Rabu, 13 Desember 2017 | Cianjur, Indonesia

Awas, Siklon Tropis Berpotensi Kembali Terjadi!

Angga Purwanda

Selasa, 05 Desember 2017 - 08:48 WIB

Infografis: M Yanuar G/BC
Infografis: M Yanuar G/BC
A A A

**BPBD Cianjur Keluarkan Surat Status Siaga Bencana

Beritacianjur.com - WASPADA, waspada, waspadalah! Itulah yang wajib dilakukan semua pihak di saat dilanda cuaca ekstrem. Pasalnya, cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin kencang yang diakibatkan adanya belokan siklon tropis “Dahlia” (badai kekuatan besar, red)di sekitar Jawa Barat, bisa menyebabkan berbagai potensi bencana alam kapan saja.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Ahmad Rifai mengatakan, bencana yang berpotensi terjadi antara lain, angin puting beliung, gelombang tinggi, longsor, pergerakan tanah dan hujan dengan intensitas tingggi.

Untuk mengantisipasinya, Rifai mengaku telah mengeluarkan surat status siaga bencana. “Kami telah mengimbau masyarakat agar senantiasa waspada menghadapi cuaca ekstrem, melalui surat imbauan cuaca ekstrem yang ditujukan kepada para camat se-Kabupaten Cianjur,” ungkap Rifai kepada wartawan, Senin (4/12/2017).

Tak hanya itu, pihaknya juga meminta masyarakat agar mengaktifkan kembali sistem keamanan Lingkungan (siskamling). “Peran serta masyarakat dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana dengan memerhatikan cuaca ekstrem. Kami juga telah mengaktifkan posko siaga darurat melalui piket siaga darurat bencana sampai dengan Maret 2018 mendatang,” katanya.

Sedangkan untuk peningkatan deteksi dini bencana, Rifai menyebutkan telah meningkatkan pemeliharaan sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) tsunami dan pergerakan tanah.

"Kami telah melakukan cek peralatan dan memperbaiki peralatan supaya peralatan penanganan kebencanaan siap ketika dibutuhkan dan membuat permohonan bantuan logistik kepada BNPB melaui BPBD Provinsi Jawa Barat," ujarnya.

Sementara itu, cuaca ekstrem yang melanda kawasan Cianjur khususnya Cianjur bagian selatan, mengakibatkan ratusan nelayan di Pantai Jayanti berhenti melaut. Pasalnya, hujan deras disertai angin kencang membuat air laut pasang.

Pantauan di lapangan, sudah satu pekan terakhir nelayan serta pemilik warung di Pantai Jayanti, Kecamatan Cidaun, terpaksa berhenti beraktivitas.

Yayat (58), nelayan di Pantai Jayanti Kecamatan Cidaun mengatakan, sejak hujan deras dan angin kencang melanda, para nelayan mulai berhenti melaut. Karena dengan cuaca ekstrem tersebut dikhawatirkan merusak perahu."Kami terpaksa tidak melaut dan menepikan perahu karena ombak besar dan angin kencang," ujarnya.

Selain nelayan,sambung Yayat, para pemilik warung pun berhenti beraktivitas karena khawatir adanya angin kencang serta ombak besar ke bibir pantai."Sudah beberapa perahu dan warung rusak akibat hantaman ombak dan angin kencang di Pantai Jayanti. Malahan beberapa pemilik warung mengevakuasi barang dagangannya karena takut warungnya terkena angin," katanya.

Hal yang sama dikatakan Leni Herawati (37), pemilik warung di Pantai Jayanti Cidaun.Menurutnya, angin kencang tersebut mengakibatkan beberapa warung rusak, namun masih ada sebagian warung yang masih buka dan berjualan.

Terpisah, Pakar Meteorologi Institut Teknologi Bandung, Armi Susandi mengimbau kepada pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan masyarakat, agar mempersiapkan diri dan lingkungannya terutama di sisi struktural. Pasalnya, ia memperkirakan siklon tropis bakal kembali terjadi.

Seperti diketahui, BPBD Provinsi Jabar mencatat sejumlah peristiwa akibat siklon tropis Cempaka dan Dahlia terhitung 24 November sampai 1 Desember 2017, terdiri dari 61 kejadian bencana tanah longsor, 10 bencana banjir, dan 31 bencana angin puting beliung. 

"Diperkirakan ada kemungkinan terjadi kembali. Antisipasi upaya struktural dan persiapan masyarakat agar bisa mempersiapkan diri dan lingkungannya untuk menghadapi bencana, seperti siklon tropis ini pada masa mendatang," ujarnya saat dihubungi Senin (4/12/2017).

Meski begitu, pihaknya tak dapat memastikan waktu siklon tropis tersebut. "Belum bisa kami prediksi, tetapi kemungkinan pada masa peralihan," ucapnya. 

Ia mengungkapkan, masyarakat dapat melihat dan merasakan indikasi awal siklon tropis. "Biasanya awan gelap yang besar hampir menutup seluruh pandangan disertai angin kencang dan hujan gerimis sampai sedang. Setelah itu baru hujan besar dalam 1-2 hari ke depan," ucapnya.

Tidak hanya itu, temperatur permukaan laut yang tinggi juga menjadi salah satu ciri dari siklon tropis, tetapi indikasi ini hanya dapat dipantau dari satelit."Terhentikan pola tekanan rendah dan temperatur permukaan laut yang tinggi, keduanya dapat dipantau dari satelit," pungkasnya. (*)

 

Peristiwa Akibat Siklon Tropis Dahlia

Jawa Barat:

  • (24 November – 1 Desember 2017)
  • 61 kejadian bencana tanah longsor.
  • 10 bencana banjir
  • 31 bencana angin puting beliung

Bencana di Cianjur:

  • Banjir bandang melanda Kecamatan Agrabinta, Senin (27/11/2017) malam. Pasangan suami istri asal Desa Mekarsari, Endin (67) dan Hobiah (50) tewas terbawa hanyut.
  • Tak hanya banjir, hujan deras yang terjadi sepanjang hari tersebut juga mengakibatkan longsor dan pergerakan tanah di enam kecamatan di wilayah Cianjur Selatan.
  • Akibatnya, sejumlah rumah rusak berat, puluhan rumah terancam serta jembatan penghubung antara Kecamatan Cibinong Kabupaten Cianjur dan Cikadu Kabupaten Bandung terputus.
  • Pergerakan tanah terjadi di Kecamatan Pagelaran, Kecamatan Campaka Mulya dan Kecamatan Tanggeung, dengan dampak satu rumah rusak berat, lima rumah rusak ringan, 7 rumah terancam, dan 9 hektar sawah rusak.
  • Bencana longsor terjadi di Kecamatan Sindangbarang, Kecamatan Leles, dan Kecamatan Cibinong, dengan dampak puluhan rumah terancam, jembatan putus, dan jalan utama tertimbun.
  • Puluhan perahu dan warung di pinggir Pantai Jayanti Cidaun hancur diterjang angin kencang disertai hujan lebat dengan intensitas tinggi. Akibatnya, ratusan nelayan menanggur karena tak bisa melaut.

Larangan:

  • Berlibur ke pantai atau danau
  • Mendaki gunung

Potensi Bencana:

  • Angin puting beliung
  • Gelombang tinggi
  • Longsor
  • Pergerakan tanah
  • Banjir

Imbauan BPBD Cianjur:

  • Masyarakat harus senantiasa menwaspadai cuaca ekstrem.
  • Meminta masyarakat agar mengaktifkan kembali sistem keamanan Lingkungan (siskamling).
  • BPBD telah mengaktifkan posko siaga darurat melalui piket siaga darurat bencana sampai dengan Maret 2018 mendatang.
  • Untuk peningkatan deteksi dini bencana, BPBD telah meningkatkan pemeliharaan sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) tsunami dan pergerakan tanah.

Komentar Berita

Berita Lainnya

Bisnis Line 18 jam yang lalu

Kemitraan Berdampak Positif Bagi KUMKM

SEJUMLAH pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Cianjur mengikuti sinergi kerjasama antara Rumah Pangan Kita (RPK) dengan Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil dan…

Bisnis Line 18 jam yang lalu

Honda Suguhkan New Revo yang Lebih Keren

MESKI segmen motor bebek tak sehebat atau tak sedahsyat matik, Astra Honda Motor (AHM) mencoba terus untuk tetap memenuhi kebutuhan pecinta motor Honda Revo. Kali ini Honda resmi mempermak sekaligus memperkenalkan…

Ragam 20 jam yang lalu

Semarak VM TDI Cianjur

CIANJUR-Komunitas pecinta vape (rokok elektrik) varian therion, kini memasuki usia 8 bulan di Cianjur. Terkenal dengan nama Therion DNA Cianjur Chapter, komunitas ini memiliki rutinitas VM(Vape Meet)…

Ragam 20 jam yang lalu

GRANAT Advokasi Bahaya Narkoba ke KVC

CIANJUR-Maraknya oknum yang menyalahgunakan Vape (rokok elektrik) sebagai perangkat penyalahgunaan narkoba, membuat Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Cianjur geram. Pasalnya, di Kabupaten Cianjur…

Cianjur Euy 20 jam yang lalu

Kapolres Cianjur Bersilaturhmi Dengan Awak Media

KAPOLRES Cianjur, AKBP Soliyah SIK, MH menggelar silaturahmi dengan awak media yang bertugas di Kabupaten Cianjur, di sebuah rumah makan ternama di bilangan Jalan Dr Muwardi (Bypass), Kelurahan Bojongherang,…

Cianjur Euy 21 jam yang lalu

Kepolisian Akan Tindak Spekulan Nakal

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur akan menindak tegas setiap spekulan komoditas bahan pokok yang nakal yang mengakibatkan harga komoditas di pasaran menjadi menjadi melonjak.

Aktualita 12/12/2017 07:40 WIB

Pak Bupati, Mana Janjimu?

JANJI Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar menggratiskan biaya pelayanan kesehatan kelas III di RSUD Sayang Cianjur, tak kunjung terealisasi.

Cianjur Euy 12/12/2017 07:37 WIB

Disnaker: Persoalan PT Ikon Harus Dibawa ke Pengadilan

DINAS Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cianjur angkat bicara terkait nasib ratusan buruh PT Ikon Garmindo, yang hingga kini belum bisa menerima hak-haknya semasa bekerja di pabrik milik pengusaha…

Cianjur Euy 12/12/2017 07:31 WIB

Banyak Anak Tak Divaksin, Waspadai Wabah Difteri!

PENYAKIT difteri yang terus mewabah meresahkan banyak masyarakat. Di Cianjur, tercatat sudah ada dua anak yang meninggal dunia akibat mengidap penyakit yang sebenarnya nyaris punah.

Bisnis Line 12/12/2017 07:24 WIB

Tingkat Pesanan Kamar Hotel Meningkat

JELANG perayaan Natal dan Tahun Baru 2018 sejumlah hotel dan penginapan di Cianjur mulai dibanjiri pemesan. Tingkat pemesanan kamar hotel dan penginanpan itu mencapai 30 persen, Senin (11/12/2017).