Jumat, 17 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

Kaji dan Data Kembali Kebutuhan Rumah Warga

Angga Purwanda

Minggu, 29 Oktober 2017 - 21:46 WIB

foto/Angga purwanda
foto/Angga purwanda
A A A

BPPD Kebut Penanganan Pasca Bencana di Takokak

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur akan kembali mendata dan menyeleksi 73 hunian terdampak bencana di Desa Waringinsari, Kecamatan Takokak. Hal itu menyusul rencana prioritas pembangunan hunian tetap agar lebih efektif dan efisien.

Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, mengatakan, karena ketersediaan material bangunan yang terbatas, maka harus ada hunian yang diprioritaskan untuk segera dibangun di Desa Waringinsari.

”Dalam proses pembangunan 73 hunianpun, kemungkinan akan menyisakan puluhan rumah yang belum dibangun karena keterbatasan. Makanya, kami akan mengajukan penganggaran di 2018 untuk relokasi dan pembangunan sisa rumah,” kata Asep, kepada wartawan.

Namun, jelas Asep, untuk saat ini BPBD bersama sejumlah pihak terkait terus mempercepat proses pembangunan. Saat ini, 4 hunian tetap yang merupakan bantuan dari Bupati Cianjur sedang dalam proses penyelesaian. Menurut Asep, pembangunan yang dilakukan sejak Rabu (25/10/2017) lalu itu, sudah mencapai 75 persen.

Asep menargetkan, proses pembangunan memanfaatkan bantuan material yang ada dapat dikerjakan dalam tiga bulan ke depan. Ia mengharapkan, akan memperoleh proses yang signifikan berbarengan dengan proses transisi pemulihan warga setempat.

”Kami juga mengingatkan warga, bahwa pembangunan ini membutuhkan kesadaran mereka. Jadi, sebaiknya warga juga bisa membantu dengan mamanfaatkan hunian yang tidak rusak dan bisa digunakan,” ujarnya.

Sementara ini, Asep bersyukur karena donasi terus mengalir untuk perbaikan kawasan lumbung padi terbesar di selatan Cianjur itu. Bantuan material bangunan dari OPD, pelaku usaha, dan pihak lainnya akan terus dimanfaatkan untuk percepatan pembangunan.

Hingga saat ini, menurut dia terdapat bantuan material yang siap digunakan untuk membangun 8 unit rumah. Diperkirakan bantuan pun akan terus berdatangan dari berbagai pihak. Pihak BPBD juga terus membuka donasi, dan diharapkan bantuan yang diberikan berupa material bangunan.

”Kami bersyukur solidaritas yang tinggi membuat donasi terus mengalir. Semua rereongan untuk membuat hunian tetap bagi warga terdampak. Kalaupun masih ada yang belum rampung, akan terus dicari solusinya,” ujar Asep.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur segera menyiapkan bantuan hunian tetap bagi korban bencana di Desa Waringinsari, Kecamatan Takokak. Empat hunian tetap sumbangan Bupati Cianjur, akan menjadi hunian yang pertama dibangun dari 73 hunian yang terdampak parah.

Pembangunan hunian tersebut, rencananya akan dimulai pada Rabu (25/10/2017) saat launching dilakukan bupati. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur Asep Suparman mengatakan, pembangunan hunian akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan instruksi  Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

”Pergerakan tanah di wilayah itu termasuk masif, dan berdasarkan kajian geologi pembangunan tidak bisa serempak. Jadi, diprioritaskan untuk mengerjakan yang rusak parah dulu,” kata Asep, Minggu (22/102/2017).

Ia menambahkan, pengerjaan yang bertahap pun dikarenakan warga maupun petugas harus mencari lahan sendiri. Pasalnya, pihak desa tidak bisa mengadakan lahan untuk dijadikan lokasi mendirikan bangunan.

Hal itu, akhirnya menyebabkan relokasi pun tidak dilakukan di satu lokasi. Menurut Asep, relokasi akhirnya tersebar di beberapa lokasi. Namun, dipastikan lokasi yang dipilih jauh lebih aman dan tidak berpotensi menimbulkan pergerakan tanah.

”Tadinya memang mau dibangun di satu lokasi, tapi karena lahan aman yang memang terpisah-pisah akhirnya disebar. Selain itu, banyak warga yang secara psikologis tidak mau jauh dengan lokasi bekerja mereka,” katanya.

Asep menuturkan, warga pun saat ini tengah berkonsentrasi untuk bertransisi ke masa pemulihan dan relokasi setelah berakhirnya masa tanggap darurat. Ia mengatakan, petugas dan warga melakukan normalisasi sarana dan prasarana yang rusak berat.

Menurut dia, meskipun mengalami kerusakan, material bangunan hunian lama mereka diperkirakan masih dapat dimanfaatkan untuk dibangun kembali di lokasi baru. Hal itu dilakukan, untuk mengefektifkan pengerjaan sekaligus meminimalisir material bangunan yang saat ini menjadi kebutuhan utama pembangunan rumah yang disebut-sebut membutuhkan Rp 15-17 juta per unitnya.

”Sekarang memang dibutuhkan donasi untuk pembangunan rumah, bupati juga sudah mengimbau agar warga/pejabat pemerintahan bisa menyumbang. Tapi diimbau, agar donasi tidak dalam bentuk uang melainkan material bangunan saja,” ucap Asep.

Diharapkan, donasi dapat terus mengalir agar pembangunan hunian dapat berjalan. Terlebih warga yang sudah kembali dari pengungsian sejak 14 Oktober 2017 lalu, membutuhkan hunian baru yang lebih aman dari ancaman pergerakan tanah.

Sementara itu, Kepala Desa Waringinsari Cecep Supriadi mengharapkan, adanya kepastian dan pergerakan dari beberapa instansi yang diketahui belum bergerak memberikan bantuan. ”Kami masih menunggu dan memohon kepada pihak Dinas Pertanian dan Bina Marga, terkait penanganan saluran irigasi dan akses jalan. Dua instansi itu, belum ada action untuk membantu perbaikan,” ujar Cecep.

Pihak desa mengharapkan, Dinas Pertanian dan Hortikultura memberikan bantuan untuk penanganan 3 saluran irigasi yang rusak. Menurut Cecep, perbaikan sangat dibutuhkan, mengingat saluran irigasi tersebut diperlukan untuk mengaliri 113 hektare sawah warga.

Selain itu, pihak desa menunggu Bina Marga untuk melakukan perbaikan terhadap seluruh akses jalan yang rusak. Diketahui, terdapat 5 titik akses yang saat ini rusak dan tidak bisa dilalui akibat dampak pergerakan tanah. ”Sambil menunggu, kami juga sekarang fokus untuk memadatkan/menutup rekahan tanah di sekitar pemukiman sesuai instruksi PVMBG. Tapi, sejauh ini pergerakan tanah sudah tidak ada,” kata Cecep.

Terkait pembangunan hunian tetap, Cecep mengaku warga sudah bersiap-siap untuk memulai pembangunan. Walaupun jarak lokasi baru cukup jauh, yakni 1-2 kilometer dari lokasi hunian awal, warga merasa bersyukur karena area yang dipilih relatif lebih aman.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 12/08/2018 22:31 WIB

Polres Cianjur Siap Amankan Kirab Obor Asian GamesXVIII

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat akan bekerja maksimal (all out) dalam pelaksanaan pengamanan perjalanan kirab obor api Asian GamesXVIII yang akan melintas dan diinapkan di Pendopo Kabupaten…

Cianjur Euy 08/08/2018 08:00 WIB

Petani Penggarap di Cianjur Tagih Janji Presiden

Tim Nawacita Presiden, Ruri Jumar Saef mewakili Ketua Tim Joko Daryanto, yang juga adik Jokowi blusukan ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (7/8/2018).

Cianjur Euy 06/08/2018 21:11 WIB

Dua Rumah Ludes Terbakar

Dua unit rumah di Gang Mujahidin, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ludes terbakar, Senin (6/8/2018) pagi.

Cianjur Euy 06/08/2018 06:55 WIB

Rekanan Proyek Irigasi Untung Banyak

Pelaksanaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Cihea kembali mendapat sorotan tajam pemerhati pembangunan.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:57 WIB

Untuk Memberikan Pemahaman Tentang Islam Kaafah

KABUPATEN Cianjur akan menjadi tuan rumah Jambore Nasional para dai Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI). Sediannya jambore tersebut akan dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun Parmusi 26 September…

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…