Minggu, 21 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Penegakan Perijinan Toko Swalayan Tuai Reaksi Publik

Wawan

Selasa, 31 Oktober 2017 - 07:06 WIB

foto:Wawan/BC
foto:Wawan/BC
A A A

# Pagi Dikonfirmasi, Sore Segel Dilepas

Stiker pengawasan yang menempel di sejumlah toko mulai menuai reaksi publik. Pasalnya, stiker yang telah berusia dua bulan lebih itu, menjadi pertanyaan besar di sejumlah kalangan. Apalagi hingga saat ini Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) bersama Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) tidak melakukan tindakan lanjutan terkait stiker tersebut.

Kepala Bidang Data, Sistem Informasi, Peningkatan dan Pelayanan dan Penanganan Pengaduan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), Saripudin mengatakan seluruh toko modern yang distiker dalam pengawasan telah mengurus perijinannya terkait adanya perubahan peraturan daerah. Sehingga tinggal pelepasan stiker yang terpasang.

“58 toko modern yang distiker dalam pengawasan seluruh telah mengurus perubahan perijinan dari Ijin usaha Toko Modern (IUTM) menjadi Ijin Usaha Toko Swalayan (IUTS), sehingga stiker pengawasan dapat dilepas,” kata Saripudin saat ditemui di kantornya, Selasa (30/10/2017).

Saripudin menerangkan, sekitar 80 persen dari jumlah toko yang distiker seluruhnya mengurus perubahan ijin IUTM menjadi IUTS dan dinyatakan selesai. Sedangkan 20 persennya lagi menunggu tanda tangan kepala Dinas PMPTSP.

“Sebagian IUTS sedang dalam proses, menunggu tanda tangan dari Kepala Dinas PMPTSP yang baru,” terang Saripudin.

Saripuddin menjelaskan, pelepasan stiker dalam pengawasn bukan kewenangan Dinas PMPTSP, tetapi tugas dari Satpol PP dan Damkar, Kabupaten Cianjur. Surat rekomendasi pencabutan telah dilayangkan, sehingga menunggu tindak lanjut dari Satpol PP dan Damkar.

“Kewenangan pelepasan stiker ada di Satpol PP dan Damkar, surat rekomendasi juga sudah dikirim, sehingga tinggal menunggu saja. Mungkin Satpol PP dan Damkar lagi sibuk sehingga pelepasa stiker belum dapat dilaksanakan,” jelas Saripudin.

Namun, saat diwawancara kembali saat melaksanakan shalat Ashar berjamaah di Mesjid Agung Cianjur, Saripudin mengungkapkan saat ini telah dilakukan pelepasan stiker pengawasan yang tertempel di sejumlah toko. Padahal pada wawancara sebelumnya, pelepasan stiker belum dilakukan, karena sepengetahuannya Satpol PP dan Damkar sedang sibuk mengatasi Pedagang Kaki Lima (PKL).

“Sore ini Tim Satpol PP dan Damkar sedang melepas stiker pengawasan pada toko yang selesai mengurus perubahan ijin,” ungkap Saripudin saat diwawancara kembali di Mesjid Agung.

Ditanya mengenai bukti surat yang dilayangkan ke Satpol PP dan Damkar terkait rekomendasi pencabutan stiker itu, Saripudin beralasan datanya berada di kantor dan Ia tidak memiliki salinannya. “Tidak ada salinanya di handphone saya kang, nanti saya kirim surat yang telah dilayangkan ke Satpol PP dan Damkar itu,” ujarnya.

Diwawancara terpisah, Ketua Devisi Penegakkan dan Advokasi Hukum Lembaga Kajian Publik Visi Selaras Komunika, Badri Nurjaman, SH mengatakan stiker pengawasan itu telah dua bulan lebih tertempel di sejumlah toko yang diindikasi tidak memiliki ijin toko swalayan. Sebagai efek dari terbitnya peraturan daerah (Perda) nomor 5 tahun 2016 tentang Penataan Pasar Rakyat, Pusat Pembelanjaan dan toko swalayan.

“Seharusnya ada tindak lanjut dari dinas terkait selaku aparat yang menempel stiker pengawasan itu. Wajar jika akhirnya masyarakat mempertanyakan, kelangsungan ijin toko yang terstiker, apalagi telah dua bulan lebih telah berlalu,” kata Badri saat ditemui di sekretariatnya, Minggu (29/10/2017).

Menurut Badri, hal ini dapat menjadi indikasi tidak tegasnya dalam penegakan produk hukum daerahnya sendiri. Apalgi informasi dari rekan media saat pagi hari dikonfirmasi belum ada tindakan terkait pelepasan stiker. Namun seakan satu komando, sore harinya seluruh stiker yang tertempel langsung dilepas.

“Aparat pemerintah Kabupaten Cianjur harus memperlihatkan  ketegasannya sehingga dapat sejalan dengan keinginan Bupati Cianjur saat ini, yaitu Cianjur lebih maju dan agamis. Ini ada apa sebenar, pagi dikonfirmasi, sore langsung dilepas. Wajar jika itu  akhirnya menuai reaksi publik” sebut Badri.

Informasi yang dihimpun Harian Berita Cianjur, tindakan penyegelan yang dilakukan Tim gabungan sempat mendapat protes dari pemilik toko, karena tidak pernah mendapat surat pemberitahuan dan surat panggilan terkait perubahan izin Perda nomor 5 tahun 2016 tentang penataan pasar rakyat, pusat perbelanjaan dan toko swalayan.

Oting Zainal Mutaqien, salah seorang pengusaha toko swalayan, menyesalkan tindakan yang dilakukan tim gabungan yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan menyegel tanpa adanya surat pemberitahuan.

“Sampai hari ini, kami belum menerima surat pemberitahuan, tapi tiba-tiba toko kami disegel dengan alasan izin dan perubahan izin yang baru tentang penataan,” kata Oting.

Oting menjelaskan, seharusnya pihak terkait di Pemkab Cianjur, terlebih dahulu mengirimkan surat pemberitahuan, tidak langsung melakukan tindakan dan penyegelan.

“Aneh suratnya baru akan dikirim hari Kamis, tapi hari ini sudah ada penyegelan dengan dalih sudah ada pemberitahuan. Jangan sampai pengusaha mengajukan tuntutan atas tindakan tersebut karena ini merugikan pengusaha yang berinvestasi di Cianjur,” jelas pengusaha, yang juga mantan Sekda Kabupaten Cianjur itu. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 18/01/2018 22:54 WIB

Aksi Maling Zaman Now

AKHIR-akhir ini kawanan maling spesial kantor desa tengah giat melancarkan aksinya ke sejumlah desa di wilayah Timur Kabupaten Cianjur.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:53 WIB

Pencetakan e KTP Dipusatkan di Kecamatan Ciranjang

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur menunjuk Kecamatan Ciranjang sebagai tempat pusat layanan pembuatan e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) bagi masyarakat yang ada di 5 Kecamatan. Antaralain, Kecamatan Ciranjang,…

Bisnis Line 18/01/2018 22:51 WIB

Cugenang Jadi Pencanangan Gerakan Pemasangan Patok Tanah PTSL

MINGGU ketiga di bulan Januari 2018 Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Pertanahan Kabupaten Cianjur mulai menggarap program nasional sertifikasi tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:52 WIB

Harga Daging Ayam di Cianjur Masih Capai Rp 36 Ribu Per Kg

MESKI harga daging ayam potong di Cianjur disepakati Rp 33 ribu per kilogram (Kg). Namun, dipasaran harga daging unggas itu masih terbilang mahal, mencapai Rp 36 ribu per kg.

Cianjur Euy 18/01/2018 21:51 WIB

Polres Sidak Sekolah, Sejumlah Siswa Terbukti Simpan Video Porno

PASCA terungkapnya pesta seks sesama jenis, yang satu diantara pelakunya masih berstatus pelajar. Polres Cianjur gencarkan sosialisasi dan antisipasi dengan menyambangi sejumlah SMA/SMK di Kabupaten Cianjur,…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:50 WIB

Bulan Ini, Pasien Difteri Capai 15 Orang

PASIEN Difteri yang ditangani Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang, Cianjur jumlahnya terus bertambah. Sejak awal 2018, jumlah pasien penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi di selaput lendir hidung…

Aktualita 18/01/2018 08:00 WIB

Soal Limbah RSUD, Wabup Bohong

TUDINGAN pihak RSUD Sayang Cianjur melalui Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, yang menyebutkan permasalahan menumpuknya limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) itu gara-gara kesalahan pihak…

Cianjur Euy 18/01/2018 00:01 WIB

Muhammad Zimaam Hanya Bisa Berbaring Diatas Tempat Tidur

Muhammad Zimaam (2) putra pasangan suami istri (pasutri) Ririn Saprina (33) dan Irawan Kusuma Atmaja (34) warga Jalan Mayor Harun Kabir No. 4, Kelurahan Bojong Herang, Kecamatan Cianjur hanya bisa tergolek…

Cianjur Euy 17/01/2018 21:12 WIB

Jelang Penerapan Trayek Baru, Angkum Wajib Uji KIR

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur bertindak tegas dengan melakukan pemeriksaan dan uji KIR angkutan umum (Angkum) jelang penerapan rekayasa lalulintas dan trayek angkum baru, yang akan dilaksanakan…

Cianjur Euy 17/01/2018 21:11 WIB

Kapolres Cianjur Pimpin Sertijab Kasat dan Kapolsek

KAPOLRES Cianjur, AKBP Soliyah SIK, MH, memimpin upacara serah terima jabatan dan kenal pamit Kasat dan Kapolsek jajaran Polres Cianjur, Rabu (17/1/2018) pagi. Kegiatan yang digelar di Aula Amanah, Primkopol…