Senin, 22 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Izinnya Bermasalah, Kewajibannya Tak Dipenuhi

Wawan

Senin, 20 November 2017 - 06:41 WIB

Karikatur: Nandang S
Karikatur: Nandang S
A A A

**Pengawasan Terhadap Toko Swalayan Dinilai Lemah

PERMASALAHAN toko swalayan belum juga tuntas. Malah, tak hanya bermasalah dalam izin, namun ternyata sejumlah kewajiban toko swalayan yang sudah diatur dalam peraturan daerah (Perda) pun tak dilaksanakan.

Kondisi tersebut membuat sejumlah kalangan menuding lemahnya pengawasan terhadap kewajiban toko swalayan. Padahal semuanya sudah diatur dalam Perda Nomor 5 tahun 2016 tentang Penataan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan.

Wakil Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Cianjur, Harry M Sastrakusumah menegaskan, pengawasan terhadap toko swalayan merupakan tugas beberapa dinas terkait.

 “Jelas beberapa dinas memiliki kewajiban melakukan pengawasan terhadap toko swalayan dari perizinan hingga pengelolaannya,” ungkap Harry saat ditemui di kediamannya, Minggu (19/11/2017).

Salah satu pengawasan yang dinilai lemah, sambung Harry, soal kewajiban sejumlah toko swalayan untuk bermitra dan mengakomodir produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), yang masih jauh dari yang seharusnya. 

“Padahal jelas di peraturan toko swalayan diwajibkan harus bermitra dengan UMKM dan harus mengakomodir 20 persen produk lokal. Saya selaku pengurus Dekopinda telah melakukan pengecekan di sejumlah toko swalayan, namun kewajiban itu belum sepenuhnya terpenuhi,” tutur Harry.

Sementara itu, Ketua Pemuda Pataruman Aktif dan Kreatif (Munarif), Yusup Supriadi mengatakan, kewajiban lain yang seharusnya dilaksanakan pemilik usaha toko swalayan, yakni menyediakan ruang terbuka hijau (RTH). Namun kenyataannya, sambung Yusup, hampir di seluruh swalayan tidak menyediakan RTH.  

“Padahal telah diwajibkan, dan itu bisa dilihat langsung tanpa mengecek kelengkapan izinnya, seharusnya dengan dasar itu saja sudah cukup untuk menindak Toko swalayan yang membandel,” kata Yusup.

Terpisah, salah seorang karyawan toko swalayan yang tidak ingin disebutkan namanya, RH mengatakan, untuk permasalahan izin dirinya tidak tahu mengenai kelengkapan perizinan toko swalayan tempat ia bekerja. Pasalnya tugasnya hanya sebatas pegawai di toko swalayan tersebut.

“Pemilik tidak pernah memberitahukan kepada kami mengenai kelengkapan perizinannya, tugas Saya hanya sebatas pegawai,” kata RH, yang khawatir jika namanya disebut akan memengaruhi pekerjaannya.

Untuk produk lokal yang didagangkan di toko swalayannya, kata dia, telah mendekati 20 persen dari total produk yang didagangkan. Namun Ia tak menyangkal ketersediaan RTH belum terpenuhi.

“Kalau itu tergantung pemilik saja, apakah hendak dibangun atau tidak, saya tidak bisa berkomentar apa-apa,” ucap RH.

Terkait permasalahan tersebut, sejumlah dinas terkait belum dapat dimintai keterangan karena bertepatan dengan hari libur.

Diberitakan sebelumnya, penertiban toko swalayan di Cianjur seakan tak kunjung selesai. Selain persoalan tak ada satupun yang mengantongi izin beroperasi 24 jam, stiker dalam pengawasan yang sudah terpasang tiga bulan di sejumlah toko swalayan pun mendapat sorotan negatif.

Muncul dugaan bahwa sejumlah toko swalayan yang ditertibkan tidak memiliki izin alias bodong. Sudah hampir tiga bulan masih sekadar diawasi?

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman menegaskan, seluruh izin yang berkaitan dengan toko swalayan tidak akan dikeluarkan. Termasuk perubahan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) menjadi toko swalayan.

Semenjak pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Cianjur, sambung dia, perizinan untuk toko swalayan sudah dimoratorium. Menurutnya, jika ada pembangunan toko swalayan yang baru, dipastikan itu tidak memiliki izin.

“Perizinan toko swalayan atau minimarket itu moratorium, jika ada yang baru pasti bodong. Hanya perpanjangan izin usaha atau perubahan izin terkait Perda yang akan disetujui,” tegas Herman saat ditemui usai salat Ashar berjamaah di Masjid Agung Cianjur, Rabu (15/11/2017).

Ditanya mengenai toko swalayan yang IMB-nya tidak sesuai peruntukkannya, Herman menerangkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur tidak menerbitkan IMB untuk toko swalayan. Hal itu tidak bisa dilakukan karena telah moratorium.

“Jika peruntukkannya untuk rumah tinggal, ternyata digunakan untuk toko swalayan itu tidak boleh. Pemkab tidak akan mengeluarkan IMB baru untuk menjadi toko swalayan,” tegasnya.

Herman menyebut jika menemukan hal menyimpang dari itu dapat langsung melaporkannya kepada Dinas perizinan dan Satpol PP. Jika keduanya itu tidak mengambil tindakan, dapat langsung melapor kepada dirinya.

“Jika memang terbukti melanggar peraturan yang ada, toko swalayan dapat dihentikan usahanya, bahkan dapat dilakukan pembongkaran,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Data, Sistem Informasi, Peningkatan dan Pelayanan dan Penanganan Pengaduan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMTPSP), Saripudin membantah adanya dugaan toko swalayan bodong saat penertiban dilakukan. Namun, Ia membenarkan beberapa toko swalayan IMB-nya tidak sesuai dengan peruntukkannya.

“Tidak ada toko swalayan bodong saat penertiban dilakukan, memang ada beberapa toko swalayan yang IMB-nya tidak sesuai dengan peruntukannya,” bantah Saripudin, saat ditemui di kantornya, Rabu (15/11/2017).

Saripudin menuturkan, terdapat beberapa toko swalayan yang belum mengurus Izin Usaha Toko Modern (IUTM) lantaran telah memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Namun, saat ini seluruh toko swalayan yang ditempel stiker dalam pengawasan telah mengurus Izin Usaha Toko Swalayan (IUTS), sehingga stikernya dapat dilepas.

“Pelepasan stiker bukan kewenangan Dinas PMTPSP, itu kewenangan dari Satpol PP. Seharusnya seluruhnya telah dicabut, karena perizinannya telah selesai,” tutur Saripudin.(*

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 12 jam yang lalu

Sampah Berserakan di Area Asamul Husna

PEDAGANG yang biasa mangkal di sekitar area Taman Asmaul Husna, Kampung Panaruban, Desa/Kecamatan Haurwangi belum sepenuhnya sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Cianjur Euy 12 jam yang lalu

Akhirnya Keluarga Otim Punya Rumah Baru

RAUT wajah Otim (47) tampak berseri seri dipenuhi kebahagian. Bagaimana tidak bahagia, Minggu (21/1) dirinya bisa bertemu langsung dengan Dedi Mulyadi, Calon Wakil Gubernur Jabar.

Cianjur Euy 12 jam yang lalu

Kepengurusan Kampung KUBA Dibentuk

PROGRAM Kampung Utama Berakhlakul Karimah (KUBA) mulai dibumikan di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur. Mensukseskan program yang digagas Bupati Cianjur itu, kepengurusan Kampung KUBA mulai dibentuk di…

Bisnis Line 13 jam yang lalu

Gurihnya Sensasi Soto Bogor Siliwangi Bikin Nagih

SIAPA yang tak suka dengan gurihnya sajian kuah soto hangat? Selain memiliki cita rasa rempah yang kuat, irisan daging yang dipotong dadu, taburan bawang goreng, kacang kedelai, dan tomat segar terasa…

Cianjur Euy 13 jam yang lalu

Kecewa Kebijakan Pemkab, Warga Segel Eks SD Bujensa

SEBUAH spanduk penolakan terbentang di pagar tembok eks SDN Ibu Jenab 1 (Bujensa, red). Spanduk penolakan itu ditempel oleh warga yang menilai Pemkab Cianjur tidak menjalankan komitmen yang dibuat terkait…

Cianjur Euy 13 jam yang lalu

Stok Surplus, Pemkab Cianjur Tolak Impor Beras

CAPAIAN produksi padi di Kabupaten Cianjur tahun 2017 mencapai 105 persen. Capaian itu lebih tinggi dari tahun sebelumnya, yang hanya mencapai 100,88 persen.

Cianjur Euy 13 jam yang lalu

Mayat Pria Tanpa Identias Ditemukan Mengambang

MAYAT pria tanpa identitas ditemukan mengambang di genangan air Blok Sungai Citarum, Kampung Cinangsi RT 02/10, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 13.00 WIB.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:54 WIB

Aksi Maling Zaman Now

AKHIR-akhir ini kawanan maling spesial kantor desa tengah giat melancarkan aksinya ke sejumlah desa di wilayah Timur Kabupaten Cianjur.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:53 WIB

Pencetakan e KTP Dipusatkan di Kecamatan Ciranjang

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur menunjuk Kecamatan Ciranjang sebagai tempat pusat layanan pembuatan e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) bagi masyarakat yang ada di 5 Kecamatan. Antaralain, Kecamatan Ciranjang,…

Bisnis Line 18/01/2018 22:51 WIB

Cugenang Jadi Pencanangan Gerakan Pemasangan Patok Tanah PTSL

MINGGU ketiga di bulan Januari 2018 Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Pertanahan Kabupaten Cianjur mulai menggarap program nasional sertifikasi tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap…