Rabu, 13 Desember 2017 | Cianjur, Indonesia

Satpol PP & DPMPTSP Saling Tuding

Wawan

Jumat, 17 November 2017 - 00:10 WIB

ilustrasi karikatur/nandang s
ilustrasi karikatur/nandang s
A A A

SUDAH hampir tiga bulan, stiker dalam pengawasan masih saja terpasang di puluhan toko swalayan. Dalam penindakannya, DPMPTSP dan Satpol PP malah saling tuding. Kok bisa?

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mengklaim kewenangan untuk mencopot stiker ada di Satpol PP. Sementara Satpol PP berkilah belum bisa bertindak karena DPMPTSP belum memberikan tembusan.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah, Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, Djoko Purnomo, melalui Kepala Seksi Penyelidikan, Penyidikan Dan Penindakan Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur, Severianus Triono Retno Juniswara mengatakan, seluruh kegiatan mengacu kepada prosedur yang berlaku alias  tidak dapat dilakukan secara asal-asalan.

“Dalam melakukan penyelidikan, penyidikan hingga penindakan, seluruhnya harus mengikuti prosedur yang berlaku,” kata Triono saat ditemui di kantornya, Kamis (16/11/2017).

Terkait stiker dalam pengawasan di sejumlah toko swalayan hasil dari penertiban pada Agustus 2017 lalu, Triono mengungkapkan hingga saat ini belum ada tembusan dari DPMPTSP terkait izin yang telah selesai. Sehingga belum dapat dilakukan pelepasan stiker tersebut. Ia pun terkejut jika Satpol PP dianggap dinas terkait tidak menjalankan tugas dan fungsinya.

“Belum ada tembusan yang masuk terkait selesainya izin pada toko swalayan yang masih bersegel. Pemberitahuan terakhir hanya berupa informasi bahwa izin toko swalayan itu masih dalam proses,” aku Triono.

Triono menegaskan pentingnya prosedur untuk dilaksanakan oleh seluruh pihak, demi terciptanya kondisi aman, tertib dan tentram. Kondisi itu hanya dapat dibentuk jika seluruh pihak terkait turut berpartisipasi dalam mewujudkannya.

“Untuk menciptakan kondisi yang ingin dicapai, kerjasama seluruh pihak terkait diperlukan,” tegas Triono.

Sebelumnya, Kepala Bidang Data, Sistem Informasi, Peningkatan dan Pelayanan dan Penanganan Pengaduan DPMPTSP, Saripudin membantah adanya dugaan toko swalayan bodong saat penertiban dilakukan. Namun, Ia membenarkan beberapa toko swalayan IMB-nya tidak sesuai dengan peruntukkannya.

“Tidak ada toko swalayan bodong saat penertiban dilakukan, memang ada beberapa toko swalayan yang IMB-nya tidak sesuai dengan peruntukannya,” bantah Saripudin, saat ditemui di kantornya, Rabu (15/11/2017).

Saripudin menuturkan, terdapat beberapa toko swalayan yang belum mengurus Izin Usaha Toko Modern (IUTM) lantaran telah memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Namun, saat ini seluruh toko swalayan yang ditempel stiker dalam pengawasan telah mengurus Izin Usaha Toko Swalayan (IUTS), sehingga stikernya dapat dilepas.

“Pelepasan stiker bukan kewenangan Dinas PMTPSP, itu kewenangan dari Satpol PP. Seharusnya seluruhnya telah dicabut, karena perizinannya telah selesai,” tutur Saripudin.

Sementara itu, Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman menegaskan, seluruh izin yang berkaitan dengan toko swalayan tidak akan dikeluarkan. Termasuk perubahan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) menjadi toko swalayan.

Semenjak pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Cianjur, sambung dia, perizinan untuk toko swalayan sudah dimoratorium. Menurutnya, jika ada pembangunan toko swalayan yang baru, dipastikan itu tidak memiliki izin.

“Perizinana toko swalayan atau minimarket itu moratorium, jika ada yang baru pasti bodong. Hanya perpanjangan izin usaha atau perubahan izin terkait Perda yang akan disetujui,” tegas Herman saat ditemui usai salat Ashar berjamaah di Masjid Agung Cianjur, Rabu (15/11/2017).

Ditanya mengenai toko swalayan yang IMB-nya tidak sesuai peruntukkannya, Herman menerangkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur tidak menerbitkan IMB untuk toko swalayan. Hal itu tidak bisa dilakukan karena telah moratorium.

“Jika peruntukkannya untuk rumah tinggal, ternyata digunakan untuk toko swalayan itu tidak boleh. Pemkab tidak akan mengeluarkan IMB baru untuk menjadi toko swalayan,” tegasnya.

Herman menyebut jika menemukan hal menyimpang dari itu dapat langsung melaporkannya kepada Dinas perizinan dan Satpol PP. Jika keduanya itu tidak mengambil tindakan, dapat langsung melapor kepada dirinya.

“Jika memang terbukti melanggar peraturan yang ada, toko swalayan dapat dihentikan usahanya, bahkan dapat dilakukan pembongkaran,” ucapnya.

Terpisah Ketua Komunitas Aksi Mahasiswa Cianjur (KAMC), Ujang Ruslandi mengaku bingung dengan lamanya pelepasan segel dalam pengawasan tersebut. Apalagi santer di media massa, pejabat DPMPTSP Cianjur mengutarakan, temuan dalam penertiban cenderung belum diurusnya perubahan Izin Usaha Toko Minimarket (IUTM) menjadi Izin Usaha Toko Swalayan (IUTS).

Menurutnya, jika memang hanya perubahan dan perpanjangan surat perizinan, stiker dalam pengawasan yang berusia hampir tiga bulan menjadi tanda tanya besar. Kemungkinannya, sambung dia, ada sesuatu yang sengaja tidak diungkap kepada publik.

“Sebagian stiker yang berada di Indomaret telah dilepas, tetapi yang di Alfamart ada yang berusia hampir tiga bulan dan masih tertempel rapi. Apakah benar hanya perubahan dan perpanjangan izin yang dilakukan atau memang tidak memiliki izin alias bodong? Kok waktu yang diperlukan untuk pengurusan lebih lama,” ujarnya, Senin (13/11/2017).

Ruslandi menegaskan, jika memang bodong, bukan stiker dalam pengawasan yang ditempel, melainkan menghentikan usahanya karena jelas itu tidak berizin. Apalagi di masyarakat telah menjadi rahasia umum, usaha minimarket biasanya telah beroperasional meski belum berizin.

Ketua Pemuda Pataruman Aktif dan Kreatif (Munarif), Yusup Supriadi menyayangkan jika memang seperti itu yang terjadi. Pasalnya, Pedagang Kaki Lima (PKL) yang tidak berizin saja dirobohkan lapaknya, tetapi toko swalayan bodong hanya ditempel stiker dalam pengawasan.

“Jangan sampai hukum hanya berlaku bagi kalangan bawah, namun tumpul kepada orang yang berduit. Jika memang seperti itu yang terjadi, itu tidak adil dan sangat menyedihkan,” pungkasnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Bisnis Line 18 jam yang lalu

Kemitraan Berdampak Positif Bagi KUMKM

SEJUMLAH pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Cianjur mengikuti sinergi kerjasama antara Rumah Pangan Kita (RPK) dengan Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil dan…

Bisnis Line 18 jam yang lalu

Honda Suguhkan New Revo yang Lebih Keren

MESKI segmen motor bebek tak sehebat atau tak sedahsyat matik, Astra Honda Motor (AHM) mencoba terus untuk tetap memenuhi kebutuhan pecinta motor Honda Revo. Kali ini Honda resmi mempermak sekaligus memperkenalkan…

Cianjur Euy 18 jam yang lalu

Muspika Tinjau Harga Sembakao di Pasar Ciranjang

MENJELANG perayaan Natal dan pergantian tahun baru 2018, Selasa (12/12) pagi hari, Muspika Kecamatan Ciranjang, meninjau harga sembako di Pasar Tradisional Ciranjang. Terlihat Kepala Pasar dan Kantib…

Cianjur Euy 18 jam yang lalu

Persiapan Giat Bersihkan DAS Citarum

PERSIAPAN kegiatan pembersihan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum mulai dilakukan Koramil Bojongpicung, Selasa (13/12) di Kampung Muhara, Desa/Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur.

Cianjur Euy 18 jam yang lalu

Ratusan Siswa PAUD Antuasias Ikuti Perlombaan

SEBANYAK 375 siswa/ siswi Paud dan TK yang berasal dari Kecamatan Ciranjang dan Haurwangi tampak antusias mengikuti lomba mewarnai gambar alam dan kesenian di lokasi Wana Wisata Pokland, kemarin.

Cianjur Euy 20 jam yang lalu

Ratusan Polisi Disiagakan Jelang Natal dan Tahun Baru

RATUSAN personel dari Kepolisian Resor (Polres) Cianjur akan disiagakan di setiap gereja di Kabupaten Cianjur menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2018 mendatang.

Cianjur Euy 20 jam yang lalu

Seorang Mekanik AC Ditemukan Meninggal di Kamar Kontarakan

HUSEIN (34), seorang karyawan PT CKI yang sedang mendapatkan pekerjaan borongan dari PT Pou Yuen Indonesia (PYI) ditemukan meninggal dunia di kamar kontrakannya di Kampung Cikijing RT 02/01, Desa Selajambe,…

Ragam 20 jam yang lalu

Semarak VM TDI Cianjur

CIANJUR-Komunitas pecinta vape (rokok elektrik) varian therion, kini memasuki usia 8 bulan di Cianjur. Terkenal dengan nama Therion DNA Cianjur Chapter, komunitas ini memiliki rutinitas VM(Vape Meet)…

Ragam 20 jam yang lalu

GRANAT Advokasi Bahaya Narkoba ke KVC

CIANJUR-Maraknya oknum yang menyalahgunakan Vape (rokok elektrik) sebagai perangkat penyalahgunaan narkoba, membuat Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Cianjur geram. Pasalnya, di Kabupaten Cianjur…

Cianjur Euy 20 jam yang lalu

Kapolres Cianjur Bersilaturhmi Dengan Awak Media

KAPOLRES Cianjur, AKBP Soliyah SIK, MH menggelar silaturahmi dengan awak media yang bertugas di Kabupaten Cianjur, di sebuah rumah makan ternama di bilangan Jalan Dr Muwardi (Bypass), Kelurahan Bojongherang,…