Senin, 16 Juli 2018 | Cianjur, Indonesia

Miris, Banyak Pelaku UMKM Terjerat Rentenir Berkedok Koperasi

Bisri

Minggu, 03 Desember 2017 - 22:37 WIB

PELATIHAN - Sejumlah pelaku koperasi tengah mengikuti pelatihan yang dilaksanakan Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (Diskop Perdagin) Kabupaten Cianjur. Pemberdayaan koperasi merupakan salah satu upaya untuk menekan keberadaan
PELATIHAN - Sejumlah pelaku koperasi tengah mengikuti pelatihan yang dilaksanakan Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (Diskop Perdagin) Kabupaten Cianjur. Pemberdayaan koperasi merupakan salah satu upaya untuk menekan keberadaan
A A A

Beritacianjur.com - BANYAK pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur terjerat pinjaman dengan bunga tinggi. Ironisnya para pelaku yang meminjamkan uang kepada para pelaku UMKM tersebut mengatasnamakan koperasi.

Fenomena tersebut sangat mudah dijumpai, terutama bagi para pedagang warungan di setiap kampung. Bahkan ada diantara para pedagang ini yang meminjam uang tidak hanya kepada seseorang saja. Alasan mudah tidak rumit seperti saat mengajukan pinjaman ke perbankan yang menjadi pilihan para pedagang warungan ini meminjam sejumlah uang.

"Kalau pinjam ke bank kan banyak persyaratan yang harus dipenuhi, itupun belum tentu cair. Kalau ke Kosipa (sebutan bagi yang meminjamkan uang) hari ini pinjam hari ini juga cair, hanya dengan bukti foto kopi KTP," kata Anisa (60) pedagang warungan warga Cugenang.

Pihaknya mengakui, meminjam ke kosipa tidak seperti ke bank. Jika di bank uang pinjaman diterima full sesuai dengan pengajuan, kalau di kosipa uang pinjamannya tidak diterima full dengan alasan untuk administrasi.

"Memang tidak diterima full, tapi kita membayarnya full. Itupun harus dilebihi dengan perhitungan per hari, tidak per bulan. Memang kalau dihitung-hitung besar juga sih bungannya," papar Anisa.

Ia mengakui, meski bunganya besar, terpaksa dilakukan lantaran butuh tambahan modal usahanya. Sementara untuk mengajukan pinjaman ke perbankan harus memiliki jaminan. "Sebenarnya terpaksa juga meminjam uang dengan bunga tinggi, habis belum ada cara lain. Kamii butuh modal untuk usaha," tegasnya.

Sebelumnya, untuk menekan terjadinya praktek rentenir yang berkedok koperasi, Tim Satgas Pengawasan Koperasi Kabupaten Cianjur mendatangi sejumlah koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan Unit Simpan Pinjan (USP). Kedatangan tim pengawasan tersebut untuk memastikan salah satunya apakah koperasi tersebut melayani non anggota atau tidak.

Anggota Tim Satgas Pengawasan Koperasi Judi Adi Nugroho mengungkapkan, pada tahap awal ada lima koperasi KSP/USP yang menjadi sasaran pengawasan. Tim pengawasan yang didalamnya ada Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL) itu mendatangi koperasi-koperasi sasaran.

"Sejumlah berkas atau dokumen koperasi kita lakukan pemeriksaan. Ini merupakan salah satu bentuk pengawasan. Kita ingin memastikan apakah prinsip-prinsip berkoperasi itu dijalankan atau tidak. Karena yang namanya koperasi itu harus tunduk pada aturan Undang-undang nomor 25 tahun 1992 tentang koperasi," kata Judi.

Judi memastikan, jika koperasi KSP/USP tidak mematuhi aturan tentang koperasi maka akan dikenakan sanksi tegas. "Kalau ternyata hasil dari pengawasan ini ditengarai koperasi tersebut tidak taat atau tidak patuh atauran pasti akan dikenakan sanksi," jelasnya.

Adapun sanksi yang diberikan lanjut Judi, tergantung pelanggaran yang dilakukan. "Sanksi sudah diatur dalam peraturan tentang koperasi. Tergantung pelanggaran yang dilakukan. Misalnya kalau pelanggaran sedang sesuai dengan aturan ada peringatan secara tertulis," ungkapnya.

Pihaknya juga tidak menampik, saat ini ada praktek rentenir yang menyasar para pelaku UMKM dengan berkedok koperasi. "Pengawasan ini kita harapkan bisa menekan adanya praktek rentenir berkedok koperasi itu," paparnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 6 jam yang lalu

Korupsi di Cianjur Aman?

KORUPSI di Cianjur aman. Begitu kata seorang aktivis, menyikapi sederet temuan kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur yang kini mencuat dan ramai dibicarakan publik.

Cianjur Euy 14 jam yang lalu

Tahun ini, Rp3,5 M untuk Proyek Buku RT

DANA Rukun Tetangga (RT) yang diluncurkan pemerintah Kabupaten Cianjur setiap tahunnya, kerap jadi bidikan kalangan pengusaha yang berniat mengais keuntungan.

Cianjur Euy 14 jam yang lalu

Warga Mekargalih Kudu Waspada

WARGA Desa Mekargalih, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur harus lebih waspada saat meninggalkan rumah dalam keadaan kosong, tak berpenghuni.

Cianjur Euy 14 jam yang lalu

Polsek Warungkondang Siap Menjawab Keinginan Masyarakat

PERINGATI HUT Bhayangkara ke 72 Polsek Warungkondang, Kabupaten Cianjur gelar syukuran, Sabtu (14/7/2018). Terlihat seluruh kalangan masyarakat menjadi tamu undangan.

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Asian GamesXVIII Ajang Dongkrak Sektor Pariwisata

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur bakal memaskimalkan momentum gelaran Asian Games XVIII/2018 untuk mempromosikan dan mendongkrak sektor pariwisata.

Aktualita 13/07/2018 07:00 WIB

Masyarakat Muak dengan Kebijakan Bupati

DUGAAN kuat pelanggaran Megaproyek Campaka tak hanya ramai diberitakan di media massa, namun ternyata isu kebijakan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar terkait pemindahan ibu kota juga viral di jejaring…

Aktualita 13/07/2018 06:55 WIB

Didemo Warga, Pengusaha Balik Ancam Akan Tutup Perusahaan

Ratusan warga Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, mendemo PT Three Six World (PT.TSW), Kamis (12/7/2018)

Cianjur Euy 12/07/2018 21:08 WIB

Lapas Kelas IIB Cianjur Utamakan Pembinaan Keagamaan

LATAR belakang pondok pesantren (Pontren) yang diterapkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Cianjur menjadi sesuatu yang unik. Dimana, para warga binaan diberikan pendekataan keagamaan untuk…

Cianjur Euy 12/07/2018 21:08 WIB

Tingkat Penyerapan Beras Petani di Semeseter I Mencapai 80,78%

BULOG Subdivre Cianjur mengklaim tingkat penyerapan beras petani memasuki semester I tahun ini sudah mencapai 80,78 persen. Hal itu, tak terlepas dari mulai meningkatnya kepercayaan petani menjual hasil…

Cianjur Euy 12/07/2018 21:08 WIB

Situs Gunung Padang Diusulkan Ke UNESCO

TIM Arkeolog Situs Gunung Padang tengah mengkaji untuk mengusulkan situs tersebut ke UNESCO sebagai warisan budaya dunia (World Heritage). Rencananya semua elemen, mulai dari pemerintah daerah bakal dilibatkan…