Kamis, 18 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Transportasi Online tak Layak Masuk Cianjur

Angga Purwanda

Rabu, 25 Oktober 2017 - 20:32 WIB

foto/Angga purwanda
foto/Angga purwanda
A A A

*Padatnya Kondisi Lalulintas dan Jumlah Angkum Menjadi Persoalan

TRANSPORTASI online dinilai tidak memungkinkan untuk dapat masuk dan beroperasi di Kabupaten Cianjur. Hal itu, disebabkan kondisi lalulintas dan jumlah angkutan umum yang sudah terbilang padat di wilayah perkotaan Cianjur.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur, Rahmat Hartono mengatakan, saat ini terdapat 4.000 angkutan konvensional yang beroperasi. Jumlah tersebut, sudah tergolong banyak dan setiap harinya memadati ruas jalan di Cianjur.

”Jadi, sebenarnya kalau melihat keberadaan angkutan konvensional saja sudah banyak. Kalau ditambah dengan transportasi online, dikhawatirkan akan ada gesekan seperti yang sudah-sudah di daerah lain,” kata Rahmat, kepada wartawan, Rabu (25/10/2017).

Selain itu, jelas Rahmat, padatnya sejumlah ruas jalan pun dikhawatirkan semakin padat dengan bertambahnya moda transportasi. Oleh karena itu, diperlukan mekanisme yang tepat terkait penerimaan masuknya transportasi online.

Rahmat mengatakan, masuknya transportasi online ke Cianjur pun sebenarnya masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut. Pihak terkait harus mempertimbangkan keberadaan transportasi tersebut berdasarkan adanya permintaan dan kondisi di lapangan. Selama dua aspek itu seimbang dan memungkinkan, keberadaan jasa angkutan online pun masih bisa dipertimbangkan.

Namun, menurut dia, jangankan untuk menambah jenis layanan, saat ini saja penambahan angkutan konvensional sudah ditutup karena dinilai sudah terlalu banyak.

”Kalaupun tetap harus ditambah, ada ketentuan untuk angkutan konvensional. Salah satunya terkait faktor muat, kalau sudah mencapai 70 persen baru boleh ada penambahan,” ujarnya.

Oleh karena itu, dishub pun akan melakukan diskusi di forum lalu lintas terkait transportasi online di Cianjur. Sementara ini, keberadaan transportasi online yang sudah ada pun mau tidak mau dibiarkan terlebih dahulu.

”Kami belum bisa ambil langkah untuk menertibkan, apalagi kan mayoritas merupakan jenis roda dua. Kendaraan roda dua sejauh ini belum diatur, jadi belum ada regulasi yang tepat untuk menangani beroperasinya mereka,” ujarnya.

Namun, untuk sementara pihak dishub dan kepolisian akan terus berkoordinasi dan melakukan pembinaan terhadap layanan online. Walaupun tidak diatur, transportasi oline roda dua pun merupakan pengguna jalan yang wajib diarahkan.

Sementara itu, Ketua Organisasi Angkutan Daerah (Organda) Kabupaten Cianjur Dede Supyanidin meminta, agar pemerintah setempat menolak keberadaan angkutan online, termasuk layanan transportasi asal Malaysia yang sudah masuk di Cianjur.

Hal itu dikarenakan, kondisi angkutan yang ada saat ini dinilai masih compang camping. ”Kalau melihat sekarang, keberadaan angkuta online justru menimbulkan masalah sosial. Walaupun kehadirannya sulit dibendung, karena (transportasi online) menjadi salah satu kemajuan teknologi,” ujar Dede.

Ia menambahkan, ribuan angkutan umum di Cianjur pun dianggap belum nyaman dan aman. Soalnya, pembinaan dari pemerintah terhadap angkutan umum yang ada pun masih sangat minim. Oleh karena itu, ia mengharapkan adanya perhatian yang lebih dari pemerintah terhadap kelangsungan transportasi konvensional.

Menurut dia, jika tidak ada perhatian atau dengan kata lain pemerintah membiarkan kondisi tersebut, dikhawatirkan banyak pengemudi yang kehilangan mata pencariannya.

Dede mengatakan, sebaiknya pemerintah mampu melakukan pembinaan terlebih dahulu kepada pengusaha transportasi terkait. Akan tetapi, jika pembinaan sudah berjalan tapi pihak terkait tidak mengikuti maupun berinovasi, maka hal tersebut dianggap mutlak menjadi persaingan.

”Akhirnya, kalau tidak menurut itu akan menjadi kesalahan masing-masing. Tapi sekarang pembinaan saja tidak ada, makanya kami minta untuk ditahan dulu lah. Supaya tidak jadi konflik, mengingat regulasi transportasi online juga belum jelas,” ucapnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 3 jam yang lalu

Muhammad Zimaam Hanya Bisa Berbaring Diatas Tempat Tidur

Muhammad Zimaam (2) putra pasangan suami istri (pasutri) Ririn Saprina (33) dan Irawan Kusuma Atmaja (34) warga Jalan Mayor Harun Kabir No. 4, Kelurahan Bojong Herang, Kecamatan Cianjur hanya bisa tergolek…

Cianjur Euy 6 jam yang lalu

Jelang Penerapan Trayek Baru, Angkum Wajib Uji KIR

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur bertindak tegas dengan melakukan pemeriksaan dan uji KIR angkutan umum (Angkum) jelang penerapan rekayasa lalulintas dan trayek angkum baru, yang akan dilaksanakan…

Cianjur Euy 6 jam yang lalu

Kapolres Cianjur Pimpin Sertijab Kasat dan Kapolsek

KAPOLRES Cianjur, AKBP Soliyah SIK, MH, memimpin upacara serah terima jabatan dan kenal pamit Kasat dan Kapolsek jajaran Polres Cianjur, Rabu (17/1/2018) pagi. Kegiatan yang digelar di Aula Amanah, Primkopol…

Kick Off 19 jam yang lalu

Poin Perdana Maung di Partai Perang Para Mantan, Ini Catatan Gomez

PERANG para mantan mewarnai duel antara Persib kontra Sriwijaya FC. Maung Bandung berhasil membuka Piala Presiden 2018 dengan kemenangan.

Cianjur Euy 16/01/2018 21:47 WIB

Pekan Depan, Trayek Angkum Baru Diterapkan

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Cianjur, pekan depan akan mulai memberlakukan sistem satu arah di sejumlah ruas jalan di dalam kota Cianjur dan trayek angkutan umum (Angkum, red) baru. Hal itu dilakukan…

Cianjur Euy 16/01/2018 21:45 WIB

30 Persen DD Dialokasikan Untuk Padat Karya

UNTUK meningkatkan perekonomian masyarakat, sebesar 30 persen Dana Desa (DD) tahun ini harus dialokasikan untuk program padat karya. Hal itu, diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa…

Cianjur Euy 16/01/2018 21:43 WIB

Irda Didesak Tindak Tegas!

INSPEKTORAT Daerah (Irda) Kabupaten Cianjur diminta fokus dan serius dalam melakukan pemeriksaan terhadap pegawai dan pejabat di lingkungan RSUD Sayang, Cianjur yang diduga terlibat melakukan pungutan…

Cianjur Euy 16/01/2018 07:55 WIB

Satu Pelaku Pesta Seks Sesama Jenis Ditetapkan sebagai Tersangka

SATU dari lima orang pelaku pesta seks sesama jenis di salah satu Komplek Villa di kawasan Cipanas, Sabtu (13/1/2018) sekitar pukul 22.00 Wib, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Cianjur Euy 15/01/2018 22:55 WIB

Manfaatkan Pekarangan Rumah Untuk Bertani

Pemerintah Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaluyu mendorong warga setempat untuk memanfaatkan pekarangan rumah untuk mengembangkan pertanian. Pasalnya lahan pertanian diwilayah itu terus berkurang, akibat…

Cianjur Euy 15/01/2018 22:53 WIB

Waspadai Angin Kencang, Pemkab Diminta Tebang Pohon

Kondisi cuaca ekstrim yang terjadi mengharuskan warga dan pengendara yang melintas di sejumlah ruas jalan di Cianjur agar mewaspadai bahaya pohon tumbang akibat terjangan angin kencang.