Kamis, 20 September 2018 | Cianjur, Indonesia

KOMPPAK Desak Aparat Hukum Segera Turun Tangan

Rustandi/Wawan

Senin, 30 Oktober 2017 - 07:00 WIB

Karikatur/Nandang S
Karikatur/Nandang S
A A A

Ada Jual Beli Paksa Buku Paket PAUD Senilai 4 Juta

MASALAH di dunia pendidilkan sepertinya tak pernah mau usai, sepertinya memaksa Bupati Cianjur mempertimbangkan pejabat sekarang. Terlebih, pekan ini kemungkinan adanya mutasi eselon II  sangat besar.

Setelah sebelumnya terkuak dugaan indikasi ketidakberesan dalam pengelolaan dana Biaya Operasional Pendidikan (BOP) Pendidikan Usaia Dini (PAUD) sebesar Rp, 18 Miliar lebih, kini kembali menyeruak ke tengah public dugaan adanya pemotongan dana PAUD.

Sejumlah keterangan yang berhasil dihimpun Harian Berita Cianjur, setiap PAUD mendapatlkaan dana BOP sebesar Rp, 10 juta lebih. Namun aktulisasinya, meski dana keterima secara utuh, setiap PAUD dibebankan membeli sejumlah buku dengan dalih untuk menunjang kelancaran kurikulum pendidikan anak dengan nilaiRp, 4 Juta rupiah.

Informasi itu,  kemudian diperkuat pengakuan sejumlah guru PAUD yang berhasil dimintai keterangannya secara langsung oleh Berita Cianjur. Meski para Guru PAUD ini menolak namanya dicatut dalam pemberitaan ini, dengan alas an takut ditekan oknum pejabat tertentu, namun tegas para Guru menolak adanya pemaksanaan pembelian buku Paket PAUD.

Sejuumlah guru ini mengaku, pembelian buku paket itu belangsung dua kali dalam satu tahun kalender pendidikan, sehingga otomatis menghasbiskan anggaran yang notabennya, masih diperlukan untuk memenuhi kebutuhan operasional lainnya.

Parahnya lagi, kegiatan jual beli buku “haram” ini, seperti diamini pihak tertentu yang memiliki pengaruh dan kekuasaan di dunia pendidikan PAUD di Cianjur. Pasalnya, hampir rata para Kepala Sekolah memilih bungkam terkait masalah ini, termasuk ke internal guru mereka sendiri.

Ketua Komunitas Masyarakat Peduli Pendidikan (Komppak) Ahmad Suherman, mengaku permasalahan jual beli buku Paket PAUD bukan tahun ini saja terjadi, namun sudah beberapa tahun kebelakang. Anehnya, mekanisme pembelian Buku PAket PAUD tidak jelas, jadi wajar kalau kemudian banyak pihak mengendus ada kepentingan lain pihak tertentu dalam jual beli paksa ini.

“Kalau itu bagian dari barang yang wajib dimiliki PAUD dan berusmber dari dana pemerintah baik masuk dalam katragori berlanja langsung DInas Pendidikan Kabupaten Cianjur, atau langsung dilakukan sendiri PAUD dengan menggunakan dana hibah, maka mekanismenya wajib melaluli system pengadaan barang dan jasa dalam  hal ini lelang,” tegas Ahmad.

Ahmad menyebutkan, jika ada sekitar 1000 PAUD di Kabupaten Cianjur dan wajib membeli buku paket dengan harga dikisaran Rp, 4 juta, maka jumlah keseluruhan mencapai 4 Miliar. Dana itu cukup besar dan wajib melalui mekanisme yang benar. Jika tidak maka perlu dipertanyakan kepentingan apa yang melatar belakangi penjuialan ini?, sehingga ada kewajiban yang tidak bisa ditolak

“Jelas ada kepentingan pihak tertentu yang hingga saat ini, masih belum bisa diketahui dalangnya. Saran saya, lebih baik aparat hukum segera turun tangan mengusut dana PAUD sebesar Rp, 4 Miliar untuk Buku Paket itu. Sehingga jual beli ini, tidak jadi bancakan oknum maupun pihak yang bermain keuntungan dibelakangnya,” pungkasnya.

Dikonfirmasi secara terpisah beberapa waktu lalu, Kepala Seksi PAUD di DInas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Rulli Solehudin, memastikan tidak ada indikasi korupsi apapun dalam pengelolaan dana PAUD yang bersumber dari Hibah, sebesar Rp, 18 miliar lebih. Kalau dalam lansiran penerima dana hibah yang ramai dipergunjingkan publik karena terendus adanya PAUD fiktif, Rulli berkelit kalau data yang dilansir salah tik saja.

“Memang ada kesalahan dalam lansiran penerima dana Hibah yang sempat publish di Online resmi pemerintah beberapa waktu lalu. Itu saya tegaskan hanya kesalahan ketik saja dan tidak ada maksud apapun,” bantah Rulli di areal Mesjid Agung Cianjur.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Cecep Sobandi, juga mengkonfirmasikan langsung, kalau tidak ada kepentingan apapun baik pemerintah dan pribadi dalam urusan pengelolaan dana PAUD termasuk soal jual beli buku yang diduga terjadi sebagai kedok pemotongan dana PAUD.

“Pokoknya saya akan melakukan pengecekan secara langsung, kalaupun ada oknum yang terlibat masalah ini, jelas akan ditindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Cecep membantah semua tuduhan terhadap lembaganya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 12/08/2018 22:31 WIB

Polres Cianjur Siap Amankan Kirab Obor Asian GamesXVIII

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat akan bekerja maksimal (all out) dalam pelaksanaan pengamanan perjalanan kirab obor api Asian GamesXVIII yang akan melintas dan diinapkan di Pendopo Kabupaten…

Cianjur Euy 08/08/2018 08:00 WIB

Petani Penggarap di Cianjur Tagih Janji Presiden

Tim Nawacita Presiden, Ruri Jumar Saef mewakili Ketua Tim Joko Daryanto, yang juga adik Jokowi blusukan ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (7/8/2018).

Cianjur Euy 06/08/2018 21:11 WIB

Dua Rumah Ludes Terbakar

Dua unit rumah di Gang Mujahidin, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ludes terbakar, Senin (6/8/2018) pagi.

Cianjur Euy 06/08/2018 06:55 WIB

Rekanan Proyek Irigasi Untung Banyak

Pelaksanaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Cihea kembali mendapat sorotan tajam pemerhati pembangunan.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:57 WIB

Untuk Memberikan Pemahaman Tentang Islam Kaafah

KABUPATEN Cianjur akan menjadi tuan rumah Jambore Nasional para dai Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI). Sediannya jambore tersebut akan dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun Parmusi 26 September…

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…