Sabtu, 20 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

471 RTS Sindangsari Konsumsi Rasta Kualitas Buruk

Apip Samlawi

Selasa, 05 Desember 2017 - 22:51 WIB

Berita Cianjur/Apip Samlawi
Berita Cianjur/Apip Samlawi
A A A

Beritacianjur.com - NASIB orang miskin di Negeri ini sungguh tragis, tak ubahnya ibarat pepatah "Sudah jatuh tertimpa tangga". Negara yang katanya memperhatikan nasib mereka, justru sebaliknya, malah menyepelekan, menghinakan bahkan boleh jadi menganggapnya seperti hewan ternak.

Kondisi diatas bukan hanya ada dalam sebuah dongeng, tetapi memang benar terjadi. Cerminan perlakuan negara yang terkesan semena mena terhadap rakyatnya yang miskin, seperti halnya di alami ratusan Rumah Tangga Sasaran (RTS) penerima bantuan beras Rastra di Desa Sindangsari, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur.

Sebanyak 471 warga penerima manfat Rastra di Desa tersebut, diketahui mendapat jatah beras bantuan dengan kualitas buruk. 7.065 kg jatah Rastra yang diberikan Negara melalui lembaga Bulog, sebagian besar kondisinya bau, bubuk, ngepul dan banyak kutunya.

Meski kecewa, namun apa boleh buat mereka akhirnya terpaksa menebusnya juga, karena khawatir kedepannya takut tidak dibagi lagi bantuan.

Ketua RT 16/04 Udin (50)  menjelaskan, pihaknya mengaku merasa kecewa setelah datangnya Rasta yang harus ditebuskan pada seluruh RTS di ke RT-annya, menyusul buruknya kualitas kiriman Rastra.

"Selain bau apek,  bubuk, hitam, ngepul juga banyak kutunya, makanya wajar kalau banyak RTS yang menolaknya,"ujar Udin kepada Berita Cianjur, Senin (4/12).

Udin beralasan mengapa tetap menjualnya kepada RTS, dikarenakan beras Rastra yang dibawanya telah dibuka dari karungnya.

"Daripada harus mengembalikan Rastra itu ke desa, dan menganti dengan uang sendiri, ya terpaksa dijual pada RTS,"kata Udin seraya berharap agar Pemerintahan Desa Sindangsari terlebih dahulu mengecek kualitas beras Rastra kiriman dari Bulog itu sebelum dibagikan.

Sementara itu, Kaur kesra Desa Sindangsari, Wawan Sutiawan tidak menampik bahwa kualitas Rastra yang dikirim kemarin sebagian kualitasnya buruk.

"Barangnya hitam, bubuk, ngepul dan bau apek. Tapi sebagian lagi kualitasnya sedikit bagus seperti halnya kiriman  bulan sebelumnya,"ungkapnya.

Melihat kondisi beras seperti itu, kata Wawan, para penerima manfaat jadi kecewam bahkan banyak yang tak jadi membeli dan dikembalikan.

"Banyak yang mau mengembalikan, tapi kondisinya sudah acak acakan, dikantongi plastik. Kalau saja masih utuh dalam karung kita bisa mengembalikannya ke pihak Bulog Cianjur,"ucapnya.


Dengan adanya itu, pihaknya mengaharapkan  pada pihak  Bulog Cianjur, untuk kedepannya mohon kualitas Rastra diperhatikan jangan sampai terjadi seperti sekarang, selain bau apek juga Bubuk, ngepul dan banyak kutunya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 15 jam yang lalu

Pemkab Cianjur Tolak Kebijakan Impor Beras

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menolak kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan, Wakil Cianjur, Herman Suherman, saat menghadiri acara panen raya padi di…

Aktualita 20 jam yang lalu

Terbongkar, RSUD Masih Berkilah

PENYEBAB amburadulnya pengelolaan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, sudah terbongkar. Namun pejabat rumah sakit plat merah tersebut masih…

Aktualita 20 jam yang lalu

Komisi III Sidak, Pejabat RSUD Tak Ada di Tempat

KOMISI III DPRD Cianjur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Sayang Cianjur, Kamis (18/1/2018) siang.

Bisnis Line 18/01/2018 22:51 WIB

Cugenang Jadi Pencanangan Gerakan Pemasangan Patok Tanah PTSL

MINGGU ketiga di bulan Januari 2018 Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Pertanahan Kabupaten Cianjur mulai menggarap program nasional sertifikasi tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap…

Aktualita 18/01/2018 08:10 WIB

BPLHD dan Penyidik Polda Jabar Datangi RSUD, Ada Apa?

SEGUDANG masalah terjadi di RSUD Sayang Cianjur. Tak hanya soal limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dibiarkan menumpuk di ruangan terbuka, namun juga terdapat dua masalah besar lainnya yang hingga…

Aktualita 18/01/2018 08:05 WIB

Ini Pembohongan Publik, Wajib Diusut Tuntas

TERUNGKAPNYA kebohongan pernyataan pihak RSUD melalui Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, yang menyebutkan permasalahan menumpuknya limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) itu gara-gara kesalahan…

Aktualita 18/01/2018 08:00 WIB

Soal Limbah RSUD, Wabup Bohong

TUDINGAN pihak RSUD Sayang Cianjur melalui Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, yang menyebutkan permasalahan menumpuknya limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) itu gara-gara kesalahan pihak…

Cianjur Euy 18/01/2018 00:01 WIB

Muhammad Zimaam Hanya Bisa Berbaring Diatas Tempat Tidur

Muhammad Zimaam (2) putra pasangan suami istri (pasutri) Ririn Saprina (33) dan Irawan Kusuma Atmaja (34) warga Jalan Mayor Harun Kabir No. 4, Kelurahan Bojong Herang, Kecamatan Cianjur hanya bisa tergolek…

Cianjur Euy 17/01/2018 21:12 WIB

Jelang Penerapan Trayek Baru, Angkum Wajib Uji KIR

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur bertindak tegas dengan melakukan pemeriksaan dan uji KIR angkutan umum (Angkum) jelang penerapan rekayasa lalulintas dan trayek angkum baru, yang akan dilaksanakan…

Cianjur Euy 17/01/2018 21:11 WIB

Kapolres Cianjur Pimpin Sertijab Kasat dan Kapolsek

KAPOLRES Cianjur, AKBP Soliyah SIK, MH, memimpin upacara serah terima jabatan dan kenal pamit Kasat dan Kapolsek jajaran Polres Cianjur, Rabu (17/1/2018) pagi. Kegiatan yang digelar di Aula Amanah, Primkopol…