Minggu, 21 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Pelaku UMKM Ancam Kerahkan Massa

Wawan

Kamis, 23 November 2017 - 07:00 WIB

Karikatur: Nandang S
Karikatur: Nandang S
A A A

**Kewajiban Toko Swalayan Menyerap 20% Produk Lokal Belum Dipenuhi

BELUMadanya kejelasan terkait tak ada satu pun toko swalayan yang memenuhi kewajiban menyerap 20 persen produk lokal, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mengancam akan segera menggelar aksi.

Hal tersebut dinilai mereka sebagai usaha terakhir dalam menuntuk hak produk lokal, yang telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2016, tentang penataan pasar rakyat, pusat perbelanjaan dan toko swalayan.

Ketua Forum UMKM Kabupaten Cianjur, Yani Nurmayani mengatakan,hingga saat ini belum ada kejelasan tentang kewajiban toko swalayan yang beropersai di Kabupaten Cianjur. Bahkan, pihak dinas terkait atau pemilik usaha toko swalayan tidak pernah menawarkan kesempatan itu.

“Dari dulu Kami belum pernah menerima permintaan untuk mengisi kewajiban produk lokal di toko swalayan di Cianjur. Tidak pernah ada tawaran seperti itu,” kata Yani, Rabu (22/11/2017).

Yani menegaskan, saat ini pihaknya masih menunggu penjelasan mengenai kewajiban toko swalayan tersebut. “Kami masih menunggu bersama dengan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Cianjur, guna mencari solusi penyelesaiannya. Namun Kami siap untuk menuntut hak kami yang telah diatur oleh Perda itu,” tegasnya.

Sementara itu,  sebagai wakil UMKM, Wakil Ketua Dekopinda Kabupaten Cianjur, Harry M Sastrakusumah, membenarkan belum adanya penjelasan dari dinas atau toko swalayan. Namun,  jika tak kunjung ada penjelasan, Ia dan sejumlah pelaku UMKM akan siap melakukan aksi demonstrasi untuk menuntut hak tersebut.

“Kami akan lakukan aksi demonstrasi jika tidak ada respon. Kalau perlu seluruh pelaku UMKM yang bernaung di Dekopinda akan kami kerahkan, sehingga pemerintah daerah dapat melihat keseriusan UMKM di Kabupaten Cianjur,” tandasnya.

Menurutnya, meski perkembangan UMKM di Kabupaten Cianjur sangat pesat, namun selalu terkendala pada pemasaran. Ini menjadi kesempatan bagi para UMKM untuk  mengembangkan sayap usaha.

“Ini kan gila, kemana saja ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, padahal sudah ada jalan, hanya perlu koordinasi saja, tetapi baru tahun ini menjadi ramai karena pemberitaan. Yang menjadi pertanyaan apakah ini faktor kesengajaan, kelalaian atau bagaimana?” ucapnya.

Harry menegaskan kembali jika memang keinginan sejumlah UMKM tidak dianggap, aksi demo pasti akan terjadi. Hal yang wajar untuk menuntut hak, apalagi hal itu telah jelas diatur di Perda nomor 5 tahun 2016.

“Kami serius akan hal ini, jika tak kunjung ditanggapi, tunggu saja tanggal mainnya,” tegas Harry.

Diwawancara terpisah, Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Cianjur (KAMC), Ujang Ruslandi menyatakan siap mendukung rencana pelaku usaha UMKM. Menurutnya, dengan sejahteranya UMKM Kabupaten Cianjur, secara tidak langsung akan meningkatkan perekonomian Cianjur.

“Kami akan dukung tuntutan UMKM, jika perlu kami siap lakukan aksi. Sudah sepantasnya produk Cianjur menjadi produk yang dapat dibanggakan di kotanya sendiri,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, banyaknya toko swalayan yang melanggar Perda, menuai reaksi negatif dari sejumlah pihak. Tak hanya soal perizinan, namun juga terkait tak ada satupun toko swalayan yang memenuhi kewajiban menyerap 20 persen produk lokal

Sejumlah pelaku UMKM melalui lembaga yang menaunginya, Dekopinda Cianjur, meminta penjelasan terkait hal itu.

Sebagai wakil UMKM, Wakil Ketua Dekopinda Kabupaten Cianjur, Harry M Sastrakusumah mengatakan, penjelasan secara gamblang dari pemiliki toko swalayan harus ada. Sehingga permasalahan ini tidak berlarut.

“Kami menuntut penjelasan terkait kewajiban toko swalayan yang telah diatur dalam Perda nomor 5 tahun 2016 itu,” tegas Harry saat ditemui di kediamannya, Selasa (21/11/2017).

Harry mengaku tahu persis bahkan mengantongi sejumlah bukti bahwa sejak terbitnya Perda hingga saat ini, kewajiban tersebut belum juga dipenuhi. Tak hanya terhadap toko swalayan, Harry pun menyayangkan sikap dinas terkait yang seakan melakukan pembiaran.

“Harusnya dinas terkait melakukan pengawasan, sehingga permasalahan ini seharusnya tidak perlu terjadi. Kalau sudah seperti ini, wajar jika pelaku UMKM menuntut penjelasan dan pelaksanaannya,” ungkap Harry.

Dalam rangka meningkatkan dan memberdayakan UMKM Cianjur yang sudah diatur dalam Perda, sambung Harry, diperlukan adanya peran aktif dinas terkait, dalam hal ini Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), yang akan mempertemukan pemilik toko swalayan dengan pelaku UMKM.

“Sehingga apabila di lapangan terdapat kendala, baik itu dari segi kualitas dan keberlangsungan produk UMKM, dapat dipikirkan bersaman solusinya. Bukan seperti ini, seakan-akan ada pembiaran,” ujar Harry.

Ia kembali menegaskan, seluruh pelaku UMKM yang berada di bawah binaan Dekopinda menuntut penjelasan, jika perlu pihak Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Cianjur akan dilibatkan. Menurutnya, penjelasan tidak hanya dari pihak toko swalayan baik itu Alfamart, Indomaret atau toko swalayan lainnya, namun juga harus ada penjelasan dari dinas terkait.

“Kami akan lakukan audensi kepada seluruh pihak terkait. Ini peraturannya sudah jelas, tetapi kenapa tidak dilaksanakan? Padahal tinggal laksanakan saja peraturan yang telah ada,” tegas Harry.

Sementara itu, Kepala Diskoperindag Cianjur, Himam Haris melalui Kepala Bidang Perdagangan, Yana Muhammad Kamaludin mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima tembusan terkait perizinan toko swalayan yang beroperasional. Sedangkan prosedurnya, jika ada tembusan kami akan melakukan pengawasan terkait kewajiban toko swalayan.

“Belum ada tembusan tentang perizinan toko swalayan yang diterima Dinas Perdagangan, sehingga pengawasan dilakukan sesuai prosedur saja,” kata Yana, saat ditemui pada operasi pasar yang dilaksanakan di halaman Kantor Bulog Sub Divre Kabupaten Cianjur, Senin (20/11/2017).

Yana menyebut, seluruh kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Perdagangan sudah diatur seluruh prosedurnya. Kegiatan tidak dapat dilakukan jika prosedurnya tidak sesuai, sehingga dapat dicapai hasil yang diharapkan.

“Jika tidak sesuai prosedur, akhirnya akan kembali ke dinas sendiri efeknya,” sebut Yana.

Sementara itu, saat akan dimintai keterangannya terkait permintaan penjelasam dari sejumlah pelaku UMKM, Corporate Communication PT. Sumber Alfaria Trijaya Plant Karawang-Cianjur, Elisha Refila, belum memberikan tanggapan meski telah dihubungi melalui saluran telepon dan pesan singkat.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 18/01/2018 22:54 WIB

Aksi Maling Zaman Now

AKHIR-akhir ini kawanan maling spesial kantor desa tengah giat melancarkan aksinya ke sejumlah desa di wilayah Timur Kabupaten Cianjur.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:53 WIB

Pencetakan e KTP Dipusatkan di Kecamatan Ciranjang

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur menunjuk Kecamatan Ciranjang sebagai tempat pusat layanan pembuatan e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) bagi masyarakat yang ada di 5 Kecamatan. Antaralain, Kecamatan Ciranjang,…

Bisnis Line 18/01/2018 22:51 WIB

Cugenang Jadi Pencanangan Gerakan Pemasangan Patok Tanah PTSL

MINGGU ketiga di bulan Januari 2018 Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Pertanahan Kabupaten Cianjur mulai menggarap program nasional sertifikasi tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:52 WIB

Harga Daging Ayam di Cianjur Masih Capai Rp 36 Ribu Per Kg

MESKI harga daging ayam potong di Cianjur disepakati Rp 33 ribu per kilogram (Kg). Namun, dipasaran harga daging unggas itu masih terbilang mahal, mencapai Rp 36 ribu per kg.

Cianjur Euy 18/01/2018 21:51 WIB

Polres Sidak Sekolah, Sejumlah Siswa Terbukti Simpan Video Porno

PASCA terungkapnya pesta seks sesama jenis, yang satu diantara pelakunya masih berstatus pelajar. Polres Cianjur gencarkan sosialisasi dan antisipasi dengan menyambangi sejumlah SMA/SMK di Kabupaten Cianjur,…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:50 WIB

Bulan Ini, Pasien Difteri Capai 15 Orang

PASIEN Difteri yang ditangani Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang, Cianjur jumlahnya terus bertambah. Sejak awal 2018, jumlah pasien penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi di selaput lendir hidung…

Aktualita 18/01/2018 08:00 WIB

Soal Limbah RSUD, Wabup Bohong

TUDINGAN pihak RSUD Sayang Cianjur melalui Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, yang menyebutkan permasalahan menumpuknya limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) itu gara-gara kesalahan pihak…

Cianjur Euy 18/01/2018 00:01 WIB

Muhammad Zimaam Hanya Bisa Berbaring Diatas Tempat Tidur

Muhammad Zimaam (2) putra pasangan suami istri (pasutri) Ririn Saprina (33) dan Irawan Kusuma Atmaja (34) warga Jalan Mayor Harun Kabir No. 4, Kelurahan Bojong Herang, Kecamatan Cianjur hanya bisa tergolek…

Cianjur Euy 17/01/2018 21:12 WIB

Jelang Penerapan Trayek Baru, Angkum Wajib Uji KIR

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur bertindak tegas dengan melakukan pemeriksaan dan uji KIR angkutan umum (Angkum) jelang penerapan rekayasa lalulintas dan trayek angkum baru, yang akan dilaksanakan…

Cianjur Euy 17/01/2018 21:11 WIB

Kapolres Cianjur Pimpin Sertijab Kasat dan Kapolsek

KAPOLRES Cianjur, AKBP Soliyah SIK, MH, memimpin upacara serah terima jabatan dan kenal pamit Kasat dan Kapolsek jajaran Polres Cianjur, Rabu (17/1/2018) pagi. Kegiatan yang digelar di Aula Amanah, Primkopol…