Sabtu, 20 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Dugaan Sudah Ada, Mana Tindakannya?

Rustandi/Wawan

Kamis, 02 November 2017 - 07:00 WIB

A A A

**Jual Beli Buku Paket PAUD Harus Diperiksa Aparat Hukum

DUGAANadanya ketidakberesan dalam jual beli buku paket Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), mendesak aparat hukum bertindak lebih cepat. Jika dibiarkan, bakal meluber ke dugaan kerugian keuangan negara yang mencapai miliaran rupiah.

Ya, Forum Diskusi Mahasiswa dan Masyarakat (Fordismara) mengingatkan agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cianjur, bertindak lebih cepat dalam membereskan masalah ini.Sehingga dugaan tindakan penjualan buku paket secara paksa yang dilakukan pihak tertentu, bisa segera ditanggulangi secara tuntas.

Diskusi forum yang selama ini intens mengkritik sejumlah temuan berimplikasi pada kerugian keuangan negara, juga mendesak kembali aparat penegak hukum untuk melakukan tindakan, sehingga bisa membongkar dalang dibalik semua ini.

Ketua Fordismara Andik Saeful Rachman menegaskan, peran aparat hukum dalam menyelesaikan masalah ini sangat besar, sehingga semua indikasi yang terjadi saat ini bisa dibeberkan gamblang ke publik. Kalau dibiarkan begitu saja, sambung dia, dikhawatirkan berdampak buruk terhadap citra dunia pendidikan di Cianjur.

“Kami khawatir, dampak masalah ini meluas ke citra dunia pendidikan di Cianjur. Kita semua tahu masalah jual beli buku paket ini tidak hanya terjadi di PAUD saja, namun ditemukan juga di sekolah tingkat SD dan SMP. Meski sering mendapat kritikan pedas namun tetap berjalan dalam setiap tahun ajaran baru,” ungkap Andik saat ditemui usai diskusi terbatas Fordismara, di Jalan Siliwangi, Rabu (1/11/2017).

Menurut Andik, banyak pihak kini mempertanyakan mengapa aparat hukum dalam hal ini Kejaksaan Negeri Cianjur, yang memiliki domain cukup leluasa untuk melakukan pemeriksaan, kerap terlambat menangani masalah ini? Padahal, dengan mencuatnya masalah buku paket sudah bisa jadi pintu masuk kejaksaan melakukan langkah awal pemeriksaan.

“Kalau tidak tersentuh sama sekali oleh aparat hukum, justru publik bertanya ada apa dibalik semua ini. Publik berharap betul agar permasalahan buku paket baik PAUD maupun SD dan SMP terselesaikan, sehingga tidak membebani para orangtua murid,” tambahnya.

Sementara itu, Kejaksaan sendiri hingga saat ini belum bisa dimintai konfirmasinya. Saat didatangi ke Kantor Kejaksaan di Jalan Dr. Muwardi melalui staf keamanan di Kantor Kejaksaan, Kepala Seksi Jampidsus, Henro Wasisto mengatakan, untuk masalah korupsi bisa langsung menemui Kasie Intelejen Agus Haryono. Namun saat akan ditemui, Kasie Intel sedang tidak berada di tempat.

Sebelumnya, menjawab soal tudingan tidak sedap itu, Kadisdik Cianjur, Cecep Sobandi mengaku telah mengeluarkan surat terkait Biaya Operasional PAUD, bahwa tidak diperkenankan adanya potongan dalam bentuk apapun. Bahkan sosialisasi juga telah disampaikan kepada setiap PAUD guna antisipasi adanya hal itu.

“Kaitan tentang adanya potongan BOP untuk buku paket, itu merupakan hak lembaga untuk menggunakannya. Tetapi Disdikbud tidak ikut campur atau intervensi mengenai penggunaan anggaran tersebut,” kata Sobandi saat ditemui di Masjid Agung Cianjur, Selasa (30/10/2017).

Sobandi menerangkan, seluruh bantuan ditransferkan ke rekening masing-masing lembaga PAUD. Sehingga pengelolaannya menjadi pertanggungjawaban PAUD, setelah bantuan diterima. Apalagi masalah pembelian buku paket untuk membantu proses belajar mengajar di PAUD.

“Disdikbud, tidak bekerjasama dengan pihak manapun dalam pengadaan buku paket untuk PAUD. Disdikbud juga tidak menginstruksikan PAUD untuk membeli buku paket pada penertbit atau perusahaan tertentu. Jadi tidak ada campur tangan Disdikbud mengenai potongan buku paket itu,” terang Sobandi.

Mengenai pengakuan penjual buku yang mencatut nama Disdikbud, Sobandi membantah tegas hal itu. Menurutnya harus jelas, dengan siapa penerbit buku itu bekerjasamanya. Jangan hanya digunakan sebagai alasan.

“Harus jelas kerjasamanya yang dikatakan penerbit buku itu, jangan asal dipercaya jika tidak jelas buktinya. Intinya tidak ada komintmen Disdikbud dengan perusahaan manapun terkait pengadaan buku paket PAUD,” tegas Sobandi.

Sobandi menyebut, mengimbau kepada pengelola PAUD untuk membeli buku yang berguna dan bermanfaat yang dapat menjadi rujukan dalam mengajar. Jika buku dinilai tidak sesuai, sambung dia,  jangan diterima dan itu menjadi hak lembaga PAUD.

“Kalau bukunya tidak berguna kembalikan saja, kalau perlu jangan diterima saat ditawarkan, itu kewenangan dari lembaga PAUD, tidak usah ragu,” sebut Sobandi.

Sobandi menuturkan, dalam waktu dekat, akan segera dilakukan pengecekan kebenaran adanya potongan BOP untuk pembelian buku PAUD. Disdikbud juga akan menginventarisir PAUD mana saja yang mengalami hal tersebut.

“Segera dilakukan pengecekan dan inventarisir, agar dapat dipastikan informasi itu, apakah benar besar potongan mencapai 4 juta atau bagaimana?” jelas Sobandi. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 18/01/2018 22:54 WIB

Aksi Maling Zaman Now

AKHIR-akhir ini kawanan maling spesial kantor desa tengah giat melancarkan aksinya ke sejumlah desa di wilayah Timur Kabupaten Cianjur.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:53 WIB

Pencetakan e KTP Dipusatkan di Kecamatan Ciranjang

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur menunjuk Kecamatan Ciranjang sebagai tempat pusat layanan pembuatan e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) bagi masyarakat yang ada di 5 Kecamatan. Antaralain, Kecamatan Ciranjang,…

Bisnis Line 18/01/2018 22:51 WIB

Cugenang Jadi Pencanangan Gerakan Pemasangan Patok Tanah PTSL

MINGGU ketiga di bulan Januari 2018 Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Pertanahan Kabupaten Cianjur mulai menggarap program nasional sertifikasi tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:52 WIB

Harga Daging Ayam di Cianjur Masih Capai Rp 36 Ribu Per Kg

MESKI harga daging ayam potong di Cianjur disepakati Rp 33 ribu per kilogram (Kg). Namun, dipasaran harga daging unggas itu masih terbilang mahal, mencapai Rp 36 ribu per kg.

Cianjur Euy 18/01/2018 21:51 WIB

Polres Sidak Sekolah, Sejumlah Siswa Terbukti Simpan Video Porno

PASCA terungkapnya pesta seks sesama jenis, yang satu diantara pelakunya masih berstatus pelajar. Polres Cianjur gencarkan sosialisasi dan antisipasi dengan menyambangi sejumlah SMA/SMK di Kabupaten Cianjur,…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:50 WIB

Bulan Ini, Pasien Difteri Capai 15 Orang

PASIEN Difteri yang ditangani Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang, Cianjur jumlahnya terus bertambah. Sejak awal 2018, jumlah pasien penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi di selaput lendir hidung…

Aktualita 18/01/2018 08:00 WIB

Soal Limbah RSUD, Wabup Bohong

TUDINGAN pihak RSUD Sayang Cianjur melalui Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, yang menyebutkan permasalahan menumpuknya limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) itu gara-gara kesalahan pihak…

Cianjur Euy 18/01/2018 00:01 WIB

Muhammad Zimaam Hanya Bisa Berbaring Diatas Tempat Tidur

Muhammad Zimaam (2) putra pasangan suami istri (pasutri) Ririn Saprina (33) dan Irawan Kusuma Atmaja (34) warga Jalan Mayor Harun Kabir No. 4, Kelurahan Bojong Herang, Kecamatan Cianjur hanya bisa tergolek…

Cianjur Euy 17/01/2018 21:12 WIB

Jelang Penerapan Trayek Baru, Angkum Wajib Uji KIR

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur bertindak tegas dengan melakukan pemeriksaan dan uji KIR angkutan umum (Angkum) jelang penerapan rekayasa lalulintas dan trayek angkum baru, yang akan dilaksanakan…

Cianjur Euy 17/01/2018 21:11 WIB

Kapolres Cianjur Pimpin Sertijab Kasat dan Kapolsek

KAPOLRES Cianjur, AKBP Soliyah SIK, MH, memimpin upacara serah terima jabatan dan kenal pamit Kasat dan Kapolsek jajaran Polres Cianjur, Rabu (17/1/2018) pagi. Kegiatan yang digelar di Aula Amanah, Primkopol…