Senin, 25 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Sidang Sri Saracen Hadirkan Dua Saksi Ahli

Angga Purwanda

Senin, 06 November 2017 - 19:56 WIB

Angga Purwanda
Angga Purwanda
A A A

Terdakwa Protes Dengan Pernyataan Saksi Ahli

PENGADILAN Negeri (PN) Cianjur kembali menggelar sidang Sri Rahayu Ningsih, terdakwa penyebar kebencian melalui media sosial yang juga anggota kelompok Saracen, Senin (6/11/2017) kemarin pagi.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Rudi Suparmono, yang juga Ketua PN Cianjur itu, digelar di ruang sidang utama Cakra. Sidang untuk keempat kalinya itu, beragendakan pemeriksaan saksi ahli yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum.

Dalam sidang itu, dua saksi ahli yang dihadirkan adalah, Herman Fransiskus dari Digital Forensik Mabes Polri, dan Asisda Wahyu, ahli linguistik atau ahli bahasa. Sidang yang berlangsung lebih kurang tiga jam itu, sempat diwarnai protes dari terdakwa, Sri Rahayu yang tidak terima dengan keterangan yang diberikan saksi ahli yang menyimpulkan bahwa terdakwa telah berujar kebencian selama satu tahun.

“Saya keberatan dengan pernyataan saksi ahli yang menyebut saya telah berujar kebencian selama satu tahun di media sosial,” kata Sri, saat diberikan waktu oleh majelis hakim.
Herman Fransiskus, saksi ahli pertama yang diminta keterangan oleh majelis hakim, mengungkapkan, bahwa ia menemukan tiga akun facebook di perangkat keras telepon selular milik Sri Rahayu Ningsih.

Selain itu, Herman juga menemukan, beberapa gambar dalam sim card telepon tersebut yang ada kaitannya dengan beberapa ujaran kebencian. "Ada tiga akun facebook di telepon selular milik Sri. Akun tersebut isinya berbeda-beda dan menampilkan beberapa gambar yang dibackup dalam sim card," kata Herman.  Herman meyakinkan, bahwa akun facebook dalam telepon tersebut milik Sri dilihat dari nomor IMEI telepon tersebut.

Sementara untuk saksi ahli kedua, Asisda Wahyu yang merupakan ahli linguistik atau ahli bahasa, mengatakan, terdapat dua postingan Sri yang mengandung unsur SARA yang sensitif ditulis di media sosial dan dilihat oleh khalayak ramai. Asisda menyebutkan, bahwa dua postingan tersebut mengandung unsur kebencian. "Penyidik menyodorkan beberapa postingan kepada saya, saya menilai beberapa di antaranya mengandung unsur kebencian," kata Wahyu.

Kuasa Hukum terdakwa, Yudi Junadi, sempat mempertanyakan metode apa yang digunakan oleh saksi ahli ketika mengkaji postingan-postingan dalam akun media sosial Sri. Saksi ahli menjawab bahwa ia mengkaji berdasarkan dari kaidah normatif bahasa.

Mendapat jawaban seperti itu, Yudi langsung menyodorkan fotokopi buku yang diterbitkan oleh Komnas HAM tentang ujaran kebencian. "Saya hanya ingin bertanya apa bedanya ujaran kebencian dengan ujaran biasa, lalu apa yang menjadi metode saksi ahli untuk mengkaji sehingga kalimat tersebut masuk ke dalam ujaran kebencian," kata Yudi.

Kuasa hukum terdakwa juga menyebutkan, saksi dan tim ahli yang dihadirkan harus kembali belajar membedakan antara kandungan free speech, SARA dan ujaran kebencian. Selain itu, mereka juga diniliai harus mempelajari konteks kasus hukum yang didakwakan pada Sri Rahayu.

Menurutnya, pihak kepolisian dan saksi ahli tidak menggunakan pedoman yang merujuk pada pengertian free speech, SARA dan ujaran kebencian. Oleh karenanya, kuasa hukum, menilai apa yang disampaikan ahli dalam persidangan tersebut tidak jelas.

"Yang digunakan itu terkait isu SARA untuk kasus ujaran kebencian, padahal keduanya beda. Ujaran kebencian itu dalam kontek dan teksnya digunakan untuk memicu konflik. Seharusnya seorang ahli bahasa tahu, mana level postingan terdakwa ini membahayakan dan membedakan antaran free speech dan hatespeech. jadi bisa disimpulkan kalau pedoman mereka tidak jelas," katanya.

Kuasa hukum juga, mendorong pemerintah dan Komnas HAM untuk mengeluarkan buku pedoman yang membedakan, khususnya terkait free speech dan hatespeech, supaya kepolisian dan pengananan kasus bisa dilakukan tanpa bias. "Persoalannya hari ini sejumlah kasus nuansa SARA tidak pakai kedua pedoman itu. Seperti yang dialami oleh Sri Rahayu. Ini bias, freespeech dimasukan dalam kasus hatespeech. Kalau hatespeech itu dengan tegas ada ungkapan usir atau bunuh suku, ras, agama, dan antar golongan tertentu," tuturnya.

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.