Rabu, 20 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Tak Patuhi Perda, Tutup Saja!

Wawan

Selasa, 21 November 2017 - 06:53 WIB

Karikatur: Nandang S
Karikatur: Nandang S
A A A

Dekopinda: Seluruh Toko Swalayan Tak Laksanakan Kewajiban

BERAWAL dari tak ada satupun yang mengantongi izin beroperasi 24 jam, hingga lambatnya penertiban terhadap toko swalayan yang tak melengkapi dokumen perizinan, permasalahan toko swalayan di Cianjur semakin meluas.

Kini, muncul dugaan baru yakni banyaknya toko swalayan yang tak menjalankan kewajibannya, seperti yang sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2016.

Wakil Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Cianjur, Harry M Sastrakusumah membenarkan hal tersebut. Menurutnya, masih banyak toko swalayan yang belum melaksanakan kewajibannya. Dengan adanya izin toko swalayan, sambung Harry, kewajiban menyerap 20 persen produk lokal seharusnya dipenuhi.

“Seluruh toko swalayan di Kabupaten Cianjur tidak melaksanakan kewajiban itu. Belum lagi masalah kemitraan dengan UMKM,padahal semua itu berfungsi untuk meningkatkan kesejahteraan warga lokal,” tegas Harry saat ditemui di kantor Dekopinda, Senin (20/11/2017).

Harry menceritakan, kebijakan pemerintah pusat menggulirkan program usaha ritel dalam membantu usaha kecil menengah, berawal pasca-krisis ekonomi nasional 1997/98. Menurutnya, maksud dalam kebijakan tersebut untuk menghidupkan kelompok Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

“Namun kenyataan yang terjadi saat ini jauh dari tujuan awal yang direncanakan pemerintah. Tanyakan langsung pada warung-warung kecil yang berada di sekitar toko swalayan itu, apakah mendapatkan keuntungan dari keberadaan toko swalayan atau sebaliknya?” ujarnya.

Jika hal ini terus berlangsung, lanjut dia, sebaiknya keberadaan toko swalayan di Kabupaten Cianjur lebih baik ditiadakan. Hal itu terjadi di sejumlah daerah, dimana pemerintahnya tidak mengizinkan sama sekali keberadaan toko swalayan atau ritel di daerahnya, karena dianggap merugikan pengusahan kecil.

“Tiadakan saja toko swalayan atau ritel yang tidak mematuhi Perda, tutup saja yang terus membandel,” sebut Harry.

Sementara itu, Corporate Communication PT. Sumber Alfaria Trijaya Plant Karawang-Cianjur, Elisha Refila membantah hal yang ditudingkan kepada perusahaannya. Ia mengatakan, manajemen telah mendukung produk lokal di setiap daerah. Di beberapa daerah hal itu telah dilakukan dan hingga saat ini berjalan.

“Namun produk lokal yang diakomodir tersebut harus dapat memenuhi standar yang telah ditentukan. Baik dari sisi kualitas maupun kontinuitas produk itu sendiri,” bantah Elisha saat dihubungi melalui nomor pribadinya kemarin.

Elisha menjelaskan, kewajiban mengakomodir produk lokal merupakan kebijakan dari masing-masing daerah. Sehingga pengaplikasiannya pun tergantung daerah toko swalayan itu beroperasional. “Itu semua tergantung kebijakan daerah masing-masing saja,” jelasnya.

Saat ditanya dugaan Alfamart yang tak memiliki perizinan di Kabupaten Cianjur, Elisha kembali membantahnya. Ia menerangkan seluruhnya telah memiliki izin dari dinas terkait. Walaupun ada perubahan perizinan, tetapi statusnya perpanjangan bukan pengurusan perizinan baru.

“Tidak ada pembangunan Alfamart baru, karena status Kabupaten Cianjur moratorium toko swalayan. Tidak ada pembukaan Alfamart baru di Kota Cianjur,” terang Elisha.

Pernyataan Elisha soal izin berbeda dengan data dan pernyataan dari Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Cianjur.

Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag Cianjur, Yana Muhammad Kamaludin menegaskan, sejak berlakunya Perda Nomor 5 Tahun 2016 tentang Penataan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan, tak satupun toko swalayan yang mengajukan surat izin beroperasi selama 24 jam penuh. Padahal hal tersebut sudah menjadi kewajiban pemilik usaha.

Diwawancara terpisah, Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cianjur, Wilman Singawinata tidak sependapat dengan adanya penutupan toko swalayan tanpa bukti yang jelas. Apalagi sudah diatur jelas di Perda tinggal dijalankan saja.

“Dinas terkait seharusnya berperan aktif dalam pengawasan, baik itu dinas perijinan maupun dinas perdagangan, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), selama toko swalayan itu beroperasional. Peraturan harus dipatuhi, kalau memang diharuskan menjual produk lokal dengan persentase 20 persen dari seluruh produk, ya itu harus dilakukan,” tandasnya.

Wilman menuturkan, masing-masing dinas harus menjalankan tugas fungsi dan tidak perlu saling menunggu. Apalagi dalam mengecek perizinan, sambung dia, tinggal ditanyakan langsung kepada pemilik usahanya.

“Jika tidak dapat memperlihatkan izinnya, bisa dipastikan toko swalayan itu bodong. Jika memiliki izin, tinggal cek saja, kewajibannya telah dijalankan atau belum?” katanya.

“Jika mempunyai informasi toko swalayan bodong, informasikan kepada kami, kami siap untuk melakukan sidak. Sesuai dengan keinginan Kepala Daerah Kabupaten Cianjur, moratorium toko swalayan tetap berjalan di Cianjur,” sambungnya..

Wilman menyebut akan menindaklanjuti permasalahan perizinan sejumlah toko swalayan yang diduga bodong. Dalam pelaksanaannya akan dilakukan koordinasi dengan dinas terkait, guna mendapatkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Tidak hanya perijinan yang kami tindaklanjuti, kewajiban toko swalayan pun akan turut kami cek di lapangan,” pungkasnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.