Rabu, 13 Desember 2017 | Cianjur, Indonesia

Penerima Hibah Pakai ‘Alamat Palsu’?

Nuki/bis/gie

Senin, 04 Desember 2017 - 06:00 WIB

Karikatur: Nandang S/BC
Karikatur: Nandang S/BC
A A A

**ASN Terlibat dalam Pengadaan Buku PAUD
**Penerbit Pakai Kwitansi Dinas

PERSOALANketidakjelasan alamat penerima dana hibah Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD Tahun Anggaran (TA) 2017 bernilai miliaran rupiah, tak hanya terjadi di DKI Jakarta. Di Cianjur, terkait soal ini justru terlebih dahulu terungkap ke permukaan, bahkan hingga ramai dikabarkan di media lokal.

Khusus di Cianjur, ketidakjelasan siapa penerima dana BOP PAUD terungkap dalam kompilasi laporan pertanggungjawaban realisasi dan penggunaan belanja hibah Kabupaten Cianjur, periode Juli hingga September Tahun Anggaran  (TA) 2017. Dalam laporan tersebut disebutkan, penyaluran bantuan sebesar Rp18.985.800.000, untuk belanja hibah BOP PAUD yang beralamat di Jalan Abdullah Bin Nuh Cianjur.

Menyikapi persoalan tersebut, aktivis Perhimpunan Pergerakan Masyarakat Cianjur (PMPC), Ari Muhammad mengatakan, seharusnya nama dan alamat penerima dana bantuan hibah, baik itu dana yang bersumber dari pusat maupun daerah, harus dicantumkan dengan jelas. Sebab, nantinya berhubungan langsung dengan pertanggungjawaban atas penggunaan dana bantuan tersebut. 

“Kita sudah lihat datanya. Setelah kita cermati, memang benar ada ketidakjelasan siapa penerima bantuan dana BOP PAUD TA 2017 ini. Soalnya dalam data itu hanya disebutkan BOP PAUD, Jl KH Abdullah Bin Nuh Kec Cianjur, tanpa diketahui siapa nama penerimanya, apakah secara pribadi atau lembaga?”ujar Ari Muhammad kepada Berita Cianjur, Minggu (3/12/2017).

Kondisi ini sambung Ari, selain dirasa ada kejanggalan juga mencerminkan kurang cermatnya pihak pemerintah daerah Kabupaten Cianjur dalam melakukan proses pengadministrasian. Sehingga menurutnya wajar, jika pada akhirnya menyulut dugaan ataupun penilaian miring dari berbagai kalangan Cianjur.

“Memang kondisinya tak jauh berbeda dengan yang terjadi saat ini di DKI. Hanya saja, untuk di Cianjur dana BOP PAUD-nya sudah terlebih dahulu digelontorkan kepada penerima manfaat sebagaimana disebutkan dalam SK Bupati Cianjur.Sedangkan di DKI, pada saat mencuat menjadi polemik, posisi dananya  sama sekali belum disalurkan kepada penerima manfaat,”terangnya.

Ari meminta pihak Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk segera memperbaiki proses pengadministrasiannya sesuai aturan yang berlaku. Artinya, dijelaskan kepada siapa alokasi dana bantuan dari pusat itu ditampung di daerah (Kabupaten Cianjur,red).

“Dana bantuan senilai Rp18,9 miliar itu bukan kecil lho, pengadministrasiannya harus jelas, baik dari hulu maupun hilirnya. Jadi kudu jelas atuh apakah si penerima langsung dana dari pusat atau penampung dana BOP PAUD itu pihak BPKAD, Disdik atau HIMPAUDI?”tegasnya. 

“Bukan hanya  disebutkan alamatnya saja. Warga yang tinggal disepanjang ruas jalan Abdullah Bin Nuh itu kan banyak. Kalau dari atasnya saja pengadministrasiannya sudah tidak beres, bagaimana ke bawahanya?”tambah Ari sambil mengungkapkan sindirian jangan-jangan alamat penerima di Abdullah Bin Nuh itu justru ‘Alamat Palsu’ seperti judul lagu yang dibawakan artis dangdut Ayu Ting ting

Keterlibatan ASN dalam Pengadaan Buku PAUD

Tak hanya persoalan ketidakjelasan alamat penerima dana hibah Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD saja, namun secara teknis di lapangan, dikabarkan adanya keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pengadaan buku PAUD di Kabupaten Cianjur.

Kabar tersebut bukan hanya isapan jempol,pasalnya diakui langsung seorang ASN berinisial PN. "Saya hanya sebagian kecilnya saja, kebanyakan orang lain. Bukan saya saja, banyak. Saya hanya ikut sedikit, hanya untuk nambah-nambah saja," katanya saat dihubungi Berita Cianjur melalui sambungan selulernya, Minggu (3/12/2017) malam.

Ketika disinggung berapa banyak ia ikut dalam pengadaan buku PAUD tersebut, PN tidak mengungkapkan. Ia berkilah sudah ada yang jalani. Demikian juga saat disinggung besaran anggaran dalam pengadaan buku PAUD tersebut.

"Saya hanya sedikit, tidak sampai segitu (Rp 100 juta-red). Belum dibayar semuanya, kan dicicil, per triwulan, kan ini juga belum beres. Pokoknya saya ikut pengadaan dan hanya sedikit," tegasnya.

Pengusaha Buku PAUD Pakai Kwitansi Dinas

Sebelumnya, dugaan adanya instruksi dari Dinas Pendidikan (Disdik) Cianjur menggiring lembaga penerima BOP PAUD, untuk membeli buku dari perusahaan penerbit tertentu, semakin menguat.

Menguatnya dugaan tersebut terungkap pada saat wartawan melakukan konfirmasi dengan salah seorang Ketua PAUD berinisial NI.

Diperoleh keterangan dari NI, dirinya mengaku membeli buku untuk PAUD ke penjual buku yang datang langsung ke PAUD-nya. Si penjual mengaku dirinya diamanati oleh dinas untuk menjual buku tersebut.

NI juga mengaku pembelian buku untuk PAUD itu sebanyak 10 buku berupa majalah untuk 10 bulan, serta buku untuk panduan guru sebanyak 6 buah. Buku tersebut dibeli seharga Rp3.200.000.

"Beli bukunya sama orang yang datang ke PAUD itu (penjual buku, red) secara tunai. Kwitansi pembelian juga langsung diberikan saat itu juga. Kwitansi yang diserahkan itu dari Dinas Pendidikan Cianjur. Katanya dia keamanatan dari pihak Dinas Pendidikan Cianjur," beber NI kepada Berita Cianjur, belum lama ini.

Untuk menelusuri kebenaran tersebut, Berita Cianjur mencoba mengonfirmasi kepada salah satu pengusaha buku PAUD yang akrab disapa Mudrik. Ia langsung membantah jika dirinya melakukan hal tersebut.

“Mungkin itu mah oknum kang. Kalau yang saya kerjakan, mekanismenya ada PO (purchase order dulu atau atas permintaan lembaga PAUD-nya sendiri,“ katanya.

Terkait adanya dugaan jual beli buku secara paksa dan mengatasnamakan dinas, Mudrik pun membantahnya. “Saya tidak pernah memaksa atau sampai mengatasnamakan dinas. Saya murni menawarkan. Bahkan dari yang sudah saya kerjakan di 8 kecamatan, tak sedikit PAUD yang belum membayar,“ jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang PLS pada Dinas Pendidikan Cianjur, Rohman saat dikonfirmasi terkait persoalan peyaluran dana BOP PAUD 2017, keterlibatan ASN dalam pengadaan buku PAUD, serta pengusaha buku PAUD pakai kwitansi dinas, dirinya enggan memberikan komentar.

“Maaf Kang, nanti saja ya di Dinas,”kata Rohman saat ditemui di kediamannya, Minggu (3/12/2017). (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Bisnis Line 18 jam yang lalu

Kemitraan Berdampak Positif Bagi KUMKM

SEJUMLAH pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Cianjur mengikuti sinergi kerjasama antara Rumah Pangan Kita (RPK) dengan Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil dan…

Bisnis Line 18 jam yang lalu

Honda Suguhkan New Revo yang Lebih Keren

MESKI segmen motor bebek tak sehebat atau tak sedahsyat matik, Astra Honda Motor (AHM) mencoba terus untuk tetap memenuhi kebutuhan pecinta motor Honda Revo. Kali ini Honda resmi mempermak sekaligus memperkenalkan…

Cianjur Euy 18 jam yang lalu

Muspika Tinjau Harga Sembakao di Pasar Ciranjang

MENJELANG perayaan Natal dan pergantian tahun baru 2018, Selasa (12/12) pagi hari, Muspika Kecamatan Ciranjang, meninjau harga sembako di Pasar Tradisional Ciranjang. Terlihat Kepala Pasar dan Kantib…

Cianjur Euy 18 jam yang lalu

Persiapan Giat Bersihkan DAS Citarum

PERSIAPAN kegiatan pembersihan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum mulai dilakukan Koramil Bojongpicung, Selasa (13/12) di Kampung Muhara, Desa/Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur.

Cianjur Euy 18 jam yang lalu

Ratusan Siswa PAUD Antuasias Ikuti Perlombaan

SEBANYAK 375 siswa/ siswi Paud dan TK yang berasal dari Kecamatan Ciranjang dan Haurwangi tampak antusias mengikuti lomba mewarnai gambar alam dan kesenian di lokasi Wana Wisata Pokland, kemarin.

Cianjur Euy 20 jam yang lalu

Ratusan Polisi Disiagakan Jelang Natal dan Tahun Baru

RATUSAN personel dari Kepolisian Resor (Polres) Cianjur akan disiagakan di setiap gereja di Kabupaten Cianjur menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2018 mendatang.

Cianjur Euy 20 jam yang lalu

Seorang Mekanik AC Ditemukan Meninggal di Kamar Kontarakan

HUSEIN (34), seorang karyawan PT CKI yang sedang mendapatkan pekerjaan borongan dari PT Pou Yuen Indonesia (PYI) ditemukan meninggal dunia di kamar kontrakannya di Kampung Cikijing RT 02/01, Desa Selajambe,…

Ragam 20 jam yang lalu

Semarak VM TDI Cianjur

CIANJUR-Komunitas pecinta vape (rokok elektrik) varian therion, kini memasuki usia 8 bulan di Cianjur. Terkenal dengan nama Therion DNA Cianjur Chapter, komunitas ini memiliki rutinitas VM(Vape Meet)…

Ragam 20 jam yang lalu

GRANAT Advokasi Bahaya Narkoba ke KVC

CIANJUR-Maraknya oknum yang menyalahgunakan Vape (rokok elektrik) sebagai perangkat penyalahgunaan narkoba, membuat Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Cianjur geram. Pasalnya, di Kabupaten Cianjur…

Cianjur Euy 20 jam yang lalu

Kapolres Cianjur Bersilaturhmi Dengan Awak Media

KAPOLRES Cianjur, AKBP Soliyah SIK, MH menggelar silaturahmi dengan awak media yang bertugas di Kabupaten Cianjur, di sebuah rumah makan ternama di bilangan Jalan Dr Muwardi (Bypass), Kelurahan Bojongherang,…