Sabtu, 24 Februari 2018 | Cianjur, Indonesia

Awas, Siklon Tropis Berpotensi Kembali Terjadi!

Angga Purwanda

Selasa, 05 Desember 2017 - 08:48 WIB

Infografis: M Yanuar G/BC
Infografis: M Yanuar G/BC
A A A

**BPBD Cianjur Keluarkan Surat Status Siaga Bencana

Beritacianjur.com - WASPADA, waspada, waspadalah! Itulah yang wajib dilakukan semua pihak di saat dilanda cuaca ekstrem. Pasalnya, cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin kencang yang diakibatkan adanya belokan siklon tropis “Dahlia” (badai kekuatan besar, red)di sekitar Jawa Barat, bisa menyebabkan berbagai potensi bencana alam kapan saja.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Ahmad Rifai mengatakan, bencana yang berpotensi terjadi antara lain, angin puting beliung, gelombang tinggi, longsor, pergerakan tanah dan hujan dengan intensitas tingggi.

Untuk mengantisipasinya, Rifai mengaku telah mengeluarkan surat status siaga bencana. “Kami telah mengimbau masyarakat agar senantiasa waspada menghadapi cuaca ekstrem, melalui surat imbauan cuaca ekstrem yang ditujukan kepada para camat se-Kabupaten Cianjur,” ungkap Rifai kepada wartawan, Senin (4/12/2017).

Tak hanya itu, pihaknya juga meminta masyarakat agar mengaktifkan kembali sistem keamanan Lingkungan (siskamling). “Peran serta masyarakat dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana dengan memerhatikan cuaca ekstrem. Kami juga telah mengaktifkan posko siaga darurat melalui piket siaga darurat bencana sampai dengan Maret 2018 mendatang,” katanya.

Sedangkan untuk peningkatan deteksi dini bencana, Rifai menyebutkan telah meningkatkan pemeliharaan sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) tsunami dan pergerakan tanah.

"Kami telah melakukan cek peralatan dan memperbaiki peralatan supaya peralatan penanganan kebencanaan siap ketika dibutuhkan dan membuat permohonan bantuan logistik kepada BNPB melaui BPBD Provinsi Jawa Barat," ujarnya.

Sementara itu, cuaca ekstrem yang melanda kawasan Cianjur khususnya Cianjur bagian selatan, mengakibatkan ratusan nelayan di Pantai Jayanti berhenti melaut. Pasalnya, hujan deras disertai angin kencang membuat air laut pasang.

Pantauan di lapangan, sudah satu pekan terakhir nelayan serta pemilik warung di Pantai Jayanti, Kecamatan Cidaun, terpaksa berhenti beraktivitas.

Yayat (58), nelayan di Pantai Jayanti Kecamatan Cidaun mengatakan, sejak hujan deras dan angin kencang melanda, para nelayan mulai berhenti melaut. Karena dengan cuaca ekstrem tersebut dikhawatirkan merusak perahu."Kami terpaksa tidak melaut dan menepikan perahu karena ombak besar dan angin kencang," ujarnya.

Selain nelayan,sambung Yayat, para pemilik warung pun berhenti beraktivitas karena khawatir adanya angin kencang serta ombak besar ke bibir pantai."Sudah beberapa perahu dan warung rusak akibat hantaman ombak dan angin kencang di Pantai Jayanti. Malahan beberapa pemilik warung mengevakuasi barang dagangannya karena takut warungnya terkena angin," katanya.

Hal yang sama dikatakan Leni Herawati (37), pemilik warung di Pantai Jayanti Cidaun.Menurutnya, angin kencang tersebut mengakibatkan beberapa warung rusak, namun masih ada sebagian warung yang masih buka dan berjualan.

Terpisah, Pakar Meteorologi Institut Teknologi Bandung, Armi Susandi mengimbau kepada pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan masyarakat, agar mempersiapkan diri dan lingkungannya terutama di sisi struktural. Pasalnya, ia memperkirakan siklon tropis bakal kembali terjadi.

Seperti diketahui, BPBD Provinsi Jabar mencatat sejumlah peristiwa akibat siklon tropis Cempaka dan Dahlia terhitung 24 November sampai 1 Desember 2017, terdiri dari 61 kejadian bencana tanah longsor, 10 bencana banjir, dan 31 bencana angin puting beliung. 

"Diperkirakan ada kemungkinan terjadi kembali. Antisipasi upaya struktural dan persiapan masyarakat agar bisa mempersiapkan diri dan lingkungannya untuk menghadapi bencana, seperti siklon tropis ini pada masa mendatang," ujarnya saat dihubungi Senin (4/12/2017).

Meski begitu, pihaknya tak dapat memastikan waktu siklon tropis tersebut. "Belum bisa kami prediksi, tetapi kemungkinan pada masa peralihan," ucapnya. 

Ia mengungkapkan, masyarakat dapat melihat dan merasakan indikasi awal siklon tropis. "Biasanya awan gelap yang besar hampir menutup seluruh pandangan disertai angin kencang dan hujan gerimis sampai sedang. Setelah itu baru hujan besar dalam 1-2 hari ke depan," ucapnya.

Tidak hanya itu, temperatur permukaan laut yang tinggi juga menjadi salah satu ciri dari siklon tropis, tetapi indikasi ini hanya dapat dipantau dari satelit."Terhentikan pola tekanan rendah dan temperatur permukaan laut yang tinggi, keduanya dapat dipantau dari satelit," pungkasnya. (*)

 

Peristiwa Akibat Siklon Tropis Dahlia

Jawa Barat:

  • (24 November – 1 Desember 2017)
  • 61 kejadian bencana tanah longsor.
  • 10 bencana banjir
  • 31 bencana angin puting beliung

Bencana di Cianjur:

  • Banjir bandang melanda Kecamatan Agrabinta, Senin (27/11/2017) malam. Pasangan suami istri asal Desa Mekarsari, Endin (67) dan Hobiah (50) tewas terbawa hanyut.
  • Tak hanya banjir, hujan deras yang terjadi sepanjang hari tersebut juga mengakibatkan longsor dan pergerakan tanah di enam kecamatan di wilayah Cianjur Selatan.
  • Akibatnya, sejumlah rumah rusak berat, puluhan rumah terancam serta jembatan penghubung antara Kecamatan Cibinong Kabupaten Cianjur dan Cikadu Kabupaten Bandung terputus.
  • Pergerakan tanah terjadi di Kecamatan Pagelaran, Kecamatan Campaka Mulya dan Kecamatan Tanggeung, dengan dampak satu rumah rusak berat, lima rumah rusak ringan, 7 rumah terancam, dan 9 hektar sawah rusak.
  • Bencana longsor terjadi di Kecamatan Sindangbarang, Kecamatan Leles, dan Kecamatan Cibinong, dengan dampak puluhan rumah terancam, jembatan putus, dan jalan utama tertimbun.
  • Puluhan perahu dan warung di pinggir Pantai Jayanti Cidaun hancur diterjang angin kencang disertai hujan lebat dengan intensitas tinggi. Akibatnya, ratusan nelayan menanggur karena tak bisa melaut.

Larangan:

  • Berlibur ke pantai atau danau
  • Mendaki gunung

Potensi Bencana:

  • Angin puting beliung
  • Gelombang tinggi
  • Longsor
  • Pergerakan tanah
  • Banjir

Imbauan BPBD Cianjur:

  • Masyarakat harus senantiasa menwaspadai cuaca ekstrem.
  • Meminta masyarakat agar mengaktifkan kembali sistem keamanan Lingkungan (siskamling).
  • BPBD telah mengaktifkan posko siaga darurat melalui piket siaga darurat bencana sampai dengan Maret 2018 mendatang.
  • Untuk peningkatan deteksi dini bencana, BPBD telah meningkatkan pemeliharaan sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) tsunami dan pergerakan tanah.

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 23/02/2018 08:00 WIB

Bupati Dilaporkan ke Presiden dan KPK

AROGAN dan kebijakannya menyengsarakan rakyat. Itulah alasan sejumlah aktivis melaporkan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar (IRM) ke Presiden Joko Widodo, KPK, ICW, BPK, DPR RI dan Ombudsman, Kamis…

Aktualita 23/02/2018 07:55 WIB

Pembagian Insentif Guru Honor Diduga Jadi Ajang Kampanye

PEMBAGIAN insentif dari Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar untuk guru honorer K2 se-Kecamatan Karangtengah, terindikasi ditumpangi kepentingan politik.

Aktualita 22/02/2018 08:00 WIB

Hei Bupati, Mundur atau Dimundurkan?

ATURAN dilabrak, Undang-Undang dipecundangi dan hukum dikebiri. Ini hanya terjadi di Cianjur yang konon katanya lebih maju dan agamis.

Bisnis Line 21/02/2018 21:45 WIB Advertorial

Mahasiswa AKPER Deklarasi Anti Narkoba

SEBAGAI salah satu bentuk keprihatinan maraknya peredaran narkoba dan salah satu upaya untuk menekan peredaran narkoba, Akademi Keperawatan (AKPER) Pemkab Cianjur mendeklarasikan anti narkoba. Deklarasi…

Ragam 21/02/2018 18:57 WIB Advertorial

Paguyuban Baladewa : Musik dan Budaya Menyatukan Nusantara

Komunitas napak tilas dan kesenian sunda buhun, yang tergabung dalam wadah Kesenian Paguyuban Baladewa, menggelar parhelatan latihan bersama pada Selasa (20/02), kemarin. Latihan dalam rangka meningkatkan…

Aktualita 21/02/2018 08:00 WIB

Pemkab Cianjur Diduga Serobot Lahan Kritis

PERKANTORAN baru Pemkab Cianjur di Kecamatan Campaka, diduga menyerobot lahan yang diperuntukkan kegiatan program Penanganan Lahan Kritis dan Sumber Daya Air Berbasis Masyarakat (PLKSDA-BM). Benarkah?

Cianjur Euy 20/02/2018 21:17 WIB

Kelanjutan Pembangunan Jalur Puncak II Tidak Jelas

PEMERINTAH pusat maupun provinsi terkesan silih lempar kewengan terkait kelanjutan pembangunan jalur Puncak II. Padahal, jalur itu diharapkan jadi alternatif mengatasi kemacetan di kawasan Puncak.

Cianjur Euy 20/02/2018 20:46 WIB

Polres Cianjur Antisipasi Penyebaran Isu Hoax dan SARA

MARAKNYA informasi bohong (Hoax, red) di tengah masyarakat yang beredar melalui media sosial atau dari mulut ke mulut mendapat perhatian serius dari jajaran Polres Cianjur.

Cianjur Euy 20/02/2018 20:15 WIB

25 Siswa Bintara Latihan Kerja di Polres Cianjur

SEBANYAK 25 siswa bintara Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Barat tahun angkatan 2018 melaksanakan latihan kerja di Polres Cianjur. Latihan kerja yang diikuti siswa bintara itu dilaksanakan sejak…

Aktualita 20/02/2018 08:00 WIB

Masyarakat yang Mana?

SETELAH diduga mencatut nama Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, kini kantor baru Pemkab Cianjur di Campaka yang belum berizin, diklaim dibangun atas permintaan masyarakat Cianjur. Masyarakat yang…