Sabtu, 24 Februari 2018 | Cianjur, Indonesia

BKT KRC-LIPI Jelaskan Kepergian Pegawainya ke Baturaden

Mustofa

Kamis, 07 Desember 2017 - 09:33 WIB

Foto: Ilustrasi/Net
Foto: Ilustrasi/Net
A A A

Beritacianjur.com - BALAI Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas ( BKT KRC)-LIPI membantah memberangkatkan 10 pegawainya yang akan memasuki masa pensiun untuk keperluan piknik. Namun pemberangkatan para pegawai tersebut untuk keperluan study banding.

"Pegawai yang berangkat dalam rangka studi banding. Yang berangkat kebetulan yang sudah senior dan menjelang purna bhakti. Disamping mereka sudah pengalaman dalam hal pemeliharaan koleksi tanaman, juga sebagai bentuk apresiasi dinas kepada pegawai," kata Kepala Seksi Pelayanan Jasa dan Informasi BKT KRC-LIPI, Solehuddin saat dihubungi, Rabu (6/12/2017).

Solehuddin menegaskan, perjalanan study banding yang dilakukan para pegawai BKT KRC-LIPI tersebut tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku. Karena biaya untuk study banding para pegawai yang akan memasuki pruna bhakti itu sudah dianggarkan.

"Semua biaya yang dikeluarkan berasal dari DIPA KRC. Sehingga tidak ada yang perlu dipersoalkan. Semuanya sudah teranggarkan," jelas Solehuddin.

Ia juga menjelaskan dipilihnya Baturaden untuk menjadi salah satu tempat study banding karena Kebun Raya tersebut merupakan dampingan KRC termasuk kebun raya Kuningan. Sedangkan terkait uang saku yang diberikan kepada para pegawai bersumber dari koperasi.

"Uang saku yang Rp 500 ribu adalah dari Koperasi Gardenia. Itu diberikan kepada anggota yang akan pensiun dan nanti pada waktu perpisahan dari koperasi diberikan lagi Cinderamata. Dananya itu diambil dari pos biaya cindramata yang sudah disyahkan pada RAT," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, rencana Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas (BKT KRC)-LIPI memberangkatkan 10 orang pegawaianya yang akan memasuki masa pensiun untuk piknik ke Batu Raden, Jawa Tengah di soal. Pasalnya biaya piknik tersebut diduga tidak teranggarkan dalam DIPA.

Menurut salah seorang pegawai yang tidak sependapat dengan rencana piknik, dari 10 orang pegawai yang pada tahun 2018 mendatang akan pensiun, ada tiga orang yang tidak mau ikut terhadap rencana piknik. Ketiga pegawai tersebut meminta kejelasan sumber anggaran yang digunakan.

"Ada tiga orang yang tidak mau ikut, termasuk saya sendiri. Kami ragu bahwa anggaran yang akan digunakan itu tidak bisa dipertanggungjawabkan. Kami yakin kalau acara piknik seperti ini tidak dialokasikan dalam DIPA. Apakah ini bukan bagian dari korupsi," kata pegawai yang minta tidak disebut namanya tersebut.

Menurut pegawai yang selama ini dikenal sering mengkritisi kebijakan Kebun aya Cibodas, sikap tidak ikut piknik tersebut sudah dipikirkan matang-matang. "Kami sudah fikirkan konsekwensinya. Kami bertiga sepakat tidak turut dalam kebijakan pimpinan untuk yang satu ini sebelumnya semuanya terang benderang," paparnya.

Sikap tersebut merupakan salah satu bagian yang dilakukan dalam mengkritisi kebijakan. Sebagai lembaga yang dibiayai oleh negara sudah selayaknya seluruh penggunaan keuangan secara jelas dan gamblang serta bisa dipertangungjawabkan. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 23/02/2018 08:00 WIB

Bupati Dilaporkan ke Presiden dan KPK

AROGAN dan kebijakannya menyengsarakan rakyat. Itulah alasan sejumlah aktivis melaporkan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar (IRM) ke Presiden Joko Widodo, KPK, ICW, BPK, DPR RI dan Ombudsman, Kamis…

Aktualita 23/02/2018 07:55 WIB

Pembagian Insentif Guru Honor Diduga Jadi Ajang Kampanye

PEMBAGIAN insentif dari Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar untuk guru honorer K2 se-Kecamatan Karangtengah, terindikasi ditumpangi kepentingan politik.

Aktualita 22/02/2018 08:00 WIB

Hei Bupati, Mundur atau Dimundurkan?

ATURAN dilabrak, Undang-Undang dipecundangi dan hukum dikebiri. Ini hanya terjadi di Cianjur yang konon katanya lebih maju dan agamis.

Bisnis Line 21/02/2018 21:45 WIB Advertorial

Mahasiswa AKPER Deklarasi Anti Narkoba

SEBAGAI salah satu bentuk keprihatinan maraknya peredaran narkoba dan salah satu upaya untuk menekan peredaran narkoba, Akademi Keperawatan (AKPER) Pemkab Cianjur mendeklarasikan anti narkoba. Deklarasi…

Ragam 21/02/2018 18:57 WIB Advertorial

Paguyuban Baladewa : Musik dan Budaya Menyatukan Nusantara

Komunitas napak tilas dan kesenian sunda buhun, yang tergabung dalam wadah Kesenian Paguyuban Baladewa, menggelar parhelatan latihan bersama pada Selasa (20/02), kemarin. Latihan dalam rangka meningkatkan…

Aktualita 21/02/2018 08:00 WIB

Pemkab Cianjur Diduga Serobot Lahan Kritis

PERKANTORAN baru Pemkab Cianjur di Kecamatan Campaka, diduga menyerobot lahan yang diperuntukkan kegiatan program Penanganan Lahan Kritis dan Sumber Daya Air Berbasis Masyarakat (PLKSDA-BM). Benarkah?

Cianjur Euy 20/02/2018 21:17 WIB

Kelanjutan Pembangunan Jalur Puncak II Tidak Jelas

PEMERINTAH pusat maupun provinsi terkesan silih lempar kewengan terkait kelanjutan pembangunan jalur Puncak II. Padahal, jalur itu diharapkan jadi alternatif mengatasi kemacetan di kawasan Puncak.

Cianjur Euy 20/02/2018 20:46 WIB

Polres Cianjur Antisipasi Penyebaran Isu Hoax dan SARA

MARAKNYA informasi bohong (Hoax, red) di tengah masyarakat yang beredar melalui media sosial atau dari mulut ke mulut mendapat perhatian serius dari jajaran Polres Cianjur.

Cianjur Euy 20/02/2018 20:15 WIB

25 Siswa Bintara Latihan Kerja di Polres Cianjur

SEBANYAK 25 siswa bintara Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Barat tahun angkatan 2018 melaksanakan latihan kerja di Polres Cianjur. Latihan kerja yang diikuti siswa bintara itu dilaksanakan sejak…

Aktualita 20/02/2018 08:00 WIB

Masyarakat yang Mana?

SETELAH diduga mencatut nama Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, kini kantor baru Pemkab Cianjur di Campaka yang belum berizin, diklaim dibangun atas permintaan masyarakat Cianjur. Masyarakat yang…