Minggu, 21 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Buruh Minta Pemkab Setarakan UMK Dengan Daerah Industri Lain

Angga Purwanda

Senin, 13 November 2017 - 20:44 WIB

Net
Net
A A A

Idealnya UMK Berkisar Rp 2,4 juta hingga Rp 2,55 juta

BURUH di Kabupaten Cianjur meminta Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2018 di Tatar Santri itu dapat setingkat atau mendekati besaran upah kabupaten/kota tetangga. Pasalnya, meskipun kenaikan UMK 2018 ditetapkan berdasarkan PP 78/2015, Cianjur masih tertinggal jauh dari wilayah terdekat.

Berdasarkan informasi, saat ini UMK yang berlaku di Cianjur adalah senilai Rp 1.989.115 dan kemungkinan naik menjadi Rp 2,1 juta berdasarkan PP 78/2015. Besaran tersebut diperkirakan menjadi angka maksimal yang diajukan pemerintah setempat kepada pihak provinsi.

Ketua DPC Serikat Buruh Muslimin Seluruh Indonesia (Sarbumusi) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Cianjur, Nurul Yatim mengatakan, saat ini Cianjur menjadi kawasan industri dengan UMK paling rendah dibandingkan Karawang, Purwakarta, Bandung Barat, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Sukabumi.

”Walaupun Cianjur diapit oleh kota-kota tersebut, tapi UMK-nya masih paling rendah. Padahal, kebutuhan dan tuntutan hidup berada dalam besaran yang hampir sama,” ujar Nurul, kepada wartawan, Senin (13/11/2017).

Menurut Nurul, setidaknya jika menakar kebutuhan buruh berdasarkan survey kebutuhan hidup layak (KHL), besaran UMK 2018 bisa disesuaikan menjadi Rp 2,4-2,55 juta. Ia menilai, angka tersebut sudah cukup mendekati UMK daerah yang berbatasan dengan Cianjur. Nurul mengharapkan, tidak ada kesenjangan saat kebutuhan masyarakat dinilai sama.

”Wilayah tetangga, yang punya harga kebutuhan sehari-hari hampir sama dengan Cianjur, UMK-nya sudah Rp 2 juta ke atas. Bahkan, kalau ada kenaikan bisa lebih dari Rp 3 juta. Sementara, Cianjur masih berkutat pada angka yang jauh berbeda,” ujarnya.

Padahal, Cianjur sendiri berbatasan begitu dekat dengan beberapa kabupaten/kota dengan pengupahan yang dinilai sudah lebih tinggi dibandingkan kota santri. Sebab itu, Nurul mengharapkan pemerintah kabupaten (Pemkab) bersedia untuk mengupayakan penyesuaian UMK 2018 di Cianjur.

Hal tersebut, dinilai perlu dipertimbangkan, mengingat pengupahan yang mempertimbangkan KHL dianggap lebih sesuai. Soalnya, melalui KHL pengupahan dapat lebih ril mengingat survey yang dilakukan kontinyu setiap tahunnya. Sementara, jika hanya mengandalkan PP 78/2015 maka pengupahan dianggap tidak sesuai karena survey kebutuhan hanya dilakukan 5 tahun sekali.

”Jadi, sebaiknya diusahakan dulu adanya penyesuaian yang sesuai dengan kebutuhan per tahun. Sama dengan daerah terdekat, kalau sudah ada penyesuaian buruh tidak berkeberatan untuk mengikuti penerapan PP 78/2015 ke depannya,” ucapnya.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang, dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPTSK-SPSI) Kabupaten Cianjur, Hendra Malik mengharapkan, pemkab setempat dapat mengcover permasalahan atau menjadi katrol di perusahaan.

”Jika UMK 2018 masih jauh dari usulan, maka sebaiknya ada subsidi silang. Kalau upah masih dibawah KHL, setidaknya perusahaan bisa melihat skala upah untuk menambah pendapatan pekerja,” kata Hendra.

Menurut dia, menerapkan skala upah yang berdasarkan pendidikan, masa kerja, atau jabatan, setidaknya dapat menambah pendapatan meskipun tidak senilai dengan besaran survey KHL. Hendra mengatakan, pemkab harus mendorong perusahaan agar dapat mempertimbangkan hal tersebut.

Selain itu, pemkab juga harus bisa terjun langsung dan mengawasi perusahaan untuk memberikan hak normatif pekerja. Pasalnya, jangankan penerapan PP 78/2015, sejauh ini masih banyak perusahaan yang mengabaikan hak normatif pekerja.

”Makanya, pemerintah harus lebih aktif dan mau untuk mengawasi pelaksanaan aturan di perusahaan. Setidaknya, kalaupun UMK 2018 tidak sesuai harapan kami, pekerja tetap bisa mendapat jaminan terlaksananya hak dalam bekerja,” katanya.

Namun, saat berusaha dikonfirmasi, pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Cianjur belum bersedia memberikan informasi terkait besaran UMK 2018. Dinas terkait, diketahui telah mengusulkan angka UMK 2018 dan sedang menunggu penetapan dari pihak provinsi.

Hingga saat ini, dinas masih berhati-hati untuk membuka pembahasan mengenai pengupahan daerah, sebagai tindakan antisipatif terjadinya konflik antar pihak terkait. Akan tetapi, dipastikan UMK 2018 Cianjur mengalami kenaikan dan besarannya pun lebih besar dibandingkan kenaikan UMK 2017.

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 18/01/2018 22:54 WIB

Aksi Maling Zaman Now

AKHIR-akhir ini kawanan maling spesial kantor desa tengah giat melancarkan aksinya ke sejumlah desa di wilayah Timur Kabupaten Cianjur.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:53 WIB

Pencetakan e KTP Dipusatkan di Kecamatan Ciranjang

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur menunjuk Kecamatan Ciranjang sebagai tempat pusat layanan pembuatan e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) bagi masyarakat yang ada di 5 Kecamatan. Antaralain, Kecamatan Ciranjang,…

Bisnis Line 18/01/2018 22:51 WIB

Cugenang Jadi Pencanangan Gerakan Pemasangan Patok Tanah PTSL

MINGGU ketiga di bulan Januari 2018 Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Pertanahan Kabupaten Cianjur mulai menggarap program nasional sertifikasi tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:52 WIB

Harga Daging Ayam di Cianjur Masih Capai Rp 36 Ribu Per Kg

MESKI harga daging ayam potong di Cianjur disepakati Rp 33 ribu per kilogram (Kg). Namun, dipasaran harga daging unggas itu masih terbilang mahal, mencapai Rp 36 ribu per kg.

Cianjur Euy 18/01/2018 21:51 WIB

Polres Sidak Sekolah, Sejumlah Siswa Terbukti Simpan Video Porno

PASCA terungkapnya pesta seks sesama jenis, yang satu diantara pelakunya masih berstatus pelajar. Polres Cianjur gencarkan sosialisasi dan antisipasi dengan menyambangi sejumlah SMA/SMK di Kabupaten Cianjur,…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:50 WIB

Bulan Ini, Pasien Difteri Capai 15 Orang

PASIEN Difteri yang ditangani Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang, Cianjur jumlahnya terus bertambah. Sejak awal 2018, jumlah pasien penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi di selaput lendir hidung…

Aktualita 18/01/2018 08:00 WIB

Soal Limbah RSUD, Wabup Bohong

TUDINGAN pihak RSUD Sayang Cianjur melalui Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, yang menyebutkan permasalahan menumpuknya limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) itu gara-gara kesalahan pihak…

Cianjur Euy 18/01/2018 00:01 WIB

Muhammad Zimaam Hanya Bisa Berbaring Diatas Tempat Tidur

Muhammad Zimaam (2) putra pasangan suami istri (pasutri) Ririn Saprina (33) dan Irawan Kusuma Atmaja (34) warga Jalan Mayor Harun Kabir No. 4, Kelurahan Bojong Herang, Kecamatan Cianjur hanya bisa tergolek…

Cianjur Euy 17/01/2018 21:12 WIB

Jelang Penerapan Trayek Baru, Angkum Wajib Uji KIR

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur bertindak tegas dengan melakukan pemeriksaan dan uji KIR angkutan umum (Angkum) jelang penerapan rekayasa lalulintas dan trayek angkum baru, yang akan dilaksanakan…

Cianjur Euy 17/01/2018 21:11 WIB

Kapolres Cianjur Pimpin Sertijab Kasat dan Kapolsek

KAPOLRES Cianjur, AKBP Soliyah SIK, MH, memimpin upacara serah terima jabatan dan kenal pamit Kasat dan Kapolsek jajaran Polres Cianjur, Rabu (17/1/2018) pagi. Kegiatan yang digelar di Aula Amanah, Primkopol…