Senin, 22 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

KOMPPAK Desak Aparat Hukum Segera Turun Tangan

Rustandi/Wawan

Senin, 30 Oktober 2017 - 07:00 WIB

Karikatur/Nandang S
Karikatur/Nandang S
A A A

Ada Jual Beli Paksa Buku Paket PAUD Senilai 4 Juta

MASALAH di dunia pendidilkan sepertinya tak pernah mau usai, sepertinya memaksa Bupati Cianjur mempertimbangkan pejabat sekarang. Terlebih, pekan ini kemungkinan adanya mutasi eselon II  sangat besar.

Setelah sebelumnya terkuak dugaan indikasi ketidakberesan dalam pengelolaan dana Biaya Operasional Pendidikan (BOP) Pendidikan Usaia Dini (PAUD) sebesar Rp, 18 Miliar lebih, kini kembali menyeruak ke tengah public dugaan adanya pemotongan dana PAUD.

Sejumlah keterangan yang berhasil dihimpun Harian Berita Cianjur, setiap PAUD mendapatlkaan dana BOP sebesar Rp, 10 juta lebih. Namun aktulisasinya, meski dana keterima secara utuh, setiap PAUD dibebankan membeli sejumlah buku dengan dalih untuk menunjang kelancaran kurikulum pendidikan anak dengan nilaiRp, 4 Juta rupiah.

Informasi itu,  kemudian diperkuat pengakuan sejumlah guru PAUD yang berhasil dimintai keterangannya secara langsung oleh Berita Cianjur. Meski para Guru PAUD ini menolak namanya dicatut dalam pemberitaan ini, dengan alas an takut ditekan oknum pejabat tertentu, namun tegas para Guru menolak adanya pemaksanaan pembelian buku Paket PAUD.

Sejuumlah guru ini mengaku, pembelian buku paket itu belangsung dua kali dalam satu tahun kalender pendidikan, sehingga otomatis menghasbiskan anggaran yang notabennya, masih diperlukan untuk memenuhi kebutuhan operasional lainnya.

Parahnya lagi, kegiatan jual beli buku “haram” ini, seperti diamini pihak tertentu yang memiliki pengaruh dan kekuasaan di dunia pendidikan PAUD di Cianjur. Pasalnya, hampir rata para Kepala Sekolah memilih bungkam terkait masalah ini, termasuk ke internal guru mereka sendiri.

Ketua Komunitas Masyarakat Peduli Pendidikan (Komppak) Ahmad Suherman, mengaku permasalahan jual beli buku Paket PAUD bukan tahun ini saja terjadi, namun sudah beberapa tahun kebelakang. Anehnya, mekanisme pembelian Buku PAket PAUD tidak jelas, jadi wajar kalau kemudian banyak pihak mengendus ada kepentingan lain pihak tertentu dalam jual beli paksa ini.

“Kalau itu bagian dari barang yang wajib dimiliki PAUD dan berusmber dari dana pemerintah baik masuk dalam katragori berlanja langsung DInas Pendidikan Kabupaten Cianjur, atau langsung dilakukan sendiri PAUD dengan menggunakan dana hibah, maka mekanismenya wajib melaluli system pengadaan barang dan jasa dalam  hal ini lelang,” tegas Ahmad.

Ahmad menyebutkan, jika ada sekitar 1000 PAUD di Kabupaten Cianjur dan wajib membeli buku paket dengan harga dikisaran Rp, 4 juta, maka jumlah keseluruhan mencapai 4 Miliar. Dana itu cukup besar dan wajib melalui mekanisme yang benar. Jika tidak maka perlu dipertanyakan kepentingan apa yang melatar belakangi penjuialan ini?, sehingga ada kewajiban yang tidak bisa ditolak

“Jelas ada kepentingan pihak tertentu yang hingga saat ini, masih belum bisa diketahui dalangnya. Saran saya, lebih baik aparat hukum segera turun tangan mengusut dana PAUD sebesar Rp, 4 Miliar untuk Buku Paket itu. Sehingga jual beli ini, tidak jadi bancakan oknum maupun pihak yang bermain keuntungan dibelakangnya,” pungkasnya.

Dikonfirmasi secara terpisah beberapa waktu lalu, Kepala Seksi PAUD di DInas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Rulli Solehudin, memastikan tidak ada indikasi korupsi apapun dalam pengelolaan dana PAUD yang bersumber dari Hibah, sebesar Rp, 18 miliar lebih. Kalau dalam lansiran penerima dana hibah yang ramai dipergunjingkan publik karena terendus adanya PAUD fiktif, Rulli berkelit kalau data yang dilansir salah tik saja.

“Memang ada kesalahan dalam lansiran penerima dana Hibah yang sempat publish di Online resmi pemerintah beberapa waktu lalu. Itu saya tegaskan hanya kesalahan ketik saja dan tidak ada maksud apapun,” bantah Rulli di areal Mesjid Agung Cianjur.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Cecep Sobandi, juga mengkonfirmasikan langsung, kalau tidak ada kepentingan apapun baik pemerintah dan pribadi dalam urusan pengelolaan dana PAUD termasuk soal jual beli buku yang diduga terjadi sebagai kedok pemotongan dana PAUD.

“Pokoknya saya akan melakukan pengecekan secara langsung, kalaupun ada oknum yang terlibat masalah ini, jelas akan ditindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Cecep membantah semua tuduhan terhadap lembaganya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 16 jam yang lalu

Sampah Berserakan di Area Asamul Husna

PEDAGANG yang biasa mangkal di sekitar area Taman Asmaul Husna, Kampung Panaruban, Desa/Kecamatan Haurwangi belum sepenuhnya sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Cianjur Euy 16 jam yang lalu

Akhirnya Keluarga Otim Punya Rumah Baru

RAUT wajah Otim (47) tampak berseri seri dipenuhi kebahagian. Bagaimana tidak bahagia, Minggu (21/1) dirinya bisa bertemu langsung dengan Dedi Mulyadi, Calon Wakil Gubernur Jabar.

Cianjur Euy 16 jam yang lalu

Kepengurusan Kampung KUBA Dibentuk

PROGRAM Kampung Utama Berakhlakul Karimah (KUBA) mulai dibumikan di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur. Mensukseskan program yang digagas Bupati Cianjur itu, kepengurusan Kampung KUBA mulai dibentuk di…

Bisnis Line 16 jam yang lalu

Gurihnya Sensasi Soto Bogor Siliwangi Bikin Nagih

SIAPA yang tak suka dengan gurihnya sajian kuah soto hangat? Selain memiliki cita rasa rempah yang kuat, irisan daging yang dipotong dadu, taburan bawang goreng, kacang kedelai, dan tomat segar terasa…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Kecewa Kebijakan Pemkab, Warga Segel Eks SD Bujensa

SEBUAH spanduk penolakan terbentang di pagar tembok eks SDN Ibu Jenab 1 (Bujensa, red). Spanduk penolakan itu ditempel oleh warga yang menilai Pemkab Cianjur tidak menjalankan komitmen yang dibuat terkait…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Stok Surplus, Pemkab Cianjur Tolak Impor Beras

CAPAIAN produksi padi di Kabupaten Cianjur tahun 2017 mencapai 105 persen. Capaian itu lebih tinggi dari tahun sebelumnya, yang hanya mencapai 100,88 persen.

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Mayat Pria Tanpa Identias Ditemukan Mengambang

MAYAT pria tanpa identitas ditemukan mengambang di genangan air Blok Sungai Citarum, Kampung Cinangsi RT 02/10, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 13.00 WIB.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:54 WIB

Aksi Maling Zaman Now

AKHIR-akhir ini kawanan maling spesial kantor desa tengah giat melancarkan aksinya ke sejumlah desa di wilayah Timur Kabupaten Cianjur.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:53 WIB

Pencetakan e KTP Dipusatkan di Kecamatan Ciranjang

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur menunjuk Kecamatan Ciranjang sebagai tempat pusat layanan pembuatan e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) bagi masyarakat yang ada di 5 Kecamatan. Antaralain, Kecamatan Ciranjang,…

Bisnis Line 18/01/2018 22:51 WIB

Cugenang Jadi Pencanangan Gerakan Pemasangan Patok Tanah PTSL

MINGGU ketiga di bulan Januari 2018 Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Pertanahan Kabupaten Cianjur mulai menggarap program nasional sertifikasi tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap…