Rabu, 13 Desember 2017 | Cianjur, Indonesia

Pemulangan Jenazah TKW Yuyun Terhambat

Nuki Nugraha

Kamis, 16 November 2017 - 07:05 WIB

MENUNGGU-Neni tengah menunjukkan foto sang Kakak, Yuyun. (foto: Nuki/BC)
MENUNGGU-Neni tengah menunjukkan foto sang Kakak, Yuyun. (foto: Nuki/BC)
A A A

**Majikan Masih Tak Punya Biaya

Kabar duka kembali harus diterima pihak keluarga Yuyun, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Cianjur yang meninggal di Oman. Menyusul kabar dari pihak Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) dan BNPTKI yang menginfromasikan, jenazah Yuyun tetap tidak bisa dipulangkan dengan alasan pihak majikan tidak mempunyai biaya untuk kepulangan jenazah.

Kabar itu sebagaimana dikatakan  Ketua DPC Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya Pembaruan Kabupaten Cianjur, Hendrik Prayoga seusai mendatangi mendatangi pihak Kementerian Luar Negeri dan BNPTKI mendampingi keluarga almarhumah, Selasa (14/11/2017).

Kedatangan Hendrik, saat itu memenuhi undangan pihak Kemenlu bersama dengan perwakilan keluarga. Ia mengatakan bahwa hasil kunjungannya ke Kemenlu dan BNPTKI jenazah Yuyun tetap tak bisa dipulangkan dengan alasan pihak majikan tak mempunyai biaya untuk kepulangan jenazah.

"Hasil kunjungan kemarin dari Jakarta kami mendapat jawaban yang sangat tidak memuaskan. Pihak majikan tetap tak bisa memulangkan Yuyun,"katanya saat dihubungi Berita Cianjur, Rabu (15/11/2017).

Ia mengatakan, pihak keluarga diberi peluang untuk melakukan otopsi terhadap jenazah Yuyun namun biaya ditanggung keluarga. Tawaran tersebut dengan tegas ditolak Hendrik, karena untuk biaya otopsi, keluarga Yuyun tak mampu. "Keluarga Yuyun ini tergolong kurang mampu, pastinya kalau disuruh membayar untuk itu sangat berat, uang dari mana mereka?" katanya.

Hendrik menginformasikan, hingga saat ini jenazah Yuyun masih berada di salah satu rumah sakit di negara Oman. Pihaknya berjanji akan terus mengupayakan apa yang menjadi harapan keluarga agar jenazah Yuyun bisa dipulangkan ke tanah air.

"Kami tetap akan berusaha mendesak pihak majikan dan BNPTKI untuk memulangkan jenazah," katanya.

Hendrik juga akan mengusahakan terkait tuntutan pihak keluarga terkait gaji yang belum dibayar. "Kami mendengar pihak majikan mengaku sudah membayar semua gajinya, kami tetap akan memperjuangkannya,"kata Hendrik.

Diberitakan sebelumnya, TKW asal Cianjur meninggal dunia secara tragis. Yuyun (31) yang sudah 4 tahun bekerja di Oman, diduga tewas akibat overdosis setelah meminum obat sakit gigi.

Meninggalnya Yuyun, warga Kampung Mekarmulya RT04/01, Desa Neglasari, Kecamatan Bojongpicung itu, menambah daftar panjang TKW Cianjur yang harus mengalami nasib tragis di perantauan saat mengais rejeki. 

Kabar meningalnya Yuyun berawal dari informasi Rudi suaminya. Ia mengaku mendapatkan berita duka itu berasal dari rekan kerja Yuyun di Oman yang menghubunginya lewat telepon seluler.

"Pertama kali dapat kabar itu hari Sabtu (8/11/2017) sore. Teman kerjanya Yuyun nelpon saya, katanya Yuyun meninggal dunia akibat overdosis obat sakit gigi," ujar Rudi kepada wartawan saat ditemui di rumah orangtua Yuyun, Selasa (14/11/2017).

Rudi mengaku kaget begitu mendengar kabar duka tersebut. Laki-laki itu tak percaya jika sang istri tercinta meninggalkan dirinya secepat itu, apalagi penyebabnya karena overdosis obat. Pasalnya, dua hari sebelumnya Yuyun sempat menghubungi dan menanyakan kabar dirinya.

"Kaget sekali kang, soalnya dua hari sebelumnya kamis (6/11/2017) sore, Yuyun sempat menelepon saya. Saat itu Yuyun hanya menanyakan kabar saja sehat tidaknya saya," ungkapnya.

Terkait persoalan ini, Rudi menegaskan sudah menguasakan secara penuh kepada DPC Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya Pembaharuan (Astakira P Cianjur).

"Saya sudah kuasakan ke Astakira Cianjur. Termasuk yang menyangkut soal pengurusan hak-hak almarhumah sebagai TKI," kata Rudi seraya berharap jenazah istrinya bisa segera dipulangkan ke Tanah Air

Diperoleh informasi, Yuyun sudah tinggal di Oman selama kurang lebih empat tahun, sejak pertama kali diberangkatkan pihak sponsor PT Mamention pada 2013 lalu.  

"Kontraknya selama dua tahun. Kemarin sempat menghubungi pihak perusahaan terkait soal asuransi, tapi pihak perusahaan enggan bertanggungjawab, dikarenakan masa kontrak Yuyun sudah habis," terang Suntara, Ketua RT 04/01 Kampung Mekarmulya.

Dengan adanya kejadian meninggalnya Yuyun, terungkap jika proses kepergian putra pertama pasangan Aa dan Yati sebagai TKW ke Oman, selama dua tahun terakhir tanpa sepengetahuan pihak pemerintah Desa Neglasari. 

"Saya turut berduka cita atas meninggalnya Yuyun. Untuk ke depan kepada para TKW, andai kata masa kontrak selama dua tahun sudah habis, sebaiknya kembali dulu ke tanah air, supaya kalau sampai terjadi seperti ini tidak menjadi sulit," ujar Pjs Kepala Desa Neglasari, Andriana saat ditemui di rumah duka.

Andri juga berpesan kepada warga yang akan berangkat untuk menginformasikan ke desa agar bisa terdata. "Selama ini yang terjadi baik saat berangkat ataupun pulang tidak pernah ada informasi ke desa. Tapi ketika ada masalah baru bisa diketahui. Ya tak jauh beda seperti sekarang ternyata dari kontraknya kan hanya dua tahun saja bekerja di sana," ungkapnya.

Kendati begitu, Andriana berharap jenazah Yuyun bisa segera dipulangkan ke Tanah Air dan segala hak-hak almarhum yang masih belum terpenuhi bisa diselesaikan dengan baik. "Semoga proses pemulangan jenazah bisa lancar, dan hak-haknya juga dibayarkan," tandasnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Bisnis Line 18 jam yang lalu

Kemitraan Berdampak Positif Bagi KUMKM

SEJUMLAH pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Cianjur mengikuti sinergi kerjasama antara Rumah Pangan Kita (RPK) dengan Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil dan…

Bisnis Line 18 jam yang lalu

Honda Suguhkan New Revo yang Lebih Keren

MESKI segmen motor bebek tak sehebat atau tak sedahsyat matik, Astra Honda Motor (AHM) mencoba terus untuk tetap memenuhi kebutuhan pecinta motor Honda Revo. Kali ini Honda resmi mempermak sekaligus memperkenalkan…

Cianjur Euy 18 jam yang lalu

Muspika Tinjau Harga Sembakao di Pasar Ciranjang

MENJELANG perayaan Natal dan pergantian tahun baru 2018, Selasa (12/12) pagi hari, Muspika Kecamatan Ciranjang, meninjau harga sembako di Pasar Tradisional Ciranjang. Terlihat Kepala Pasar dan Kantib…

Cianjur Euy 18 jam yang lalu

Persiapan Giat Bersihkan DAS Citarum

PERSIAPAN kegiatan pembersihan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum mulai dilakukan Koramil Bojongpicung, Selasa (13/12) di Kampung Muhara, Desa/Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur.

Cianjur Euy 18 jam yang lalu

Ratusan Siswa PAUD Antuasias Ikuti Perlombaan

SEBANYAK 375 siswa/ siswi Paud dan TK yang berasal dari Kecamatan Ciranjang dan Haurwangi tampak antusias mengikuti lomba mewarnai gambar alam dan kesenian di lokasi Wana Wisata Pokland, kemarin.

Cianjur Euy 20 jam yang lalu

Ratusan Polisi Disiagakan Jelang Natal dan Tahun Baru

RATUSAN personel dari Kepolisian Resor (Polres) Cianjur akan disiagakan di setiap gereja di Kabupaten Cianjur menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2018 mendatang.

Cianjur Euy 20 jam yang lalu

Seorang Mekanik AC Ditemukan Meninggal di Kamar Kontarakan

HUSEIN (34), seorang karyawan PT CKI yang sedang mendapatkan pekerjaan borongan dari PT Pou Yuen Indonesia (PYI) ditemukan meninggal dunia di kamar kontrakannya di Kampung Cikijing RT 02/01, Desa Selajambe,…

Ragam 20 jam yang lalu

Semarak VM TDI Cianjur

CIANJUR-Komunitas pecinta vape (rokok elektrik) varian therion, kini memasuki usia 8 bulan di Cianjur. Terkenal dengan nama Therion DNA Cianjur Chapter, komunitas ini memiliki rutinitas VM(Vape Meet)…

Ragam 20 jam yang lalu

GRANAT Advokasi Bahaya Narkoba ke KVC

CIANJUR-Maraknya oknum yang menyalahgunakan Vape (rokok elektrik) sebagai perangkat penyalahgunaan narkoba, membuat Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Cianjur geram. Pasalnya, di Kabupaten Cianjur…

Cianjur Euy 20 jam yang lalu

Kapolres Cianjur Bersilaturhmi Dengan Awak Media

KAPOLRES Cianjur, AKBP Soliyah SIK, MH menggelar silaturahmi dengan awak media yang bertugas di Kabupaten Cianjur, di sebuah rumah makan ternama di bilangan Jalan Dr Muwardi (Bypass), Kelurahan Bojongherang,…