Sabtu, 24 Februari 2018 | Cianjur, Indonesia

Potensi yang ‘Disunat’ Capai Rp6,6 M

Nuki

Selasa, 05 Desember 2017 - 09:08 WIB

Karikatur: Nandang S/BC
Karikatur: Nandang S/BC
A A A

Sunatan Masal’ Dana BOP PAUD ala Cianjuran

Heyy Sunatan Masal
Aha aha

Sunatan Masal
Aha aha

Ditonton orang berjubal jubal
“Banyak tercecer buku abal abal”

Eh, banyak tercecer sepatu dan sandal

Beritacianjur.com - PENGGALAN lirik lagu berjudul “Sunatan Massal” yang dipopulerkan Iwan Fals di atas, menggambarkan sebuah prosesi kegiatan sunatan massal. Di Cianjur, tak hanya anak-anak kecil saja yang disunat, namun diduga dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD 2017 pun ‘disunat’ juga.

Ya, sejumlah kalangan menduga, dana bantuan yang sudah digelontorkan pemerintah kepada lembaga penerima dana, terkena potongan alias disunat sejumlah oknum. Hebatnya lagi, cara menyunat yang dilakukan oknum ini terbilang rapi, bahkan si korban nyaris tak merasa dirugikan. Cukup menyebut klu ‘Dinas’, tanpa ba-bi-bu, para penerima bantuanpun langsung manut.

Sepertihalnya yang terjadi pada penyaluran dana BOP PAUD 2017. Dana bantuan dari pemerintah pusat sebesar Rp18,9 miliar yang disalurkan ke 1.157 lembaga pendidikan non formal di Cianjur itu,diduga kena sunat yang nilainya mencapai jutaan rupiah perlembaga penerima.

Dari hasil penelusuran Berita Cianjur, modus yang dipakai si penyunat yaitu dengan cara menjual buku untuk keperluan anak-anak maupun lembaga PAUD. Total buku yang dibeli sebanyak 16 buah dengan harga senilai Rp3.200.000, terdiri dari 10 buku berupa majalah bulanan, sedangkan sisanya 6 buku berupa panduan untuk guru.

Memuluskan aksinya, si penyunat diduga kuat bekerjasama dengan oknum di Dinas Pendidikan Cianjur. Pasalnya fakta di lapangan, pihak penjual kerap mengatasnamakan Dinas, mengaku jika dirinya diamanati oleh dinas untuk menjual buku tersebut.

“Beli bukunya sama orang yang datang ke PAUD itu (penjual buku, red) secara tunai. Kwitansi pembelian juga langsung diberikan saat itu juga. Kwitansi yang diserahkan itu dari dinas pendidikan Cianjur. Ngakunya, katanya dia keamanatan dari pihak Dinas Pendidikan Cianjur,"beber NI salah seorang Ketua PAUD yang menerima dana BOP PAUD 2017 kepada Berita Cianjur, belum lama ini.

Potensi besarnya dana yang bisa disunat bukan sembarang nilainya, diperkirakan totalnya bisa mencapai miliran rupiah. Perhitungan potensi ini diungkapkan Sekjen Perhimpunan Pergerakan Masyarakat Cianjur (PMPC), Ari Muhammad.

Ia membeberkan, besarnya potensi nilai sunat mencapai miliaran rupiah itu bisa dilihat dari besarnya alokasi dana BOP PAUD yang diperuntukkan pengadaan buku. Sebagaimana disebutkan dalam Juknis BOP PAUD 2017, besaran alokasi dana yang bisa digunakan untuk buku mencapai 35 persen, 20 persen buku umum dan 15 persen untuk  buku panduan guru.

“Total dana BOP PAUD 2017 itu kan sebesar Rp18.985.800.000, nah kalau 35 persennya saja itu nilainya sebesar Rp6.645.030.000, dengan rincian sebesar Rp3.797.160.000 atau 20 persen untuk buku umum (majalah, red), sedangkan sisanya Rp2.847.870.000 atau 15 persen untuk buku panduan guru,”bebernya kepada Berita Cianjur, Senin (4/12).

Melihat besarnya potensi nilai yang bisa menjadi lahan bisnis itu, wajar saja kalau ‘kue’ pengadaan buku PAUD kerap menjadi incaran dan rebutan sejumlah kalangan di Cianjur. Sayangnya, kompetisi untuk mengambil ‘kue manis’ PAUD itu dicederai beberapa oknum, yang cenderung memilih jalan pintas sekadar demi meraih keuntungan besar.

“Kuenya memang sangat besar, sayang cara mengambilnya itu yang ga sportif, justru malah bisa merugikan si penerima manfaat dana BOP PAUD. Menjual buku dengan harga fantastis diembel-embeli ketebelece dari dinas, kan sudah tidak benar itu,”geramnya.

Ibarat luka yang terus menerus dikorek sehingga jadi melebar, demikian juga dengan persoalan ini.Semakin terus ditelusuri, aroma adanya keterlibatan oknum di Dinas Pendidikan Cianjur kian menguat.Sehingga memunculkan dugaan kuat adanya upaya pengarahan untuk pembelian buku kepada penerbit tertentu.

“Dugaan sudah menuju kearah sana, ada keterlibatan pihak dinas. Malah informasi terbaru ada salah seorang ASN yang juga ikut terjun langsung mencicipi kue BOP PAUD ini. Kalau ini terungkap dan terbukti, bisa jadi preseden buruk bagi dunia pendidikan Cianjur, begitupun dengan pemerintahan bupati sekarang ini yang mempunyai visi misi Cianjur Lebih Maju dan Agamis,”kata Ari.

Menanggapi persoalan dugaan sunat dana BOP PAUD dengan modus penjualan buku, Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, idealnya ada pengaturan tertentu untuk pengadaan buku yang akan digunakan oleh PAUD itu. Artinya, pihak dinas secara terbuka dan terperinci menjelaskan spek buku yang bisa dibeli oleh setiap lembaga PAUD penerima BOP.

“Kalau sudah tahu speknya, kan masing masing lembaga juga nantinya bisa membeli langsung ke pihak penerbitnya,”kata Herman saat ditemui seusai rapat di kantor Dinas PUPR Cianjur, Senin (4/12/2017).

Pihaknya berharap proses penyaluran dan penggunaan BOP PAUD di Cianjur bisa berjalan dengan lancar dan tertib, bukan sebaliknya malah menimbulkan persoalan baru dan menjadi polemik.

“Kalau ada ASN yang ikut-ikutan main atau sampai ada instruksi atau pengarahan dari dinas sehingga merugikan penerima manfaat, itu sangat keterlaluan. Saya harap itu tidak terjadi,“ pungkasnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 22/02/2018 20:16 WIB

Partisipasi Pemilih di Pilgub Jabar Diharapkan Meningkat

PARTISIPASI masyarakat dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018 diharapkan meningkat. Karena, dengan meningkatnya pasrtisipasi pemilih dinilai akan meningkatkan kualitas pesta demokrasi…

Cianjur Euy 22/02/2018 20:15 WIB

SPRI Cianjur Tolak Kebijakan UU MD3

SERIKAT Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Kabupaten Cianjur berunjukrasa terkait penolakan revisi Undang-undang Nomo 17/2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3), Kamis (22/2/2018).

Cianjur Euy 22/02/2018 20:15 WIB

Demiz: Penanganan Sungai Citarum Harus Berkesinambungan

PENANGANAN Sungai Citarum harus dilakukan berkesinambungan. Penanganannya bisa dilakukan secara struktural, non-struktural, dan kultural yang membutuhkan campur tangan semua pihak.

Cianjur Euy 21/02/2018 22:31 WIB

Pemkab Didiorong Keluarkan Regulasi Terkait Usia Pernikahan

PERNIKAHAN usia anak dinilai akan menimbulkan risiko bagi para pasangan, mulai dari kesehatan, ekonomi dan ketahanan keluarga. Sebab itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur didorong untuk mengeluarkan…

Cianjur Euy 21/02/2018 22:30 WIB

Polres Cianjur Intensifkan Penindakan Kasus Narkoba

PEREDARAN dan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Cianjur dinilai sangat mengkhawatirkan. Jumlah orang yang terlibat dalam kasus tersebut terus bertambah, dan telah menyentuh semua kalangan.

Bisnis Line 21/02/2018 21:45 WIB Advertorial

Mahasiswa AKPER Deklarasi Anti Narkoba

SEBAGAI salah satu bentuk keprihatinan maraknya peredaran narkoba dan salah satu upaya untuk menekan peredaran narkoba, Akademi Keperawatan (AKPER) Pemkab Cianjur mendeklarasikan anti narkoba. Deklarasi…

Ragam 21/02/2018 18:57 WIB Advertorial

Paguyuban Baladewa : Musik dan Budaya Menyatukan Nusantara

Komunitas napak tilas dan kesenian sunda buhun, yang tergabung dalam wadah Kesenian Paguyuban Baladewa, menggelar parhelatan latihan bersama pada Selasa (20/02), kemarin. Latihan dalam rangka meningkatkan…

Cianjur Euy 20/02/2018 21:17 WIB

Kelanjutan Pembangunan Jalur Puncak II Tidak Jelas

PEMERINTAH pusat maupun provinsi terkesan silih lempar kewengan terkait kelanjutan pembangunan jalur Puncak II. Padahal, jalur itu diharapkan jadi alternatif mengatasi kemacetan di kawasan Puncak.

Cianjur Euy 20/02/2018 20:46 WIB

Polres Cianjur Antisipasi Penyebaran Isu Hoax dan SARA

MARAKNYA informasi bohong (Hoax, red) di tengah masyarakat yang beredar melalui media sosial atau dari mulut ke mulut mendapat perhatian serius dari jajaran Polres Cianjur.

Cianjur Euy 20/02/2018 20:15 WIB

25 Siswa Bintara Latihan Kerja di Polres Cianjur

SEBANYAK 25 siswa bintara Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Barat tahun angkatan 2018 melaksanakan latihan kerja di Polres Cianjur. Latihan kerja yang diikuti siswa bintara itu dilaksanakan sejak…