Rabu, 20 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Buruh Minta Pemkab Setarakan UMK Dengan Daerah Industri Lain

Angga Purwanda

Senin, 13 November 2017 - 20:44 WIB

Net
Net
A A A

Idealnya UMK Berkisar Rp 2,4 juta hingga Rp 2,55 juta

BURUH di Kabupaten Cianjur meminta Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2018 di Tatar Santri itu dapat setingkat atau mendekati besaran upah kabupaten/kota tetangga. Pasalnya, meskipun kenaikan UMK 2018 ditetapkan berdasarkan PP 78/2015, Cianjur masih tertinggal jauh dari wilayah terdekat.

Berdasarkan informasi, saat ini UMK yang berlaku di Cianjur adalah senilai Rp 1.989.115 dan kemungkinan naik menjadi Rp 2,1 juta berdasarkan PP 78/2015. Besaran tersebut diperkirakan menjadi angka maksimal yang diajukan pemerintah setempat kepada pihak provinsi.

Ketua DPC Serikat Buruh Muslimin Seluruh Indonesia (Sarbumusi) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Cianjur, Nurul Yatim mengatakan, saat ini Cianjur menjadi kawasan industri dengan UMK paling rendah dibandingkan Karawang, Purwakarta, Bandung Barat, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Sukabumi.

”Walaupun Cianjur diapit oleh kota-kota tersebut, tapi UMK-nya masih paling rendah. Padahal, kebutuhan dan tuntutan hidup berada dalam besaran yang hampir sama,” ujar Nurul, kepada wartawan, Senin (13/11/2017).

Menurut Nurul, setidaknya jika menakar kebutuhan buruh berdasarkan survey kebutuhan hidup layak (KHL), besaran UMK 2018 bisa disesuaikan menjadi Rp 2,4-2,55 juta. Ia menilai, angka tersebut sudah cukup mendekati UMK daerah yang berbatasan dengan Cianjur. Nurul mengharapkan, tidak ada kesenjangan saat kebutuhan masyarakat dinilai sama.

”Wilayah tetangga, yang punya harga kebutuhan sehari-hari hampir sama dengan Cianjur, UMK-nya sudah Rp 2 juta ke atas. Bahkan, kalau ada kenaikan bisa lebih dari Rp 3 juta. Sementara, Cianjur masih berkutat pada angka yang jauh berbeda,” ujarnya.

Padahal, Cianjur sendiri berbatasan begitu dekat dengan beberapa kabupaten/kota dengan pengupahan yang dinilai sudah lebih tinggi dibandingkan kota santri. Sebab itu, Nurul mengharapkan pemerintah kabupaten (Pemkab) bersedia untuk mengupayakan penyesuaian UMK 2018 di Cianjur.

Hal tersebut, dinilai perlu dipertimbangkan, mengingat pengupahan yang mempertimbangkan KHL dianggap lebih sesuai. Soalnya, melalui KHL pengupahan dapat lebih ril mengingat survey yang dilakukan kontinyu setiap tahunnya. Sementara, jika hanya mengandalkan PP 78/2015 maka pengupahan dianggap tidak sesuai karena survey kebutuhan hanya dilakukan 5 tahun sekali.

”Jadi, sebaiknya diusahakan dulu adanya penyesuaian yang sesuai dengan kebutuhan per tahun. Sama dengan daerah terdekat, kalau sudah ada penyesuaian buruh tidak berkeberatan untuk mengikuti penerapan PP 78/2015 ke depannya,” ucapnya.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang, dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPTSK-SPSI) Kabupaten Cianjur, Hendra Malik mengharapkan, pemkab setempat dapat mengcover permasalahan atau menjadi katrol di perusahaan.

”Jika UMK 2018 masih jauh dari usulan, maka sebaiknya ada subsidi silang. Kalau upah masih dibawah KHL, setidaknya perusahaan bisa melihat skala upah untuk menambah pendapatan pekerja,” kata Hendra.

Menurut dia, menerapkan skala upah yang berdasarkan pendidikan, masa kerja, atau jabatan, setidaknya dapat menambah pendapatan meskipun tidak senilai dengan besaran survey KHL. Hendra mengatakan, pemkab harus mendorong perusahaan agar dapat mempertimbangkan hal tersebut.

Selain itu, pemkab juga harus bisa terjun langsung dan mengawasi perusahaan untuk memberikan hak normatif pekerja. Pasalnya, jangankan penerapan PP 78/2015, sejauh ini masih banyak perusahaan yang mengabaikan hak normatif pekerja.

”Makanya, pemerintah harus lebih aktif dan mau untuk mengawasi pelaksanaan aturan di perusahaan. Setidaknya, kalaupun UMK 2018 tidak sesuai harapan kami, pekerja tetap bisa mendapat jaminan terlaksananya hak dalam bekerja,” katanya.

Namun, saat berusaha dikonfirmasi, pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Cianjur belum bersedia memberikan informasi terkait besaran UMK 2018. Dinas terkait, diketahui telah mengusulkan angka UMK 2018 dan sedang menunggu penetapan dari pihak provinsi.

Hingga saat ini, dinas masih berhati-hati untuk membuka pembahasan mengenai pengupahan daerah, sebagai tindakan antisipatif terjadinya konflik antar pihak terkait. Akan tetapi, dipastikan UMK 2018 Cianjur mengalami kenaikan dan besarannya pun lebih besar dibandingkan kenaikan UMK 2017.

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.