Rabu, 20 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Izinnya Bermasalah, Kewajibannya Tak Dipenuhi

Wawan

Senin, 20 November 2017 - 06:41 WIB

Karikatur: Nandang S
Karikatur: Nandang S
A A A

**Pengawasan Terhadap Toko Swalayan Dinilai Lemah

PERMASALAHAN toko swalayan belum juga tuntas. Malah, tak hanya bermasalah dalam izin, namun ternyata sejumlah kewajiban toko swalayan yang sudah diatur dalam peraturan daerah (Perda) pun tak dilaksanakan.

Kondisi tersebut membuat sejumlah kalangan menuding lemahnya pengawasan terhadap kewajiban toko swalayan. Padahal semuanya sudah diatur dalam Perda Nomor 5 tahun 2016 tentang Penataan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan.

Wakil Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Cianjur, Harry M Sastrakusumah menegaskan, pengawasan terhadap toko swalayan merupakan tugas beberapa dinas terkait.

 “Jelas beberapa dinas memiliki kewajiban melakukan pengawasan terhadap toko swalayan dari perizinan hingga pengelolaannya,” ungkap Harry saat ditemui di kediamannya, Minggu (19/11/2017).

Salah satu pengawasan yang dinilai lemah, sambung Harry, soal kewajiban sejumlah toko swalayan untuk bermitra dan mengakomodir produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), yang masih jauh dari yang seharusnya. 

“Padahal jelas di peraturan toko swalayan diwajibkan harus bermitra dengan UMKM dan harus mengakomodir 20 persen produk lokal. Saya selaku pengurus Dekopinda telah melakukan pengecekan di sejumlah toko swalayan, namun kewajiban itu belum sepenuhnya terpenuhi,” tutur Harry.

Sementara itu, Ketua Pemuda Pataruman Aktif dan Kreatif (Munarif), Yusup Supriadi mengatakan, kewajiban lain yang seharusnya dilaksanakan pemilik usaha toko swalayan, yakni menyediakan ruang terbuka hijau (RTH). Namun kenyataannya, sambung Yusup, hampir di seluruh swalayan tidak menyediakan RTH.  

“Padahal telah diwajibkan, dan itu bisa dilihat langsung tanpa mengecek kelengkapan izinnya, seharusnya dengan dasar itu saja sudah cukup untuk menindak Toko swalayan yang membandel,” kata Yusup.

Terpisah, salah seorang karyawan toko swalayan yang tidak ingin disebutkan namanya, RH mengatakan, untuk permasalahan izin dirinya tidak tahu mengenai kelengkapan perizinan toko swalayan tempat ia bekerja. Pasalnya tugasnya hanya sebatas pegawai di toko swalayan tersebut.

“Pemilik tidak pernah memberitahukan kepada kami mengenai kelengkapan perizinannya, tugas Saya hanya sebatas pegawai,” kata RH, yang khawatir jika namanya disebut akan memengaruhi pekerjaannya.

Untuk produk lokal yang didagangkan di toko swalayannya, kata dia, telah mendekati 20 persen dari total produk yang didagangkan. Namun Ia tak menyangkal ketersediaan RTH belum terpenuhi.

“Kalau itu tergantung pemilik saja, apakah hendak dibangun atau tidak, saya tidak bisa berkomentar apa-apa,” ucap RH.

Terkait permasalahan tersebut, sejumlah dinas terkait belum dapat dimintai keterangan karena bertepatan dengan hari libur.

Diberitakan sebelumnya, penertiban toko swalayan di Cianjur seakan tak kunjung selesai. Selain persoalan tak ada satupun yang mengantongi izin beroperasi 24 jam, stiker dalam pengawasan yang sudah terpasang tiga bulan di sejumlah toko swalayan pun mendapat sorotan negatif.

Muncul dugaan bahwa sejumlah toko swalayan yang ditertibkan tidak memiliki izin alias bodong. Sudah hampir tiga bulan masih sekadar diawasi?

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman menegaskan, seluruh izin yang berkaitan dengan toko swalayan tidak akan dikeluarkan. Termasuk perubahan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) menjadi toko swalayan.

Semenjak pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Cianjur, sambung dia, perizinan untuk toko swalayan sudah dimoratorium. Menurutnya, jika ada pembangunan toko swalayan yang baru, dipastikan itu tidak memiliki izin.

“Perizinan toko swalayan atau minimarket itu moratorium, jika ada yang baru pasti bodong. Hanya perpanjangan izin usaha atau perubahan izin terkait Perda yang akan disetujui,” tegas Herman saat ditemui usai salat Ashar berjamaah di Masjid Agung Cianjur, Rabu (15/11/2017).

Ditanya mengenai toko swalayan yang IMB-nya tidak sesuai peruntukkannya, Herman menerangkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur tidak menerbitkan IMB untuk toko swalayan. Hal itu tidak bisa dilakukan karena telah moratorium.

“Jika peruntukkannya untuk rumah tinggal, ternyata digunakan untuk toko swalayan itu tidak boleh. Pemkab tidak akan mengeluarkan IMB baru untuk menjadi toko swalayan,” tegasnya.

Herman menyebut jika menemukan hal menyimpang dari itu dapat langsung melaporkannya kepada Dinas perizinan dan Satpol PP. Jika keduanya itu tidak mengambil tindakan, dapat langsung melapor kepada dirinya.

“Jika memang terbukti melanggar peraturan yang ada, toko swalayan dapat dihentikan usahanya, bahkan dapat dilakukan pembongkaran,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Data, Sistem Informasi, Peningkatan dan Pelayanan dan Penanganan Pengaduan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMTPSP), Saripudin membantah adanya dugaan toko swalayan bodong saat penertiban dilakukan. Namun, Ia membenarkan beberapa toko swalayan IMB-nya tidak sesuai dengan peruntukkannya.

“Tidak ada toko swalayan bodong saat penertiban dilakukan, memang ada beberapa toko swalayan yang IMB-nya tidak sesuai dengan peruntukannya,” bantah Saripudin, saat ditemui di kantornya, Rabu (15/11/2017).

Saripudin menuturkan, terdapat beberapa toko swalayan yang belum mengurus Izin Usaha Toko Modern (IUTM) lantaran telah memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Namun, saat ini seluruh toko swalayan yang ditempel stiker dalam pengawasan telah mengurus Izin Usaha Toko Swalayan (IUTS), sehingga stikernya dapat dilepas.

“Pelepasan stiker bukan kewenangan Dinas PMTPSP, itu kewenangan dari Satpol PP. Seharusnya seluruhnya telah dicabut, karena perizinannya telah selesai,” tutur Saripudin.(*

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.