Senin, 22 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Miris, Banyak Pelaku UMKM Terjerat Rentenir Berkedok Koperasi

Bisri

Minggu, 03 Desember 2017 - 22:37 WIB

PELATIHAN - Sejumlah pelaku koperasi tengah mengikuti pelatihan yang dilaksanakan Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (Diskop Perdagin) Kabupaten Cianjur. Pemberdayaan koperasi merupakan salah satu upaya untuk menekan keberadaan
PELATIHAN - Sejumlah pelaku koperasi tengah mengikuti pelatihan yang dilaksanakan Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (Diskop Perdagin) Kabupaten Cianjur. Pemberdayaan koperasi merupakan salah satu upaya untuk menekan keberadaan
A A A

Beritacianjur.com - BANYAK pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur terjerat pinjaman dengan bunga tinggi. Ironisnya para pelaku yang meminjamkan uang kepada para pelaku UMKM tersebut mengatasnamakan koperasi.

Fenomena tersebut sangat mudah dijumpai, terutama bagi para pedagang warungan di setiap kampung. Bahkan ada diantara para pedagang ini yang meminjam uang tidak hanya kepada seseorang saja. Alasan mudah tidak rumit seperti saat mengajukan pinjaman ke perbankan yang menjadi pilihan para pedagang warungan ini meminjam sejumlah uang.

"Kalau pinjam ke bank kan banyak persyaratan yang harus dipenuhi, itupun belum tentu cair. Kalau ke Kosipa (sebutan bagi yang meminjamkan uang) hari ini pinjam hari ini juga cair, hanya dengan bukti foto kopi KTP," kata Anisa (60) pedagang warungan warga Cugenang.

Pihaknya mengakui, meminjam ke kosipa tidak seperti ke bank. Jika di bank uang pinjaman diterima full sesuai dengan pengajuan, kalau di kosipa uang pinjamannya tidak diterima full dengan alasan untuk administrasi.

"Memang tidak diterima full, tapi kita membayarnya full. Itupun harus dilebihi dengan perhitungan per hari, tidak per bulan. Memang kalau dihitung-hitung besar juga sih bungannya," papar Anisa.

Ia mengakui, meski bunganya besar, terpaksa dilakukan lantaran butuh tambahan modal usahanya. Sementara untuk mengajukan pinjaman ke perbankan harus memiliki jaminan. "Sebenarnya terpaksa juga meminjam uang dengan bunga tinggi, habis belum ada cara lain. Kamii butuh modal untuk usaha," tegasnya.

Sebelumnya, untuk menekan terjadinya praktek rentenir yang berkedok koperasi, Tim Satgas Pengawasan Koperasi Kabupaten Cianjur mendatangi sejumlah koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan Unit Simpan Pinjan (USP). Kedatangan tim pengawasan tersebut untuk memastikan salah satunya apakah koperasi tersebut melayani non anggota atau tidak.

Anggota Tim Satgas Pengawasan Koperasi Judi Adi Nugroho mengungkapkan, pada tahap awal ada lima koperasi KSP/USP yang menjadi sasaran pengawasan. Tim pengawasan yang didalamnya ada Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL) itu mendatangi koperasi-koperasi sasaran.

"Sejumlah berkas atau dokumen koperasi kita lakukan pemeriksaan. Ini merupakan salah satu bentuk pengawasan. Kita ingin memastikan apakah prinsip-prinsip berkoperasi itu dijalankan atau tidak. Karena yang namanya koperasi itu harus tunduk pada aturan Undang-undang nomor 25 tahun 1992 tentang koperasi," kata Judi.

Judi memastikan, jika koperasi KSP/USP tidak mematuhi aturan tentang koperasi maka akan dikenakan sanksi tegas. "Kalau ternyata hasil dari pengawasan ini ditengarai koperasi tersebut tidak taat atau tidak patuh atauran pasti akan dikenakan sanksi," jelasnya.

Adapun sanksi yang diberikan lanjut Judi, tergantung pelanggaran yang dilakukan. "Sanksi sudah diatur dalam peraturan tentang koperasi. Tergantung pelanggaran yang dilakukan. Misalnya kalau pelanggaran sedang sesuai dengan aturan ada peringatan secara tertulis," ungkapnya.

Pihaknya juga tidak menampik, saat ini ada praktek rentenir yang menyasar para pelaku UMKM dengan berkedok koperasi. "Pengawasan ini kita harapkan bisa menekan adanya praktek rentenir berkedok koperasi itu," paparnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 7 jam yang lalu

Tega, Ini Jeritan Hati Pegawai RSUD

PENGAKUAN mengejutkan datang dari sejumlah pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur. Sudah dua bulan, insentif para pegawai di rumah sakit plat merah tersebut belum dibayarkan.

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Sampah Berserakan di Area Asamul Husna

PEDAGANG yang biasa mangkal di sekitar area Taman Asmaul Husna, Kampung Panaruban, Desa/Kecamatan Haurwangi belum sepenuhnya sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Akhirnya Keluarga Otim Punya Rumah Baru

RAUT wajah Otim (47) tampak berseri seri dipenuhi kebahagian. Bagaimana tidak bahagia, Minggu (21/1) dirinya bisa bertemu langsung dengan Dedi Mulyadi, Calon Wakil Gubernur Jabar.

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Kepengurusan Kampung KUBA Dibentuk

PROGRAM Kampung Utama Berakhlakul Karimah (KUBA) mulai dibumikan di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur. Mensukseskan program yang digagas Bupati Cianjur itu, kepengurusan Kampung KUBA mulai dibentuk di…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Kecewa Kebijakan Pemkab, Warga Segel Eks SD Bujensa

SEBUAH spanduk penolakan terbentang di pagar tembok eks SDN Ibu Jenab 1 (Bujensa, red). Spanduk penolakan itu ditempel oleh warga yang menilai Pemkab Cianjur tidak menjalankan komitmen yang dibuat terkait…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Stok Surplus, Pemkab Cianjur Tolak Impor Beras

CAPAIAN produksi padi di Kabupaten Cianjur tahun 2017 mencapai 105 persen. Capaian itu lebih tinggi dari tahun sebelumnya, yang hanya mencapai 100,88 persen.

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Mayat Pria Tanpa Identias Ditemukan Mengambang

MAYAT pria tanpa identitas ditemukan mengambang di genangan air Blok Sungai Citarum, Kampung Cinangsi RT 02/10, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 13.00 WIB.

Aktualita 19/01/2018 13:13 WIB

Pemkab Cianjur Tolak Kebijakan Impor Beras

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menolak kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan, Wakil Cianjur, Herman Suherman, saat menghadiri acara panen raya padi di…

Aktualita 19/01/2018 08:00 WIB

Terbongkar, RSUD Masih Berkilah

PENYEBAB amburadulnya pengelolaan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, sudah terbongkar. Namun pejabat rumah sakit plat merah tersebut masih…

Aktualita 19/01/2018 07:55 WIB

Komisi III Sidak, Pejabat RSUD Tak Ada di Tempat

KOMISI III DPRD Cianjur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Sayang Cianjur, Kamis (18/1/2018) siang.