Kamis, 20 September 2018 | Cianjur, Indonesia

Serikat Buruh Kembali Rumuskan Penerapan UMK 2018

Angga Purwanda

Kamis, 23 November 2017 - 21:37 WIB

Angga Purwanda
Angga Purwanda
A A A

Perusahaan di Cianjur Masih Terapkan Upah Dengan Sistem Borong

Serikat Pekerja di Kabupaten Cianjur akan merumuskan kembali penerapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2018 yang sudah ditetapkan. Hal itu diungkapkan Ketua DPC Serikat Buruh Muslimin Seluruh Indonesia (Sarbumusi) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Cianjur, Nurul Yatim, Kamis (23/11/2017).

Nurul menyebutkan, rencana itu untuk mengantisipasi kemungkinan adanya perusahaan yang menerapkan pengupahan di bawah UMK yang telah ditetapkan Gubernur Jawa Barat. Perumusan atau perundingan tersebut, jelas Nurul akan dilakukan bersama pengurus dan anggota di beberapa perusahaan.

”Masih banyak perusahaan di Cianjur yang mengupah pegawai dengan besaran di bawah UMK 2017 saat ini. Mereka (perusahaan) masih pakai sistem upah borongan, jadi kalaupun UMK 2018 naik, upah pegawai belum tentu naik signifikan,” jelas Nurul.

Menurut Nurul, sistem upah borongan yang diaplikasikan di sejumlah perusahaan, membuat kenaikan UMK 2017 tidak mempengaruhi buruh terlalu banyak. Pasalnya, besaran UMK 2018 Cianjur yakni Rp 2.162.366 belum tentu diperoleh sebagian besar buruh. Kalaupun mereka bisa mendapatkannya, jam kerja mereka di perusahaan pun tentunya akan panjang.

Dengan kata lain, meskipun buruh memperoleh gaji sebesar UMK 2018, jam kerja mereka jauh lebih panjang dibandingkan dengan perusahaan besar yang memberi upah serupa, tapi dengan jam kerja lebih pendek. Hal tersebut, dinilai menjadi kondisi yang membuat serikat buruh miris.

”Makanya, kami mencoba untuk menggali kemungkinan pengupahan apakah bisa tidak naik 8,71 persen saja. Jadi, kenaikan upah bisa dirasakan jauh lebih signifikan oleh buruh di perusahaan yang tersebar di sini,” ujarnya.

Nurul pun mengatakan, pada dasarnya buruh bisa mentolerir jika ada perusahaan yang tidak sanggup menerapkan UMK 2018 dan mengajukan penangguhan. Asalkan, ada serikat buruh di perusahaan yang diajak berdiskusi sebelumnya.

Jangan sampai, penangguhan dilakukan secara sepihak atas inisiatif perusahaan sendiri. Jika demikian, tentunya buruh yang akan dirugikan karena tidak mendapatkan kesepakatan apapun sebelumnya. Sayangnya, saat ini ketiadaan serikat pekerja banyak terjadi di perusahaan yang mengupah buruh di bawah besaran UMK 2017.

”Kesannya ada ekspolitasi kerja ketika perusahaan menangguhkan kenaikan upah tanpa persetujuan buruh. Beda kalau ada serikat pekerja, perusahaan bisa duduk bersama terkait realisasi kenaikan pengupahan,” ujar Nurul.

Ia mengharapkan, saat ini perusahaan mampu terbuka kepada serikat pekerja. Apabila perusahaan mengeluhkan besaran UMK dan belum mampu membayarkannya sesuai keputusan gubernur, sebaiknya hal itu dirundingkan dan disepakati bersama.

”Makanya, sekarang kami berusaha untuk bernegosiasi dengan perusahaan. Mereka yang mampu bayar sesuai UMK diharapkan dapat membayar lebih tinggi. Jadi perusahaan kecil pun bisa mengupah setidaknya senilai dengan UMK, supaya tidak jauh perbedaannya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Cianjur Sutardi mengatakan, sejauh ini di Kabupaten Cianjur hanya ada satu perusahaan terbuka (PT) yang kemungkinan dapat menerapkan upah di atas UMK 2018.

”Memang bisa dihitung jari perusahaan yang mampu membayarkan sesuai keputusan gubernur. Soalnya, di Cianjur masih banyak perusahaan yang mengandalkan bahan baku yang kadang ada kadang tidak setiap harinya,” ujar Sutardi.

Hal tersebut, menyebabkan kemungkinan besar masih banyak perusahaan yang tidak bisa membayar upah sebesar UMK 2018 atau bahkan UMK 2017. Pasalnya, perusahaan yang demikian, mengandalkan ketersediaan barang usaha untuk operasional perusahaan. Maka dari itu, sistem upah borongan lebih banyak diterapkan selama ini.

”Perusahaan juga harus melihat skala upah bagi buruh, tidak berarti UMK naik maka gaji seluruh pekerja juga setara. Ada standar yang ditentukan, dan sejauh ini memang belum ada keberatan terkait besaran UMK dari pihak terkait,” ucapnya.

Sutardi menegaskan, UMK 2018 yang mengacu pada PP 78/2015 itu dinilau sudah mengakomodir kebutuhan hidup layak. Akan tetapi, pelaksanaannya perlu mempertimbangkan kemampuan perusahaan.

Apalagi, jika dilihat, saat ini perusahaan industri semakin banyak yang berpindah tempat (relokasi) jika besaran upah lebih dari Rp 3 juta. Menurut Sutardi, perusahaan juga terus mencari daerah dengan pengupahan yang lebih murah.

”Makanya, semakin tinggi upahnya potensi pindah juga tinggi. Apalagi, industri garmen yang sering pindah karena relatif mudah. Itulah, salah satu alasan perusahaan mempertimbagkan pengupahan di suatu daerah,” ujarnya.

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 12/08/2018 22:31 WIB

Polres Cianjur Siap Amankan Kirab Obor Asian GamesXVIII

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat akan bekerja maksimal (all out) dalam pelaksanaan pengamanan perjalanan kirab obor api Asian GamesXVIII yang akan melintas dan diinapkan di Pendopo Kabupaten…

Cianjur Euy 08/08/2018 08:00 WIB

Petani Penggarap di Cianjur Tagih Janji Presiden

Tim Nawacita Presiden, Ruri Jumar Saef mewakili Ketua Tim Joko Daryanto, yang juga adik Jokowi blusukan ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (7/8/2018).

Cianjur Euy 06/08/2018 21:11 WIB

Dua Rumah Ludes Terbakar

Dua unit rumah di Gang Mujahidin, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ludes terbakar, Senin (6/8/2018) pagi.

Cianjur Euy 06/08/2018 06:55 WIB

Rekanan Proyek Irigasi Untung Banyak

Pelaksanaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Cihea kembali mendapat sorotan tajam pemerhati pembangunan.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:57 WIB

Untuk Memberikan Pemahaman Tentang Islam Kaafah

KABUPATEN Cianjur akan menjadi tuan rumah Jambore Nasional para dai Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI). Sediannya jambore tersebut akan dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun Parmusi 26 September…

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…