Kamis, 20 September 2018 | Cianjur, Indonesia

Publik Sepakbola Desak BPKP Audit PSSI

Rustandi

Kamis, 26 Oktober 2017 - 07:00 WIB

Karikatur/Nandang S
Karikatur/Nandang S
A A A

**Dinilai Mati Suri Sejak November 2014 hingga 2017

KONDISI memprihatinkan yang masih menggelayuti Tim Porda Sepakbola Cianjur, terus mengundang reaksi dari sejumlah elemen masyarakat. Bahkan, dugaan indikasi penyalahgunaan anggaran yang dilakukan oknum pengurus PSSI sejak 2014 pun muncul.

Tak hanya itu, sejak klaim Ketua PSSI Cianjur, Wawan Setiawan, sudah menggelontorkan anggaran Rp18 juta dibantah pengurus Tim Sepakbola Porda Cianjur, publik semakin mempertanyakan kinerja dan tanggung jawabnya.

Aktivis Forum Komunikasi Tatanan Rakyat Anti Korupsi (Forkot-Rasi), Feby Alwin Rinaldi menilai, sejak Wawan Setiawan dikukuhkan menjadi Ketua PSSI Cianjur pada November 2014 hingga tahun ini, sepak bola Cianjur mati suri 

Menurutnya, pada awal memimpin, Wawan sempat berkilah dan beralibi tidak adanya pembinaan maksimal di Cianjur dikarenakan dampak dari kebijakan PSSI Pusat. Namun setelah pembekuan selesai, sambung dia, Wawan tetap berdalih bahwa mati surinya PSSI Kabupaten Cianjur, disebabkan kurangnya pasokan anggaran dari donatur dan pemerintah.

Saya mah lieur lamun sampai tahun ini, Ketua PSSI masih kekeuh membela diri terhadap sejumlah masalah saat ini. Kalau bukan pengurus PSSI yang jadi biang kerok para pemain harus ngencleng seperti kemarin, siapa lagi yang mau disalahkan?” tegas Feby dengan nada tinggi.

Menanggapi persoalan tersebut, ia mengaku tengah mengkaji kemungkinan adanya indikasi penyalahgunaan anggaran yang dilakukan oknum pengurus PSSI sejak 2014 silam

“Kalau sama sekali tidak ada anggaran untuk pembinaan pemain sepakbola, itu sangat mustahil. Karena secara rutin pemerintah mengucurkan anggaran hibah ke KONI Cianjur, guna pembinaan olahraga di Cianjur, salah satunya jelas PSSI Cianjur, meski kemudian harus dipertanyakan dengan tegas, kemana dana itu selama ini?” tambahnya.

Upaya menjernihkan masalah saat ini, lanjut Feby, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah aktivis lain termasuk pecinta bola, untuk mendesak Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) agar mau turun langsung melakukan audit total.

“Secara aturan, audit terhadap bantuan hibah memang dilakukan sesuai dengan tahapan, namun jika ada laporan yang dilayangkan masyarakat atau pihak tertentu terkait indikasi penyelewangan anggaran, maka pemeriksaan bisa dilakukan kapan pun,” bebernya.

Niat mendesak BPKP memeriksa keuangan di tubuh PSSI Cianjur, disambut baik banyak kalangan. Hasil audit, bisa menjawab tudingan tidak sedap yang dilontarkan ke pengurus PSSI Cianjur. Jika hasil audit tidak terbukti ada korupsi, berarti kondisi PSSI sekarang memang harus diselamatkan publik semua. Namun jika terbukti, tentu siapapun pelakunya kudu ‘ngerem’.

Seperti diketahui, desakan adanya audit oleh BPPK, semakin kuat setelah para pemain Porda, harus ngencleng untuk kebutuhan anggarannya sendiri. Apalagi, belum lama ini terkuak ada beberapa sumber dana yang masuk ke tubuh PSSI sejak tahun 2014, namun publik menilai anggaran itu seperti tidak berbekas.

Polemik makin meruncing, setelah Ketua PSSI Kabupaten Cianjur, Wawan Setiawan, malah mengklaim dirinya sudah menggelontorkan bantuan anggaran sebesar Rp18 juta. Dana tersebut diklaimnya bersumber dari dana pribadi, sambil menunggu dana bantuan KONI yang hingga saat ini belum juga turun.

"Informasinya dari KONI ada anggaran Rp 500 juta, tapi kita tidak tahu mau dapat berapa, karena harus dibagi dengan 30 cabor lainnya," ucapnya.

Wawan menampik jika dirinya disebut tidak perhatian dengan Tim Porda Sepakbola Cianjur. Ia menegaskan, dana talangan yang digelontorkan itu hanya sebatas untuk biaya selama pertandingan digelar di Cianjur. Sedangkan untuk pertandingan di luar, anggarannya berbeda lagi.


"Ini hanya untuk pertandingan kandang saja, pertandingan tandang beda lagi. Itu harus dihitung dulu, kan ada penginapan segala yang harus dibayar. Yang jelas pasti lebih besar dibandingkan biaya saat pertandingan kandang," kilahnya.


Ia pun mengaku telah menyiapkan dana talangan tersebut dengan catatan setelah dana cair dari KONI dana tersebut diganti. "Pokoknya pertandingan harus tetap berjalan, tanggal 22, 27 tanggal 30, tidak ada halangan,“ akunya.

Menanggapi adanya klaim tersebut, Pelatih Kiper Tim Porda Sepakbola Cianjur, Hendro Purmono menegaskan, hal tersebut tidak benar. “Kalau memang benar, harusnya ada buktinya dong. Itu mah bohong, dari awal juga Cuma janji-janji doang. Jangankan anggaran, ngasih selamat kepada pemain yang sudah menang pun gak ada,“ pungkasnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 12/08/2018 22:31 WIB

Polres Cianjur Siap Amankan Kirab Obor Asian GamesXVIII

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat akan bekerja maksimal (all out) dalam pelaksanaan pengamanan perjalanan kirab obor api Asian GamesXVIII yang akan melintas dan diinapkan di Pendopo Kabupaten…

Cianjur Euy 08/08/2018 08:00 WIB

Petani Penggarap di Cianjur Tagih Janji Presiden

Tim Nawacita Presiden, Ruri Jumar Saef mewakili Ketua Tim Joko Daryanto, yang juga adik Jokowi blusukan ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (7/8/2018).

Cianjur Euy 06/08/2018 21:11 WIB

Dua Rumah Ludes Terbakar

Dua unit rumah di Gang Mujahidin, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ludes terbakar, Senin (6/8/2018) pagi.

Cianjur Euy 06/08/2018 06:55 WIB

Rekanan Proyek Irigasi Untung Banyak

Pelaksanaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Cihea kembali mendapat sorotan tajam pemerhati pembangunan.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:57 WIB

Untuk Memberikan Pemahaman Tentang Islam Kaafah

KABUPATEN Cianjur akan menjadi tuan rumah Jambore Nasional para dai Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI). Sediannya jambore tersebut akan dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun Parmusi 26 September…

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…