Minggu, 27 Mei 2018 | Cianjur, Indonesia

Kaji dan Data Kembali Kebutuhan Rumah Warga

Angga Purwanda

Minggu, 29 Oktober 2017 - 21:46 WIB

foto/Angga purwanda
foto/Angga purwanda
A A A

BPPD Kebut Penanganan Pasca Bencana di Takokak

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur akan kembali mendata dan menyeleksi 73 hunian terdampak bencana di Desa Waringinsari, Kecamatan Takokak. Hal itu menyusul rencana prioritas pembangunan hunian tetap agar lebih efektif dan efisien.

Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, mengatakan, karena ketersediaan material bangunan yang terbatas, maka harus ada hunian yang diprioritaskan untuk segera dibangun di Desa Waringinsari.

”Dalam proses pembangunan 73 hunianpun, kemungkinan akan menyisakan puluhan rumah yang belum dibangun karena keterbatasan. Makanya, kami akan mengajukan penganggaran di 2018 untuk relokasi dan pembangunan sisa rumah,” kata Asep, kepada wartawan.

Namun, jelas Asep, untuk saat ini BPBD bersama sejumlah pihak terkait terus mempercepat proses pembangunan. Saat ini, 4 hunian tetap yang merupakan bantuan dari Bupati Cianjur sedang dalam proses penyelesaian. Menurut Asep, pembangunan yang dilakukan sejak Rabu (25/10/2017) lalu itu, sudah mencapai 75 persen.

Asep menargetkan, proses pembangunan memanfaatkan bantuan material yang ada dapat dikerjakan dalam tiga bulan ke depan. Ia mengharapkan, akan memperoleh proses yang signifikan berbarengan dengan proses transisi pemulihan warga setempat.

”Kami juga mengingatkan warga, bahwa pembangunan ini membutuhkan kesadaran mereka. Jadi, sebaiknya warga juga bisa membantu dengan mamanfaatkan hunian yang tidak rusak dan bisa digunakan,” ujarnya.

Sementara ini, Asep bersyukur karena donasi terus mengalir untuk perbaikan kawasan lumbung padi terbesar di selatan Cianjur itu. Bantuan material bangunan dari OPD, pelaku usaha, dan pihak lainnya akan terus dimanfaatkan untuk percepatan pembangunan.

Hingga saat ini, menurut dia terdapat bantuan material yang siap digunakan untuk membangun 8 unit rumah. Diperkirakan bantuan pun akan terus berdatangan dari berbagai pihak. Pihak BPBD juga terus membuka donasi, dan diharapkan bantuan yang diberikan berupa material bangunan.

”Kami bersyukur solidaritas yang tinggi membuat donasi terus mengalir. Semua rereongan untuk membuat hunian tetap bagi warga terdampak. Kalaupun masih ada yang belum rampung, akan terus dicari solusinya,” ujar Asep.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur segera menyiapkan bantuan hunian tetap bagi korban bencana di Desa Waringinsari, Kecamatan Takokak. Empat hunian tetap sumbangan Bupati Cianjur, akan menjadi hunian yang pertama dibangun dari 73 hunian yang terdampak parah.

Pembangunan hunian tersebut, rencananya akan dimulai pada Rabu (25/10/2017) saat launching dilakukan bupati. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur Asep Suparman mengatakan, pembangunan hunian akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan instruksi  Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

”Pergerakan tanah di wilayah itu termasuk masif, dan berdasarkan kajian geologi pembangunan tidak bisa serempak. Jadi, diprioritaskan untuk mengerjakan yang rusak parah dulu,” kata Asep, Minggu (22/102/2017).

Ia menambahkan, pengerjaan yang bertahap pun dikarenakan warga maupun petugas harus mencari lahan sendiri. Pasalnya, pihak desa tidak bisa mengadakan lahan untuk dijadikan lokasi mendirikan bangunan.

Hal itu, akhirnya menyebabkan relokasi pun tidak dilakukan di satu lokasi. Menurut Asep, relokasi akhirnya tersebar di beberapa lokasi. Namun, dipastikan lokasi yang dipilih jauh lebih aman dan tidak berpotensi menimbulkan pergerakan tanah.

”Tadinya memang mau dibangun di satu lokasi, tapi karena lahan aman yang memang terpisah-pisah akhirnya disebar. Selain itu, banyak warga yang secara psikologis tidak mau jauh dengan lokasi bekerja mereka,” katanya.

Asep menuturkan, warga pun saat ini tengah berkonsentrasi untuk bertransisi ke masa pemulihan dan relokasi setelah berakhirnya masa tanggap darurat. Ia mengatakan, petugas dan warga melakukan normalisasi sarana dan prasarana yang rusak berat.

Menurut dia, meskipun mengalami kerusakan, material bangunan hunian lama mereka diperkirakan masih dapat dimanfaatkan untuk dibangun kembali di lokasi baru. Hal itu dilakukan, untuk mengefektifkan pengerjaan sekaligus meminimalisir material bangunan yang saat ini menjadi kebutuhan utama pembangunan rumah yang disebut-sebut membutuhkan Rp 15-17 juta per unitnya.

”Sekarang memang dibutuhkan donasi untuk pembangunan rumah, bupati juga sudah mengimbau agar warga/pejabat pemerintahan bisa menyumbang. Tapi diimbau, agar donasi tidak dalam bentuk uang melainkan material bangunan saja,” ucap Asep.

Diharapkan, donasi dapat terus mengalir agar pembangunan hunian dapat berjalan. Terlebih warga yang sudah kembali dari pengungsian sejak 14 Oktober 2017 lalu, membutuhkan hunian baru yang lebih aman dari ancaman pergerakan tanah.

Sementara itu, Kepala Desa Waringinsari Cecep Supriadi mengharapkan, adanya kepastian dan pergerakan dari beberapa instansi yang diketahui belum bergerak memberikan bantuan. ”Kami masih menunggu dan memohon kepada pihak Dinas Pertanian dan Bina Marga, terkait penanganan saluran irigasi dan akses jalan. Dua instansi itu, belum ada action untuk membantu perbaikan,” ujar Cecep.

Pihak desa mengharapkan, Dinas Pertanian dan Hortikultura memberikan bantuan untuk penanganan 3 saluran irigasi yang rusak. Menurut Cecep, perbaikan sangat dibutuhkan, mengingat saluran irigasi tersebut diperlukan untuk mengaliri 113 hektare sawah warga.

Selain itu, pihak desa menunggu Bina Marga untuk melakukan perbaikan terhadap seluruh akses jalan yang rusak. Diketahui, terdapat 5 titik akses yang saat ini rusak dan tidak bisa dilalui akibat dampak pergerakan tanah. ”Sambil menunggu, kami juga sekarang fokus untuk memadatkan/menutup rekahan tanah di sekitar pemukiman sesuai instruksi PVMBG. Tapi, sejauh ini pergerakan tanah sudah tidak ada,” kata Cecep.

Terkait pembangunan hunian tetap, Cecep mengaku warga sudah bersiap-siap untuk memulai pembangunan. Walaupun jarak lokasi baru cukup jauh, yakni 1-2 kilometer dari lokasi hunian awal, warga merasa bersyukur karena area yang dipilih relatif lebih aman.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 25/05/2018 09:42 WIB

Satlantas Cianjur Segera Buka Gerai SIM dan STNK di Ciranjang

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur melalui Satuan Lalulintas (Satlantas) terus berinovasi dalam memberikan pelayanan prima terhadap masyarakat.

Cianjur Euy 25/05/2018 00:23 WIB

Polwan-polwan Cantik Polres Cianjur Bagikan Takjil Bagi Pengendara

JAJARAN Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur membagikan makan buka puasa (Takjil) bagi pengendara yang melintas di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC) atau simpang Tugu Lampu Gentur, Kamis…

Cianjur Euy 25/05/2018 00:22 WIB

Sepekan Puasa Harga Daging Ayam dan Telur Berangsur Turun

SEPEKAN puasa harga komoditas daging ayam di Pasar Induk Pasirhayam, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku mulai berangsur turun. Sempat tembus di kisaran Rp40 ribu hingga Rp42 ribu per kilogram (Kg), sekarang…

Cianjur Euy 25/05/2018 00:21 WIB

Kejari Cianjur Minta Pemilik Urus Barang Bukti

KEJAKSAAN Negeri (Kejari) Cianjur mengimbau masyarakat atau pemilik barang bukti atau barang rampasan yang kini masih tersimpan di gudang Kejari agar segera mengurus atau kembali mengambilnya.

Cianjur Euy 24/05/2018 23:09 WIB

Warga Keluhkan Penutupan Jalan

PENUTUPAN jalan imbas pengerjaan proyek pembangunan infrastruktur di Desa Sindangjaya dan Kertajaya, Kecamatan Ciranjang dikeluhkan banyak warga.

Cianjur Euy 24/05/2018 23:08 WIB

Pembangunan Kantor Kecamatan Ciranjang Disorot

PEMBANGUNAN kantor baru Kecamatan Ciranjang yang saat ini tengah berlangsung mendapat sorotan publik.

Cianjur Euy 24/05/2018 23:07 WIB

Ngabuburit Naik Delman Rame-Rame Budaya Tahunan

NGABUBURIT merupakan salah satu budaya urang sunda yang lazim dilakukan anak-anak yang sedang belajar berpuasa, pada sore hari menjelang ditabuhnya bedug magrib atau menunggu tibanya adzan magrib pada…

Bisnis Line 24/05/2018 22:35 WIB

Sabore Kitchen Gelar Seminar 'Digital Marketing'

REVOLUSI digital, perkembangannya sekarang sudah hadir di semua lini. Mulai dari segmen retail, perbankan, media, otomotif hingga segmen kuliner sudah sentuh era digitalisasi. Berangkat dari fakta yang…

Cianjur Euy 24/05/2018 06:02 WIB

Berobat Cukup Bayar Dengan Membaca Alquran Satu Juz

LANTUNAN bacaan ayat suci Alquran terdengar jelas saat memasuki Klinik Kesehatan Harapan Sehat. Ya, selama ramadan ini bagi masyarakat yang akan berobat di klinik tersebut tak perlu mengeluarkan uang…

Cianjur Euy 24/05/2018 06:01 WIB

Impian Warga Pasirtarisi Miliki Masjid Permanen Terwujud

RASA senang dan gembira terpancar dari masyarakat Kampung Pasirtarisi, Desa Malati, Kecamatan Naringgul. Sebab, mimpi mereka untuk memiliki masjid permanen menjadi kenyataan.