Selasa, 24 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Waspadai Cuaca Ekstrem

Angga Purwanda

Senin, 04 Desember 2017 - 06:10 WIB

Foto: Angga Purwanda/BC
Foto: Angga Purwanda/BC
A A A

**Warga Diimbau Tak Mendaki Gunung, Lewati Lembah dan Melaut
**Puluhan Warung dan Perahu Hancur, Sekitar 700 Nelayan di Cidaun Nganggur 

CUACA ekstrem masih terus menghantui warga Jawa Barat khususnya Cianjur. Cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin kencang tersebut diakibatkan adanya belokan siklon tropis “Dahlia” di sekitar Jabar.

Hal tersebut disampaikan Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Toni Agus Wijaya. Menurutnya, terdapat siklon tropis "Dahlia" atau badai kekuatan besar di laut di Barat Daya Bengkulu, sertaterdapat daerah belokan angin dan kelembaban udara yang tinggi di sekitar Jabar.

“Sehingga terbentuk awan hujan dan peningkatan kecepatan angin di sekitar Jawa Barat," ujarnya belum lama ini.
Menanggapi kondisi cuaca ekstrem tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, mengimbau masyarakat untuk tidak mengunjungi sejumlah objek wisata air danau atapun laut di wilayah Cianjur bagian selatan, karena tingginya curah hujan.

Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Ahmad Rifai mengaku, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak di sejumlah tempat wisata air, untuk melarang masyarakat dan wisatawan untuk mendekati pinggir pantai atau danau.

"Masyarakat dan wisatawan tidak bermain di bibir pantai, kalau sudah berada di lokasi, lebih baik di pantai saja karena saat ini cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi," kata Rifai kepada wartawan, Minggu (3/12/2017).

Meskipun belum menempatkan anggota atau relawan di sejumlah objek wisata air itu, sambung dia, namun pihaknya telah berkordinasi dengan pengelola, aparat kecamatan dan desa, serta aparat hukum setempat untuk melakukan pengawasan dan imbauan.

"Kami belum menempatkan anggota atau relawan dan mendirikan posko, karena pengelola tempat wisata biasanya sudah melakukan antisipasi dengan melarang wisatawan mendekat ke bibir pantai atau danau, guna menghindari hal yang tidak diinginkan," jelasnya.

Sedangkan terkait penanganan bencana yang menimpa sejumlah wilayah selatan Cianjur, Rifai mengaku telah menempatkan relawan untuk mengawasi dan melakukan evakuasi ketika bencana alam susulan terjadi di wilayahnya masing-masing.

"Semua titik dan zona merah bencana menjadi fokus kami, namun beberapa titik yang menjadi langganan tahunan mendapat perhatian lebih karena bencana alam banjir dan longsor dapat kapan saja terjadi," tuturnya.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat diseluruh wilayah Cianjur, untuk waspada dan segera mengungsi jika melihat tanda-tanda akan terjadi bencana di wilayah tempat tinggalnya masing-masing.

Sementara itu, tujuh ratusan nelayan dan seratusan pemilik warung di Pantai Jayanti, Kecamatan Cidaun, berhenti melaut karena cuaca ekstrem melanda kawasan tersebut sejak satu pekan terakhir.

Bahkan pemilik warung terpaksa memindahkan barang jualannya ke rumah karena sebagian besar bangunan warung yang berdiri di pinggir pantai rusak akibat diterjang angin kencang disertai hujan lebat dengan intensitas tinggi.

"Sejak beberapa hari terakhir, banyak warung yang tutup dan pemilik membawa barang jualannya ke rumah karena takut warung ambruk diterjang angin kencang. Hari ini hanya beberapa warung yang terlihat buka," kata Rahmat (54) tokoh warga setempat saat dihubungi kemarin.

Rahmat menjelaskan, angin kencang disertai hujan lebat yang turun sejak satu pekan terakhir, membuat pemilik warung berhenti berjualan dan ratusan nelayan terpaksa menambatkan perahunya ke darat karena takut rusak dihantam gelombang.

Tercatat sejak dua hari terakhir,sebanyak 10 perahu nelayan di Pantai Jayanti rusak akibat dihantam gelombang dan terseret ke tengah lautan. Bahkan hingga saat ini, tidak ada seorangpun nelayan yang berani melaut karena tingginya gelombang dan kencangnya angin.

"Sudah hampir satu minggu nelayan berhenti melaut dan berharap cuaca ekstrem segera berakhir karena baru beberapa pekan melaut cuaca kembali tidak bersahabat. Sehingga sebagian besar nelayan terpaksa menganggur," katanya.

Untuk menghidupi keluarga, tambah dia, tidak sedikit nelayan yang terpaksa mengutang karena tidak memiliki penghasilan lain."Nanti kalau sudah bisa melaut baru mereka membayar utang. Harapan kami ada program keahlian yang dberikan permerintah," katanya.

Selain itu, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangarango (TNGGP), menutup pendakian ke Gunung Gede Pangrango hingga jadwal yang belum bisa ditentukan karena cuaca ekstrem.

Surat penutupan pendakian yang ditandatangani Plt Kepala Balai Besar TNGGP, Herry Subagiadi, menyebutkan penutupan dilakukan karena cuaca ekstrem yang berpotensi angin kencang, sehingga dapat mengakibatkan pohon tumbang.

Tumbangnya pohon dikhawatirkan akan mengancam keselamatan pendaki, sehingga pendakian ke Gunung Gede Pangrango ditutup sampai jadwal yang belum bisa ditentukan.

Sedangkan calon pendaki yang sudah membayar tiket diimbau untuk menghubungi bagian pelayanan pengunjung balai besar TNGGP di kawasan Cibodas.

Anggota Volunteer TNGGP sekaligus kordinator Pegiat Seni dan Lingkungan,Eko Wiwidmengatakan, penutupan pendakian dilakukan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan menimpa pendaki karena cuaca ekstrem, sehingga dapat menyebabkan berbagai bencana alam termasuk pohon tumbang.

"Setiap tahun penutupan yang dilakukan pengelola TNGGP merupakan agenda tetap seperti Januari hingga Maret, untuk pemulihan ekosistem dan Agustus untuk menghindari kebakaran kawasan saat kemarau," katanya.

Dia menuturkan, tahun ini penutupan dilakukan lebih awal karena faktor cuaca esktrem menjelang akhir tahun, dikhawatirkan mengancam keselamatan pendaki karena hujan turun dengan intensitas tinggi disertai angin kencang.

"Upaya penutupan lebih cepat yang dilakukan pihak pengelola merupakan tindakan penanggulangan sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan, sehingga hal tersebut perlu didukung berbagai pihak," pungkasnya.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 39 menit yang lalu

Siswa SMK Berikan Sarung Cinta Untuk Mak Icih

RAUT sumringah terlihat dari wajah Mak Icih, saat puluhan siswa dari salah satu SMK kesehatan swasta di Sukabumi mendatangi kediamannya di Kampung Cikaret, Gang Al Falah, Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur.

Cianjur Euy 40 menit yang lalu

IPM Kabupaten Cianjur Jeblok, Paling Bontot di Jawa Barat

INDEKS Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Cianjur, masih relatif jeblok. Posisinya pada 2017 berada paling bontot dari 27 kota/kabupaten di Jawa Barat. Hal itu, diungkapkan anggota DPRD Kabupaten Cianjur,…

Cianjur Euy 41 menit yang lalu

Perpres TKA Berdampak Plus Minus Bagi Daerah

PENERAPAN Peraturan Presiden Nomor 20/2018 tentang penggunaan tenaga kerja asing (TKA) memiliki dampak positif dan negatif bagi dunia kerja di daerah. Sebab, hingga kini masih banyak calon tenaga kerja…

Si Maung 15 jam yang lalu

Laga El Clasico Panas Sebelum Laga Dimulai

LAGA Persib kontra Persija memang baru akan dimulai Sabtu (28/4/2018) mendatang. Namun panasnya laga bertajuk “El Clasico” sudah terasa sebelum laga dimulai.

Si Maung 15 jam yang lalu

Pede, Gomez Targetkan Kemenangan di Jakarta

BUKAN imbang tapi menang. Itulah target Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomes, pada laga bertajuk “El Clasico” yang bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/4/2018)…

Cianjur Euy 23/04/2018 18:46 WIB

Laporan Keuangan Desa di Cianjur Belum Seragam

PEMERINTAHAN Desa (Pemdes) di Kabupaten Cianjur masih belum seragam dalam sistem laporan keuangan desa. Ada yang masih menggunakan Sistem Pengelolaan Keuangan Desa (Silokades) tapi juga yang sudah menerapkan…

Cianjur Euy 23/04/2018 18:45 WIB

Satlantas Pantau Ruas Infrastruktur Jalan

SATUAN Lalulintas Polres Cianjur, mengagendakan survei pemantauan ruas-ruas infrastruktur jalan menjelang arus mudik Idul Fitri 2018. Hal itu diungkapkan Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Rendy Setia Permana,…

Bisnis Line 23/04/2018 18:30 WIB

Baru Dibuka, 'Sabore Kitchen' Diburu Pecinta Gelato

BISNIS kuliner di Kabupaten Cianjur semakin dilirik. Banyak lokasi kafe dan restoran 'anyar' tumbuh di kota yang terkenal dengan kota tauco ini. Tak heran jika antar outlet kuliner saling adu konsep,…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:53 WIB

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:07 WIB

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.