Senin, 23 Oktober 2017 - Pukul 03:53

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

Pedagang Ogah Belanja Kalau Rupiah Belum Stabil

Oleh: Asri Fatimah - Sabtu 05 September 2015 | 08:30 WIB

Pedagang Ogah Belanja Kalau Rupiah Belum Stabil

ilustrasi/net

BERITACIANJUR.COM, CIPANAS - Sejumlah pedagang produk impor di Cipanas bereaksi negatif terhadap melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar amerika. Mereka memilih tidak  membeli dulu  barang  untuk jualannya sembari menunggu kurs rupiah stabil.

 

Berdasarkan data terbaru, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) dari Bank Indonesia diperdagangkan Rp.14.160 per dollar as. Praktis, anjloknya nilai rupiah tersebut mempengaruhi harga barang impor yang selama dijual di Cipanas.

 

“Kalau belanja sekarang mahal, ibaratnya harga beli sama dengan harga jual saat ini. Pedagang sepatu impor yang udah pada belanja memasang harga jualnya Rp.300 ribu, kalau sebelumnya Rp.250 ribu,” ujar Vino, pedagang sepatu impor di kawasan Cipanas kepada “BC”, Juma (4/9).

 

Pegiat seni dan budaya ini mengaku sudah tidak lagi belanja dan memilih menjual sisa barang yang ada. "Daripada memaksakan belanja lebih baik tahan dulu. Sembari menunggu kestabilan rupiah karena dilihat dari sisi bisnis tidak akan bagus jika harganya tinggi," paparnya.

 

Pramuniaga toko jaket impor, Elin herlina (19), mengatakan semenjak dollar naik, bosnya tidak  lagi belanja jaket. Soalnya, harga ikut naik karena imbas dar  dari kenaiki naiknya dollar. Hingga akhirnya memilih dengan jualan barang yang masih tersisa.

 

“ Kalau  yang saya jual ini barang yang dibeli sebelum harga dolar naik jadi harganya belum naik. Saat ini semenjak dolar naik, kita pilih untuk tidak belanja dulu karena di pastikah harganya belinya naik. Imbas pada harga jual juga yang pasti akan ikut naik sedangkan pembeli akan sulit,” katanya. (ree)

Komentar