudah cukup lama terjadi. Wajar jika sekarang pihak yang terlibat dalam perhelatan Porda Jabar mempertanyakan kejelasannya.

“Ini kan klimaksnya, jadi sebetulnya masalah keuangan sudah lama terjadi. Pertanyaannya, apakah anggaran itu guna kepentingan pemain atau pengurus? Kalau memang untuk kepentingan pembinaan, mengapa terindikasi banyak sekali birokrasi dan kepentingannya?” ungkapnya.

Sementara itu, mantan pengurus PSSI Cianjur, Saeful Nazar, menyangsikan jika Ketua PSSI, Wawan Setiawan sudah menggelontorkan dana pribadinya untuk kebutuhan Porda. Kalau memang dana itu sudah ada, sambung Saeful, tidak mungkin para pelaku persepakbolaan di Cianjur melakukan penggalangan dana ke jalan.

“PSSI seharusnya memberikan kepastian dan jangan asal klaim saja telah menggelontorkan dana. Kalau memang belum katakan belum, sehingga masyarakat pecinta dan pelaku persepakbolaan tidak dibuat gusar atau saling menyalahkan,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan yang dihimpun dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Cianjur, diketahui pada tahun ini, KONI Cianjur sudah mendapatkan bantuan dana hibah sebesar Rp500 juta dengan sistem pencairan dua termin. 

Termin pertama, KONI mendapatkan kucuran dana sebesar Rp375 juta terhitung pada 13 Juni 2017. Sementara termin kedua mendapatkan kucuran anggaran sebesar Rp125 juta, namun tak disebutkan jelas waktu pencairannya.

Jika ada pengakuan hingga saat ini Cabor PSSI Kabupaten Cianjur belum mendapat bantuan dana pembinaan dari KONI Cianjur, dianggap aneh karena pada laporan penyerapan dana Hibah Pemerintah Kabupaten Cianjur, telah melakukan pertanggungjawaban dana sebesar Rp375 juta. Sisanya hingga saat ini, KONI belum melaporkan pertangggungjawaban. Pertanyaannya, apakah anggaran tersebut sudah di tangan PSSI atau masih di KONI?

Menanggapi hal tersebut, Bendahara KONI Cianjur, Lilis Herna Yulia menjelaskan, pihaknya mendapatkan bantuan hibah dari Pemkab Cianjur senilai Rp1 miliar. Dana tersebut sudah digunakan senilai Rp 500 juta, sisanya masih dalam tahap pengajuan.

"Tahun 2017 ini kita mendapatkan alokasi bantuan anggaran dari Pemkab sekitar Rp 1 miliar. Rp 500 juta dari anggaran murni APBD dan sisanya sekitar Rp 500 jutaan dari perubahan," ujarnya saat dihubungi, Selasa (24/10/2017).


Lilis menyebut dana sebesar Rp 500 juta yang diterima KONI telah habis digunakan untuk kegiatan-kegiatan olahraga dan kegiatan KONI lainnya. "Kalau yang dalam anggaran murni APBD, sudah habis dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan olahraga," katanya.


Sementara untuk mendanai kegiatan Kualifikasi Porda Jabar 2018, saat ini masih belum juga cair. "Kalau yang dalam perubahan anggaran itu sampai saat ini belum cair," paparnya.


Soal pernyataan dari Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Cianjur M. Yeyen Rohyanda Wargadisastra yang menyebut bahwa KONI belum mengajukan anggaran, Lilis menampiknya. Akunya, KONI sudah mengajukan anggaran untuk kebutuhan babak kualifikasi Porda tersebut. "Kita sudah mengajukan anggaran itu, kita sudah ajukan kok, namun sampai saat ini belum turun," terangnya.


Sumber di internal KONI Cianjur juga menyebut bahwa KONI telah mengajukan anggaran dalam perubahan APBD tahun 2017 sejak Juli lalu. Ajuan anggaran tersebut disampaikan melalui bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra).


"Saat itu sudah diajukan melalui Kesra sebelum pindah ke Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga. Saat ini tinggal menunggu SK Bupati saja menunggu proses lebih lanjut," kata sumber enggan disebutkan identitasnya.

Diberitakan sebelumnya, usai Tim Porda Sepakbola Cianjur berhasil menaklukkan Tim Kota Sukabumi 2-0, pada laga Kualifikasi Porda Jabar 2018, di Stadion Badak Putih Cianjur, Minggu (22/10/2017) lalu, Ketua PSSI dan KONI Cianjur mengklaim sudah memberikan anggaran untuk tim dan penyelenggaraan laga Kualifikasi Porda Jabar 2018.

Namun, hal tersebut dibantah langsung oleh Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Babak Kualifikasi Porda Jabar 2018 untuk Kabupaten Cianjur, Beni Sumarna. Menurutnya, hingga laga usai, pihaknya masih belum mendapatkan kejelasan mengenai anggaran yang dijanjikan.

“Tak hanya bagi panpel, bagi tim pun biayanya masih belum jelas. Malah pada saat laga kemarin kami masih melakukan aksi “Koin untuk Tim Porda”. Demi untuk menutup kebutuhan biaya, kami terpaksa berkeliling meminta sumbangan kepada penonton,“ ujarnya kepada Harian Umum Berita Cianjur, Minggu (22/10/2017).

Beni menambahkan, sehari sebelum laga berlangsung, Ketua PSSI Cianjur, Wawan Setiawan sempat menjanjikan bantuan anggaran sebesar Rp79.300.000. Biaya sebesar itu diperuntukkan biaya tim dan penyelenggaraan pertandingan.

“Pada malam itu, kami memohon untuk mencairkan biaya tersebut secara keseluruhan, dan Pak Wawan menyanggupinya. Tapi hingga pertandingan berakhir, kami belum mendapatkan kejelasan soal janji-janjinya tersebut,“ katanya.

Ia mengaku, meski tim kebanggaan Cianjur meraih kemenangan, namun pihaknya masih merasa kebingungan. Selain untuk membiayai laga selanjutnya, pihaknya pun masih kesulitan mencari biaya untuk kebutuhan tim sehari-harinya.

“Intinya, kami belum menerima anggaran sepeser pun. Kami sering komunikasi dengan pengurus tim dan memang sama-sama kesulitan. Tapi kami akan terus berupaya, jika perlu kami akan kembali turun ke jalan, tukang becak saja mau nyumbang kok. Semua aksi itu demi tim Porda Cianjur agar terus bisa mengikuti laga,“ jelasnya.

Sementara itu, Ketua PSSI Kabupaten Cianjur, Wawan Setiawan mengaku sudah menggelontorkan bantuan anggaran sebesar Rp18 juta. Dana tersebut diklaimnya bersumber dari dana pribadi, sambil menunggu dana bantuan KONI yang hingga saat ini belum juga turun.

"Informasinya dari KONI ada anggaran Rp 500 juta, tapi kita tidak tahu mau dapat berapa, karena harus dibagi dengan 30 cabor lainnya," ucapnya.

Wawan menampik jika dirinya disebut tidak perhatian dengan tim sepakbola Porda Cianjur. Ia menegaskan dana talangan yang digelontorkan itu hanya sebatas untuk biaya selama pertandingan digelar di Cianjur. Sedangkan untuk pertandingan di luar, anggarannya berbeda lagi.


"Ini hanya untuk pertandingan kandang saja, pertandingan tandang beda lagi. Itu harus dihitung dulu, kan ada penginapan segala yang harus dibayar. Yang jelas pasti lebih besar dibandingkan biaya saat pertandingan kandang," kilahnya.

Ia pun mengaku telah menyiapkan dana talangan tersebut dengan catatan setelah dana cair dari KONI dana tersebut diganti. "Pokoknya pertandingan harus tetap berjalan, tanggal 22, 27 tanggal 30, tidak ada halangan,“ akunya.

Terpisah, Ketua KONI Cianjur, Durosid mengaku pihaknya akan memenuhi semua anggaran cabang olahraga termasuk cabang olahraga sepakbola. Saat ini, sambung dia, pihaknya masih menunggu pencairan dana di anggaran perubahan sebesar Rp500 juta untuk pelaksanaan Porda. "Kami akan bagi-bagi setelah dana cair, kami masih menunggu pencairan," terangnya.

Durosid yakin pada saat anggaran telah turun, maka semua cabang olahraga kebagian sesuai dengan peruntukkannya. Ia mengatakan, permasalahan yang muncul ke permukaan dari cabang sepakbola kemarin hanya permasalahan komunikasi.

“Sebenarnya Ketua PSSI sudah menyiapkan anggaran untuk sepatu, kaos dan perlengkapan lainnya, hanya mungkin beliau sibuk maka terjadi salah komunikasi," tuturnya.

Menanggapi adanya klaim dari PSSI dan KONI, Pelatih Kiper Tim Porda Sepakbola Cianjur, Hendro Purmono menegaskan, hal tersebut tidak benar. “Kalau memang benar, harusnya ada buktinya dong. Itu mah bohong, dari awal juga cuma janji-janji doang. Jangankan anggaran, ngasih selamat kepada pemain yang sudah menang pun gak ada,“ pungkasnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 2 jam yang lalu

Polres Waspadai Wilayah Pesisir Pantai Selatan Cianjur

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur mewaspadai wilayah pesisir pantai selatan dijadikan akses masuknya narkoba dari jalur laut ke wilayah hukum Cianjur. Peningkatan kewaspadaan itu, dilakukan karena wilayah…

Cianjur Euy 2 jam yang lalu

Personel Polres Latihan Peningkatan Kemampuan

SERATUSAN personel pengendali massa (Dalmas) Sat Sabhara Polres Cianjur melakukan latihan peningkatan kemampuan dalam rangka menghadapi pelaksanaan Pilkada yang akan digelar serentak bulan Juni mendatang.

Cianjur Euy 2 jam yang lalu

Antisipasi Penyebaran Difteri, Dinkes Lakukan Vaksinasi

DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur melakukan imunisasi dan pemberian vaksin kepada masyarakat di sejumlah wilayah rawan kasus difteri.Namun, keterbatasan vaksin membuat petugas hanya melakukan…

Cianjur Euy 22/01/2018 21:29 WIB

Cuaca Buruk, Masyarakat Agar Waspada

MASYARAKAT Kabupaten Cianjur diimbau untuk mewaspadai bencana akibat cuaca buruk yang dalam beberapa pekan terakhir melanda Tatar Santri.

Cianjur Euy 22/01/2018 21:25 WIB

Disdukcapil Siap Launching Lima Cabang Layanan

DINAS Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur membuka cabang layanan administrasi kependudukan di lima kecamatan. Tak hanya proses perekaman, pencetakan KTP el pun dapat dilaksanakan…

Cianjur Euy 22/01/2018 20:57 WIB

Tolak Alihfungsi dan Pembongkaran Bujensa

AKSI penolakan terkait alihfungsi dan pembongkaran eks Gedung SDN Ibu Jenab 1 (Bujensa, red) terus disuarakan berbagai kalangan. Bahkan, aktivis di Cianjur akan menggugat Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Cianjur Euy 21/01/2018 22:37 WIB

Sampah Berserakan di Area Asamul Husna

PEDAGANG yang biasa mangkal di sekitar area Taman Asmaul Husna, Kampung Panaruban, Desa/Kecamatan Haurwangi belum sepenuhnya sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Cianjur Euy 21/01/2018 22:36 WIB

Akhirnya Keluarga Otim Punya Rumah Baru

RAUT wajah Otim (47) tampak berseri seri dipenuhi kebahagian. Bagaimana tidak bahagia, Minggu (21/1) dirinya bisa bertemu langsung dengan Dedi Mulyadi, Calon Wakil Gubernur Jabar.

Cianjur Euy 21/01/2018 22:35 WIB

Kepengurusan Kampung KUBA Dibentuk

PROGRAM Kampung Utama Berakhlakul Karimah (KUBA) mulai dibumikan di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur. Mensukseskan program yang digagas Bupati Cianjur itu, kepengurusan Kampung KUBA mulai dibentuk di…

Bisnis Line 21/01/2018 22:28 WIB

Gurihnya Sensasi Soto Bogor Siliwangi Bikin Nagih

SIAPA yang tak suka dengan gurihnya sajian kuah soto hangat? Selain memiliki cita rasa rempah yang kuat, irisan daging yang dipotong dadu, taburan bawang goreng, kacang kedelai, dan tomat segar terasa…