Selasa, 24 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Potensi yang ‘Disunat’ Capai Rp6,6 M

Nuki

Selasa, 05 Desember 2017 - 09:08 WIB

Karikatur: Nandang S/BC
Karikatur: Nandang S/BC
A A A

Sunatan Masal’ Dana BOP PAUD ala Cianjuran

Heyy Sunatan Masal
Aha aha

Sunatan Masal
Aha aha

Ditonton orang berjubal jubal
“Banyak tercecer buku abal abal”

Eh, banyak tercecer sepatu dan sandal

Beritacianjur.com - PENGGALAN lirik lagu berjudul “Sunatan Massal” yang dipopulerkan Iwan Fals di atas, menggambarkan sebuah prosesi kegiatan sunatan massal. Di Cianjur, tak hanya anak-anak kecil saja yang disunat, namun diduga dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD 2017 pun ‘disunat’ juga.

Ya, sejumlah kalangan menduga, dana bantuan yang sudah digelontorkan pemerintah kepada lembaga penerima dana, terkena potongan alias disunat sejumlah oknum. Hebatnya lagi, cara menyunat yang dilakukan oknum ini terbilang rapi, bahkan si korban nyaris tak merasa dirugikan. Cukup menyebut klu ‘Dinas’, tanpa ba-bi-bu, para penerima bantuanpun langsung manut.

Sepertihalnya yang terjadi pada penyaluran dana BOP PAUD 2017. Dana bantuan dari pemerintah pusat sebesar Rp18,9 miliar yang disalurkan ke 1.157 lembaga pendidikan non formal di Cianjur itu,diduga kena sunat yang nilainya mencapai jutaan rupiah perlembaga penerima.

Dari hasil penelusuran Berita Cianjur, modus yang dipakai si penyunat yaitu dengan cara menjual buku untuk keperluan anak-anak maupun lembaga PAUD. Total buku yang dibeli sebanyak 16 buah dengan harga senilai Rp3.200.000, terdiri dari 10 buku berupa majalah bulanan, sedangkan sisanya 6 buku berupa panduan untuk guru.

Memuluskan aksinya, si penyunat diduga kuat bekerjasama dengan oknum di Dinas Pendidikan Cianjur. Pasalnya fakta di lapangan, pihak penjual kerap mengatasnamakan Dinas, mengaku jika dirinya diamanati oleh dinas untuk menjual buku tersebut.

“Beli bukunya sama orang yang datang ke PAUD itu (penjual buku, red) secara tunai. Kwitansi pembelian juga langsung diberikan saat itu juga. Kwitansi yang diserahkan itu dari dinas pendidikan Cianjur. Ngakunya, katanya dia keamanatan dari pihak Dinas Pendidikan Cianjur,"beber NI salah seorang Ketua PAUD yang menerima dana BOP PAUD 2017 kepada Berita Cianjur, belum lama ini.

Potensi besarnya dana yang bisa disunat bukan sembarang nilainya, diperkirakan totalnya bisa mencapai miliran rupiah. Perhitungan potensi ini diungkapkan Sekjen Perhimpunan Pergerakan Masyarakat Cianjur (PMPC), Ari Muhammad.

Ia membeberkan, besarnya potensi nilai sunat mencapai miliaran rupiah itu bisa dilihat dari besarnya alokasi dana BOP PAUD yang diperuntukkan pengadaan buku. Sebagaimana disebutkan dalam Juknis BOP PAUD 2017, besaran alokasi dana yang bisa digunakan untuk buku mencapai 35 persen, 20 persen buku umum dan 15 persen untuk  buku panduan guru.

“Total dana BOP PAUD 2017 itu kan sebesar Rp18.985.800.000, nah kalau 35 persennya saja itu nilainya sebesar Rp6.645.030.000, dengan rincian sebesar Rp3.797.160.000 atau 20 persen untuk buku umum (majalah, red), sedangkan sisanya Rp2.847.870.000 atau 15 persen untuk buku panduan guru,”bebernya kepada Berita Cianjur, Senin (4/12).

Melihat besarnya potensi nilai yang bisa menjadi lahan bisnis itu, wajar saja kalau ‘kue’ pengadaan buku PAUD kerap menjadi incaran dan rebutan sejumlah kalangan di Cianjur. Sayangnya, kompetisi untuk mengambil ‘kue manis’ PAUD itu dicederai beberapa oknum, yang cenderung memilih jalan pintas sekadar demi meraih keuntungan besar.

“Kuenya memang sangat besar, sayang cara mengambilnya itu yang ga sportif, justru malah bisa merugikan si penerima manfaat dana BOP PAUD. Menjual buku dengan harga fantastis diembel-embeli ketebelece dari dinas, kan sudah tidak benar itu,”geramnya.

Ibarat luka yang terus menerus dikorek sehingga jadi melebar, demikian juga dengan persoalan ini.Semakin terus ditelusuri, aroma adanya keterlibatan oknum di Dinas Pendidikan Cianjur kian menguat.Sehingga memunculkan dugaan kuat adanya upaya pengarahan untuk pembelian buku kepada penerbit tertentu.

“Dugaan sudah menuju kearah sana, ada keterlibatan pihak dinas. Malah informasi terbaru ada salah seorang ASN yang juga ikut terjun langsung mencicipi kue BOP PAUD ini. Kalau ini terungkap dan terbukti, bisa jadi preseden buruk bagi dunia pendidikan Cianjur, begitupun dengan pemerintahan bupati sekarang ini yang mempunyai visi misi Cianjur Lebih Maju dan Agamis,”kata Ari.

Menanggapi persoalan dugaan sunat dana BOP PAUD dengan modus penjualan buku, Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, idealnya ada pengaturan tertentu untuk pengadaan buku yang akan digunakan oleh PAUD itu. Artinya, pihak dinas secara terbuka dan terperinci menjelaskan spek buku yang bisa dibeli oleh setiap lembaga PAUD penerima BOP.

“Kalau sudah tahu speknya, kan masing masing lembaga juga nantinya bisa membeli langsung ke pihak penerbitnya,”kata Herman saat ditemui seusai rapat di kantor Dinas PUPR Cianjur, Senin (4/12/2017).

Pihaknya berharap proses penyaluran dan penggunaan BOP PAUD di Cianjur bisa berjalan dengan lancar dan tertib, bukan sebaliknya malah menimbulkan persoalan baru dan menjadi polemik.

“Kalau ada ASN yang ikut-ikutan main atau sampai ada instruksi atau pengarahan dari dinas sehingga merugikan penerima manfaat, itu sangat keterlaluan. Saya harap itu tidak terjadi,“ pungkasnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 41 menit yang lalu

Siswa SMK Berikan Sarung Cinta Untuk Mak Icih

RAUT sumringah terlihat dari wajah Mak Icih, saat puluhan siswa dari salah satu SMK kesehatan swasta di Sukabumi mendatangi kediamannya di Kampung Cikaret, Gang Al Falah, Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur.

Cianjur Euy 42 menit yang lalu

IPM Kabupaten Cianjur Jeblok, Paling Bontot di Jawa Barat

INDEKS Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Cianjur, masih relatif jeblok. Posisinya pada 2017 berada paling bontot dari 27 kota/kabupaten di Jawa Barat. Hal itu, diungkapkan anggota DPRD Kabupaten Cianjur,…

Cianjur Euy 43 menit yang lalu

Perpres TKA Berdampak Plus Minus Bagi Daerah

PENERAPAN Peraturan Presiden Nomor 20/2018 tentang penggunaan tenaga kerja asing (TKA) memiliki dampak positif dan negatif bagi dunia kerja di daerah. Sebab, hingga kini masih banyak calon tenaga kerja…

Si Maung 15 jam yang lalu

Laga El Clasico Panas Sebelum Laga Dimulai

LAGA Persib kontra Persija memang baru akan dimulai Sabtu (28/4/2018) mendatang. Namun panasnya laga bertajuk “El Clasico” sudah terasa sebelum laga dimulai.

Si Maung 15 jam yang lalu

Pede, Gomez Targetkan Kemenangan di Jakarta

BUKAN imbang tapi menang. Itulah target Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomes, pada laga bertajuk “El Clasico” yang bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/4/2018)…

Cianjur Euy 23/04/2018 18:46 WIB

Laporan Keuangan Desa di Cianjur Belum Seragam

PEMERINTAHAN Desa (Pemdes) di Kabupaten Cianjur masih belum seragam dalam sistem laporan keuangan desa. Ada yang masih menggunakan Sistem Pengelolaan Keuangan Desa (Silokades) tapi juga yang sudah menerapkan…

Cianjur Euy 23/04/2018 18:45 WIB

Satlantas Pantau Ruas Infrastruktur Jalan

SATUAN Lalulintas Polres Cianjur, mengagendakan survei pemantauan ruas-ruas infrastruktur jalan menjelang arus mudik Idul Fitri 2018. Hal itu diungkapkan Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Rendy Setia Permana,…

Bisnis Line 23/04/2018 18:30 WIB

Baru Dibuka, 'Sabore Kitchen' Diburu Pecinta Gelato

BISNIS kuliner di Kabupaten Cianjur semakin dilirik. Banyak lokasi kafe dan restoran 'anyar' tumbuh di kota yang terkenal dengan kota tauco ini. Tak heran jika antar outlet kuliner saling adu konsep,…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:53 WIB

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:07 WIB

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.