Sabtu, 20 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Sedih, Sang Ibu Tak Menyangka Yuyun Meninggal Dunia Usai Video Call

Nuki Nugraha

Rabu, 15 November 2017 - 07:05 WIB

SEDIH - Ibunda TKW Yuyun, Yati (50) saat bercerita kepada wartawan soal video call terakhirnya dengan Yuyun.(foto:Nuki/BC)
SEDIH - Ibunda TKW Yuyun, Yati (50) saat bercerita kepada wartawan soal video call terakhirnya dengan Yuyun.(foto:Nuki/BC)
A A A

**Nasib Tragis TKW Cianjur di Perantauan

PANGGILAN video (video call) bersama Yuyun (31) sekitar pukul 10.00 Wib Jumat (10/11) lalu, seolah obat penawar rindu bagi Yati (50). Kerinduan menggebu dari seorang Ibu yang selama empat tahun tak pernah bertemu, seakan terobati saat itu.

Raut kebahagian tampak terpancar dari wajahnya saat menceritakan kepada awak media, bagaimana dirinya bisa bekomunikasi dengan si anak hilang yang telah lama tak kunjung pulang. Berkat layanan video call di telepon seluler milik Neni (Adik Yuyun, red), Yati tak hanya sekadar mendengar suara anaknya yang tengah berada jauh di perantuan, tapi juga bisa melihat wujud fisiknya.

Sayang, rupanya waktu sedang tak berpihak kepada Yati.Ditengah kerinduan menggebu ingin bertemu dengan sang anak, namun si pemilik waktu justru berkehendak lain dengan takdirnya. Video call dengan Yuyun kala itu rupanya menjadi kali terakhir dirinya bisa mendengar dan melihat sang anak.

Kabar duka yang didapatnya pada Sabtu (11/11) sore dari Rudi suami anaknya, bak petir menggelegar disiang hari bolong. Yuyun dikabarkan telah meninggal dunia pada Jumat (10/11) tepat pukul 12.00 Wib, dua jam setelah Yati berkomunikasi dengan sang anak.

“Terakhir masih berkomunikasi itu hari jumat (10/11) pagi sekitar jam 10.00 Wib. Sedih sekali, soalnya hampir empat tahun baru saat itu lagi saya bisa berbicara dengan Yuyun, bahkan sambil melihat wajahnya. Saya tak mengira kalau komunikasi itu jadi yang terakhir kalinya, mungkin almarhumah menghubungi saya karena sudah ada firasat akan dipanggil Allah,”tutur Yuyun sambil terisak.

Ibu dari empat orang anak itu mengaku awalnya sama sekali tidak percaya dengan kabar yang disampaikan suami almarhum. Kabar meninggalnya Yuyun didapat Rudi dari teman almarhum yang juga bekerja di Oman, kebetulan majikannya temannya itu bersahabat dengan majikan almarhumah, keduanya sama-sama berprofesi sebagai guru.

“Itu berarti almarhumah meninggal dua jam setelah berkomunikasi dengan Ibu. Tak menyangka saja, bisa secepat itu, memang saat itu Yuyun mengaku sedang sakit, tapi tak ada sama sekali firasat apapun kalau akan meninggal,”ucapnya setengah masih tak percaya akan takdir yang sudah ditentukan sang Kholik.      

Tangis Yati pecah saat awak media bertanya soal kepulangan jenazah almarhum. Yati tak mampu menahan kesedihannya saat mengungkapan harapannya agar jasad anak pertamanya yang meninggal di Negara Oman itu segera bisa dipulangkan ke Tanah Air.

Isak tangis Yati terdengar merobek hati, sambil terduduk lesu, bulir air mata tampak terus menetes dari kedua sudut matanya. Kepergian Yuyun benar benar membuatnya terpukul. Rindu setengah mati kepada sang anak tak bisa terbendung lagi, meski sekadar sebuah tubuh tak bernyawa yang akan dipangkuannya nanti. Sejuta tanya menyelimuti benaknya, entah kapan jenazah sang anak bisa dipulangkan? Besarnya dana yang harus tersedia menjadi sebuah kendala, bagi raga sang pahlawan devisa bisa disemayamkan di kampung halamannya.  

“Untuk memulangkan jenazah itu perlu biaya besar, sementara kita disini sama sekali tidak mempunyai uang sebanyak itu,”kata Yati setengah menjerit saat mencoba menahan kesedihannya.

Bahkan sekarang ini kata Yati, teman kerja almarhumah sedang menggalang dana bersama teman-temannya di Oman untuk biaya kepulangan jenazah. Sementara janji majikan almarhumah saat dihubungi, katanya dalam waktu dua hari jenazah bisa segera dipulangkan ke Tanah Air.

“Sampai sekarang ko masih belum dipulangkan juga. Kalau masih dalam proses, kok lama sekali,”ucap Yati yang kemabli terisak seraya terbata-bata berharap adanya sebuah pertolongan agar jasad anaknya bisa segera pulang, disemayamkan di kampung halaman. (*)  

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 18/01/2018 22:54 WIB

Aksi Maling Zaman Now

AKHIR-akhir ini kawanan maling spesial kantor desa tengah giat melancarkan aksinya ke sejumlah desa di wilayah Timur Kabupaten Cianjur.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:53 WIB

Pencetakan e KTP Dipusatkan di Kecamatan Ciranjang

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur menunjuk Kecamatan Ciranjang sebagai tempat pusat layanan pembuatan e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) bagi masyarakat yang ada di 5 Kecamatan. Antaralain, Kecamatan Ciranjang,…

Bisnis Line 18/01/2018 22:51 WIB

Cugenang Jadi Pencanangan Gerakan Pemasangan Patok Tanah PTSL

MINGGU ketiga di bulan Januari 2018 Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Pertanahan Kabupaten Cianjur mulai menggarap program nasional sertifikasi tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:52 WIB

Harga Daging Ayam di Cianjur Masih Capai Rp 36 Ribu Per Kg

MESKI harga daging ayam potong di Cianjur disepakati Rp 33 ribu per kilogram (Kg). Namun, dipasaran harga daging unggas itu masih terbilang mahal, mencapai Rp 36 ribu per kg.

Cianjur Euy 18/01/2018 21:51 WIB

Polres Sidak Sekolah, Sejumlah Siswa Terbukti Simpan Video Porno

PASCA terungkapnya pesta seks sesama jenis, yang satu diantara pelakunya masih berstatus pelajar. Polres Cianjur gencarkan sosialisasi dan antisipasi dengan menyambangi sejumlah SMA/SMK di Kabupaten Cianjur,…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:50 WIB

Bulan Ini, Pasien Difteri Capai 15 Orang

PASIEN Difteri yang ditangani Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang, Cianjur jumlahnya terus bertambah. Sejak awal 2018, jumlah pasien penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi di selaput lendir hidung…

Aktualita 18/01/2018 08:00 WIB

Soal Limbah RSUD, Wabup Bohong

TUDINGAN pihak RSUD Sayang Cianjur melalui Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, yang menyebutkan permasalahan menumpuknya limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) itu gara-gara kesalahan pihak…

Cianjur Euy 18/01/2018 00:01 WIB

Muhammad Zimaam Hanya Bisa Berbaring Diatas Tempat Tidur

Muhammad Zimaam (2) putra pasangan suami istri (pasutri) Ririn Saprina (33) dan Irawan Kusuma Atmaja (34) warga Jalan Mayor Harun Kabir No. 4, Kelurahan Bojong Herang, Kecamatan Cianjur hanya bisa tergolek…

Cianjur Euy 17/01/2018 21:12 WIB

Jelang Penerapan Trayek Baru, Angkum Wajib Uji KIR

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur bertindak tegas dengan melakukan pemeriksaan dan uji KIR angkutan umum (Angkum) jelang penerapan rekayasa lalulintas dan trayek angkum baru, yang akan dilaksanakan…

Cianjur Euy 17/01/2018 21:11 WIB

Kapolres Cianjur Pimpin Sertijab Kasat dan Kapolsek

KAPOLRES Cianjur, AKBP Soliyah SIK, MH, memimpin upacara serah terima jabatan dan kenal pamit Kasat dan Kapolsek jajaran Polres Cianjur, Rabu (17/1/2018) pagi. Kegiatan yang digelar di Aula Amanah, Primkopol…