Sabtu, 24 Februari 2018 | Cianjur, Indonesia

Gomez Masih Bermasalah dengan Klub asal Malaysia

Gie/bbs

Rabu, 06 Desember 2017 - 11:04 WIB

Net
Net
A A A

Beritacianjur.com - PELATIH anyar Persib Bandung, Roberto Carlos Mario Gomez ternyata masih memiliki permasalahan dengan mantan klub asuhannya di Malaysia, Johor Darul Ta'zim (JDT).

Gomez mengaku gajinya di JDT selama ini masih ada yang belum dibayarkan.Pria berkebangsaan Argentina itu kabarnya akan mengambil tindakan hukum kepada pemilik JDT Tunku Ismail Ibrahim (TMJ).

"Kami akan bertemu lagi di pengadilan. Mereka tidak mau membayar gaji saya. Pengacara saya sedang melaporkan ke FIFA," kata Gomez.

Sebelumnya, pelatih 60 tahun ini sudah mendesak JDT untuk menemukan solusi terkait tunggakan gaji tersebut."TMJ mengirim pengacaranya untuk berdiskusi tapi saya tidak setuju dengan keputusannya," ujar Gomez.

Pada bulan Maret 2017, mantan asisten Hector Cuper itu sebenarnya didaulat untuk menjadi pelatih Timnas Malaysia, tetapi kabarnya Gomez meminta gaji yang tinggi dan kemudian ditolak.Meskipun begitu Gomez membantah telah meminta gaji yang menggiurkan.

Sementara itu, tantangan Gomez untuk membawa permasalahan penunggakan gaji mantan klubnya ke pengadilan mendapat respons.

JDT siap menghadapi tuntutan pelatih baru Persib Bandung yang meminta pembayaran gaji sejak bulan Januari 2017 atau selepas Gomez diputus kontrak oleh klub berjuluk Harimau Selatan itu.

Melalui Direktur Teknis, Alistair Edwards, menjelaskan permasalahan antara klub JDT dan Carlos timbul adanya kesalahpahaman mengenai pembayaran gaji asisten pelatih Raul Longhi.

Awalnya disepakati Longhi digaji oleh Carlos, namun kemudian Carlos meminta klub membayar upah Longhi dengan memotong gajinya secara langsung agar dirinya tidak perlu melakukannya sendiri.

Masalah kemudian timbul karena Carlos merasa tidak menerima gaji secara penuh selama menangani JDT.

Klub JDT juga membantah pernyataan Gomez yang menyebut suratnya tidak pernah dibalas. Klub juara Liga Super Malaysia sejak 2014 hingga 2017 itu mengklaim sudah mengirim balasan dengan bahasa Spanyol.

"Kami tidak bermaksud menyiarkan masalah ini di hadapan umum, tetapi karena Mario Gomez telah bertindak demikian, kami tidak memiliki pilihan kecuali memutuskan hal yang sama," demikian tulis pernyataan Edwards dalam situs resmi klub.

Masalah kemudian timbul karena Carlos merasa tidak menerima gaji secara penuh selama menangani JDT.

Klub JDT juga membantah pernyataan Gomez yang menyebut suratnya tidak pernah dibalas. Klub juara Liga Super Malaysia sejak 2014 hingga 2017 itu mengklaim sudah mengirim balasan dengan bahasa Spanyol.

"Kami tidak bermaksud menyiarkan masalah ini di hadapan umum, tetapi karena Mario Gomez telah bertindak demikian, kami tidak memiliki pilihan kecuali memutuskan hal yang sama," demikian tulis pernyataan Edwards dalam situs resmi klub.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 23/02/2018 08:00 WIB

Bupati Dilaporkan ke Presiden dan KPK

AROGAN dan kebijakannya menyengsarakan rakyat. Itulah alasan sejumlah aktivis melaporkan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar (IRM) ke Presiden Joko Widodo, KPK, ICW, BPK, DPR RI dan Ombudsman, Kamis…

Aktualita 23/02/2018 07:55 WIB

Pembagian Insentif Guru Honor Diduga Jadi Ajang Kampanye

PEMBAGIAN insentif dari Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar untuk guru honorer K2 se-Kecamatan Karangtengah, terindikasi ditumpangi kepentingan politik.

Cianjur Euy 22/02/2018 20:16 WIB

Partisipasi Pemilih di Pilgub Jabar Diharapkan Meningkat

PARTISIPASI masyarakat dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018 diharapkan meningkat. Karena, dengan meningkatnya pasrtisipasi pemilih dinilai akan meningkatkan kualitas pesta demokrasi…

Cianjur Euy 22/02/2018 20:15 WIB

SPRI Cianjur Tolak Kebijakan UU MD3

SERIKAT Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Kabupaten Cianjur berunjukrasa terkait penolakan revisi Undang-undang Nomo 17/2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3), Kamis (22/2/2018).

Cianjur Euy 22/02/2018 20:15 WIB

Demiz: Penanganan Sungai Citarum Harus Berkesinambungan

PENANGANAN Sungai Citarum harus dilakukan berkesinambungan. Penanganannya bisa dilakukan secara struktural, non-struktural, dan kultural yang membutuhkan campur tangan semua pihak.

Aktualita 22/02/2018 08:00 WIB

Hei Bupati, Mundur atau Dimundurkan?

ATURAN dilabrak, Undang-Undang dipecundangi dan hukum dikebiri. Ini hanya terjadi di Cianjur yang konon katanya lebih maju dan agamis.

Cianjur Euy 21/02/2018 22:31 WIB

Pemkab Didiorong Keluarkan Regulasi Terkait Usia Pernikahan

PERNIKAHAN usia anak dinilai akan menimbulkan risiko bagi para pasangan, mulai dari kesehatan, ekonomi dan ketahanan keluarga. Sebab itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur didorong untuk mengeluarkan…

Cianjur Euy 21/02/2018 22:30 WIB

Polres Cianjur Intensifkan Penindakan Kasus Narkoba

PEREDARAN dan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Cianjur dinilai sangat mengkhawatirkan. Jumlah orang yang terlibat dalam kasus tersebut terus bertambah, dan telah menyentuh semua kalangan.

Bisnis Line 21/02/2018 21:45 WIB Advertorial

Mahasiswa AKPER Deklarasi Anti Narkoba

SEBAGAI salah satu bentuk keprihatinan maraknya peredaran narkoba dan salah satu upaya untuk menekan peredaran narkoba, Akademi Keperawatan (AKPER) Pemkab Cianjur mendeklarasikan anti narkoba. Deklarasi…

Ragam 21/02/2018 18:57 WIB Advertorial

Paguyuban Baladewa : Musik dan Budaya Menyatukan Nusantara

Komunitas napak tilas dan kesenian sunda buhun, yang tergabung dalam wadah Kesenian Paguyuban Baladewa, menggelar parhelatan latihan bersama pada Selasa (20/02), kemarin. Latihan dalam rangka meningkatkan…