Rabu, 13 Desember 2017 | Cianjur, Indonesia

BKT KRC-LIPI Jelaskan Kepergian Pegawainya ke Baturaden

Mustofa

Kamis, 07 Desember 2017 - 09:33 WIB

Foto: Ilustrasi/Net
Foto: Ilustrasi/Net
A A A

Beritacianjur.com - BALAI Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas ( BKT KRC)-LIPI membantah memberangkatkan 10 pegawainya yang akan memasuki masa pensiun untuk keperluan piknik. Namun pemberangkatan para pegawai tersebut untuk keperluan study banding.

"Pegawai yang berangkat dalam rangka studi banding. Yang berangkat kebetulan yang sudah senior dan menjelang purna bhakti. Disamping mereka sudah pengalaman dalam hal pemeliharaan koleksi tanaman, juga sebagai bentuk apresiasi dinas kepada pegawai," kata Kepala Seksi Pelayanan Jasa dan Informasi BKT KRC-LIPI, Solehuddin saat dihubungi, Rabu (6/12/2017).

Solehuddin menegaskan, perjalanan study banding yang dilakukan para pegawai BKT KRC-LIPI tersebut tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku. Karena biaya untuk study banding para pegawai yang akan memasuki pruna bhakti itu sudah dianggarkan.

"Semua biaya yang dikeluarkan berasal dari DIPA KRC. Sehingga tidak ada yang perlu dipersoalkan. Semuanya sudah teranggarkan," jelas Solehuddin.

Ia juga menjelaskan dipilihnya Baturaden untuk menjadi salah satu tempat study banding karena Kebun Raya tersebut merupakan dampingan KRC termasuk kebun raya Kuningan. Sedangkan terkait uang saku yang diberikan kepada para pegawai bersumber dari koperasi.

"Uang saku yang Rp 500 ribu adalah dari Koperasi Gardenia. Itu diberikan kepada anggota yang akan pensiun dan nanti pada waktu perpisahan dari koperasi diberikan lagi Cinderamata. Dananya itu diambil dari pos biaya cindramata yang sudah disyahkan pada RAT," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, rencana Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas (BKT KRC)-LIPI memberangkatkan 10 orang pegawaianya yang akan memasuki masa pensiun untuk piknik ke Batu Raden, Jawa Tengah di soal. Pasalnya biaya piknik tersebut diduga tidak teranggarkan dalam DIPA.

Menurut salah seorang pegawai yang tidak sependapat dengan rencana piknik, dari 10 orang pegawai yang pada tahun 2018 mendatang akan pensiun, ada tiga orang yang tidak mau ikut terhadap rencana piknik. Ketiga pegawai tersebut meminta kejelasan sumber anggaran yang digunakan.

"Ada tiga orang yang tidak mau ikut, termasuk saya sendiri. Kami ragu bahwa anggaran yang akan digunakan itu tidak bisa dipertanggungjawabkan. Kami yakin kalau acara piknik seperti ini tidak dialokasikan dalam DIPA. Apakah ini bukan bagian dari korupsi," kata pegawai yang minta tidak disebut namanya tersebut.

Menurut pegawai yang selama ini dikenal sering mengkritisi kebijakan Kebun aya Cibodas, sikap tidak ikut piknik tersebut sudah dipikirkan matang-matang. "Kami sudah fikirkan konsekwensinya. Kami bertiga sepakat tidak turut dalam kebijakan pimpinan untuk yang satu ini sebelumnya semuanya terang benderang," paparnya.

Sikap tersebut merupakan salah satu bagian yang dilakukan dalam mengkritisi kebijakan. Sebagai lembaga yang dibiayai oleh negara sudah selayaknya seluruh penggunaan keuangan secara jelas dan gamblang serta bisa dipertangungjawabkan. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Bisnis Line 18 jam yang lalu

Kemitraan Berdampak Positif Bagi KUMKM

SEJUMLAH pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Cianjur mengikuti sinergi kerjasama antara Rumah Pangan Kita (RPK) dengan Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil dan…

Bisnis Line 18 jam yang lalu

Honda Suguhkan New Revo yang Lebih Keren

MESKI segmen motor bebek tak sehebat atau tak sedahsyat matik, Astra Honda Motor (AHM) mencoba terus untuk tetap memenuhi kebutuhan pecinta motor Honda Revo. Kali ini Honda resmi mempermak sekaligus memperkenalkan…

Ragam 20 jam yang lalu

Semarak VM TDI Cianjur

CIANJUR-Komunitas pecinta vape (rokok elektrik) varian therion, kini memasuki usia 8 bulan di Cianjur. Terkenal dengan nama Therion DNA Cianjur Chapter, komunitas ini memiliki rutinitas VM(Vape Meet)…

Ragam 20 jam yang lalu

GRANAT Advokasi Bahaya Narkoba ke KVC

CIANJUR-Maraknya oknum yang menyalahgunakan Vape (rokok elektrik) sebagai perangkat penyalahgunaan narkoba, membuat Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Cianjur geram. Pasalnya, di Kabupaten Cianjur…

Cianjur Euy 20 jam yang lalu

Kapolres Cianjur Bersilaturhmi Dengan Awak Media

KAPOLRES Cianjur, AKBP Soliyah SIK, MH menggelar silaturahmi dengan awak media yang bertugas di Kabupaten Cianjur, di sebuah rumah makan ternama di bilangan Jalan Dr Muwardi (Bypass), Kelurahan Bojongherang,…

Cianjur Euy 20 jam yang lalu

Kepolisian Akan Tindak Spekulan Nakal

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur akan menindak tegas setiap spekulan komoditas bahan pokok yang nakal yang mengakibatkan harga komoditas di pasaran menjadi menjadi melonjak.

Aktualita 12/12/2017 07:40 WIB

Pak Bupati, Mana Janjimu?

JANJI Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar menggratiskan biaya pelayanan kesehatan kelas III di RSUD Sayang Cianjur, tak kunjung terealisasi.

Cianjur Euy 12/12/2017 07:37 WIB

Disnaker: Persoalan PT Ikon Harus Dibawa ke Pengadilan

DINAS Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cianjur angkat bicara terkait nasib ratusan buruh PT Ikon Garmindo, yang hingga kini belum bisa menerima hak-haknya semasa bekerja di pabrik milik pengusaha…

Cianjur Euy 12/12/2017 07:31 WIB

Banyak Anak Tak Divaksin, Waspadai Wabah Difteri!

PENYAKIT difteri yang terus mewabah meresahkan banyak masyarakat. Di Cianjur, tercatat sudah ada dua anak yang meninggal dunia akibat mengidap penyakit yang sebenarnya nyaris punah.

Bisnis Line 12/12/2017 07:24 WIB

Tingkat Pesanan Kamar Hotel Meningkat

JELANG perayaan Natal dan Tahun Baru 2018 sejumlah hotel dan penginapan di Cianjur mulai dibanjiri pemesan. Tingkat pemesanan kamar hotel dan penginanpan itu mencapai 30 persen, Senin (11/12/2017).