Kamis, 29 Juni 2017 - Pukul 14:17

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

Timbal Balik PPJU Dipertanyakan

Oleh: Misbah Hidayat - Jumat 07 Agustus 2015 | 23:35 WIB

Timbal Balik PPJU Dipertanyakan

Ilustrasi/Net

BERITACIANJUR.COM – Realisasi timbal balik penerimaan dari hasil pungutan pajak yang dikenakan pemerintah melalui rekening listrik berupa pajak penerangan jalan umum (PPJU) sebesar 4 persen dipertanyakan masyarakat, ini menyusul masih minimnya jumlah PPJU yang ada di wilayah Cianjur.

 

Tatan (55) warga Kampung Ciharashas Desa Sirnagalih Kec. Cilaku, mengaku heran terhadap sikap pemerintah daerah yang terkesan tidak memperhatikan penerangan jalan umum. Pasalnya dibeberapa ruas jalan umum di Cianjur terlihat masih minim terpasang PJU.

 

“Bisa dilihat contohnya di Jalan Perintis Kemerdekaan, saat ini kondisinya nyaris tidak terdapat penerangan sama sekali. Dampaknya seringkali kali dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk berbuat kriminal,” ucap Tatan kepada “BC” Jumat (7/8).

 

Seharusnya, kata dia, dengan pajak yang rutin dibayarkan masyarakat tersebut, pemerintah berkewajiban memberikan pelayanan dengan memasang PJU di setiap ruas jalan berada di seluruh wilayah Cianjur.

 

“Bukankah, masyarakat juga berhak mendapatkan kompensasi atas pembayaran pajak PJU yang selama ini dipungut oleh pemerintah. Nah, kalau kondisinya seperti ini jadi pertanyaan buat kita, kemana larinya dana tersebut,”katanya.

 

Senada, Ismail (42) warga Kubang RT 02/05 Desa Sukasari Kec. Cilaku merasa heran terhadap sikap pemerintah yang terkesan acuh dengan kondisi minimnya penerangan jalan umum tersebut. Padahal menurutnya, ketersediaan fasilitas PJU disetiap ruas jalan sangatlah berguna bagi masyarakat pengguna jalan.

 

“Masa, dengan begitu banyaknya masyarakat yang rutin membayar pajak listrik, pemerintah hanya bisa membangun fasilitas PJU di beberapa ruas jalan saja. Tentunya, kondisi  ini tidak seimbang  dong dengan jumlah masyarakat yang membayar pajak ,” paparnya.

 

Pihaknya berharap agar pemerintah bersikap adil kepada seluruh masyarakat, pasalnya yang dia lihat sekarang ini PJU hanya terdapat di wilayah keramaian di Cianjur. Sementara di wilayah lainnya dibiarkan gelap begitu saja tanpa ada penerangan.

 

“Harusnya adil dong, kan kita juga membayar pajak. Masa didaerah lain dipasang tapi di kita tidak,”tandasnya.

 

Sementara berdasarkan informasi yang dihimpun BC, diketahui total penerimaan atas pungutan pajak PJU yang selama ini dikenakan pemerintah daerah terhadap masyarakat melalui pembayaran rekening listrik terus meningkat, bahkan nilainya mencapai milyaran rupiah.  ***

Komentar