Selasa, 23 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Publik Sepakbola Desak BPKP Audit PSSI

Rustandi

Kamis, 26 Oktober 2017 - 07:00 WIB

Karikatur/Nandang S
Karikatur/Nandang S
A A A

**Dinilai Mati Suri Sejak November 2014 hingga 2017

KONDISI memprihatinkan yang masih menggelayuti Tim Porda Sepakbola Cianjur, terus mengundang reaksi dari sejumlah elemen masyarakat. Bahkan, dugaan indikasi penyalahgunaan anggaran yang dilakukan oknum pengurus PSSI sejak 2014 pun muncul.

Tak hanya itu, sejak klaim Ketua PSSI Cianjur, Wawan Setiawan, sudah menggelontorkan anggaran Rp18 juta dibantah pengurus Tim Sepakbola Porda Cianjur, publik semakin mempertanyakan kinerja dan tanggung jawabnya.

Aktivis Forum Komunikasi Tatanan Rakyat Anti Korupsi (Forkot-Rasi), Feby Alwin Rinaldi menilai, sejak Wawan Setiawan dikukuhkan menjadi Ketua PSSI Cianjur pada November 2014 hingga tahun ini, sepak bola Cianjur mati suri 

Menurutnya, pada awal memimpin, Wawan sempat berkilah dan beralibi tidak adanya pembinaan maksimal di Cianjur dikarenakan dampak dari kebijakan PSSI Pusat. Namun setelah pembekuan selesai, sambung dia, Wawan tetap berdalih bahwa mati surinya PSSI Kabupaten Cianjur, disebabkan kurangnya pasokan anggaran dari donatur dan pemerintah.

Saya mah lieur lamun sampai tahun ini, Ketua PSSI masih kekeuh membela diri terhadap sejumlah masalah saat ini. Kalau bukan pengurus PSSI yang jadi biang kerok para pemain harus ngencleng seperti kemarin, siapa lagi yang mau disalahkan?” tegas Feby dengan nada tinggi.

Menanggapi persoalan tersebut, ia mengaku tengah mengkaji kemungkinan adanya indikasi penyalahgunaan anggaran yang dilakukan oknum pengurus PSSI sejak 2014 silam

“Kalau sama sekali tidak ada anggaran untuk pembinaan pemain sepakbola, itu sangat mustahil. Karena secara rutin pemerintah mengucurkan anggaran hibah ke KONI Cianjur, guna pembinaan olahraga di Cianjur, salah satunya jelas PSSI Cianjur, meski kemudian harus dipertanyakan dengan tegas, kemana dana itu selama ini?” tambahnya.

Upaya menjernihkan masalah saat ini, lanjut Feby, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah aktivis lain termasuk pecinta bola, untuk mendesak Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) agar mau turun langsung melakukan audit total.

“Secara aturan, audit terhadap bantuan hibah memang dilakukan sesuai dengan tahapan, namun jika ada laporan yang dilayangkan masyarakat atau pihak tertentu terkait indikasi penyelewangan anggaran, maka pemeriksaan bisa dilakukan kapan pun,” bebernya.

Niat mendesak BPKP memeriksa keuangan di tubuh PSSI Cianjur, disambut baik banyak kalangan. Hasil audit, bisa menjawab tudingan tidak sedap yang dilontarkan ke pengurus PSSI Cianjur. Jika hasil audit tidak terbukti ada korupsi, berarti kondisi PSSI sekarang memang harus diselamatkan publik semua. Namun jika terbukti, tentu siapapun pelakunya kudu ‘ngerem’.

Seperti diketahui, desakan adanya audit oleh BPPK, semakin kuat setelah para pemain Porda, harus ngencleng untuk kebutuhan anggarannya sendiri. Apalagi, belum lama ini terkuak ada beberapa sumber dana yang masuk ke tubuh PSSI sejak tahun 2014, namun publik menilai anggaran itu seperti tidak berbekas.

Polemik makin meruncing, setelah Ketua PSSI Kabupaten Cianjur, Wawan Setiawan, malah mengklaim dirinya sudah menggelontorkan bantuan anggaran sebesar Rp18 juta. Dana tersebut diklaimnya bersumber dari dana pribadi, sambil menunggu dana bantuan KONI yang hingga saat ini belum juga turun.

"Informasinya dari KONI ada anggaran Rp 500 juta, tapi kita tidak tahu mau dapat berapa, karena harus dibagi dengan 30 cabor lainnya," ucapnya.

Wawan menampik jika dirinya disebut tidak perhatian dengan Tim Porda Sepakbola Cianjur. Ia menegaskan, dana talangan yang digelontorkan itu hanya sebatas untuk biaya selama pertandingan digelar di Cianjur. Sedangkan untuk pertandingan di luar, anggarannya berbeda lagi.


"Ini hanya untuk pertandingan kandang saja, pertandingan tandang beda lagi. Itu harus dihitung dulu, kan ada penginapan segala yang harus dibayar. Yang jelas pasti lebih besar dibandingkan biaya saat pertandingan kandang," kilahnya.


Ia pun mengaku telah menyiapkan dana talangan tersebut dengan catatan setelah dana cair dari KONI dana tersebut diganti. "Pokoknya pertandingan harus tetap berjalan, tanggal 22, 27 tanggal 30, tidak ada halangan,“ akunya.

Menanggapi adanya klaim tersebut, Pelatih Kiper Tim Porda Sepakbola Cianjur, Hendro Purmono menegaskan, hal tersebut tidak benar. “Kalau memang benar, harusnya ada buktinya dong. Itu mah bohong, dari awal juga Cuma janji-janji doang. Jangankan anggaran, ngasih selamat kepada pemain yang sudah menang pun gak ada,“ pungkasnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 2 jam yang lalu

Polres Waspadai Wilayah Pesisir Pantai Selatan Cianjur

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur mewaspadai wilayah pesisir pantai selatan dijadikan akses masuknya narkoba dari jalur laut ke wilayah hukum Cianjur. Peningkatan kewaspadaan itu, dilakukan karena wilayah…

Cianjur Euy 2 jam yang lalu

Personel Polres Latihan Peningkatan Kemampuan

SERATUSAN personel pengendali massa (Dalmas) Sat Sabhara Polres Cianjur melakukan latihan peningkatan kemampuan dalam rangka menghadapi pelaksanaan Pilkada yang akan digelar serentak bulan Juni mendatang.

Cianjur Euy 2 jam yang lalu

Antisipasi Penyebaran Difteri, Dinkes Lakukan Vaksinasi

DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur melakukan imunisasi dan pemberian vaksin kepada masyarakat di sejumlah wilayah rawan kasus difteri.Namun, keterbatasan vaksin membuat petugas hanya melakukan…

Cianjur Euy 22/01/2018 21:29 WIB

Cuaca Buruk, Masyarakat Agar Waspada

MASYARAKAT Kabupaten Cianjur diimbau untuk mewaspadai bencana akibat cuaca buruk yang dalam beberapa pekan terakhir melanda Tatar Santri.

Cianjur Euy 22/01/2018 21:25 WIB

Disdukcapil Siap Launching Lima Cabang Layanan

DINAS Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur membuka cabang layanan administrasi kependudukan di lima kecamatan. Tak hanya proses perekaman, pencetakan KTP el pun dapat dilaksanakan…

Cianjur Euy 22/01/2018 20:57 WIB

Tolak Alihfungsi dan Pembongkaran Bujensa

AKSI penolakan terkait alihfungsi dan pembongkaran eks Gedung SDN Ibu Jenab 1 (Bujensa, red) terus disuarakan berbagai kalangan. Bahkan, aktivis di Cianjur akan menggugat Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Cianjur Euy 21/01/2018 22:37 WIB

Sampah Berserakan di Area Asamul Husna

PEDAGANG yang biasa mangkal di sekitar area Taman Asmaul Husna, Kampung Panaruban, Desa/Kecamatan Haurwangi belum sepenuhnya sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Cianjur Euy 21/01/2018 22:36 WIB

Akhirnya Keluarga Otim Punya Rumah Baru

RAUT wajah Otim (47) tampak berseri seri dipenuhi kebahagian. Bagaimana tidak bahagia, Minggu (21/1) dirinya bisa bertemu langsung dengan Dedi Mulyadi, Calon Wakil Gubernur Jabar.

Cianjur Euy 21/01/2018 22:35 WIB

Kepengurusan Kampung KUBA Dibentuk

PROGRAM Kampung Utama Berakhlakul Karimah (KUBA) mulai dibumikan di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur. Mensukseskan program yang digagas Bupati Cianjur itu, kepengurusan Kampung KUBA mulai dibentuk di…

Bisnis Line 21/01/2018 22:28 WIB

Gurihnya Sensasi Soto Bogor Siliwangi Bikin Nagih

SIAPA yang tak suka dengan gurihnya sajian kuah soto hangat? Selain memiliki cita rasa rempah yang kuat, irisan daging yang dipotong dadu, taburan bawang goreng, kacang kedelai, dan tomat segar terasa…