Rabu, 20 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Proyek Rp 3,2 Miliar Dibiarkan Terbengkalai

Angga Purwanda

Minggu, 05 November 2017 - 20:38 WIB

Net
Net
A A A

Tak Adanya Sinkronisasi Pemerintah Pusat dan Daerah Dinilai Menjadi Pemicu

TAK adanya sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai menjadi pemicu terbengkalainya kawasan Agropolitan di Desa Sindangjaya, Kecamatan Cipanas.
Hal itu, diungkapkan Ketua Agropolitan Cipanas, Mulyadi, saat dihubungi wartawan melalui telepon selularnya, Minggu (5/11/2017).

Padahal, jelas Mulyadi, pembangunan kawasan tersebut oleh pemerintah pusat menelan anggaran hingga Rp 3,2 miliar. Namun, ucap Mulyadi, kini kondisinya mulai ditumbuhi ilalang di sekitar bangunan yang awalnya berdiri megah itu.

Mulyadi mengatakan, terbengkalainya program yang awalnya untuk puasat sayuran dan kawasan wisata membut konsep agropolitan tidak tuntas dan program pemberdayaan petani lokal menjadi tidak jalan.

“Kawasan yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani, kini kondisinya tak terurus karena tak ada campur tangan lagi baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,” jelas Mulyadi.

Mulyadi menuturkan, saat dibangun 2002 lalu program ini melibatkan lima instansi pemerintah yakni, Kementerian Keuangan, Departemen Permukiman Prasarana Wilayah Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur, Departemen Pertanian, dan Departemen Perindustrian dan Perdagangan.

“Aktivitas di agropolitan kini bisa dikatakan aktif gak aktif. Bangunan mulai tak terawat bahkan dipenuhi dengan rumput ilalang. Padahal, tujuan awalnya untuk mensejahterakan para petani dan para pemuda agar lebih tertarik kepada pertanian,” tuturnya.

"Saya berharap sekali kepada pemerintah pusat maupun daerah agar agropolitan ini kembali diaktifkan dan diperhatikan, masalahnya sudah sejak lama saya bersama pengurus lainnya selalu mengeluarkan biaya sendiri ketika ada perbaikan. Kalau misalkan mau dikuasai oleh Pemda silahkan saja tapi diperhatikan, bukan hanya membangun saja tapi tidak ada kelanjutannya," katanya.

Dari keterangan para pengelola agropolitan tidak memperoleh gaji. Mereka mencari sumber dana untuk pembiayaan overhead dan keperluan lain dari sewa bangunan, shooting, melakukan pelatihan-pelatihan dengan biaya pelatihan Rp 200.000/peserta termasuk akomodasi dan makan selama mengikuti pelatihan.

Seiring berjalannya waktu, dengan berakhirnya bantuan dana dari pemerintah pusat untuk mengembangkan agropolitan, maka menyusut pula kegiatan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Cianjur.
Sesekali melakukan pembinaan berupa penyuluhan jika ada dana tersedia dalam anggaran. Dengan kata lain, kelembagaan lokal yang ada di kawasan Agropolitan Cianjur baik secara konseptual maupun operasional belum mampu mengimplementasikan kaidah desentralisasi dan otonomi daerah.

Seorang penunggu wisma di lokasi agropolitan, Yuyun (31) mengatakan, sudah hampir enam bulan tak pernah ada tamu yang datang. Menurutnya, mereka yang datang ke agropolitan itu biasanya untuk berwisata, seperti melihat perkebunan, belanja sayuran bahkan kalau dari tamu jauh apa lagi rombongan suka menginap di Wisma tersebut.

"Kalau tamu yang nginap biasanya ingin menikmati suasana udara sejuk, juga bisa melihat langsung keindahan pemandangan Gunung Gede Pangrago. Tiga wisma kami beri tarif Rp 1 juta per malamnya, tapi sekarang sudah enam bulan tidak pernah ada tamu yang datang dan menginap," kata Yuyun.

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.