Kamis, 20 September 2018 | Cianjur, Indonesia

PKL VS Satpol PP Berakhir Damai

Angga Purwanda

Jumat, 17 November 2017 - 00:08 WIB

angga purwanda
angga purwanda
A A A

AKHIRNYA damai juga. Semula, belasan pedagang kaki lima (PKL) akan melaporkan tindak kekerasan yang dilakukan Satpol PP saat penertiban PKL di Bojong Meron, namun berakhir dengan membuat kesepakatan damai yang diinisiasi Kapolsek Cianjur Kota.

Salah satu pedagang, Yudi (32) mengatakan, semula pelaporan petugas Pol PP kepada kepolisian menjadi langkah hukum yang ditempuh pedagang. Pasalnya, saat proses penertiban Rabu (15/11/2017) tidak sedikit PKL yang menjadi korban kekerasan petugas.

”Padahal, pada intinya pedagang ingin merasa aman bukan diperlakukan seperti ini (kekerasan). Kami menyayangkan sikap Satpol PP yang semena-mena terhadap kami saat penertiban kemarin,” katanya ditemui di Mapolsek Cianjur Kota, Kamis (16/11/2017).

Namun, pada akhirnya pedagang dan Satpol PP melakukan musyawarah untuk berdamai difasilitasi oleh pihak kepolisian. Pihak Satpol PP memohon maaf atas tindakan yang merugikan pedagang. Petugas yang terbukti bersalah pun akan menerima sanksi yang berlaku.

Melalui perundingan, pedagang mengharapkan juga petugas melakukan tugasnya dengan cara yang tepat. Dengan demikian, pedagang pun tidak keberatan untuk lebih koordinatif saat petugas menertibkan area berjualan mereka. Namun, setelah adanya kesepakatan damai, pedagang lebih mengharapkan kinerja dari pihak terkait untuk kelanjutan kegiatan berjualan mereka.

”Sekarang, kami mengharapkan pesan kami sampai pada Pemkab Cianjur. Kami ingin proses dan relokasi yang benar, jika memang harus pindah ke Pasar Induk Cianjur harus ada beberapa hal yang dipikirkan lebih lanjut,” ujarnya.

Sejauh ini, belasan pedagang di kawasan Bojongmeron memang menolak untuk dipindahkan sejak beberapa bulan lalu. Soalnya, pemusatan kegiatan jual beli di pasar induk dinilai tidak mengakomodir kebutuhan mereka. Terlebih, banyaknya pedagang di pasar induk dianggap tidak seimbang dengan sedikitnya pembeli.

Hal itu, yang kemudian membuat mereka bertahan berdagang di lokasi yang menurut peraturan bupati harus bersih dari keberadaan PKL itu. Tidak jarang, mereka pun menjadi sasaran penertiban Satpol PP demi berjualan di lokasi tersebut.

Kabid Perundang-Undangan Satpol PP Kabupaten Cianjur, Joko Purnomo, mengakui kesalahan yang telah dilakukan anggotanya. Selain itu, jelas mantan Sekretaris Kecamatan Sukanagara itu, pihaknya juga akan memberikan sanksi terhadap anggota Satpol PP yang terbukti terlibat dalam aksi kekerasan terhadap PKL Bojongmeron, Rabu, kemarin.

Namun, Joko menegaskan, Satpol PP akan tetap menjalankan tugas sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai petugas penegak Peraturan Daerah (Perda).

“Kami akan tindak personel yang memang terbukti terlibat dan bersalah. Sebab, ada beberapa sanksi yang dapat diberikan mulai dari teguran, peringatan hingga sanksi pemecatan bagi anggota yang memang melakukan kesalahan dalam tugas,” tegas Joko.

Sementara itu,  Kepala Seksi Distribusi dan Logistik Bidang Perdagangan Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Cianjur, Ma’mun mengatakan, dinas tidak mampu mengakomodir permintaan pedagang terkait permohonan kebijakan lokasi berdagang.

”Karena, kami tetap menegakkan peraturan bupati yang mengharuskan area tersebut bebas PKL. Pedagang bisa tetap berjualan di Bojongmeron, asalkan apa yang diperjualbelikan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” katanya.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah larangan dan hal yang diperbolehkan dalam Perbup tersebut. Pedagang kuliner atau pakaian masih bisa berjualan di Bojongmeron, selama lapak mereka tidak berada di area trotoar melainkan di area rumah/rumah toko.

Ma’mun menegaskan, di luar jenis-jenis komoditas tersebut, pedagang memang dilarang melakukan kegiatan jual beli. Apalagi, pedagang yang diperbolehkan berjualan di sana tidak bisa menempati sembarang tempat. Jadi, biarpun ada izin, tapi pedagang harus tetap sesuai dengan kriteria yang diperbolehkan.

”Jadi, kalau mau berjualan di sana harus diperhatikan lagi apa yang boleh dan tidak. Kalau memang tetap berjualan sayur dan sejenisnya, PKL terpaksa harus tetap pindah ke pasar induk,” ujar Ma’mun,

Dikatakan lebih lanjut, adanya permohonan untuk diberlakukannya jam tayang yang memungkinkan pedagang beraktivitas pada jam-jam tertentu pun ditolak oleh pihak dinas. Menurut dia, dinas tidak memiliki wewenang untuk mengabulkan hal tersebut, karena terikat dengan peraturan bupati (Perbup) yang sudah memberlakukan ketetapan.

”Tidak ada negosiasi karena sudah menyangkut perbup. Lagipula, dinas sudah menyiapkan fasilitas di pasar induk. Bagaimana penempatan pedagang di pasar induk juga sudah disosialisasikan,” ujarnya.

Oleh karena itu, hingga saat ini dinas akan terus mendorong pedagang untuk pindah ke pasar induk. Dinas akan tetap menegakkan perbup dan tidak memberikan kelonggaran untuk pedagang yang masih bersikeras berjualan di area terlarang.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 12/08/2018 22:31 WIB

Polres Cianjur Siap Amankan Kirab Obor Asian GamesXVIII

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat akan bekerja maksimal (all out) dalam pelaksanaan pengamanan perjalanan kirab obor api Asian GamesXVIII yang akan melintas dan diinapkan di Pendopo Kabupaten…

Cianjur Euy 08/08/2018 08:00 WIB

Petani Penggarap di Cianjur Tagih Janji Presiden

Tim Nawacita Presiden, Ruri Jumar Saef mewakili Ketua Tim Joko Daryanto, yang juga adik Jokowi blusukan ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (7/8/2018).

Cianjur Euy 06/08/2018 21:11 WIB

Dua Rumah Ludes Terbakar

Dua unit rumah di Gang Mujahidin, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ludes terbakar, Senin (6/8/2018) pagi.

Cianjur Euy 06/08/2018 06:55 WIB

Rekanan Proyek Irigasi Untung Banyak

Pelaksanaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Cihea kembali mendapat sorotan tajam pemerhati pembangunan.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:57 WIB

Untuk Memberikan Pemahaman Tentang Islam Kaafah

KABUPATEN Cianjur akan menjadi tuan rumah Jambore Nasional para dai Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI). Sediannya jambore tersebut akan dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun Parmusi 26 September…

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…