Selasa, 19 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Serikat Buruh Kembali Rumuskan Penerapan UMK 2018

Angga Purwanda

Kamis, 23 November 2017 - 21:37 WIB

Angga Purwanda
Angga Purwanda
A A A

Perusahaan di Cianjur Masih Terapkan Upah Dengan Sistem Borong

Serikat Pekerja di Kabupaten Cianjur akan merumuskan kembali penerapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2018 yang sudah ditetapkan. Hal itu diungkapkan Ketua DPC Serikat Buruh Muslimin Seluruh Indonesia (Sarbumusi) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Cianjur, Nurul Yatim, Kamis (23/11/2017).

Nurul menyebutkan, rencana itu untuk mengantisipasi kemungkinan adanya perusahaan yang menerapkan pengupahan di bawah UMK yang telah ditetapkan Gubernur Jawa Barat. Perumusan atau perundingan tersebut, jelas Nurul akan dilakukan bersama pengurus dan anggota di beberapa perusahaan.

”Masih banyak perusahaan di Cianjur yang mengupah pegawai dengan besaran di bawah UMK 2017 saat ini. Mereka (perusahaan) masih pakai sistem upah borongan, jadi kalaupun UMK 2018 naik, upah pegawai belum tentu naik signifikan,” jelas Nurul.

Menurut Nurul, sistem upah borongan yang diaplikasikan di sejumlah perusahaan, membuat kenaikan UMK 2017 tidak mempengaruhi buruh terlalu banyak. Pasalnya, besaran UMK 2018 Cianjur yakni Rp 2.162.366 belum tentu diperoleh sebagian besar buruh. Kalaupun mereka bisa mendapatkannya, jam kerja mereka di perusahaan pun tentunya akan panjang.

Dengan kata lain, meskipun buruh memperoleh gaji sebesar UMK 2018, jam kerja mereka jauh lebih panjang dibandingkan dengan perusahaan besar yang memberi upah serupa, tapi dengan jam kerja lebih pendek. Hal tersebut, dinilai menjadi kondisi yang membuat serikat buruh miris.

”Makanya, kami mencoba untuk menggali kemungkinan pengupahan apakah bisa tidak naik 8,71 persen saja. Jadi, kenaikan upah bisa dirasakan jauh lebih signifikan oleh buruh di perusahaan yang tersebar di sini,” ujarnya.

Nurul pun mengatakan, pada dasarnya buruh bisa mentolerir jika ada perusahaan yang tidak sanggup menerapkan UMK 2018 dan mengajukan penangguhan. Asalkan, ada serikat buruh di perusahaan yang diajak berdiskusi sebelumnya.

Jangan sampai, penangguhan dilakukan secara sepihak atas inisiatif perusahaan sendiri. Jika demikian, tentunya buruh yang akan dirugikan karena tidak mendapatkan kesepakatan apapun sebelumnya. Sayangnya, saat ini ketiadaan serikat pekerja banyak terjadi di perusahaan yang mengupah buruh di bawah besaran UMK 2017.

”Kesannya ada ekspolitasi kerja ketika perusahaan menangguhkan kenaikan upah tanpa persetujuan buruh. Beda kalau ada serikat pekerja, perusahaan bisa duduk bersama terkait realisasi kenaikan pengupahan,” ujar Nurul.

Ia mengharapkan, saat ini perusahaan mampu terbuka kepada serikat pekerja. Apabila perusahaan mengeluhkan besaran UMK dan belum mampu membayarkannya sesuai keputusan gubernur, sebaiknya hal itu dirundingkan dan disepakati bersama.

”Makanya, sekarang kami berusaha untuk bernegosiasi dengan perusahaan. Mereka yang mampu bayar sesuai UMK diharapkan dapat membayar lebih tinggi. Jadi perusahaan kecil pun bisa mengupah setidaknya senilai dengan UMK, supaya tidak jauh perbedaannya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Cianjur Sutardi mengatakan, sejauh ini di Kabupaten Cianjur hanya ada satu perusahaan terbuka (PT) yang kemungkinan dapat menerapkan upah di atas UMK 2018.

”Memang bisa dihitung jari perusahaan yang mampu membayarkan sesuai keputusan gubernur. Soalnya, di Cianjur masih banyak perusahaan yang mengandalkan bahan baku yang kadang ada kadang tidak setiap harinya,” ujar Sutardi.

Hal tersebut, menyebabkan kemungkinan besar masih banyak perusahaan yang tidak bisa membayar upah sebesar UMK 2018 atau bahkan UMK 2017. Pasalnya, perusahaan yang demikian, mengandalkan ketersediaan barang usaha untuk operasional perusahaan. Maka dari itu, sistem upah borongan lebih banyak diterapkan selama ini.

”Perusahaan juga harus melihat skala upah bagi buruh, tidak berarti UMK naik maka gaji seluruh pekerja juga setara. Ada standar yang ditentukan, dan sejauh ini memang belum ada keberatan terkait besaran UMK dari pihak terkait,” ucapnya.

Sutardi menegaskan, UMK 2018 yang mengacu pada PP 78/2015 itu dinilau sudah mengakomodir kebutuhan hidup layak. Akan tetapi, pelaksanaannya perlu mempertimbangkan kemampuan perusahaan.

Apalagi, jika dilihat, saat ini perusahaan industri semakin banyak yang berpindah tempat (relokasi) jika besaran upah lebih dari Rp 3 juta. Menurut Sutardi, perusahaan juga terus mencari daerah dengan pengupahan yang lebih murah.

”Makanya, semakin tinggi upahnya potensi pindah juga tinggi. Apalagi, industri garmen yang sering pindah karena relatif mudah. Itulah, salah satu alasan perusahaan mempertimbagkan pengupahan di suatu daerah,” ujarnya.

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.