Kamis, 18 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Sempat Tertahan di Oman, Jenazah TKW Yuyun Akhirnya Dipulangkan

Nuki Nugraha

Rabu, 22 November 2017 - 06:48 WIB

foto: Nuki/BC
foto: Nuki/BC
A A A

**Bahagia Diselimuti Duka

SEMPAT tertahan di Oman karena sang majikan tak punya biaya untuk transportasi, akhirnya jenazah tenaga kerja wanita (TKW) asal Cianjur, Yuyun (31) yang diduga meninggal dunia akibat over dosis obat sakit gigi, bisa dipulangkan ke Tanah Air.

Kabar baik tersebut berhembus dari Kementerian Luar Negeri RI, yang menginformasikan proses pemulangan jenazah dari Oman mulai dilakukan Selasa (21/11/2017) dan diperkirakan akan tiba hari ini (22/11/2017).

“Tadi pagi (kemarin) sekitar jam 10.00 Wib, dari Kemenlu telepon bapak, katanya jenazah Teh Yuyun sedang dalam proses untuk dipulangkan. Dari Oman sih hari ini, kalau tiba di tanah air kemungkinan besok (hari ini) atau mungkin lusanya,“ ujar Neni, salah seorang adik korban saat dihubungi Berita Cianjur, Selasa (2/11/2017).

Awalnya, sang adik tampak bahagia saat menceritakan rencana kepulangan jenazah sang kakak tercinta. Namun mendadak suara Neni terdengar berubah seperti orang sedih."Gimana ya Kang, gembira ada tapi sedih juga. Kalau harapan sih kakak pulang dengan kondisi masih hidup, tapi bagaimana lagi cuma jenazahnya saja yang bisa dijumpai. Mau tidak mau kami sekeluarga terpaksa harus menerimanya dengan ikhlas,"ucap Neni dengan nada pilu.

Neni mengungkapkan, doa dan harapan keluarga akan adanya sebuah keajaiban dari Allah, meminta kelancaran dan kemudahan proses pemulangan jenazah sang kakak rupanya dikabulkan.

"Sangat bersyukur, Alhamdulillah akhirnya jenazah kakak bisa dipulangkan dan keajaiban itu bisa terkabul. Semoga saja sampai dengan waktunya tetap diberikan kemudahan dan kelancaran,"harap Neni.

Ketua RT 04/01, Kampung Mekarmulya, Desa Neglasari, Kecamatan Bojongpicung, Suntara mengaku sudah menerima kabar baik soal pemulangan jenazah Yuyun. Bahkan pihaknya sudah menginformasikannya ke Pemerintah Desa Neglasari.

Sementara itu, menanggapi kejadian ini, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Cianjur Ambar melalui Sekertaris Dinas Heri Suparjo mengatakan, secara formal pihak dinas belum menerima laporan dari keluarga yang bersangkutan, begitupun informasi yang biasanya langsung diterima melalui telepon, fax ataupun email dari pihak kementrian.

"Dinas baru tahu soal ini melalui pemberitaan media lokal. Dari Kementrian belum ada. Untuk itu kita akan mencoba menelusurinya,"kata Heri.

Terpisah, H. Kamaludin Rozy, salah seorang sponsor TKW asal Cianjur yang sudah malang melintang di dunia TKW menuturkan, pengurusan pemulangan jenazah TKW memang tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan.Biasanya, waktu selama satu bulan itu terbilang paling cepat.

"Lumayan lama juga, tapi memang seperti itu. Makanya, karena tak mau ribet, tidak sedikit keluarga TKW yang lebih memilih jenazah kerabatnya untuk dimakamkan di sana (negara tempat berkerja, red). Tapi ada juga yang sabar menunggu prosesnya. Yah itu tinggal bagaimana pihak keluarga bagusnya," paparnya.

Diberitakan sebelumnya, TKW asal Cianjur meninggal dunia secara tragis. Yuyun (31) yang sudah 4 tahun bekerja di Oman, diduga tewas akibat overdosis setelah meminum obat sakit gigi.Meninggalnya Yuyun, menambah daftar panjang TKW Cianjur yang harus mengalami nasib tragis di perantauan saat mengais rejeki. 

Kabar meningalnya Yuyun berawal dari informasi Rudi suaminya. Ia mengaku mendapatkan berita duka itu berasal dari rekan kerja Yuyun di Oman yang menghubunginya lewat telepon seluler."Pertama kali dapat kabar itu hari Sabtu (8/11/2017) sore. Teman kerjanya Yuyun nelpon saya, katanya Yuyun meninggal dunia akibat overdosis obat sakit gigi," ujar Rudi kepada wartawan saat ditemui di rumah orangtua Yuyun, Selasa (14/11/2017).

Beberapa hari kemudian, kabar duka kembali harus diterima pihak keluarga Yuyun. Menyusul kabar dari pihak Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) dan BNPTKI yang menginfromasikan, jenazah Yuyun tetap tidak bisa dipulangkan dengan alasan pihak majikan tidak mempunyai biaya untuk kepulangan jenazah.

Kabar itu sebagaimana dikatakan  Ketua DPC Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya Pembaruan Kabupaten Cianjur, Hendrik Prayoga seusai mendatangi mendatangi pihak Kementerian Luar Negeri dan BNPTKI mendampingi keluarga almarhumah, Selasa (14/11/2017).

Kedatangan Hendrik, saat itu memenuhi undangan pihak Kemenlu bersama dengan perwakilan keluarga. "Hasil kunjungan kemarin dari Jakarta kami mendapat jawaban yang sangat tidak memuaskan. Pihak majikan tetap tak bisa memulangkan Yuyun," katanya saat dihubungi Berita Cianjur, Rabu (15/11/2017).

Ia mengatakan, pihak keluarga diberi peluang untuk melakukan otopsi terhadap jenazah Yuyun namun biaya ditanggung keluarga. Tawaran tersebut dengan tegas ditolak Hendrik, karena untuk biaya otopsi, keluarga Yuyun tak mampu. "Keluarga Yuyun ini tergolong kurang mampu, pastinya kalau disuruh membayar untuk itu sangat berat, uang dari mana mereka?" katanya.

Hendrik mengaku akan mengusahakan tuntutan pihak keluarga terkait gaji yang belum dibayar. "Kami mendengar pihak majikan mengaku sudah membayar semua gajinya, kami tetap akan memperjuangkannya," pungkasnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 3 jam yang lalu

Muhammad Zimaam Hanya Bisa Berbaring Diatas Tempat Tidur

Muhammad Zimaam (2) putra pasangan suami istri (pasutri) Ririn Saprina (33) dan Irawan Kusuma Atmaja (34) warga Jalan Mayor Harun Kabir No. 4, Kelurahan Bojong Herang, Kecamatan Cianjur hanya bisa tergolek…

Cianjur Euy 6 jam yang lalu

Jelang Penerapan Trayek Baru, Angkum Wajib Uji KIR

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur bertindak tegas dengan melakukan pemeriksaan dan uji KIR angkutan umum (Angkum) jelang penerapan rekayasa lalulintas dan trayek angkum baru, yang akan dilaksanakan…

Cianjur Euy 6 jam yang lalu

Kapolres Cianjur Pimpin Sertijab Kasat dan Kapolsek

KAPOLRES Cianjur, AKBP Soliyah SIK, MH, memimpin upacara serah terima jabatan dan kenal pamit Kasat dan Kapolsek jajaran Polres Cianjur, Rabu (17/1/2018) pagi. Kegiatan yang digelar di Aula Amanah, Primkopol…

Kick Off 19 jam yang lalu

Poin Perdana Maung di Partai Perang Para Mantan, Ini Catatan Gomez

PERANG para mantan mewarnai duel antara Persib kontra Sriwijaya FC. Maung Bandung berhasil membuka Piala Presiden 2018 dengan kemenangan.

Cianjur Euy 16/01/2018 21:47 WIB

Pekan Depan, Trayek Angkum Baru Diterapkan

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Cianjur, pekan depan akan mulai memberlakukan sistem satu arah di sejumlah ruas jalan di dalam kota Cianjur dan trayek angkutan umum (Angkum, red) baru. Hal itu dilakukan…

Cianjur Euy 16/01/2018 21:45 WIB

30 Persen DD Dialokasikan Untuk Padat Karya

UNTUK meningkatkan perekonomian masyarakat, sebesar 30 persen Dana Desa (DD) tahun ini harus dialokasikan untuk program padat karya. Hal itu, diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa…

Cianjur Euy 16/01/2018 21:43 WIB

Irda Didesak Tindak Tegas!

INSPEKTORAT Daerah (Irda) Kabupaten Cianjur diminta fokus dan serius dalam melakukan pemeriksaan terhadap pegawai dan pejabat di lingkungan RSUD Sayang, Cianjur yang diduga terlibat melakukan pungutan…

Cianjur Euy 16/01/2018 07:55 WIB

Satu Pelaku Pesta Seks Sesama Jenis Ditetapkan sebagai Tersangka

SATU dari lima orang pelaku pesta seks sesama jenis di salah satu Komplek Villa di kawasan Cipanas, Sabtu (13/1/2018) sekitar pukul 22.00 Wib, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Cianjur Euy 15/01/2018 22:55 WIB

Manfaatkan Pekarangan Rumah Untuk Bertani

Pemerintah Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaluyu mendorong warga setempat untuk memanfaatkan pekarangan rumah untuk mengembangkan pertanian. Pasalnya lahan pertanian diwilayah itu terus berkurang, akibat…

Cianjur Euy 15/01/2018 22:53 WIB

Waspadai Angin Kencang, Pemkab Diminta Tebang Pohon

Kondisi cuaca ekstrim yang terjadi mengharuskan warga dan pengendara yang melintas di sejumlah ruas jalan di Cianjur agar mewaspadai bahaya pohon tumbang akibat terjangan angin kencang.