Kamis, 21 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Jabatan, Amanah atau Aman Ah?

Kang Anton

Minggu, 12 November 2017 - 18:33 WIB

A A A

FAKTA atau sekelumit masalah yang pernah terangkum di Berita Cianjur, menjadi perhatian bahkan membuat bingung masyarakat Cianjur. Pemimpinnya ada, tapi masalahnya seolah dibiarkan tanpa ada penyelesaian yang jelas. Ada apa dengan Cianjur?

Ya, belakangan ini diberitakan adanya temuan jual beli buku paket yang jelas-jelas dilarang, tim kualifikasi Porda yang tak pernah diperhatikan, petani penggarap yang menjerit karena dibebankan utang akibat gagal panen, pungutan liar (pungli) berkedok retribusi sampah, serta sekelumit masalah lainnya.

Soal adanya dugaan jual beli buku paket secara paksa di tingkat PAUD, SD dan SMP, jelas ini masalah serius. Betapa tidak, dengan adanya persoalan ini, tak sedikit orangtua murid yang menjerit karena merasa berat. Jangankan untuk beli buku, untuk kebutuhan sehari-hari saja sudah repot.

Terakhir, meski pihak sekolah saat dikonfirmasi membantah mewajibkan pembelian buku paket, namun pernyataan sejumlah orangtua murid malah sebaliknya. Entin (45), warga Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur terang-terangan menyebut, anaknya yang bersekolah di salah satu SMP favorit itu merengek meminta dibelikan buku paket, karena malu harus terus nebeng kepada temannya setiap akan mengerjakan tugas. Parahnya, Entin mengaku, untuk membeli buku paket anaknya, dirinya terpaksa harus menggadaikan barang berharganya ke Pegadaian Cianjur.

Tak hanya Entin, orangtua murid lainnya di salah satu SD yang berada di daerah Lemburtengah, Kelurahan Solokpandan, Hendra (32), mengalami hal yang sama. Seorang buruh bangunan yang memiliki dua orang anak yang duduk di sekolah yang sama, harus merogoh kocek sebesar Rp1.200.000 untuk pembelian buku paket satu orang anaknya dalam satu tahun. Kebayang, buruh yang berpenghasilan tidak lebih Rp100.000 per hari jika sedang ada objekan, dipaksa membayar buku paket dua orang anaknya sebesar Rp2.400.000.

Saat dikonfirmasi, Dinas Pendidikan selalu mengatakan akan segara diatasi. Namun hingga saat ini masih saja terjadi. Apa kabar Kadisdik Cianjur? Ke mana saja selama ini?

Persoalan kedua soal tim Porda yang tak pernah diperhatikan. Meski akhirnya PSSI melalui KONI mengucurkan anggaran sebesar Rp25.000.000, namun jumlah itu tak mencukupi dan persoalan anggaran dari pemerintah bukanlah satu-satunya solusi.

Gara-gara perhatian yang kurang dan buruknya komunikasi dari PSSI dan KONI, persoalan ini menjadi ramai. Bahkan ketika tim Porda menggelar aksi ‘ngencleng’ ke jalan, pemberitaannya menjadi isu nasional. Terbukti, hampir semua televisi nasional turut memberitakan keprihatinan para atlet Cianjur. Jelas, ini sangat memalukan. Namun kita tak bisa menyalahkan para atlet yang menggelar aksi. Teorinya adalah sebab akibat.

Program ‘Bapak Angkat’ yang dibicarakan KONI hanya sekadar wacana. Faktanya tetap saja hanya mengandalkan anggaran pemerintah. Jika Ketua PSSI dan KONI mampu merangkul para atlet, bukan tak mungkin para atlet tetap mau berjuang meski dalam kondisi prihatin.

Setelah ramai soal ‘sepatu calangap’ (sepatu atlet sepakbola yang sudah tidak layak pakai), masalah lain dari sekian banyak masalah di Cianjur pun sempat membuat masyarakat kaget. Belum lama ini, masyarakat Cianjur dikagetkan dengan nasib miris petani penggarap yang tertindas oleh kebijakan yang diterapkan Balai Pengembangan Benih Padi (BPBP) Cihea, serta dugaan adanya pungli berkedok retribusi sampah yang memberatkan warga.

Hingga saat ini, semua masalah tersebut belum terselesaikan. Wajar jika masyarakat masih kebingungan. Betapa tidak, meski di setiap bidang ada pemimpinnya, ada ketua atau kepala dinasnya, namun apa kerja mereka hingga masalah yang terjadi belum juga bisa terselesaikan?

Jabatan itu bukan hak, tapi amanah yang harus sungguh-sungguh dilaksanakan dan harus dipertanggungjawabkan. Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala BPBP, Ketua PSSI dan Ketua KONI, mereka dipilih atau diangkat untuk dapat bekerja membantu kepala daerah dalam menjalankan roda pemerintahan dengan baik. Jika tidak mampu bekerja, lalu untuk apa ada mereka?

Ya, seharusnya bisa amanah dan menunjukkan kinerja serta memberikan pelayanan maksimal terhadap masyarakat. Ingat, amanah bukan ‘aman ah’ alias menjadi pemimpin yang hanya mengamankan posisi kursi jabatan untuk kepentingan pribadi. Ingat, masyarakat menunggu hasil kerja.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Aktualita 08/06/2018 07:00 WIB

Usut Tuntas Pengelolaan PPJ

MENGUATNYA dugaan penyimpangan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di Cianjur, membuat sejumlah aktivis untuk segera melaporkannya ke pihak kepolisian. Benarkah?

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…