Sabtu, 21 Oktober 2017 - Pukul 08:01

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

edukasi

Ratusan Kelas di Tasikmalaya Rusak Berat

Oleh: Firman Taqur - Sabtu 05 September 2015 | 08:20 WIB

Ratusan Kelas di Tasikmalaya Rusak Berat

ilustrasi/net

BERITACIANJUR.COM – Sebanyak 130 ruang kelas di Kabupaten Tasikmalaya dalam kondisi rusak. Kerusakan sarana pendidikan itu terjadi pada sekolah menengah pertama. Seanyak 52 SMP dalam kondisi rusak berat.

 

 

Kasi Sarana dan Prasarana Pendidikan Sekolah Menengah, Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, Opan Sopyan mengatakan, selain ruang kelas SMP, sebanyak 27 ruang kelas SMA juga dalam kondisi rusak berat.

 

“Selain itu, sebanyak 38 ruang kelas SMK dari 11 SMK sama dalam kondisi rusak berat. Perbaikan saat ini terus dilakukan secara bertahap setiap tahunnya. Rata-rata setiap tahunnya bisa memperbaiki 12 ruang kelas," kata Opan seperti dikutip ROL, Jumat (4/9).


Opan mengungkapkan, kategori rusak berat tersebut tingkat kerusakannya sekitar 65 persen ke atas. Ada ruang kelas rusak berat yang masih bisa digunakan, ada juga yang tidak bisa digunakan. “Jika kerusaknya pada bagian bawah, sperti pada kusen dan lantai maka masih bisa digunakan. Tapi rusak berat dibagian atap maka tidak bisa digunakan karena membahayakan siswa,” terangnya.

Saat ini, sebut dia, sedang ada program rehab ruang kelas. Namun menurutnya, anggaran yang tersedia tidak bisa mencukupi. “Sebab tidak bisa sepenuhnya untuk rehab kelas, tapi harus dibagi dengan program RKB,” imbuhnya. (net)

Komentar