Selasa, 24 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Satpol PP & DPMPTSP Saling Tuding

Wawan

Jumat, 17 November 2017 - 00:10 WIB

ilustrasi karikatur/nandang s
ilustrasi karikatur/nandang s
A A A

SUDAH hampir tiga bulan, stiker dalam pengawasan masih saja terpasang di puluhan toko swalayan. Dalam penindakannya, DPMPTSP dan Satpol PP malah saling tuding. Kok bisa?

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mengklaim kewenangan untuk mencopot stiker ada di Satpol PP. Sementara Satpol PP berkilah belum bisa bertindak karena DPMPTSP belum memberikan tembusan.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah, Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, Djoko Purnomo, melalui Kepala Seksi Penyelidikan, Penyidikan Dan Penindakan Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur, Severianus Triono Retno Juniswara mengatakan, seluruh kegiatan mengacu kepada prosedur yang berlaku alias  tidak dapat dilakukan secara asal-asalan.

“Dalam melakukan penyelidikan, penyidikan hingga penindakan, seluruhnya harus mengikuti prosedur yang berlaku,” kata Triono saat ditemui di kantornya, Kamis (16/11/2017).

Terkait stiker dalam pengawasan di sejumlah toko swalayan hasil dari penertiban pada Agustus 2017 lalu, Triono mengungkapkan hingga saat ini belum ada tembusan dari DPMPTSP terkait izin yang telah selesai. Sehingga belum dapat dilakukan pelepasan stiker tersebut. Ia pun terkejut jika Satpol PP dianggap dinas terkait tidak menjalankan tugas dan fungsinya.

“Belum ada tembusan yang masuk terkait selesainya izin pada toko swalayan yang masih bersegel. Pemberitahuan terakhir hanya berupa informasi bahwa izin toko swalayan itu masih dalam proses,” aku Triono.

Triono menegaskan pentingnya prosedur untuk dilaksanakan oleh seluruh pihak, demi terciptanya kondisi aman, tertib dan tentram. Kondisi itu hanya dapat dibentuk jika seluruh pihak terkait turut berpartisipasi dalam mewujudkannya.

“Untuk menciptakan kondisi yang ingin dicapai, kerjasama seluruh pihak terkait diperlukan,” tegas Triono.

Sebelumnya, Kepala Bidang Data, Sistem Informasi, Peningkatan dan Pelayanan dan Penanganan Pengaduan DPMPTSP, Saripudin membantah adanya dugaan toko swalayan bodong saat penertiban dilakukan. Namun, Ia membenarkan beberapa toko swalayan IMB-nya tidak sesuai dengan peruntukkannya.

“Tidak ada toko swalayan bodong saat penertiban dilakukan, memang ada beberapa toko swalayan yang IMB-nya tidak sesuai dengan peruntukannya,” bantah Saripudin, saat ditemui di kantornya, Rabu (15/11/2017).

Saripudin menuturkan, terdapat beberapa toko swalayan yang belum mengurus Izin Usaha Toko Modern (IUTM) lantaran telah memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Namun, saat ini seluruh toko swalayan yang ditempel stiker dalam pengawasan telah mengurus Izin Usaha Toko Swalayan (IUTS), sehingga stikernya dapat dilepas.

“Pelepasan stiker bukan kewenangan Dinas PMTPSP, itu kewenangan dari Satpol PP. Seharusnya seluruhnya telah dicabut, karena perizinannya telah selesai,” tutur Saripudin.

Sementara itu, Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman menegaskan, seluruh izin yang berkaitan dengan toko swalayan tidak akan dikeluarkan. Termasuk perubahan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) menjadi toko swalayan.

Semenjak pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Cianjur, sambung dia, perizinan untuk toko swalayan sudah dimoratorium. Menurutnya, jika ada pembangunan toko swalayan yang baru, dipastikan itu tidak memiliki izin.

“Perizinana toko swalayan atau minimarket itu moratorium, jika ada yang baru pasti bodong. Hanya perpanjangan izin usaha atau perubahan izin terkait Perda yang akan disetujui,” tegas Herman saat ditemui usai salat Ashar berjamaah di Masjid Agung Cianjur, Rabu (15/11/2017).

Ditanya mengenai toko swalayan yang IMB-nya tidak sesuai peruntukkannya, Herman menerangkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur tidak menerbitkan IMB untuk toko swalayan. Hal itu tidak bisa dilakukan karena telah moratorium.

“Jika peruntukkannya untuk rumah tinggal, ternyata digunakan untuk toko swalayan itu tidak boleh. Pemkab tidak akan mengeluarkan IMB baru untuk menjadi toko swalayan,” tegasnya.

Herman menyebut jika menemukan hal menyimpang dari itu dapat langsung melaporkannya kepada Dinas perizinan dan Satpol PP. Jika keduanya itu tidak mengambil tindakan, dapat langsung melapor kepada dirinya.

“Jika memang terbukti melanggar peraturan yang ada, toko swalayan dapat dihentikan usahanya, bahkan dapat dilakukan pembongkaran,” ucapnya.

Terpisah Ketua Komunitas Aksi Mahasiswa Cianjur (KAMC), Ujang Ruslandi mengaku bingung dengan lamanya pelepasan segel dalam pengawasan tersebut. Apalagi santer di media massa, pejabat DPMPTSP Cianjur mengutarakan, temuan dalam penertiban cenderung belum diurusnya perubahan Izin Usaha Toko Minimarket (IUTM) menjadi Izin Usaha Toko Swalayan (IUTS).

Menurutnya, jika memang hanya perubahan dan perpanjangan surat perizinan, stiker dalam pengawasan yang berusia hampir tiga bulan menjadi tanda tanya besar. Kemungkinannya, sambung dia, ada sesuatu yang sengaja tidak diungkap kepada publik.

“Sebagian stiker yang berada di Indomaret telah dilepas, tetapi yang di Alfamart ada yang berusia hampir tiga bulan dan masih tertempel rapi. Apakah benar hanya perubahan dan perpanjangan izin yang dilakukan atau memang tidak memiliki izin alias bodong? Kok waktu yang diperlukan untuk pengurusan lebih lama,” ujarnya, Senin (13/11/2017).

Ruslandi menegaskan, jika memang bodong, bukan stiker dalam pengawasan yang ditempel, melainkan menghentikan usahanya karena jelas itu tidak berizin. Apalagi di masyarakat telah menjadi rahasia umum, usaha minimarket biasanya telah beroperasional meski belum berizin.

Ketua Pemuda Pataruman Aktif dan Kreatif (Munarif), Yusup Supriadi menyayangkan jika memang seperti itu yang terjadi. Pasalnya, Pedagang Kaki Lima (PKL) yang tidak berizin saja dirobohkan lapaknya, tetapi toko swalayan bodong hanya ditempel stiker dalam pengawasan.

“Jangan sampai hukum hanya berlaku bagi kalangan bawah, namun tumpul kepada orang yang berduit. Jika memang seperti itu yang terjadi, itu tidak adil dan sangat menyedihkan,” pungkasnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 40 menit yang lalu

Siswa SMK Berikan Sarung Cinta Untuk Mak Icih

RAUT sumringah terlihat dari wajah Mak Icih, saat puluhan siswa dari salah satu SMK kesehatan swasta di Sukabumi mendatangi kediamannya di Kampung Cikaret, Gang Al Falah, Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur.

Cianjur Euy 41 menit yang lalu

IPM Kabupaten Cianjur Jeblok, Paling Bontot di Jawa Barat

INDEKS Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Cianjur, masih relatif jeblok. Posisinya pada 2017 berada paling bontot dari 27 kota/kabupaten di Jawa Barat. Hal itu, diungkapkan anggota DPRD Kabupaten Cianjur,…

Cianjur Euy 42 menit yang lalu

Perpres TKA Berdampak Plus Minus Bagi Daerah

PENERAPAN Peraturan Presiden Nomor 20/2018 tentang penggunaan tenaga kerja asing (TKA) memiliki dampak positif dan negatif bagi dunia kerja di daerah. Sebab, hingga kini masih banyak calon tenaga kerja…

Si Maung 15 jam yang lalu

Laga El Clasico Panas Sebelum Laga Dimulai

LAGA Persib kontra Persija memang baru akan dimulai Sabtu (28/4/2018) mendatang. Namun panasnya laga bertajuk “El Clasico” sudah terasa sebelum laga dimulai.

Si Maung 15 jam yang lalu

Pede, Gomez Targetkan Kemenangan di Jakarta

BUKAN imbang tapi menang. Itulah target Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomes, pada laga bertajuk “El Clasico” yang bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/4/2018)…

Cianjur Euy 23/04/2018 18:46 WIB

Laporan Keuangan Desa di Cianjur Belum Seragam

PEMERINTAHAN Desa (Pemdes) di Kabupaten Cianjur masih belum seragam dalam sistem laporan keuangan desa. Ada yang masih menggunakan Sistem Pengelolaan Keuangan Desa (Silokades) tapi juga yang sudah menerapkan…

Cianjur Euy 23/04/2018 18:45 WIB

Satlantas Pantau Ruas Infrastruktur Jalan

SATUAN Lalulintas Polres Cianjur, mengagendakan survei pemantauan ruas-ruas infrastruktur jalan menjelang arus mudik Idul Fitri 2018. Hal itu diungkapkan Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Rendy Setia Permana,…

Bisnis Line 23/04/2018 18:30 WIB

Baru Dibuka, 'Sabore Kitchen' Diburu Pecinta Gelato

BISNIS kuliner di Kabupaten Cianjur semakin dilirik. Banyak lokasi kafe dan restoran 'anyar' tumbuh di kota yang terkenal dengan kota tauco ini. Tak heran jika antar outlet kuliner saling adu konsep,…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:53 WIB

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:07 WIB

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.