Senin, 22 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Cuaca Ekstrem, TNGGP Evaluasi Jalur Pendakian

Angga Purwanda

Minggu, 03 Desember 2017 - 23:05 WIB

Cuaca Ekstrem
Cuaca Ekstrem
A A A

Event Lari Ultra Trail di Gunung Gede Pangrango Terpaksa Dihentikan

Beritacianjur.com - EMPAT hari pasca penutupan jalur pendakian Gunung Gede Pangrango akibat kondisi cuaca ekstrem, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) akan melakukan evaluasi untuk mempertimbangkan kembali dibukanya jalur pendakian itu.

Kepala Bidang Teknis Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Mimi Murdiah mengatakan, tim akan mencoba melihat kondisi terkini di jalur pendakian karena selama dua hari ke belakang cuaca terbilang cukup cerah.

”Kami mau melihat setelah cuaca lebih baik sekarang, apakah memungkinkan untuk jalur kembali dibuka. Makanya kami juga mulai mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak di sekitar lokasi,” kata Mimi, kepada wartawan, Minggu (3/12/2017).

Mimi menuturkan, cuaca yang lebih kondusif saat ini dinilai menjadi waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi dalam mempertimbangkan pembukaan jalur pendakian. Bahkan, dengan membaiknya cuaca beberapa hari ini, Wisata Cibereum yang berada di kaki Gunung Gede Pangrango pun sudah kembali dibuka.

Mimi mengungkapkan, sepekan terakhir Kabupaten Cianjur berada dalam cuaca ekstrem. Berdasarkan pantauan petugas Balai TNGGP dan juga informasi dari pendaki gunung tersebut, cuaca di puncak gunung tergolong ekstrem dan membahayakan.

”Bahkan, kemarin event lari ultra trail yang diadakan di Gunung Gede Pangrango pun harus dihentikan. Harusnya ada beberapa kategori balapan, kalau tidak salah sampai 300 kilometer tapi akhirnya berhenti di 200 kilometer saja,” katanya.

Menurut pengakuan peserta lomba yang mayoritas merupakan pelari nasional itu, kondisi Gunung Gede Pangrango dinilai tidak aman. Kebanyakan peserta tidak berani meneruskan perlombaan, karena cuaca di atas terlalu ekstrem.

Mimi menjelaskan, saat itu angin bertiup sangat kencang dan membuat peserta seolah melayang saat berlari. Oleh karena itu, lomba yang dilangsungkan sejak Senin (27/11/2017) dan rencananya selesai pada Sabtu (2/12/2017) itu pun diakhiri meski tidak sesuai target.

”Selain itu juga, karena angin kencang akhirnya banyak pohon yang tumbang. Hari Jumat kemarin itu bisa dibilang sebagai puncak badai, soalnya pohon tumbang dan kabel-kabel listrik putus,” ucap Mimi.

Kondisi yang berlangsung tersebut, akhirnya memaksa sekitar 600 jadwal pendakian selama 1-3 Desember 2017 harus dibatalkan. Mimi mengaku, tidak ingin ambil risiko dengan tetap membiarkan pendaki menaiki gunung tersebut.

Sejauh ini pun, pihak Balai TNGGP sudah memberikan pilihan kepada calon pendaki, untuk menerima kembali biaya yang sudah dibayarkan atau menggeser hari pendakian.

”Tapi namanya juga penutupan karena force major, jadi meskipun ditutup pasti akan segera dibuka melihat perkembangan cuaca. Semoga tidak lama lagi dibuka,” katanya.

Sebelumnya, Balai TNGGP bekerjasama dengan relawan dan masyarakat sekitar untuk melakukan pengamanan jalur. Tim gabungan tersebut, terlibat untuk menyisir pendaki yang sudah terlanjur naik agar segera turun dari area pendakian.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Ahmad Rivai mengatakan, kawasan utara Cianjur belakangan ini memang dikepung oleh angin kencang dan pohon tumbang.

”Makanya, imbauan untuk tidak mendaki itu memang sudah sebaiknya dipatuhi. Apalagi, beberapa hari ini memang di utara banyak sekali pohon tumbang di beberapa titik karena angin kencang,” ucap Rifai.

Sebab itu, masyarakat diimbau untuk lebih waspada selama cuaca dinilai membahayakan kondisi sekitar. Selain di kawasan utara, pohon tumbang sedang marak kawasan perkotaan Cianjur. Sementara itu, potensi bencana di kawasan selatan masih didominasi oleh longsor dan pergerakan tanah saat hujan terjadi.

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 3 jam yang lalu

Tega, Ini Jeritan Hati Pegawai RSUD

PENGAKUAN mengejutkan datang dari sejumlah pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur. Sudah dua bulan, insentif para pegawai di rumah sakit plat merah tersebut belum dibayarkan.

Bisnis Line 13 jam yang lalu

Gurihnya Sensasi Soto Bogor Siliwangi Bikin Nagih

SIAPA yang tak suka dengan gurihnya sajian kuah soto hangat? Selain memiliki cita rasa rempah yang kuat, irisan daging yang dipotong dadu, taburan bawang goreng, kacang kedelai, dan tomat segar terasa…

Cianjur Euy 13 jam yang lalu

Mayat Pria Tanpa Identias Ditemukan Mengambang

MAYAT pria tanpa identitas ditemukan mengambang di genangan air Blok Sungai Citarum, Kampung Cinangsi RT 02/10, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 13.00 WIB.

Aktualita 19/01/2018 13:13 WIB

Pemkab Cianjur Tolak Kebijakan Impor Beras

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menolak kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan, Wakil Cianjur, Herman Suherman, saat menghadiri acara panen raya padi di…

Aktualita 19/01/2018 08:00 WIB

Terbongkar, RSUD Masih Berkilah

PENYEBAB amburadulnya pengelolaan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, sudah terbongkar. Namun pejabat rumah sakit plat merah tersebut masih…

Aktualita 19/01/2018 07:55 WIB

Komisi III Sidak, Pejabat RSUD Tak Ada di Tempat

KOMISI III DPRD Cianjur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Sayang Cianjur, Kamis (18/1/2018) siang.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:54 WIB

Aksi Maling Zaman Now

AKHIR-akhir ini kawanan maling spesial kantor desa tengah giat melancarkan aksinya ke sejumlah desa di wilayah Timur Kabupaten Cianjur.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:53 WIB

Pencetakan e KTP Dipusatkan di Kecamatan Ciranjang

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur menunjuk Kecamatan Ciranjang sebagai tempat pusat layanan pembuatan e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) bagi masyarakat yang ada di 5 Kecamatan. Antaralain, Kecamatan Ciranjang,…

Bisnis Line 18/01/2018 22:51 WIB

Cugenang Jadi Pencanangan Gerakan Pemasangan Patok Tanah PTSL

MINGGU ketiga di bulan Januari 2018 Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Pertanahan Kabupaten Cianjur mulai menggarap program nasional sertifikasi tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:52 WIB

Harga Daging Ayam di Cianjur Masih Capai Rp 36 Ribu Per Kg

MESKI harga daging ayam potong di Cianjur disepakati Rp 33 ribu per kilogram (Kg). Namun, dipasaran harga daging unggas itu masih terbilang mahal, mencapai Rp 36 ribu per kg.