Sabtu, 24 Juni 2017 - Pukul 17:27

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

Luapan Kekecewaan, Sungai Ciputri pun Dijadikan Bak Sampah

Oleh: Asri Fatimah - Minggu 06 September 2015 | 09:00 WIB

Luapan Kekecewaan, Sungai Ciputri pun Dijadikan Bak Sampah

ilustrasi/net

BERITACIANJUR.COM, SUKARESMI – Aliran sungai Ciputri tidak hanya tercemar namun dipenuhi dengan tumpukan sampah. Ketiadaan tempat pembuangan sampah (TPS) menjadikan sungai sebagai luapan kekecewaan warga.

 

Kondisi sungai yang terletak di antara Desa Pakuon dan Desa Cikanyere itu tidak lagi ramah lingkungan. Sampah berserakan sehingga air sungai menjadi kotor dan bau tak sedap. Musim kemarau ini arus sungai menjadi tersendat akibat tumpukan sampah tadi.

 

Warga beralasan membuang sampah di sungai karena tidak adanya TPS. Sehingga bagi warga tidak mungkin mendiamkan sampah berada di rumahnya.

 

“Belakangan ini sepertinya tambah banyak yang buang sampah ke sungai tersebut, bahkan orang dari luar daerahpun banyak yang sengaja datang ke jembatan hanya untuk buang sampah,” kata Masliah (42) warga Kampung Babakan hilir Desa Pakuon Kecamatan Sukaresmi kepada “BC”, Jumat (4/9).

 

Camat Sukaresmi, Badru, menyebutkan, jika aliran sungai Ciputri kini di penuhi  sampah rumah tangga. Warga dengan sengaja membuangnya karena ketiadaan TPS atau bak sampah terbuka.

 

Upaya untuk menyadarkan warga, kata Badru, dilakukan berulang kali dengan cara memberikan penyuluhan. Sayangnya, tidak ada yang peduli atas himbauan itu sehingga warga tetap buang sampah sembarangan.

 

“Kita udah berulangkali memperingatkan warga dengan memberitahukan bahayanya. Kaitannya jika warga buang sampah ke sungai akan mencemari lingkungan. Namun tak digubris, kedepan akan diupayakan untuk dibuatkan TPS bekerjasama dengan instansi terkait," ungkapnya. (ree)

Komentar