Senin, 19 Februari 2018 | Cianjur, Indonesia

Kaji dan Data Kembali Kebutuhan Rumah Warga

Angga Purwanda

Minggu, 29 Oktober 2017 - 21:46 WIB

foto/Angga purwanda
foto/Angga purwanda
A A A

BPPD Kebut Penanganan Pasca Bencana di Takokak

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur akan kembali mendata dan menyeleksi 73 hunian terdampak bencana di Desa Waringinsari, Kecamatan Takokak. Hal itu menyusul rencana prioritas pembangunan hunian tetap agar lebih efektif dan efisien.

Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, mengatakan, karena ketersediaan material bangunan yang terbatas, maka harus ada hunian yang diprioritaskan untuk segera dibangun di Desa Waringinsari.

”Dalam proses pembangunan 73 hunianpun, kemungkinan akan menyisakan puluhan rumah yang belum dibangun karena keterbatasan. Makanya, kami akan mengajukan penganggaran di 2018 untuk relokasi dan pembangunan sisa rumah,” kata Asep, kepada wartawan.

Namun, jelas Asep, untuk saat ini BPBD bersama sejumlah pihak terkait terus mempercepat proses pembangunan. Saat ini, 4 hunian tetap yang merupakan bantuan dari Bupati Cianjur sedang dalam proses penyelesaian. Menurut Asep, pembangunan yang dilakukan sejak Rabu (25/10/2017) lalu itu, sudah mencapai 75 persen.

Asep menargetkan, proses pembangunan memanfaatkan bantuan material yang ada dapat dikerjakan dalam tiga bulan ke depan. Ia mengharapkan, akan memperoleh proses yang signifikan berbarengan dengan proses transisi pemulihan warga setempat.

”Kami juga mengingatkan warga, bahwa pembangunan ini membutuhkan kesadaran mereka. Jadi, sebaiknya warga juga bisa membantu dengan mamanfaatkan hunian yang tidak rusak dan bisa digunakan,” ujarnya.

Sementara ini, Asep bersyukur karena donasi terus mengalir untuk perbaikan kawasan lumbung padi terbesar di selatan Cianjur itu. Bantuan material bangunan dari OPD, pelaku usaha, dan pihak lainnya akan terus dimanfaatkan untuk percepatan pembangunan.

Hingga saat ini, menurut dia terdapat bantuan material yang siap digunakan untuk membangun 8 unit rumah. Diperkirakan bantuan pun akan terus berdatangan dari berbagai pihak. Pihak BPBD juga terus membuka donasi, dan diharapkan bantuan yang diberikan berupa material bangunan.

”Kami bersyukur solidaritas yang tinggi membuat donasi terus mengalir. Semua rereongan untuk membuat hunian tetap bagi warga terdampak. Kalaupun masih ada yang belum rampung, akan terus dicari solusinya,” ujar Asep.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur segera menyiapkan bantuan hunian tetap bagi korban bencana di Desa Waringinsari, Kecamatan Takokak. Empat hunian tetap sumbangan Bupati Cianjur, akan menjadi hunian yang pertama dibangun dari 73 hunian yang terdampak parah.

Pembangunan hunian tersebut, rencananya akan dimulai pada Rabu (25/10/2017) saat launching dilakukan bupati. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur Asep Suparman mengatakan, pembangunan hunian akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan instruksi  Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

”Pergerakan tanah di wilayah itu termasuk masif, dan berdasarkan kajian geologi pembangunan tidak bisa serempak. Jadi, diprioritaskan untuk mengerjakan yang rusak parah dulu,” kata Asep, Minggu (22/102/2017).

Ia menambahkan, pengerjaan yang bertahap pun dikarenakan warga maupun petugas harus mencari lahan sendiri. Pasalnya, pihak desa tidak bisa mengadakan lahan untuk dijadikan lokasi mendirikan bangunan.

Hal itu, akhirnya menyebabkan relokasi pun tidak dilakukan di satu lokasi. Menurut Asep, relokasi akhirnya tersebar di beberapa lokasi. Namun, dipastikan lokasi yang dipilih jauh lebih aman dan tidak berpotensi menimbulkan pergerakan tanah.

”Tadinya memang mau dibangun di satu lokasi, tapi karena lahan aman yang memang terpisah-pisah akhirnya disebar. Selain itu, banyak warga yang secara psikologis tidak mau jauh dengan lokasi bekerja mereka,” katanya.

Asep menuturkan, warga pun saat ini tengah berkonsentrasi untuk bertransisi ke masa pemulihan dan relokasi setelah berakhirnya masa tanggap darurat. Ia mengatakan, petugas dan warga melakukan normalisasi sarana dan prasarana yang rusak berat.

Menurut dia, meskipun mengalami kerusakan, material bangunan hunian lama mereka diperkirakan masih dapat dimanfaatkan untuk dibangun kembali di lokasi baru. Hal itu dilakukan, untuk mengefektifkan pengerjaan sekaligus meminimalisir material bangunan yang saat ini menjadi kebutuhan utama pembangunan rumah yang disebut-sebut membutuhkan Rp 15-17 juta per unitnya.

”Sekarang memang dibutuhkan donasi untuk pembangunan rumah, bupati juga sudah mengimbau agar warga/pejabat pemerintahan bisa menyumbang. Tapi diimbau, agar donasi tidak dalam bentuk uang melainkan material bangunan saja,” ucap Asep.

Diharapkan, donasi dapat terus mengalir agar pembangunan hunian dapat berjalan. Terlebih warga yang sudah kembali dari pengungsian sejak 14 Oktober 2017 lalu, membutuhkan hunian baru yang lebih aman dari ancaman pergerakan tanah.

Sementara itu, Kepala Desa Waringinsari Cecep Supriadi mengharapkan, adanya kepastian dan pergerakan dari beberapa instansi yang diketahui belum bergerak memberikan bantuan. ”Kami masih menunggu dan memohon kepada pihak Dinas Pertanian dan Bina Marga, terkait penanganan saluran irigasi dan akses jalan. Dua instansi itu, belum ada action untuk membantu perbaikan,” ujar Cecep.

Pihak desa mengharapkan, Dinas Pertanian dan Hortikultura memberikan bantuan untuk penanganan 3 saluran irigasi yang rusak. Menurut Cecep, perbaikan sangat dibutuhkan, mengingat saluran irigasi tersebut diperlukan untuk mengaliri 113 hektare sawah warga.

Selain itu, pihak desa menunggu Bina Marga untuk melakukan perbaikan terhadap seluruh akses jalan yang rusak. Diketahui, terdapat 5 titik akses yang saat ini rusak dan tidak bisa dilalui akibat dampak pergerakan tanah. ”Sambil menunggu, kami juga sekarang fokus untuk memadatkan/menutup rekahan tanah di sekitar pemukiman sesuai instruksi PVMBG. Tapi, sejauh ini pergerakan tanah sudah tidak ada,” kata Cecep.

Terkait pembangunan hunian tetap, Cecep mengaku warga sudah bersiap-siap untuk memulai pembangunan. Walaupun jarak lokasi baru cukup jauh, yakni 1-2 kilometer dari lokasi hunian awal, warga merasa bersyukur karena area yang dipilih relatif lebih aman.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 7 jam yang lalu

Rd Siti Jenab Diusulkan Jadi Pahlawan Nasionla

Pakar sejarah Jawa Barat Profesor Nina Herlina Lubis bersama Lutfi Yondri dari Dewan Cagar Budaya Jabar, mengusulkan nama Rd Siti Jenab menjadi pahlawan nasional ke Pemkab Cianjur.

Cianjur Euy 7 jam yang lalu

Kapolda Jabar Resmikan Pembangunan Rumah Layak Huni di Cianjur

KAPOLDA Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto melakukan kunjungan ke wilayah hukum Polres Cianjur, Sabtu (17/2/2018).

Cianjur Euy 7 jam yang lalu

Korem 061/SK Tanami Pohon Diwilayah Terdampak Longsor

Komando Resort Militer (Korem) 061 Suryakancana menanam bibit pohon akar wangi dan manii di wilayah yang terdampak bencana longsor di kawasan Puncak, Bogor. Pemilihan kedua bibit pohon itu, karena dianggap…

Cianjur Euy 7 jam yang lalu

Waspadai Hoax Jelang Pilkada Serentak

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jawa Barat memaksimalkan patroli di dunia maya untuk menangkal munculnya pemberitaan bohong (Hoax, red) menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang…

Ragam 15/02/2018 01:59 WIB

Baladewa Entertaiment Fokus Kembangkan Budaya Sunda

Perkembangan seni dan budaya asing, kini sudah tidak terbendung lagi. Kesenian dan budaya khas daerah, semakin jarang diminati. Berangkat dari fakta yang ada, beberapa paguyuban kesenian daerah semakin…

Cianjur Euy 14/02/2018 21:35 WIB

Pemkab Cianjur Dorong Pembangunan Jalur Puncak II

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Cianjur kembali mendorong pelaksanaan pembangunan Jalur Puncak II, mengingat kondisi jalur puncak I yang rawan longsor dan dinilai tidak cukup menampung volume kendaraan…

Cianjur Euy 14/02/2018 21:33 WIB

Dua Orang Calon Tenaga Kerja Ilegal Berhasil Dipulangkan

DINAS Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur kembali berhasil mengembalikan dua orang Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ilegal asal Cianjur. Keduanya diketahui menjadi korban…

Aktualita 14/02/2018 08:00 WIB

DPMPTSP: Berkas Ajuan IMB-nya Belum Masuk

DUGAAN belum adanya kelengkapan izin untuk bangunan perkantoran baru Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur di Campaka, makin menguat. Benarkah?

Cianjur Euy 13/02/2018 22:12 WIB

H. Aris Mulkan Pimpin DPC Hiswana Migas Cianjur

MUSYAWARAH Cabang Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Cianjur berlangsung khidmat, Selasa (13/2/2018). Sebanyak 48 peserta dari berbagai perusahaan SPBU, LPG, SPBE dan Pelumas…

Cianjur Euy 13/02/2018 22:03 WIB

Jalur Puncak Siap Digunakan

PEMBUKAAN jalur (Open traffic) menuju Puncak dapat dilakukan, Kamis (15/2/2018) mendatang, meskipun pengerjaan di ambrolnya sejumlah ruas di kawasan Puncak Pass belum selesai.