Selasa, 19 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

KOMPPAK Desak Aparat Hukum Segera Turun Tangan

Rustandi/Wawan

Senin, 30 Oktober 2017 - 07:00 WIB

Karikatur/Nandang S
Karikatur/Nandang S
A A A

Ada Jual Beli Paksa Buku Paket PAUD Senilai 4 Juta

MASALAH di dunia pendidilkan sepertinya tak pernah mau usai, sepertinya memaksa Bupati Cianjur mempertimbangkan pejabat sekarang. Terlebih, pekan ini kemungkinan adanya mutasi eselon II  sangat besar.

Setelah sebelumnya terkuak dugaan indikasi ketidakberesan dalam pengelolaan dana Biaya Operasional Pendidikan (BOP) Pendidikan Usaia Dini (PAUD) sebesar Rp, 18 Miliar lebih, kini kembali menyeruak ke tengah public dugaan adanya pemotongan dana PAUD.

Sejumlah keterangan yang berhasil dihimpun Harian Berita Cianjur, setiap PAUD mendapatlkaan dana BOP sebesar Rp, 10 juta lebih. Namun aktulisasinya, meski dana keterima secara utuh, setiap PAUD dibebankan membeli sejumlah buku dengan dalih untuk menunjang kelancaran kurikulum pendidikan anak dengan nilaiRp, 4 Juta rupiah.

Informasi itu,  kemudian diperkuat pengakuan sejumlah guru PAUD yang berhasil dimintai keterangannya secara langsung oleh Berita Cianjur. Meski para Guru PAUD ini menolak namanya dicatut dalam pemberitaan ini, dengan alas an takut ditekan oknum pejabat tertentu, namun tegas para Guru menolak adanya pemaksanaan pembelian buku Paket PAUD.

Sejuumlah guru ini mengaku, pembelian buku paket itu belangsung dua kali dalam satu tahun kalender pendidikan, sehingga otomatis menghasbiskan anggaran yang notabennya, masih diperlukan untuk memenuhi kebutuhan operasional lainnya.

Parahnya lagi, kegiatan jual beli buku “haram” ini, seperti diamini pihak tertentu yang memiliki pengaruh dan kekuasaan di dunia pendidikan PAUD di Cianjur. Pasalnya, hampir rata para Kepala Sekolah memilih bungkam terkait masalah ini, termasuk ke internal guru mereka sendiri.

Ketua Komunitas Masyarakat Peduli Pendidikan (Komppak) Ahmad Suherman, mengaku permasalahan jual beli buku Paket PAUD bukan tahun ini saja terjadi, namun sudah beberapa tahun kebelakang. Anehnya, mekanisme pembelian Buku PAket PAUD tidak jelas, jadi wajar kalau kemudian banyak pihak mengendus ada kepentingan lain pihak tertentu dalam jual beli paksa ini.

“Kalau itu bagian dari barang yang wajib dimiliki PAUD dan berusmber dari dana pemerintah baik masuk dalam katragori berlanja langsung DInas Pendidikan Kabupaten Cianjur, atau langsung dilakukan sendiri PAUD dengan menggunakan dana hibah, maka mekanismenya wajib melaluli system pengadaan barang dan jasa dalam  hal ini lelang,” tegas Ahmad.

Ahmad menyebutkan, jika ada sekitar 1000 PAUD di Kabupaten Cianjur dan wajib membeli buku paket dengan harga dikisaran Rp, 4 juta, maka jumlah keseluruhan mencapai 4 Miliar. Dana itu cukup besar dan wajib melalui mekanisme yang benar. Jika tidak maka perlu dipertanyakan kepentingan apa yang melatar belakangi penjuialan ini?, sehingga ada kewajiban yang tidak bisa ditolak

“Jelas ada kepentingan pihak tertentu yang hingga saat ini, masih belum bisa diketahui dalangnya. Saran saya, lebih baik aparat hukum segera turun tangan mengusut dana PAUD sebesar Rp, 4 Miliar untuk Buku Paket itu. Sehingga jual beli ini, tidak jadi bancakan oknum maupun pihak yang bermain keuntungan dibelakangnya,” pungkasnya.

Dikonfirmasi secara terpisah beberapa waktu lalu, Kepala Seksi PAUD di DInas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Rulli Solehudin, memastikan tidak ada indikasi korupsi apapun dalam pengelolaan dana PAUD yang bersumber dari Hibah, sebesar Rp, 18 miliar lebih. Kalau dalam lansiran penerima dana hibah yang ramai dipergunjingkan publik karena terendus adanya PAUD fiktif, Rulli berkelit kalau data yang dilansir salah tik saja.

“Memang ada kesalahan dalam lansiran penerima dana Hibah yang sempat publish di Online resmi pemerintah beberapa waktu lalu. Itu saya tegaskan hanya kesalahan ketik saja dan tidak ada maksud apapun,” bantah Rulli di areal Mesjid Agung Cianjur.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Cecep Sobandi, juga mengkonfirmasikan langsung, kalau tidak ada kepentingan apapun baik pemerintah dan pribadi dalam urusan pengelolaan dana PAUD termasuk soal jual beli buku yang diduga terjadi sebagai kedok pemotongan dana PAUD.

“Pokoknya saya akan melakukan pengecekan secara langsung, kalaupun ada oknum yang terlibat masalah ini, jelas akan ditindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Cecep membantah semua tuduhan terhadap lembaganya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.