Rabu, 20 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Penegakan Perijinan Toko Swalayan Tuai Reaksi Publik

Wawan

Selasa, 31 Oktober 2017 - 07:06 WIB

foto:Wawan/BC
foto:Wawan/BC
A A A

# Pagi Dikonfirmasi, Sore Segel Dilepas

Stiker pengawasan yang menempel di sejumlah toko mulai menuai reaksi publik. Pasalnya, stiker yang telah berusia dua bulan lebih itu, menjadi pertanyaan besar di sejumlah kalangan. Apalagi hingga saat ini Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) bersama Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) tidak melakukan tindakan lanjutan terkait stiker tersebut.

Kepala Bidang Data, Sistem Informasi, Peningkatan dan Pelayanan dan Penanganan Pengaduan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), Saripudin mengatakan seluruh toko modern yang distiker dalam pengawasan telah mengurus perijinannya terkait adanya perubahan peraturan daerah. Sehingga tinggal pelepasan stiker yang terpasang.

“58 toko modern yang distiker dalam pengawasan seluruh telah mengurus perubahan perijinan dari Ijin usaha Toko Modern (IUTM) menjadi Ijin Usaha Toko Swalayan (IUTS), sehingga stiker pengawasan dapat dilepas,” kata Saripudin saat ditemui di kantornya, Selasa (30/10/2017).

Saripudin menerangkan, sekitar 80 persen dari jumlah toko yang distiker seluruhnya mengurus perubahan ijin IUTM menjadi IUTS dan dinyatakan selesai. Sedangkan 20 persennya lagi menunggu tanda tangan kepala Dinas PMPTSP.

“Sebagian IUTS sedang dalam proses, menunggu tanda tangan dari Kepala Dinas PMPTSP yang baru,” terang Saripudin.

Saripuddin menjelaskan, pelepasan stiker dalam pengawasn bukan kewenangan Dinas PMPTSP, tetapi tugas dari Satpol PP dan Damkar, Kabupaten Cianjur. Surat rekomendasi pencabutan telah dilayangkan, sehingga menunggu tindak lanjut dari Satpol PP dan Damkar.

“Kewenangan pelepasan stiker ada di Satpol PP dan Damkar, surat rekomendasi juga sudah dikirim, sehingga tinggal menunggu saja. Mungkin Satpol PP dan Damkar lagi sibuk sehingga pelepasa stiker belum dapat dilaksanakan,” jelas Saripudin.

Namun, saat diwawancara kembali saat melaksanakan shalat Ashar berjamaah di Mesjid Agung Cianjur, Saripudin mengungkapkan saat ini telah dilakukan pelepasan stiker pengawasan yang tertempel di sejumlah toko. Padahal pada wawancara sebelumnya, pelepasan stiker belum dilakukan, karena sepengetahuannya Satpol PP dan Damkar sedang sibuk mengatasi Pedagang Kaki Lima (PKL).

“Sore ini Tim Satpol PP dan Damkar sedang melepas stiker pengawasan pada toko yang selesai mengurus perubahan ijin,” ungkap Saripudin saat diwawancara kembali di Mesjid Agung.

Ditanya mengenai bukti surat yang dilayangkan ke Satpol PP dan Damkar terkait rekomendasi pencabutan stiker itu, Saripudin beralasan datanya berada di kantor dan Ia tidak memiliki salinannya. “Tidak ada salinanya di handphone saya kang, nanti saya kirim surat yang telah dilayangkan ke Satpol PP dan Damkar itu,” ujarnya.

Diwawancara terpisah, Ketua Devisi Penegakkan dan Advokasi Hukum Lembaga Kajian Publik Visi Selaras Komunika, Badri Nurjaman, SH mengatakan stiker pengawasan itu telah dua bulan lebih tertempel di sejumlah toko yang diindikasi tidak memiliki ijin toko swalayan. Sebagai efek dari terbitnya peraturan daerah (Perda) nomor 5 tahun 2016 tentang Penataan Pasar Rakyat, Pusat Pembelanjaan dan toko swalayan.

“Seharusnya ada tindak lanjut dari dinas terkait selaku aparat yang menempel stiker pengawasan itu. Wajar jika akhirnya masyarakat mempertanyakan, kelangsungan ijin toko yang terstiker, apalagi telah dua bulan lebih telah berlalu,” kata Badri saat ditemui di sekretariatnya, Minggu (29/10/2017).

Menurut Badri, hal ini dapat menjadi indikasi tidak tegasnya dalam penegakan produk hukum daerahnya sendiri. Apalgi informasi dari rekan media saat pagi hari dikonfirmasi belum ada tindakan terkait pelepasan stiker. Namun seakan satu komando, sore harinya seluruh stiker yang tertempel langsung dilepas.

“Aparat pemerintah Kabupaten Cianjur harus memperlihatkan  ketegasannya sehingga dapat sejalan dengan keinginan Bupati Cianjur saat ini, yaitu Cianjur lebih maju dan agamis. Ini ada apa sebenar, pagi dikonfirmasi, sore langsung dilepas. Wajar jika itu  akhirnya menuai reaksi publik” sebut Badri.

Informasi yang dihimpun Harian Berita Cianjur, tindakan penyegelan yang dilakukan Tim gabungan sempat mendapat protes dari pemilik toko, karena tidak pernah mendapat surat pemberitahuan dan surat panggilan terkait perubahan izin Perda nomor 5 tahun 2016 tentang penataan pasar rakyat, pusat perbelanjaan dan toko swalayan.

Oting Zainal Mutaqien, salah seorang pengusaha toko swalayan, menyesalkan tindakan yang dilakukan tim gabungan yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan menyegel tanpa adanya surat pemberitahuan.

“Sampai hari ini, kami belum menerima surat pemberitahuan, tapi tiba-tiba toko kami disegel dengan alasan izin dan perubahan izin yang baru tentang penataan,” kata Oting.

Oting menjelaskan, seharusnya pihak terkait di Pemkab Cianjur, terlebih dahulu mengirimkan surat pemberitahuan, tidak langsung melakukan tindakan dan penyegelan.

“Aneh suratnya baru akan dikirim hari Kamis, tapi hari ini sudah ada penyegelan dengan dalih sudah ada pemberitahuan. Jangan sampai pengusaha mengajukan tuntutan atas tindakan tersebut karena ini merugikan pengusaha yang berinvestasi di Cianjur,” jelas pengusaha, yang juga mantan Sekda Kabupaten Cianjur itu. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.