Minggu, 24 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Minimarket Bandel, Siap-siap Saja Dibongkar!

Wawan

Kamis, 16 November 2017 - 07:00 WIB

Karikatur: Nandang S
Karikatur: Nandang S
A A A

**Wabup: Seluruh Izin Berkaitan Toko Swalayan Tak Akan Dikeluarkan

PENERTIBAN toko swalayan di Cianjur seakan tak kunjung selesai. Selain persoalan tak ada satupun yang mengantongi izin beroperasi 24 jam, stiker dalam pengawasan yang sudah terpasang tiga bulan di sejumlah toko swalayan pun mendapat sorotan negatif.

Muncul dugaan bahwa sejumlah toko swalayan yang ditertibkan tidak memiliki izin alias bodong. Sudah hampir tiga bulan masih sekadar diawasi?

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman menegaskan, seluruh izin yang berkaitan dengan toko swalayan tidak akan dikeluarkan. Termasuk perubahan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) menjadi toko swalayan.

Semenjak pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Cianjur, sambung dia, perizinan untuk toko swalayan sudah dimoratorium. Menurutnya, jika ada pembangunan toko swalayan yang baru, dipastikan itu tidak memiliki izin.

“Perizinana toko swalayan atau minimarket itu moratorium, jika ada yang baru pasti bodong. Hanya perpanjangan izin usaha atau perubahan izin terkait Perda yang akan disetujui,” tegas Herman saat ditemui usai salat Ashar berjamaah di Masjid Agung Cianjur, Rabu (15/11/2017).

Ditanya mengenai toko swalayan yang IMB-nya tidak sesuai peruntukkannya, Herman menerangkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur tidak menerbitkan IMB untuk toko swalayan. Hal itu tidak bisa dilakukan karena telah moratorium.

“Jika peruntukkannya untuk rumah tinggal, ternyata digunakan untuk toko swalayan itu tidak boleh. Pemkab tidak akan mengeluarkan IMB baru untuk menjadi toko swalayan,” tegasnya.

Herman menyebut jika menemukan hal menyimpang dari itu dapat langsung melaporkannya kepada Dinas perizinan dan Satpol PP. Jika keduanya itu tidak mengambil tindakan, dapat langsung melapor kepada dirinya.

“Jika memang terbukti melanggar peraturan yang ada, toko swalayan dapat dihentikan usahanya, bahkan dapat dilakukan pembongkaran,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Data, Sistem Informasi, Peningkatan dan Pelayanan dan Penanganan Pengaduan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMTPSP), Saripudin membantah adanya dugaan toko swalayan bodong saat penertiban dilakukan. Namun, Ia membenarkan beberapa toko swalayan IMB-nya tidak sesuai dengan peruntukkannya.

“Tidak ada toko swalayan bodong saat penertiban dilakukan, memang ada beberapa toko swalayan yang IMB-nya tidak sesuai dengan peruntukannya,” bantah Saripudin, saat ditemui di kantornya, Rabu (15/11/2017).

Saripudin menuturkan, terdapat beberapa toko swalayan yang belum mengurus Izin Usaha Toko Modern (IUTM) lantaran telah memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Namun, saat ini seluruh toko swalayan yang ditempel stiker dalam pengawasan telah mengurus Izin Usaha Toko Swalayan (IUTS), sehingga stikernya dapat dilepas.

“Pelepasan stiker bukan kewenangan Dinas PMTPSP, itu kewenangan dari Satpol PP. Seharusnya seluruhnya telah dicabut, karena perizinannya telah selesai,” tutur Saripudin.

Diberitakan sebelumnya, stiker dalam pengawasan yang tertempel di 58 toko swalayan yang ditertibkan Agustus 2017 lalu, sebagian telah dilepas karena pengurusan perizinannya telah dilakukan. Namun sisanya seperti di Alfamart dan Indomaret, masih tertempel rapi bahkan usianya pun sudah hampir mencapai tiga bulan.

Tak pelak, sejumlah pihak menduga toko swalayan yang stikernya berumur tua itu, sebelum penertiban pun tak berizin alias bodong. Sehingga, ketegasan dalam penegakkan peraturan terkait toko swalayan yang berlaku di Cianjur menuai kritikan.

Ketua Komunitas Aksi Mahasiswa Cianjur (KAMC), Ujang Ruslandi mengaku bingung dengan lamanya pelepasan segel dalam pengawasan tersebut. Apalagi santer di media massa, pejabat DPMPTSP Cianjur mengutarakan, temuan dalam penertiban cenderung belum diurusnya perubahan Izin Usaha Toko Minimarket (IUTM) menjadi Izin Usaha Toko Swalayan (IUTS).

Menurutnya, jika memang hanya perubahan dan perpanjangan surat perizinan, stiker dalam pengawasan yang berusia hampir tiga bulan menjadi tanda tanya besar. Kemungkinannya, sambung dia, ada sesuatu yang sengaja tidak diungkap kepada publik.

“Sebagian stiker yang berada di Indomaret telah dilepas, tetapi yang di Alfamart ada yang berusia hampir tiga bulan dan masih tertempel rapi. Apakah benar hanya perubahan dan perpanjangan izin yang dilakukan atau memang tidak memiliki izin alias bodong? Kok waktu yang diperlukan untuk pengurusan lebih lama,” ujarnya, Senin (13/11/2017).

Ruslandi menegaskan, jika memang bodong, bukan stiker dalam pengawasan yang ditempel, melainkan menghentikan usahanya karena jelas itu tidak berizin. Apalagi di masyarakat telah menjadi rahasia umum, usaha minimarket biasanya telah beroperasional meski belum berizin.

Terpisah, Ketua Pemuda Pataruman Aktif dan Kreatif (Munarif), Yusup Supriadi menyayangkan jika memang seperti itu yang terjadi. Pasalnya, Pedagang Kaki Lima (PKL) yang tidak berizin saja dirobohkan lapaknya, tetapi toko swalayan bodong hanya ditempel stiker dalam pengawasan.

“Jangan sampai hukum hanya berlaku bagi kalangan bawah, namun tumpul kepada orang yang berduit. Jika memang seperti itu yang terjadi, itu tidak adil dan sangat menyedihkan,” tegasnya.

Yusup menyebut, tidak hanya DPMPTSP yang berperan aktif di sini, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) juga harus turut memaksimalkan fungsinya di dalam melakukan penyelidikan dan penegakkan. Apalagi setiap izin usaha toko swalayan yang dikeluarkan oleh DPMPTSP, Satpol PP seharusnya mendapatkan tembusan.

“Dengan adanya tembusan itu kan dapat diketahui mana toko swalayan yang bodong dan yang mana telah memilik kelengkapan perizinan usaha,” ujar Yusup.

Selain soal stiker pengawasan, diketahui banyaksekali toko swalayan sejenis minimarket seperti Alfamart dan Indomaret yang buka 24 jam,namun ternyata tak ada satupun yang sudah mengantongi izin beroperasi 24 jam dan banyak yang melanggar aturan.

Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2016 tentang Penataan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan, yang diperbolehkan beroperasi 24 jam hanya di tiga lokasi, yakni di terminal, stasiun dan SPBU.

Bahkan, swalayan yang berada di tiga lokasi tersebut tetap wajib menempuh peirizinan ke Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Cianjur.

Kepala Diskoperindag Cianjur, Himam Haris melalui Kepala Bidang Perdagangan, Yana Muhammad Kamaludin membenarkan hal tersebut. Sejak berlakunya Perda tersebut, sambung Yana, tak satupun toko swalayan yang mengajukan surat izin beroperasi selama 24 jam penuh. Padahal hal tersebut sudah menjadi kewajiban pemilik usaha.

“Tak satupun dari pihak pemilik usaha toko swalayan yang mengajukan izin operasional 24 jam,” ungkap Yana saat ditemui Harian Umum Berita Cianjur di kantornya, Senin (13/11/2017).

Yana mengaku telah memberikan surat edaran kepada seluruh pemilik toko swalayan yang berada di Kota Cianjur. Meski begitu, kenyataan di lapangan masih terdapat sejumlah toko swalayan yang membandel. Terlebih bagi lokasi usaha yang jelas tidak diperkenankan di dalam Perda.

“Surat edaran berisi imbauan agar tidak membuka usahanya hingga 24 jam, karena hal itu sangat berisiko terhadap keamanan mereka sendiri,” pungkasnya.(*)

 

 

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.