Minggu, 24 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Awas, Siklon Tropis Berpotensi Kembali Terjadi!

Angga Purwanda

Selasa, 05 Desember 2017 - 08:48 WIB

Infografis: M Yanuar G/BC
Infografis: M Yanuar G/BC
A A A

**BPBD Cianjur Keluarkan Surat Status Siaga Bencana

Beritacianjur.com - WASPADA, waspada, waspadalah! Itulah yang wajib dilakukan semua pihak di saat dilanda cuaca ekstrem. Pasalnya, cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin kencang yang diakibatkan adanya belokan siklon tropis “Dahlia” (badai kekuatan besar, red)di sekitar Jawa Barat, bisa menyebabkan berbagai potensi bencana alam kapan saja.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Ahmad Rifai mengatakan, bencana yang berpotensi terjadi antara lain, angin puting beliung, gelombang tinggi, longsor, pergerakan tanah dan hujan dengan intensitas tingggi.

Untuk mengantisipasinya, Rifai mengaku telah mengeluarkan surat status siaga bencana. “Kami telah mengimbau masyarakat agar senantiasa waspada menghadapi cuaca ekstrem, melalui surat imbauan cuaca ekstrem yang ditujukan kepada para camat se-Kabupaten Cianjur,” ungkap Rifai kepada wartawan, Senin (4/12/2017).

Tak hanya itu, pihaknya juga meminta masyarakat agar mengaktifkan kembali sistem keamanan Lingkungan (siskamling). “Peran serta masyarakat dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana dengan memerhatikan cuaca ekstrem. Kami juga telah mengaktifkan posko siaga darurat melalui piket siaga darurat bencana sampai dengan Maret 2018 mendatang,” katanya.

Sedangkan untuk peningkatan deteksi dini bencana, Rifai menyebutkan telah meningkatkan pemeliharaan sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) tsunami dan pergerakan tanah.

"Kami telah melakukan cek peralatan dan memperbaiki peralatan supaya peralatan penanganan kebencanaan siap ketika dibutuhkan dan membuat permohonan bantuan logistik kepada BNPB melaui BPBD Provinsi Jawa Barat," ujarnya.

Sementara itu, cuaca ekstrem yang melanda kawasan Cianjur khususnya Cianjur bagian selatan, mengakibatkan ratusan nelayan di Pantai Jayanti berhenti melaut. Pasalnya, hujan deras disertai angin kencang membuat air laut pasang.

Pantauan di lapangan, sudah satu pekan terakhir nelayan serta pemilik warung di Pantai Jayanti, Kecamatan Cidaun, terpaksa berhenti beraktivitas.

Yayat (58), nelayan di Pantai Jayanti Kecamatan Cidaun mengatakan, sejak hujan deras dan angin kencang melanda, para nelayan mulai berhenti melaut. Karena dengan cuaca ekstrem tersebut dikhawatirkan merusak perahu."Kami terpaksa tidak melaut dan menepikan perahu karena ombak besar dan angin kencang," ujarnya.

Selain nelayan,sambung Yayat, para pemilik warung pun berhenti beraktivitas karena khawatir adanya angin kencang serta ombak besar ke bibir pantai."Sudah beberapa perahu dan warung rusak akibat hantaman ombak dan angin kencang di Pantai Jayanti. Malahan beberapa pemilik warung mengevakuasi barang dagangannya karena takut warungnya terkena angin," katanya.

Hal yang sama dikatakan Leni Herawati (37), pemilik warung di Pantai Jayanti Cidaun.Menurutnya, angin kencang tersebut mengakibatkan beberapa warung rusak, namun masih ada sebagian warung yang masih buka dan berjualan.

Terpisah, Pakar Meteorologi Institut Teknologi Bandung, Armi Susandi mengimbau kepada pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan masyarakat, agar mempersiapkan diri dan lingkungannya terutama di sisi struktural. Pasalnya, ia memperkirakan siklon tropis bakal kembali terjadi.

Seperti diketahui, BPBD Provinsi Jabar mencatat sejumlah peristiwa akibat siklon tropis Cempaka dan Dahlia terhitung 24 November sampai 1 Desember 2017, terdiri dari 61 kejadian bencana tanah longsor, 10 bencana banjir, dan 31 bencana angin puting beliung. 

"Diperkirakan ada kemungkinan terjadi kembali. Antisipasi upaya struktural dan persiapan masyarakat agar bisa mempersiapkan diri dan lingkungannya untuk menghadapi bencana, seperti siklon tropis ini pada masa mendatang," ujarnya saat dihubungi Senin (4/12/2017).

Meski begitu, pihaknya tak dapat memastikan waktu siklon tropis tersebut. "Belum bisa kami prediksi, tetapi kemungkinan pada masa peralihan," ucapnya. 

Ia mengungkapkan, masyarakat dapat melihat dan merasakan indikasi awal siklon tropis. "Biasanya awan gelap yang besar hampir menutup seluruh pandangan disertai angin kencang dan hujan gerimis sampai sedang. Setelah itu baru hujan besar dalam 1-2 hari ke depan," ucapnya.

Tidak hanya itu, temperatur permukaan laut yang tinggi juga menjadi salah satu ciri dari siklon tropis, tetapi indikasi ini hanya dapat dipantau dari satelit."Terhentikan pola tekanan rendah dan temperatur permukaan laut yang tinggi, keduanya dapat dipantau dari satelit," pungkasnya. (*)

 

Peristiwa Akibat Siklon Tropis Dahlia

Jawa Barat:

  • (24 November – 1 Desember 2017)
  • 61 kejadian bencana tanah longsor.
  • 10 bencana banjir
  • 31 bencana angin puting beliung

Bencana di Cianjur:

  • Banjir bandang melanda Kecamatan Agrabinta, Senin (27/11/2017) malam. Pasangan suami istri asal Desa Mekarsari, Endin (67) dan Hobiah (50) tewas terbawa hanyut.
  • Tak hanya banjir, hujan deras yang terjadi sepanjang hari tersebut juga mengakibatkan longsor dan pergerakan tanah di enam kecamatan di wilayah Cianjur Selatan.
  • Akibatnya, sejumlah rumah rusak berat, puluhan rumah terancam serta jembatan penghubung antara Kecamatan Cibinong Kabupaten Cianjur dan Cikadu Kabupaten Bandung terputus.
  • Pergerakan tanah terjadi di Kecamatan Pagelaran, Kecamatan Campaka Mulya dan Kecamatan Tanggeung, dengan dampak satu rumah rusak berat, lima rumah rusak ringan, 7 rumah terancam, dan 9 hektar sawah rusak.
  • Bencana longsor terjadi di Kecamatan Sindangbarang, Kecamatan Leles, dan Kecamatan Cibinong, dengan dampak puluhan rumah terancam, jembatan putus, dan jalan utama tertimbun.
  • Puluhan perahu dan warung di pinggir Pantai Jayanti Cidaun hancur diterjang angin kencang disertai hujan lebat dengan intensitas tinggi. Akibatnya, ratusan nelayan menanggur karena tak bisa melaut.

Larangan:

  • Berlibur ke pantai atau danau
  • Mendaki gunung

Potensi Bencana:

  • Angin puting beliung
  • Gelombang tinggi
  • Longsor
  • Pergerakan tanah
  • Banjir

Imbauan BPBD Cianjur:

  • Masyarakat harus senantiasa menwaspadai cuaca ekstrem.
  • Meminta masyarakat agar mengaktifkan kembali sistem keamanan Lingkungan (siskamling).
  • BPBD telah mengaktifkan posko siaga darurat melalui piket siaga darurat bencana sampai dengan Maret 2018 mendatang.
  • Untuk peningkatan deteksi dini bencana, BPBD telah meningkatkan pemeliharaan sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) tsunami dan pergerakan tanah.

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Aktualita 08/06/2018 07:00 WIB

Usut Tuntas Pengelolaan PPJ

MENGUATNYA dugaan penyimpangan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di Cianjur, membuat sejumlah aktivis untuk segera melaporkannya ke pihak kepolisian. Benarkah?

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Aktualita 07/06/2018 08:00 WIB

Dugaan Penyelewengan Pengelolaan PPJU Makin Menguat

DUGAAN adanya kejanggalan atau penyelewengan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) di Cianjur, semakin menguat. Benarkah?

Cianjur Euy 06/06/2018 20:11 WIB

PJU dan Rambu-rambu di Jalur Alternatif Mudik Ditambah

DINAS Perhubugan (Dishub) Kabupaten Cianjur akan menyiapkan penambahan penerangan jalan umum (PJU) maupun rambu-rambu lalulintas di beberapa ruas jalur altenatif di wilyah itu yang dinilai masih minim…

Cianjur Euy 06/06/2018 20:02 WIB

Tak Laik Jalan, Dishub Kandangkan Angkutan Mudik

SEJUMLAH kendaraan umum untuk kebutuhan angkutan mudik Idul Fitri 1439 Hijriyah di Kabupaten Cianjur, terpaksa dikandangkan sementara karena tak laik jalan. Kendaraan bisa kembali beroperasi apabila perusahaan…

Ragam 06/06/2018 11:14 WIB

Kayuh Sepeda, Bocah Ini Nekat Mudik dari Cianjur ke Majalengka

NEKAT dan luar biasa. Itulah ungkapan yang pas disematkan untuk Ade Rahman, santri pesantren di kawasan Ciketung, Cipanas, Cianjur. Betapa tidak, dengan mengayuh sepeda, santri ini nekat mudik dari Cianjur…