Rabu, 20 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Pelaku UMKM Ancam Kerahkan Massa

Wawan

Kamis, 23 November 2017 - 07:00 WIB

Karikatur: Nandang S
Karikatur: Nandang S
A A A

**Kewajiban Toko Swalayan Menyerap 20% Produk Lokal Belum Dipenuhi

BELUMadanya kejelasan terkait tak ada satu pun toko swalayan yang memenuhi kewajiban menyerap 20 persen produk lokal, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mengancam akan segera menggelar aksi.

Hal tersebut dinilai mereka sebagai usaha terakhir dalam menuntuk hak produk lokal, yang telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2016, tentang penataan pasar rakyat, pusat perbelanjaan dan toko swalayan.

Ketua Forum UMKM Kabupaten Cianjur, Yani Nurmayani mengatakan,hingga saat ini belum ada kejelasan tentang kewajiban toko swalayan yang beropersai di Kabupaten Cianjur. Bahkan, pihak dinas terkait atau pemilik usaha toko swalayan tidak pernah menawarkan kesempatan itu.

“Dari dulu Kami belum pernah menerima permintaan untuk mengisi kewajiban produk lokal di toko swalayan di Cianjur. Tidak pernah ada tawaran seperti itu,” kata Yani, Rabu (22/11/2017).

Yani menegaskan, saat ini pihaknya masih menunggu penjelasan mengenai kewajiban toko swalayan tersebut. “Kami masih menunggu bersama dengan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Cianjur, guna mencari solusi penyelesaiannya. Namun Kami siap untuk menuntut hak kami yang telah diatur oleh Perda itu,” tegasnya.

Sementara itu,  sebagai wakil UMKM, Wakil Ketua Dekopinda Kabupaten Cianjur, Harry M Sastrakusumah, membenarkan belum adanya penjelasan dari dinas atau toko swalayan. Namun,  jika tak kunjung ada penjelasan, Ia dan sejumlah pelaku UMKM akan siap melakukan aksi demonstrasi untuk menuntut hak tersebut.

“Kami akan lakukan aksi demonstrasi jika tidak ada respon. Kalau perlu seluruh pelaku UMKM yang bernaung di Dekopinda akan kami kerahkan, sehingga pemerintah daerah dapat melihat keseriusan UMKM di Kabupaten Cianjur,” tandasnya.

Menurutnya, meski perkembangan UMKM di Kabupaten Cianjur sangat pesat, namun selalu terkendala pada pemasaran. Ini menjadi kesempatan bagi para UMKM untuk  mengembangkan sayap usaha.

“Ini kan gila, kemana saja ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, padahal sudah ada jalan, hanya perlu koordinasi saja, tetapi baru tahun ini menjadi ramai karena pemberitaan. Yang menjadi pertanyaan apakah ini faktor kesengajaan, kelalaian atau bagaimana?” ucapnya.

Harry menegaskan kembali jika memang keinginan sejumlah UMKM tidak dianggap, aksi demo pasti akan terjadi. Hal yang wajar untuk menuntut hak, apalagi hal itu telah jelas diatur di Perda nomor 5 tahun 2016.

“Kami serius akan hal ini, jika tak kunjung ditanggapi, tunggu saja tanggal mainnya,” tegas Harry.

Diwawancara terpisah, Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Cianjur (KAMC), Ujang Ruslandi menyatakan siap mendukung rencana pelaku usaha UMKM. Menurutnya, dengan sejahteranya UMKM Kabupaten Cianjur, secara tidak langsung akan meningkatkan perekonomian Cianjur.

“Kami akan dukung tuntutan UMKM, jika perlu kami siap lakukan aksi. Sudah sepantasnya produk Cianjur menjadi produk yang dapat dibanggakan di kotanya sendiri,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, banyaknya toko swalayan yang melanggar Perda, menuai reaksi negatif dari sejumlah pihak. Tak hanya soal perizinan, namun juga terkait tak ada satupun toko swalayan yang memenuhi kewajiban menyerap 20 persen produk lokal

Sejumlah pelaku UMKM melalui lembaga yang menaunginya, Dekopinda Cianjur, meminta penjelasan terkait hal itu.

Sebagai wakil UMKM, Wakil Ketua Dekopinda Kabupaten Cianjur, Harry M Sastrakusumah mengatakan, penjelasan secara gamblang dari pemiliki toko swalayan harus ada. Sehingga permasalahan ini tidak berlarut.

“Kami menuntut penjelasan terkait kewajiban toko swalayan yang telah diatur dalam Perda nomor 5 tahun 2016 itu,” tegas Harry saat ditemui di kediamannya, Selasa (21/11/2017).

Harry mengaku tahu persis bahkan mengantongi sejumlah bukti bahwa sejak terbitnya Perda hingga saat ini, kewajiban tersebut belum juga dipenuhi. Tak hanya terhadap toko swalayan, Harry pun menyayangkan sikap dinas terkait yang seakan melakukan pembiaran.

“Harusnya dinas terkait melakukan pengawasan, sehingga permasalahan ini seharusnya tidak perlu terjadi. Kalau sudah seperti ini, wajar jika pelaku UMKM menuntut penjelasan dan pelaksanaannya,” ungkap Harry.

Dalam rangka meningkatkan dan memberdayakan UMKM Cianjur yang sudah diatur dalam Perda, sambung Harry, diperlukan adanya peran aktif dinas terkait, dalam hal ini Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), yang akan mempertemukan pemilik toko swalayan dengan pelaku UMKM.

“Sehingga apabila di lapangan terdapat kendala, baik itu dari segi kualitas dan keberlangsungan produk UMKM, dapat dipikirkan bersaman solusinya. Bukan seperti ini, seakan-akan ada pembiaran,” ujar Harry.

Ia kembali menegaskan, seluruh pelaku UMKM yang berada di bawah binaan Dekopinda menuntut penjelasan, jika perlu pihak Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Cianjur akan dilibatkan. Menurutnya, penjelasan tidak hanya dari pihak toko swalayan baik itu Alfamart, Indomaret atau toko swalayan lainnya, namun juga harus ada penjelasan dari dinas terkait.

“Kami akan lakukan audensi kepada seluruh pihak terkait. Ini peraturannya sudah jelas, tetapi kenapa tidak dilaksanakan? Padahal tinggal laksanakan saja peraturan yang telah ada,” tegas Harry.

Sementara itu, Kepala Diskoperindag Cianjur, Himam Haris melalui Kepala Bidang Perdagangan, Yana Muhammad Kamaludin mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima tembusan terkait perizinan toko swalayan yang beroperasional. Sedangkan prosedurnya, jika ada tembusan kami akan melakukan pengawasan terkait kewajiban toko swalayan.

“Belum ada tembusan tentang perizinan toko swalayan yang diterima Dinas Perdagangan, sehingga pengawasan dilakukan sesuai prosedur saja,” kata Yana, saat ditemui pada operasi pasar yang dilaksanakan di halaman Kantor Bulog Sub Divre Kabupaten Cianjur, Senin (20/11/2017).

Yana menyebut, seluruh kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Perdagangan sudah diatur seluruh prosedurnya. Kegiatan tidak dapat dilakukan jika prosedurnya tidak sesuai, sehingga dapat dicapai hasil yang diharapkan.

“Jika tidak sesuai prosedur, akhirnya akan kembali ke dinas sendiri efeknya,” sebut Yana.

Sementara itu, saat akan dimintai keterangannya terkait permintaan penjelasam dari sejumlah pelaku UMKM, Corporate Communication PT. Sumber Alfaria Trijaya Plant Karawang-Cianjur, Elisha Refila, belum memberikan tanggapan meski telah dihubungi melalui saluran telepon dan pesan singkat.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.