Minggu, 22 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Jabatan, Amanah atau Aman Ah?

Kang Anton

Minggu, 12 November 2017 - 18:33 WIB

A A A

FAKTA atau sekelumit masalah yang pernah terangkum di Berita Cianjur, menjadi perhatian bahkan membuat bingung masyarakat Cianjur. Pemimpinnya ada, tapi masalahnya seolah dibiarkan tanpa ada penyelesaian yang jelas. Ada apa dengan Cianjur?

Ya, belakangan ini diberitakan adanya temuan jual beli buku paket yang jelas-jelas dilarang, tim kualifikasi Porda yang tak pernah diperhatikan, petani penggarap yang menjerit karena dibebankan utang akibat gagal panen, pungutan liar (pungli) berkedok retribusi sampah, serta sekelumit masalah lainnya.

Soal adanya dugaan jual beli buku paket secara paksa di tingkat PAUD, SD dan SMP, jelas ini masalah serius. Betapa tidak, dengan adanya persoalan ini, tak sedikit orangtua murid yang menjerit karena merasa berat. Jangankan untuk beli buku, untuk kebutuhan sehari-hari saja sudah repot.

Terakhir, meski pihak sekolah saat dikonfirmasi membantah mewajibkan pembelian buku paket, namun pernyataan sejumlah orangtua murid malah sebaliknya. Entin (45), warga Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur terang-terangan menyebut, anaknya yang bersekolah di salah satu SMP favorit itu merengek meminta dibelikan buku paket, karena malu harus terus nebeng kepada temannya setiap akan mengerjakan tugas. Parahnya, Entin mengaku, untuk membeli buku paket anaknya, dirinya terpaksa harus menggadaikan barang berharganya ke Pegadaian Cianjur.

Tak hanya Entin, orangtua murid lainnya di salah satu SD yang berada di daerah Lemburtengah, Kelurahan Solokpandan, Hendra (32), mengalami hal yang sama. Seorang buruh bangunan yang memiliki dua orang anak yang duduk di sekolah yang sama, harus merogoh kocek sebesar Rp1.200.000 untuk pembelian buku paket satu orang anaknya dalam satu tahun. Kebayang, buruh yang berpenghasilan tidak lebih Rp100.000 per hari jika sedang ada objekan, dipaksa membayar buku paket dua orang anaknya sebesar Rp2.400.000.

Saat dikonfirmasi, Dinas Pendidikan selalu mengatakan akan segara diatasi. Namun hingga saat ini masih saja terjadi. Apa kabar Kadisdik Cianjur? Ke mana saja selama ini?

Persoalan kedua soal tim Porda yang tak pernah diperhatikan. Meski akhirnya PSSI melalui KONI mengucurkan anggaran sebesar Rp25.000.000, namun jumlah itu tak mencukupi dan persoalan anggaran dari pemerintah bukanlah satu-satunya solusi.

Gara-gara perhatian yang kurang dan buruknya komunikasi dari PSSI dan KONI, persoalan ini menjadi ramai. Bahkan ketika tim Porda menggelar aksi ‘ngencleng’ ke jalan, pemberitaannya menjadi isu nasional. Terbukti, hampir semua televisi nasional turut memberitakan keprihatinan para atlet Cianjur. Jelas, ini sangat memalukan. Namun kita tak bisa menyalahkan para atlet yang menggelar aksi. Teorinya adalah sebab akibat.

Program ‘Bapak Angkat’ yang dibicarakan KONI hanya sekadar wacana. Faktanya tetap saja hanya mengandalkan anggaran pemerintah. Jika Ketua PSSI dan KONI mampu merangkul para atlet, bukan tak mungkin para atlet tetap mau berjuang meski dalam kondisi prihatin.

Setelah ramai soal ‘sepatu calangap’ (sepatu atlet sepakbola yang sudah tidak layak pakai), masalah lain dari sekian banyak masalah di Cianjur pun sempat membuat masyarakat kaget. Belum lama ini, masyarakat Cianjur dikagetkan dengan nasib miris petani penggarap yang tertindas oleh kebijakan yang diterapkan Balai Pengembangan Benih Padi (BPBP) Cihea, serta dugaan adanya pungli berkedok retribusi sampah yang memberatkan warga.

Hingga saat ini, semua masalah tersebut belum terselesaikan. Wajar jika masyarakat masih kebingungan. Betapa tidak, meski di setiap bidang ada pemimpinnya, ada ketua atau kepala dinasnya, namun apa kerja mereka hingga masalah yang terjadi belum juga bisa terselesaikan?

Jabatan itu bukan hak, tapi amanah yang harus sungguh-sungguh dilaksanakan dan harus dipertanggungjawabkan. Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala BPBP, Ketua PSSI dan Ketua KONI, mereka dipilih atau diangkat untuk dapat bekerja membantu kepala daerah dalam menjalankan roda pemerintahan dengan baik. Jika tidak mampu bekerja, lalu untuk apa ada mereka?

Ya, seharusnya bisa amanah dan menunjukkan kinerja serta memberikan pelayanan maksimal terhadap masyarakat. Ingat, amanah bukan ‘aman ah’ alias menjadi pemimpin yang hanya mengamankan posisi kursi jabatan untuk kepentingan pribadi. Ingat, masyarakat menunggu hasil kerja.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 44 menit yang lalu

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 2 jam yang lalu

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.

Cianjur Euy 2 jam yang lalu

Positif Amfetamin, Dua Remaja Perempuan Diamankan

DUA orang pengunjung tempat hiburan di Cianjur diamankan petugas gabungan dalam razia cipta kondisi (Cipkon) yang digelar Sabtu (21/4/2018) hingga Minggu (22/4/2018) dini hari.

Cianjur Euy 20/04/2018 21:59 WIB

Dua Polwan Polres Cianjur Ikuti Kartini Run 2018

DUA Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur akan memeriahkan lomba lari bertajuk Kartini Run 2018 yang akan digelar di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (22/4/2018).

Aktualita 20/04/2018 08:00 WIB

DPRD Jadi Anak Buah Bupati?

KEBOHONGAN Ketua DPRD Cianjur, Yadi Mulyadi dan Sekretaris Dewan, Cahyo Supriyo terkait mekanisme penghapusan pendapat atau pandangan akhir fraksi, kembali terbongkar.

Aktualita 20/04/2018 07:55 WIB

4 Kader ‘Selingkuhi’ Partai, Ketuanya Malah Acuh

KASUS ‘perselingkuhan’ anggota DPRD Kabupaten Cianjur menyeruak ke ruang publik. Secara terbuka dan terang-terangan, para wakil rakyat ini begitu berani mempertontonkan permainan hati dengan pujaannya,…

Cianjur Euy 19/04/2018 21:53 WIB

Hari Kartini, Polwan Polres Cianjur Gelar Pengobatan dan Makan Gratis

LIMA ratusan orang dari sejumlah wilayah di Cianjur mengikuti pengobatan gratis di lingkungan Pasar Induk Pasirhayam, Sirnagalih, Cilaku, Kamis (19/4/2018) pagi.

Cianjur Euy 19/04/2018 21:53 WIB

Pengendara Opang Desak Hapus Angkutan Berbasis Online

RIBUAN pengendara ojek pangkalan (Opang) dan angkutan umum (Angkum) di Cianjur menggelar aksi unjukrasa di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Kamis (19/4/2018).

Cianjur Euy 19/04/2018 21:52 WIB

Prediksi Harga Beras Jelang Ramadan tak Melonjak

SEJUMLAH pedagang komoditas beras di Pasar Induk Pasirhayam, Sirnagalih, Cilaku memprediksi untuk harga beras tidak akan mengalami lonjakan menjelang Ramadan 1438 Hijriah mendatang.

Aktualita 19/04/2018 08:00 WIB

Kebohongan Ketua DPRD Terungkap

KEBOHONGAN Ketua DPRD Cianjur, Yadi Mulyadi terkait mekanisme penghapusan pendapat akhir fraksi semakin menguat. Benarkah?