Minggu, 24 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Sempat Tertahan di Oman, Jenazah TKW Yuyun Akhirnya Dipulangkan

Nuki Nugraha

Rabu, 22 November 2017 - 06:48 WIB

foto: Nuki/BC
foto: Nuki/BC
A A A

**Bahagia Diselimuti Duka

SEMPAT tertahan di Oman karena sang majikan tak punya biaya untuk transportasi, akhirnya jenazah tenaga kerja wanita (TKW) asal Cianjur, Yuyun (31) yang diduga meninggal dunia akibat over dosis obat sakit gigi, bisa dipulangkan ke Tanah Air.

Kabar baik tersebut berhembus dari Kementerian Luar Negeri RI, yang menginformasikan proses pemulangan jenazah dari Oman mulai dilakukan Selasa (21/11/2017) dan diperkirakan akan tiba hari ini (22/11/2017).

“Tadi pagi (kemarin) sekitar jam 10.00 Wib, dari Kemenlu telepon bapak, katanya jenazah Teh Yuyun sedang dalam proses untuk dipulangkan. Dari Oman sih hari ini, kalau tiba di tanah air kemungkinan besok (hari ini) atau mungkin lusanya,“ ujar Neni, salah seorang adik korban saat dihubungi Berita Cianjur, Selasa (2/11/2017).

Awalnya, sang adik tampak bahagia saat menceritakan rencana kepulangan jenazah sang kakak tercinta. Namun mendadak suara Neni terdengar berubah seperti orang sedih."Gimana ya Kang, gembira ada tapi sedih juga. Kalau harapan sih kakak pulang dengan kondisi masih hidup, tapi bagaimana lagi cuma jenazahnya saja yang bisa dijumpai. Mau tidak mau kami sekeluarga terpaksa harus menerimanya dengan ikhlas,"ucap Neni dengan nada pilu.

Neni mengungkapkan, doa dan harapan keluarga akan adanya sebuah keajaiban dari Allah, meminta kelancaran dan kemudahan proses pemulangan jenazah sang kakak rupanya dikabulkan.

"Sangat bersyukur, Alhamdulillah akhirnya jenazah kakak bisa dipulangkan dan keajaiban itu bisa terkabul. Semoga saja sampai dengan waktunya tetap diberikan kemudahan dan kelancaran,"harap Neni.

Ketua RT 04/01, Kampung Mekarmulya, Desa Neglasari, Kecamatan Bojongpicung, Suntara mengaku sudah menerima kabar baik soal pemulangan jenazah Yuyun. Bahkan pihaknya sudah menginformasikannya ke Pemerintah Desa Neglasari.

Sementara itu, menanggapi kejadian ini, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Cianjur Ambar melalui Sekertaris Dinas Heri Suparjo mengatakan, secara formal pihak dinas belum menerima laporan dari keluarga yang bersangkutan, begitupun informasi yang biasanya langsung diterima melalui telepon, fax ataupun email dari pihak kementrian.

"Dinas baru tahu soal ini melalui pemberitaan media lokal. Dari Kementrian belum ada. Untuk itu kita akan mencoba menelusurinya,"kata Heri.

Terpisah, H. Kamaludin Rozy, salah seorang sponsor TKW asal Cianjur yang sudah malang melintang di dunia TKW menuturkan, pengurusan pemulangan jenazah TKW memang tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan.Biasanya, waktu selama satu bulan itu terbilang paling cepat.

"Lumayan lama juga, tapi memang seperti itu. Makanya, karena tak mau ribet, tidak sedikit keluarga TKW yang lebih memilih jenazah kerabatnya untuk dimakamkan di sana (negara tempat berkerja, red). Tapi ada juga yang sabar menunggu prosesnya. Yah itu tinggal bagaimana pihak keluarga bagusnya," paparnya.

Diberitakan sebelumnya, TKW asal Cianjur meninggal dunia secara tragis. Yuyun (31) yang sudah 4 tahun bekerja di Oman, diduga tewas akibat overdosis setelah meminum obat sakit gigi.Meninggalnya Yuyun, menambah daftar panjang TKW Cianjur yang harus mengalami nasib tragis di perantauan saat mengais rejeki. 

Kabar meningalnya Yuyun berawal dari informasi Rudi suaminya. Ia mengaku mendapatkan berita duka itu berasal dari rekan kerja Yuyun di Oman yang menghubunginya lewat telepon seluler."Pertama kali dapat kabar itu hari Sabtu (8/11/2017) sore. Teman kerjanya Yuyun nelpon saya, katanya Yuyun meninggal dunia akibat overdosis obat sakit gigi," ujar Rudi kepada wartawan saat ditemui di rumah orangtua Yuyun, Selasa (14/11/2017).

Beberapa hari kemudian, kabar duka kembali harus diterima pihak keluarga Yuyun. Menyusul kabar dari pihak Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) dan BNPTKI yang menginfromasikan, jenazah Yuyun tetap tidak bisa dipulangkan dengan alasan pihak majikan tidak mempunyai biaya untuk kepulangan jenazah.

Kabar itu sebagaimana dikatakan  Ketua DPC Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya Pembaruan Kabupaten Cianjur, Hendrik Prayoga seusai mendatangi mendatangi pihak Kementerian Luar Negeri dan BNPTKI mendampingi keluarga almarhumah, Selasa (14/11/2017).

Kedatangan Hendrik, saat itu memenuhi undangan pihak Kemenlu bersama dengan perwakilan keluarga. "Hasil kunjungan kemarin dari Jakarta kami mendapat jawaban yang sangat tidak memuaskan. Pihak majikan tetap tak bisa memulangkan Yuyun," katanya saat dihubungi Berita Cianjur, Rabu (15/11/2017).

Ia mengatakan, pihak keluarga diberi peluang untuk melakukan otopsi terhadap jenazah Yuyun namun biaya ditanggung keluarga. Tawaran tersebut dengan tegas ditolak Hendrik, karena untuk biaya otopsi, keluarga Yuyun tak mampu. "Keluarga Yuyun ini tergolong kurang mampu, pastinya kalau disuruh membayar untuk itu sangat berat, uang dari mana mereka?" katanya.

Hendrik mengaku akan mengusahakan tuntutan pihak keluarga terkait gaji yang belum dibayar. "Kami mendengar pihak majikan mengaku sudah membayar semua gajinya, kami tetap akan memperjuangkannya," pungkasnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.