Selasa, 19 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

PKL VS Satpol PP Berakhir Damai

Angga Purwanda

Jumat, 17 November 2017 - 00:08 WIB

angga purwanda
angga purwanda
A A A

AKHIRNYA damai juga. Semula, belasan pedagang kaki lima (PKL) akan melaporkan tindak kekerasan yang dilakukan Satpol PP saat penertiban PKL di Bojong Meron, namun berakhir dengan membuat kesepakatan damai yang diinisiasi Kapolsek Cianjur Kota.

Salah satu pedagang, Yudi (32) mengatakan, semula pelaporan petugas Pol PP kepada kepolisian menjadi langkah hukum yang ditempuh pedagang. Pasalnya, saat proses penertiban Rabu (15/11/2017) tidak sedikit PKL yang menjadi korban kekerasan petugas.

”Padahal, pada intinya pedagang ingin merasa aman bukan diperlakukan seperti ini (kekerasan). Kami menyayangkan sikap Satpol PP yang semena-mena terhadap kami saat penertiban kemarin,” katanya ditemui di Mapolsek Cianjur Kota, Kamis (16/11/2017).

Namun, pada akhirnya pedagang dan Satpol PP melakukan musyawarah untuk berdamai difasilitasi oleh pihak kepolisian. Pihak Satpol PP memohon maaf atas tindakan yang merugikan pedagang. Petugas yang terbukti bersalah pun akan menerima sanksi yang berlaku.

Melalui perundingan, pedagang mengharapkan juga petugas melakukan tugasnya dengan cara yang tepat. Dengan demikian, pedagang pun tidak keberatan untuk lebih koordinatif saat petugas menertibkan area berjualan mereka. Namun, setelah adanya kesepakatan damai, pedagang lebih mengharapkan kinerja dari pihak terkait untuk kelanjutan kegiatan berjualan mereka.

”Sekarang, kami mengharapkan pesan kami sampai pada Pemkab Cianjur. Kami ingin proses dan relokasi yang benar, jika memang harus pindah ke Pasar Induk Cianjur harus ada beberapa hal yang dipikirkan lebih lanjut,” ujarnya.

Sejauh ini, belasan pedagang di kawasan Bojongmeron memang menolak untuk dipindahkan sejak beberapa bulan lalu. Soalnya, pemusatan kegiatan jual beli di pasar induk dinilai tidak mengakomodir kebutuhan mereka. Terlebih, banyaknya pedagang di pasar induk dianggap tidak seimbang dengan sedikitnya pembeli.

Hal itu, yang kemudian membuat mereka bertahan berdagang di lokasi yang menurut peraturan bupati harus bersih dari keberadaan PKL itu. Tidak jarang, mereka pun menjadi sasaran penertiban Satpol PP demi berjualan di lokasi tersebut.

Kabid Perundang-Undangan Satpol PP Kabupaten Cianjur, Joko Purnomo, mengakui kesalahan yang telah dilakukan anggotanya. Selain itu, jelas mantan Sekretaris Kecamatan Sukanagara itu, pihaknya juga akan memberikan sanksi terhadap anggota Satpol PP yang terbukti terlibat dalam aksi kekerasan terhadap PKL Bojongmeron, Rabu, kemarin.

Namun, Joko menegaskan, Satpol PP akan tetap menjalankan tugas sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai petugas penegak Peraturan Daerah (Perda).

“Kami akan tindak personel yang memang terbukti terlibat dan bersalah. Sebab, ada beberapa sanksi yang dapat diberikan mulai dari teguran, peringatan hingga sanksi pemecatan bagi anggota yang memang melakukan kesalahan dalam tugas,” tegas Joko.

Sementara itu,  Kepala Seksi Distribusi dan Logistik Bidang Perdagangan Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Cianjur, Ma’mun mengatakan, dinas tidak mampu mengakomodir permintaan pedagang terkait permohonan kebijakan lokasi berdagang.

”Karena, kami tetap menegakkan peraturan bupati yang mengharuskan area tersebut bebas PKL. Pedagang bisa tetap berjualan di Bojongmeron, asalkan apa yang diperjualbelikan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” katanya.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah larangan dan hal yang diperbolehkan dalam Perbup tersebut. Pedagang kuliner atau pakaian masih bisa berjualan di Bojongmeron, selama lapak mereka tidak berada di area trotoar melainkan di area rumah/rumah toko.

Ma’mun menegaskan, di luar jenis-jenis komoditas tersebut, pedagang memang dilarang melakukan kegiatan jual beli. Apalagi, pedagang yang diperbolehkan berjualan di sana tidak bisa menempati sembarang tempat. Jadi, biarpun ada izin, tapi pedagang harus tetap sesuai dengan kriteria yang diperbolehkan.

”Jadi, kalau mau berjualan di sana harus diperhatikan lagi apa yang boleh dan tidak. Kalau memang tetap berjualan sayur dan sejenisnya, PKL terpaksa harus tetap pindah ke pasar induk,” ujar Ma’mun,

Dikatakan lebih lanjut, adanya permohonan untuk diberlakukannya jam tayang yang memungkinkan pedagang beraktivitas pada jam-jam tertentu pun ditolak oleh pihak dinas. Menurut dia, dinas tidak memiliki wewenang untuk mengabulkan hal tersebut, karena terikat dengan peraturan bupati (Perbup) yang sudah memberlakukan ketetapan.

”Tidak ada negosiasi karena sudah menyangkut perbup. Lagipula, dinas sudah menyiapkan fasilitas di pasar induk. Bagaimana penempatan pedagang di pasar induk juga sudah disosialisasikan,” ujarnya.

Oleh karena itu, hingga saat ini dinas akan terus mendorong pedagang untuk pindah ke pasar induk. Dinas akan tetap menegakkan perbup dan tidak memberikan kelonggaran untuk pedagang yang masih bersikeras berjualan di area terlarang.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.