Selasa, 23 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Serikat Buruh Kembali Rumuskan Penerapan UMK 2018

Angga Purwanda

Kamis, 23 November 2017 - 21:37 WIB

Angga Purwanda
Angga Purwanda
A A A

Perusahaan di Cianjur Masih Terapkan Upah Dengan Sistem Borong

Serikat Pekerja di Kabupaten Cianjur akan merumuskan kembali penerapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2018 yang sudah ditetapkan. Hal itu diungkapkan Ketua DPC Serikat Buruh Muslimin Seluruh Indonesia (Sarbumusi) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Cianjur, Nurul Yatim, Kamis (23/11/2017).

Nurul menyebutkan, rencana itu untuk mengantisipasi kemungkinan adanya perusahaan yang menerapkan pengupahan di bawah UMK yang telah ditetapkan Gubernur Jawa Barat. Perumusan atau perundingan tersebut, jelas Nurul akan dilakukan bersama pengurus dan anggota di beberapa perusahaan.

”Masih banyak perusahaan di Cianjur yang mengupah pegawai dengan besaran di bawah UMK 2017 saat ini. Mereka (perusahaan) masih pakai sistem upah borongan, jadi kalaupun UMK 2018 naik, upah pegawai belum tentu naik signifikan,” jelas Nurul.

Menurut Nurul, sistem upah borongan yang diaplikasikan di sejumlah perusahaan, membuat kenaikan UMK 2017 tidak mempengaruhi buruh terlalu banyak. Pasalnya, besaran UMK 2018 Cianjur yakni Rp 2.162.366 belum tentu diperoleh sebagian besar buruh. Kalaupun mereka bisa mendapatkannya, jam kerja mereka di perusahaan pun tentunya akan panjang.

Dengan kata lain, meskipun buruh memperoleh gaji sebesar UMK 2018, jam kerja mereka jauh lebih panjang dibandingkan dengan perusahaan besar yang memberi upah serupa, tapi dengan jam kerja lebih pendek. Hal tersebut, dinilai menjadi kondisi yang membuat serikat buruh miris.

”Makanya, kami mencoba untuk menggali kemungkinan pengupahan apakah bisa tidak naik 8,71 persen saja. Jadi, kenaikan upah bisa dirasakan jauh lebih signifikan oleh buruh di perusahaan yang tersebar di sini,” ujarnya.

Nurul pun mengatakan, pada dasarnya buruh bisa mentolerir jika ada perusahaan yang tidak sanggup menerapkan UMK 2018 dan mengajukan penangguhan. Asalkan, ada serikat buruh di perusahaan yang diajak berdiskusi sebelumnya.

Jangan sampai, penangguhan dilakukan secara sepihak atas inisiatif perusahaan sendiri. Jika demikian, tentunya buruh yang akan dirugikan karena tidak mendapatkan kesepakatan apapun sebelumnya. Sayangnya, saat ini ketiadaan serikat pekerja banyak terjadi di perusahaan yang mengupah buruh di bawah besaran UMK 2017.

”Kesannya ada ekspolitasi kerja ketika perusahaan menangguhkan kenaikan upah tanpa persetujuan buruh. Beda kalau ada serikat pekerja, perusahaan bisa duduk bersama terkait realisasi kenaikan pengupahan,” ujar Nurul.

Ia mengharapkan, saat ini perusahaan mampu terbuka kepada serikat pekerja. Apabila perusahaan mengeluhkan besaran UMK dan belum mampu membayarkannya sesuai keputusan gubernur, sebaiknya hal itu dirundingkan dan disepakati bersama.

”Makanya, sekarang kami berusaha untuk bernegosiasi dengan perusahaan. Mereka yang mampu bayar sesuai UMK diharapkan dapat membayar lebih tinggi. Jadi perusahaan kecil pun bisa mengupah setidaknya senilai dengan UMK, supaya tidak jauh perbedaannya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Cianjur Sutardi mengatakan, sejauh ini di Kabupaten Cianjur hanya ada satu perusahaan terbuka (PT) yang kemungkinan dapat menerapkan upah di atas UMK 2018.

”Memang bisa dihitung jari perusahaan yang mampu membayarkan sesuai keputusan gubernur. Soalnya, di Cianjur masih banyak perusahaan yang mengandalkan bahan baku yang kadang ada kadang tidak setiap harinya,” ujar Sutardi.

Hal tersebut, menyebabkan kemungkinan besar masih banyak perusahaan yang tidak bisa membayar upah sebesar UMK 2018 atau bahkan UMK 2017. Pasalnya, perusahaan yang demikian, mengandalkan ketersediaan barang usaha untuk operasional perusahaan. Maka dari itu, sistem upah borongan lebih banyak diterapkan selama ini.

”Perusahaan juga harus melihat skala upah bagi buruh, tidak berarti UMK naik maka gaji seluruh pekerja juga setara. Ada standar yang ditentukan, dan sejauh ini memang belum ada keberatan terkait besaran UMK dari pihak terkait,” ucapnya.

Sutardi menegaskan, UMK 2018 yang mengacu pada PP 78/2015 itu dinilau sudah mengakomodir kebutuhan hidup layak. Akan tetapi, pelaksanaannya perlu mempertimbangkan kemampuan perusahaan.

Apalagi, jika dilihat, saat ini perusahaan industri semakin banyak yang berpindah tempat (relokasi) jika besaran upah lebih dari Rp 3 juta. Menurut Sutardi, perusahaan juga terus mencari daerah dengan pengupahan yang lebih murah.

”Makanya, semakin tinggi upahnya potensi pindah juga tinggi. Apalagi, industri garmen yang sering pindah karena relatif mudah. Itulah, salah satu alasan perusahaan mempertimbagkan pengupahan di suatu daerah,” ujarnya.

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 2 jam yang lalu

Polres Waspadai Wilayah Pesisir Pantai Selatan Cianjur

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur mewaspadai wilayah pesisir pantai selatan dijadikan akses masuknya narkoba dari jalur laut ke wilayah hukum Cianjur. Peningkatan kewaspadaan itu, dilakukan karena wilayah…

Cianjur Euy 2 jam yang lalu

Personel Polres Latihan Peningkatan Kemampuan

SERATUSAN personel pengendali massa (Dalmas) Sat Sabhara Polres Cianjur melakukan latihan peningkatan kemampuan dalam rangka menghadapi pelaksanaan Pilkada yang akan digelar serentak bulan Juni mendatang.

Cianjur Euy 2 jam yang lalu

Antisipasi Penyebaran Difteri, Dinkes Lakukan Vaksinasi

DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur melakukan imunisasi dan pemberian vaksin kepada masyarakat di sejumlah wilayah rawan kasus difteri.Namun, keterbatasan vaksin membuat petugas hanya melakukan…

Cianjur Euy 22/01/2018 21:29 WIB

Cuaca Buruk, Masyarakat Agar Waspada

MASYARAKAT Kabupaten Cianjur diimbau untuk mewaspadai bencana akibat cuaca buruk yang dalam beberapa pekan terakhir melanda Tatar Santri.

Cianjur Euy 22/01/2018 21:25 WIB

Disdukcapil Siap Launching Lima Cabang Layanan

DINAS Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur membuka cabang layanan administrasi kependudukan di lima kecamatan. Tak hanya proses perekaman, pencetakan KTP el pun dapat dilaksanakan…

Cianjur Euy 22/01/2018 20:57 WIB

Tolak Alihfungsi dan Pembongkaran Bujensa

AKSI penolakan terkait alihfungsi dan pembongkaran eks Gedung SDN Ibu Jenab 1 (Bujensa, red) terus disuarakan berbagai kalangan. Bahkan, aktivis di Cianjur akan menggugat Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Cianjur Euy 21/01/2018 22:37 WIB

Sampah Berserakan di Area Asamul Husna

PEDAGANG yang biasa mangkal di sekitar area Taman Asmaul Husna, Kampung Panaruban, Desa/Kecamatan Haurwangi belum sepenuhnya sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Cianjur Euy 21/01/2018 22:36 WIB

Akhirnya Keluarga Otim Punya Rumah Baru

RAUT wajah Otim (47) tampak berseri seri dipenuhi kebahagian. Bagaimana tidak bahagia, Minggu (21/1) dirinya bisa bertemu langsung dengan Dedi Mulyadi, Calon Wakil Gubernur Jabar.

Cianjur Euy 21/01/2018 22:35 WIB

Kepengurusan Kampung KUBA Dibentuk

PROGRAM Kampung Utama Berakhlakul Karimah (KUBA) mulai dibumikan di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur. Mensukseskan program yang digagas Bupati Cianjur itu, kepengurusan Kampung KUBA mulai dibentuk di…

Bisnis Line 21/01/2018 22:28 WIB

Gurihnya Sensasi Soto Bogor Siliwangi Bikin Nagih

SIAPA yang tak suka dengan gurihnya sajian kuah soto hangat? Selain memiliki cita rasa rempah yang kuat, irisan daging yang dipotong dadu, taburan bawang goreng, kacang kedelai, dan tomat segar terasa…