Selasa, 24 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Pemulangan Jenazah TKW Yuyun Terhambat

Nuki Nugraha

Kamis, 16 November 2017 - 07:05 WIB

MENUNGGU-Neni tengah menunjukkan foto sang Kakak, Yuyun. (foto: Nuki/BC)
MENUNGGU-Neni tengah menunjukkan foto sang Kakak, Yuyun. (foto: Nuki/BC)
A A A

**Majikan Masih Tak Punya Biaya

Kabar duka kembali harus diterima pihak keluarga Yuyun, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Cianjur yang meninggal di Oman. Menyusul kabar dari pihak Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) dan BNPTKI yang menginfromasikan, jenazah Yuyun tetap tidak bisa dipulangkan dengan alasan pihak majikan tidak mempunyai biaya untuk kepulangan jenazah.

Kabar itu sebagaimana dikatakan  Ketua DPC Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya Pembaruan Kabupaten Cianjur, Hendrik Prayoga seusai mendatangi mendatangi pihak Kementerian Luar Negeri dan BNPTKI mendampingi keluarga almarhumah, Selasa (14/11/2017).

Kedatangan Hendrik, saat itu memenuhi undangan pihak Kemenlu bersama dengan perwakilan keluarga. Ia mengatakan bahwa hasil kunjungannya ke Kemenlu dan BNPTKI jenazah Yuyun tetap tak bisa dipulangkan dengan alasan pihak majikan tak mempunyai biaya untuk kepulangan jenazah.

"Hasil kunjungan kemarin dari Jakarta kami mendapat jawaban yang sangat tidak memuaskan. Pihak majikan tetap tak bisa memulangkan Yuyun,"katanya saat dihubungi Berita Cianjur, Rabu (15/11/2017).

Ia mengatakan, pihak keluarga diberi peluang untuk melakukan otopsi terhadap jenazah Yuyun namun biaya ditanggung keluarga. Tawaran tersebut dengan tegas ditolak Hendrik, karena untuk biaya otopsi, keluarga Yuyun tak mampu. "Keluarga Yuyun ini tergolong kurang mampu, pastinya kalau disuruh membayar untuk itu sangat berat, uang dari mana mereka?" katanya.

Hendrik menginformasikan, hingga saat ini jenazah Yuyun masih berada di salah satu rumah sakit di negara Oman. Pihaknya berjanji akan terus mengupayakan apa yang menjadi harapan keluarga agar jenazah Yuyun bisa dipulangkan ke tanah air.

"Kami tetap akan berusaha mendesak pihak majikan dan BNPTKI untuk memulangkan jenazah," katanya.

Hendrik juga akan mengusahakan terkait tuntutan pihak keluarga terkait gaji yang belum dibayar. "Kami mendengar pihak majikan mengaku sudah membayar semua gajinya, kami tetap akan memperjuangkannya,"kata Hendrik.

Diberitakan sebelumnya, TKW asal Cianjur meninggal dunia secara tragis. Yuyun (31) yang sudah 4 tahun bekerja di Oman, diduga tewas akibat overdosis setelah meminum obat sakit gigi.

Meninggalnya Yuyun, warga Kampung Mekarmulya RT04/01, Desa Neglasari, Kecamatan Bojongpicung itu, menambah daftar panjang TKW Cianjur yang harus mengalami nasib tragis di perantauan saat mengais rejeki. 

Kabar meningalnya Yuyun berawal dari informasi Rudi suaminya. Ia mengaku mendapatkan berita duka itu berasal dari rekan kerja Yuyun di Oman yang menghubunginya lewat telepon seluler.

"Pertama kali dapat kabar itu hari Sabtu (8/11/2017) sore. Teman kerjanya Yuyun nelpon saya, katanya Yuyun meninggal dunia akibat overdosis obat sakit gigi," ujar Rudi kepada wartawan saat ditemui di rumah orangtua Yuyun, Selasa (14/11/2017).

Rudi mengaku kaget begitu mendengar kabar duka tersebut. Laki-laki itu tak percaya jika sang istri tercinta meninggalkan dirinya secepat itu, apalagi penyebabnya karena overdosis obat. Pasalnya, dua hari sebelumnya Yuyun sempat menghubungi dan menanyakan kabar dirinya.

"Kaget sekali kang, soalnya dua hari sebelumnya kamis (6/11/2017) sore, Yuyun sempat menelepon saya. Saat itu Yuyun hanya menanyakan kabar saja sehat tidaknya saya," ungkapnya.

Terkait persoalan ini, Rudi menegaskan sudah menguasakan secara penuh kepada DPC Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya Pembaharuan (Astakira P Cianjur).

"Saya sudah kuasakan ke Astakira Cianjur. Termasuk yang menyangkut soal pengurusan hak-hak almarhumah sebagai TKI," kata Rudi seraya berharap jenazah istrinya bisa segera dipulangkan ke Tanah Air

Diperoleh informasi, Yuyun sudah tinggal di Oman selama kurang lebih empat tahun, sejak pertama kali diberangkatkan pihak sponsor PT Mamention pada 2013 lalu.  

"Kontraknya selama dua tahun. Kemarin sempat menghubungi pihak perusahaan terkait soal asuransi, tapi pihak perusahaan enggan bertanggungjawab, dikarenakan masa kontrak Yuyun sudah habis," terang Suntara, Ketua RT 04/01 Kampung Mekarmulya.

Dengan adanya kejadian meninggalnya Yuyun, terungkap jika proses kepergian putra pertama pasangan Aa dan Yati sebagai TKW ke Oman, selama dua tahun terakhir tanpa sepengetahuan pihak pemerintah Desa Neglasari. 

"Saya turut berduka cita atas meninggalnya Yuyun. Untuk ke depan kepada para TKW, andai kata masa kontrak selama dua tahun sudah habis, sebaiknya kembali dulu ke tanah air, supaya kalau sampai terjadi seperti ini tidak menjadi sulit," ujar Pjs Kepala Desa Neglasari, Andriana saat ditemui di rumah duka.

Andri juga berpesan kepada warga yang akan berangkat untuk menginformasikan ke desa agar bisa terdata. "Selama ini yang terjadi baik saat berangkat ataupun pulang tidak pernah ada informasi ke desa. Tapi ketika ada masalah baru bisa diketahui. Ya tak jauh beda seperti sekarang ternyata dari kontraknya kan hanya dua tahun saja bekerja di sana," ungkapnya.

Kendati begitu, Andriana berharap jenazah Yuyun bisa segera dipulangkan ke Tanah Air dan segala hak-hak almarhum yang masih belum terpenuhi bisa diselesaikan dengan baik. "Semoga proses pemulangan jenazah bisa lancar, dan hak-haknya juga dibayarkan," tandasnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 41 menit yang lalu

Siswa SMK Berikan Sarung Cinta Untuk Mak Icih

RAUT sumringah terlihat dari wajah Mak Icih, saat puluhan siswa dari salah satu SMK kesehatan swasta di Sukabumi mendatangi kediamannya di Kampung Cikaret, Gang Al Falah, Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur.

Cianjur Euy 42 menit yang lalu

IPM Kabupaten Cianjur Jeblok, Paling Bontot di Jawa Barat

INDEKS Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Cianjur, masih relatif jeblok. Posisinya pada 2017 berada paling bontot dari 27 kota/kabupaten di Jawa Barat. Hal itu, diungkapkan anggota DPRD Kabupaten Cianjur,…

Cianjur Euy 43 menit yang lalu

Perpres TKA Berdampak Plus Minus Bagi Daerah

PENERAPAN Peraturan Presiden Nomor 20/2018 tentang penggunaan tenaga kerja asing (TKA) memiliki dampak positif dan negatif bagi dunia kerja di daerah. Sebab, hingga kini masih banyak calon tenaga kerja…

Si Maung 15 jam yang lalu

Laga El Clasico Panas Sebelum Laga Dimulai

LAGA Persib kontra Persija memang baru akan dimulai Sabtu (28/4/2018) mendatang. Namun panasnya laga bertajuk “El Clasico” sudah terasa sebelum laga dimulai.

Si Maung 15 jam yang lalu

Pede, Gomez Targetkan Kemenangan di Jakarta

BUKAN imbang tapi menang. Itulah target Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomes, pada laga bertajuk “El Clasico” yang bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/4/2018)…

Cianjur Euy 23/04/2018 18:46 WIB

Laporan Keuangan Desa di Cianjur Belum Seragam

PEMERINTAHAN Desa (Pemdes) di Kabupaten Cianjur masih belum seragam dalam sistem laporan keuangan desa. Ada yang masih menggunakan Sistem Pengelolaan Keuangan Desa (Silokades) tapi juga yang sudah menerapkan…

Cianjur Euy 23/04/2018 18:45 WIB

Satlantas Pantau Ruas Infrastruktur Jalan

SATUAN Lalulintas Polres Cianjur, mengagendakan survei pemantauan ruas-ruas infrastruktur jalan menjelang arus mudik Idul Fitri 2018. Hal itu diungkapkan Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Rendy Setia Permana,…

Bisnis Line 23/04/2018 18:30 WIB

Baru Dibuka, 'Sabore Kitchen' Diburu Pecinta Gelato

BISNIS kuliner di Kabupaten Cianjur semakin dilirik. Banyak lokasi kafe dan restoran 'anyar' tumbuh di kota yang terkenal dengan kota tauco ini. Tak heran jika antar outlet kuliner saling adu konsep,…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:53 WIB

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:07 WIB

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.