Sabtu, 24 Februari 2018 | Cianjur, Indonesia

Waspadai Cuaca Ekstrem

Angga Purwanda

Senin, 04 Desember 2017 - 06:10 WIB

Foto: Angga Purwanda/BC
Foto: Angga Purwanda/BC
A A A

**Warga Diimbau Tak Mendaki Gunung, Lewati Lembah dan Melaut
**Puluhan Warung dan Perahu Hancur, Sekitar 700 Nelayan di Cidaun Nganggur 

CUACA ekstrem masih terus menghantui warga Jawa Barat khususnya Cianjur. Cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin kencang tersebut diakibatkan adanya belokan siklon tropis “Dahlia” di sekitar Jabar.

Hal tersebut disampaikan Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Toni Agus Wijaya. Menurutnya, terdapat siklon tropis "Dahlia" atau badai kekuatan besar di laut di Barat Daya Bengkulu, sertaterdapat daerah belokan angin dan kelembaban udara yang tinggi di sekitar Jabar.

“Sehingga terbentuk awan hujan dan peningkatan kecepatan angin di sekitar Jawa Barat," ujarnya belum lama ini.
Menanggapi kondisi cuaca ekstrem tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, mengimbau masyarakat untuk tidak mengunjungi sejumlah objek wisata air danau atapun laut di wilayah Cianjur bagian selatan, karena tingginya curah hujan.

Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Ahmad Rifai mengaku, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak di sejumlah tempat wisata air, untuk melarang masyarakat dan wisatawan untuk mendekati pinggir pantai atau danau.

"Masyarakat dan wisatawan tidak bermain di bibir pantai, kalau sudah berada di lokasi, lebih baik di pantai saja karena saat ini cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi," kata Rifai kepada wartawan, Minggu (3/12/2017).

Meskipun belum menempatkan anggota atau relawan di sejumlah objek wisata air itu, sambung dia, namun pihaknya telah berkordinasi dengan pengelola, aparat kecamatan dan desa, serta aparat hukum setempat untuk melakukan pengawasan dan imbauan.

"Kami belum menempatkan anggota atau relawan dan mendirikan posko, karena pengelola tempat wisata biasanya sudah melakukan antisipasi dengan melarang wisatawan mendekat ke bibir pantai atau danau, guna menghindari hal yang tidak diinginkan," jelasnya.

Sedangkan terkait penanganan bencana yang menimpa sejumlah wilayah selatan Cianjur, Rifai mengaku telah menempatkan relawan untuk mengawasi dan melakukan evakuasi ketika bencana alam susulan terjadi di wilayahnya masing-masing.

"Semua titik dan zona merah bencana menjadi fokus kami, namun beberapa titik yang menjadi langganan tahunan mendapat perhatian lebih karena bencana alam banjir dan longsor dapat kapan saja terjadi," tuturnya.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat diseluruh wilayah Cianjur, untuk waspada dan segera mengungsi jika melihat tanda-tanda akan terjadi bencana di wilayah tempat tinggalnya masing-masing.

Sementara itu, tujuh ratusan nelayan dan seratusan pemilik warung di Pantai Jayanti, Kecamatan Cidaun, berhenti melaut karena cuaca ekstrem melanda kawasan tersebut sejak satu pekan terakhir.

Bahkan pemilik warung terpaksa memindahkan barang jualannya ke rumah karena sebagian besar bangunan warung yang berdiri di pinggir pantai rusak akibat diterjang angin kencang disertai hujan lebat dengan intensitas tinggi.

"Sejak beberapa hari terakhir, banyak warung yang tutup dan pemilik membawa barang jualannya ke rumah karena takut warung ambruk diterjang angin kencang. Hari ini hanya beberapa warung yang terlihat buka," kata Rahmat (54) tokoh warga setempat saat dihubungi kemarin.

Rahmat menjelaskan, angin kencang disertai hujan lebat yang turun sejak satu pekan terakhir, membuat pemilik warung berhenti berjualan dan ratusan nelayan terpaksa menambatkan perahunya ke darat karena takut rusak dihantam gelombang.

Tercatat sejak dua hari terakhir,sebanyak 10 perahu nelayan di Pantai Jayanti rusak akibat dihantam gelombang dan terseret ke tengah lautan. Bahkan hingga saat ini, tidak ada seorangpun nelayan yang berani melaut karena tingginya gelombang dan kencangnya angin.

"Sudah hampir satu minggu nelayan berhenti melaut dan berharap cuaca ekstrem segera berakhir karena baru beberapa pekan melaut cuaca kembali tidak bersahabat. Sehingga sebagian besar nelayan terpaksa menganggur," katanya.

Untuk menghidupi keluarga, tambah dia, tidak sedikit nelayan yang terpaksa mengutang karena tidak memiliki penghasilan lain."Nanti kalau sudah bisa melaut baru mereka membayar utang. Harapan kami ada program keahlian yang dberikan permerintah," katanya.

Selain itu, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangarango (TNGGP), menutup pendakian ke Gunung Gede Pangrango hingga jadwal yang belum bisa ditentukan karena cuaca ekstrem.

Surat penutupan pendakian yang ditandatangani Plt Kepala Balai Besar TNGGP, Herry Subagiadi, menyebutkan penutupan dilakukan karena cuaca ekstrem yang berpotensi angin kencang, sehingga dapat mengakibatkan pohon tumbang.

Tumbangnya pohon dikhawatirkan akan mengancam keselamatan pendaki, sehingga pendakian ke Gunung Gede Pangrango ditutup sampai jadwal yang belum bisa ditentukan.

Sedangkan calon pendaki yang sudah membayar tiket diimbau untuk menghubungi bagian pelayanan pengunjung balai besar TNGGP di kawasan Cibodas.

Anggota Volunteer TNGGP sekaligus kordinator Pegiat Seni dan Lingkungan,Eko Wiwidmengatakan, penutupan pendakian dilakukan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan menimpa pendaki karena cuaca ekstrem, sehingga dapat menyebabkan berbagai bencana alam termasuk pohon tumbang.

"Setiap tahun penutupan yang dilakukan pengelola TNGGP merupakan agenda tetap seperti Januari hingga Maret, untuk pemulihan ekosistem dan Agustus untuk menghindari kebakaran kawasan saat kemarau," katanya.

Dia menuturkan, tahun ini penutupan dilakukan lebih awal karena faktor cuaca esktrem menjelang akhir tahun, dikhawatirkan mengancam keselamatan pendaki karena hujan turun dengan intensitas tinggi disertai angin kencang.

"Upaya penutupan lebih cepat yang dilakukan pihak pengelola merupakan tindakan penanggulangan sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan, sehingga hal tersebut perlu didukung berbagai pihak," pungkasnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 22/02/2018 20:16 WIB

Partisipasi Pemilih di Pilgub Jabar Diharapkan Meningkat

PARTISIPASI masyarakat dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018 diharapkan meningkat. Karena, dengan meningkatnya pasrtisipasi pemilih dinilai akan meningkatkan kualitas pesta demokrasi…

Cianjur Euy 22/02/2018 20:15 WIB

SPRI Cianjur Tolak Kebijakan UU MD3

SERIKAT Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Kabupaten Cianjur berunjukrasa terkait penolakan revisi Undang-undang Nomo 17/2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3), Kamis (22/2/2018).

Cianjur Euy 22/02/2018 20:15 WIB

Demiz: Penanganan Sungai Citarum Harus Berkesinambungan

PENANGANAN Sungai Citarum harus dilakukan berkesinambungan. Penanganannya bisa dilakukan secara struktural, non-struktural, dan kultural yang membutuhkan campur tangan semua pihak.

Cianjur Euy 21/02/2018 22:31 WIB

Pemkab Didiorong Keluarkan Regulasi Terkait Usia Pernikahan

PERNIKAHAN usia anak dinilai akan menimbulkan risiko bagi para pasangan, mulai dari kesehatan, ekonomi dan ketahanan keluarga. Sebab itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur didorong untuk mengeluarkan…

Cianjur Euy 21/02/2018 22:30 WIB

Polres Cianjur Intensifkan Penindakan Kasus Narkoba

PEREDARAN dan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Cianjur dinilai sangat mengkhawatirkan. Jumlah orang yang terlibat dalam kasus tersebut terus bertambah, dan telah menyentuh semua kalangan.

Bisnis Line 21/02/2018 21:45 WIB Advertorial

Mahasiswa AKPER Deklarasi Anti Narkoba

SEBAGAI salah satu bentuk keprihatinan maraknya peredaran narkoba dan salah satu upaya untuk menekan peredaran narkoba, Akademi Keperawatan (AKPER) Pemkab Cianjur mendeklarasikan anti narkoba. Deklarasi…

Ragam 21/02/2018 18:57 WIB Advertorial

Paguyuban Baladewa : Musik dan Budaya Menyatukan Nusantara

Komunitas napak tilas dan kesenian sunda buhun, yang tergabung dalam wadah Kesenian Paguyuban Baladewa, menggelar parhelatan latihan bersama pada Selasa (20/02), kemarin. Latihan dalam rangka meningkatkan…

Cianjur Euy 20/02/2018 21:17 WIB

Kelanjutan Pembangunan Jalur Puncak II Tidak Jelas

PEMERINTAH pusat maupun provinsi terkesan silih lempar kewengan terkait kelanjutan pembangunan jalur Puncak II. Padahal, jalur itu diharapkan jadi alternatif mengatasi kemacetan di kawasan Puncak.

Cianjur Euy 20/02/2018 20:46 WIB

Polres Cianjur Antisipasi Penyebaran Isu Hoax dan SARA

MARAKNYA informasi bohong (Hoax, red) di tengah masyarakat yang beredar melalui media sosial atau dari mulut ke mulut mendapat perhatian serius dari jajaran Polres Cianjur.

Cianjur Euy 20/02/2018 20:15 WIB

25 Siswa Bintara Latihan Kerja di Polres Cianjur

SEBANYAK 25 siswa bintara Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Barat tahun angkatan 2018 melaksanakan latihan kerja di Polres Cianjur. Latihan kerja yang diikuti siswa bintara itu dilaksanakan sejak…