Sabtu, 18 Nopember 2017 - Pukul 06:01

Jabatan, Amanah atau Aman Ah?
Kang Anton

Jabatan, Amanah atau Aman Ah?

FAKTA atau sekelumit masalah yang pernah terangkum di Berita Cianjur, menjadi perhatian bahkan membuat bingung masyarakat Cianjur. Pemimpinnya ada, tapi masalahnya seolah…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

aktualita

Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Bencana

Oleh: Angga Purwanda - Selasa 14 Nopember 2017 | 21:24 WIB

Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Bencana

foto: Angga Purwanda/BC

Pemerintah Kecamatan Sukaresmi meminta masyarakat yang ada di wilayah itu agar meningkatkan kewaspadaan dengan tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

 

Camat Sukaresmi, Aris Haryanto, mengatakan, di musim hujan berpotensi menimbulkan berbabagi bencana, seperti longsor, banjir, pergerakan tanah dan angin puting beliung.

 

"Musim hujan memang harus diwaspadai. Hujan ringan hingga sedang yang berkepanjangan berpotensi menimbulkan berbagai bencana, apalagi daerah Sukaresmi berpotensi bencana longsor dan peregerakan tanah seperti yang terjadi beberapa hari lalu,” kata Haris, kepada wartawan, Selasa (14/11/2017).

 

Aris menyebutkan, pihaknya telah mulai menggerakan masyarakat untuk bergotong royong dan giat membersihkan lingkungan sekitar mereka.

 

"Kami terus mengimbau warga untuk bersiaga, setidaknya apabila terjadi bencana dampaknya tidak terlalu parah, karena kami sudah mencoba mengantisipasi dengan berbagai cara," ucapnya.

 

Selain itu, sambung Aris, pihaknya juga meminta masyarakat untuk tanggap dan segera melaporkan apabila terjadi bencana di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka.

 

"Masyarakat harus cepat tanggap, jika terjadi bencana agar bisa segera tertangani dan mencegah munculnya korban jiwa," ujarnya.

 

Sebelumnnya, bencana pergerakan tanah kembali terjadi di Kampung Cipari, Desa Rawabelut, Kecamatan Sukaresmi, Sabtu (11/11/2017) malam. Akibatnya tiga bangunan milik Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Sukaresmi ambruk.

 

Berdasarkan informasi, kejadian bencana pegerakan tanah di daerah itu terjadi setelah sebelumnya wilayah langganan pergerakan tanah itu diguyur hujan deras sejak siang hingga malam hari.

 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Ahmad Rivai, mengatakan, pihaknya telah melakukan asesment ke lokasi bencana. “Tadi kami bersama tim melakukan asesment, dan melihat langsung daerah yang tertimpa bencana pergerakan tanah tersebut,” kata Rivai, kepada wartawan, Minggu (12/11/2017).

 

Rivai menyebutkan, ketiga bangunan milik SMP Negeri 3 Sukaresmi yang ambruk itu, terdiri dari satu bangunan ruang guru, dan dua bangunan ruang kelas. “Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar akan dialihkan ke Sekolah Dasar (SD) Negeri Chandra Kusumah, yang dinilai aman,” jelasnya.

 

Rivai mengimbau, masyarakat yang ada di wilayah itu agar berhati-hati dengan terjadinya bencana pergerakan tanah susulan. Sebab, sambung Rivai, curah hujan yang terjadi di Kabupaten Cianjur masih sangat tinggi.

 

“Untuk kejadian kemarin, terjadi dua kali pergerakan tanah, yang pertama sekitar pukul 20.00 WIB, dan pergerakan tanah susulan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Kami imbau masyarakat setempat agar berhati-hati dan waspada dengan berbagai potensi bencana yang sewaktu-waktu terjadi,” ucapnya.(*)

Komentar