Rabu, 13 Desember 2017 | Cianjur, Indonesia

Marak Pendamping PKH ‘Double Job”

Nuki

Kamis, 07 Desember 2017 - 09:59 WIB

Foto: Ilustrasi/Net
Foto: Ilustrasi/Net
A A A

Kadinsos: Kenapa KPU dan Panwas Terima Mereka yang Rangkap Pekerjaan?

Beritacianjur.com - SEJUMLAH petugas pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) disinyalir double job atau rangkap pekerjaan. Berdasarkan informasi, lembaga yang jadi incaran petugas PKH yakni menjadi petugas lembaga penyelenggara pemilihan umum (Pemilu), seperti Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) ataupun Pengawas Pemilu.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Sosial(Kadinsos) Cianjur, Sumitra mengaku sudah mengingatkan para petugas PKH dari jauh-jauh hari. Bahkan surat edaran terkait imbauan petugas PKH tidak bekerja paruh waktu di lembaga lain, aku Sumitra, sudah diedarkan juga.

"Imbauan sudah kita edarkan Kang, sejak bulan agustus 2017,"ujar Sumitra saat dihubungi Berita Cianjur, Rabu (6/12/2017).

Terkait adanya petugas PKH double job ini, Sumitra justru balik bertanya, kenapa lembaga pemilu baik KPU maupun Panwas menerima mereka bekerja di lembaganya?

"Apa dasarnya Panwas sama KPU masih menerima petugas PKH bekerja di lembaganya. Bukankah sudah jelas mereka itu bekerja lama menjadi PKH?"tegas Sumitra.

Sementara itu, disinggung soal adanya seorang anggota PKH yang merangkap jabatan sebagai Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Cianjur (DKKC), Sumitra menilai hal itu tidak menyalahi aturan. Pasalnya, DKKC merupakan lembaga yang sifatnya sosial."DKKC itu organisasi sosial, jadi tidak masalah,"kata lSumitra.

Terpisah, Ketua KPU Cianjur, Anggy Shofia Wardanymengatakan, didalam ketentuan KPU tidak ada aturan yang melarang PKH menjadi anggota PPK."Di dalam PKPU jelas tidak ada ketentuan tentang hal itu,"tegasnya.

Lain dengan tanggapan Ketua Panwaskab Cianjur,Hadi Zikir Nur. Dia menegaskan, pada dasarnya pihaknya "terpaksa" menjadikan yang terindikasi double job. Kendati begitu pihaknya saat ini tengah menunggu surat dari Bawaslu soal Pergantian Antar Waktu (PAW).

"Pada dasarnya kita "terpaksa" menjadikan yang terindikasi dobel job. Sekarang lagi menunggu surat dari Bawaslu terkait PAW,"tandasnya.

Terkait persoalan PKH di Cianjur, sebenarnya Kementerian Sosial (Kemensos) pernah menindak tegas 55 oknum pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang diketahui double job atau rangkap pekerjaan.  

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos, Harry Hikmat menegaskan, mereka yang ketahuan rangkap jabatan harus membuat surat pernyataan bermaterai untuk memilih tetap menjadi pendamping PKH atau mengundurkan diri. 

"Kalau mereka memilih tetap menjadi guru, perawat atau honorer di kecamatan, maka mereka harus mengundurkan diri dari pendamping PKH," kata Harry dalam siaran di Jakarta, beberapa waktu lalu. 

Hasilnya, lanjut Harry, sebanyak enam orang mengundurkan diri dari pendamping PKH dan 48 orang menyatakan masih tetap di PKH. Berdasarkan investigasi tersebut ditemukan fakta di lapangan bahwa mereka bukan aparatur sipil negara (ASN) melainkan pegawai honorer swasta.

Harry menjelaskan, berdasarkan Peraturan Kemensos Nomor 249/LJS.JS/BLTB/07/2014 tentang Kriteria Rangkap Pekerjaan Bagi Pegawai Kontrak Pelaksana Program Keluarga Harapan (PKH) di Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota, maka setiap pendamping PKH tidak diperbolehkan rangkap pekerjaan. 

"Peraturan ini harus ditegakkan untuk menjaga profesionalisme Pendamping PKH dan kesuksesan program ini dalam pengentasan kemiskinan peserta PKH," ujar Harry.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Bisnis Line 18 jam yang lalu

Kemitraan Berdampak Positif Bagi KUMKM

SEJUMLAH pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Cianjur mengikuti sinergi kerjasama antara Rumah Pangan Kita (RPK) dengan Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil dan…

Bisnis Line 18 jam yang lalu

Honda Suguhkan New Revo yang Lebih Keren

MESKI segmen motor bebek tak sehebat atau tak sedahsyat matik, Astra Honda Motor (AHM) mencoba terus untuk tetap memenuhi kebutuhan pecinta motor Honda Revo. Kali ini Honda resmi mempermak sekaligus memperkenalkan…

Ragam 20 jam yang lalu

Semarak VM TDI Cianjur

CIANJUR-Komunitas pecinta vape (rokok elektrik) varian therion, kini memasuki usia 8 bulan di Cianjur. Terkenal dengan nama Therion DNA Cianjur Chapter, komunitas ini memiliki rutinitas VM(Vape Meet)…

Ragam 20 jam yang lalu

GRANAT Advokasi Bahaya Narkoba ke KVC

CIANJUR-Maraknya oknum yang menyalahgunakan Vape (rokok elektrik) sebagai perangkat penyalahgunaan narkoba, membuat Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Cianjur geram. Pasalnya, di Kabupaten Cianjur…

Cianjur Euy 20 jam yang lalu

Kapolres Cianjur Bersilaturhmi Dengan Awak Media

KAPOLRES Cianjur, AKBP Soliyah SIK, MH menggelar silaturahmi dengan awak media yang bertugas di Kabupaten Cianjur, di sebuah rumah makan ternama di bilangan Jalan Dr Muwardi (Bypass), Kelurahan Bojongherang,…

Cianjur Euy 21 jam yang lalu

Kepolisian Akan Tindak Spekulan Nakal

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur akan menindak tegas setiap spekulan komoditas bahan pokok yang nakal yang mengakibatkan harga komoditas di pasaran menjadi menjadi melonjak.

Aktualita 12/12/2017 07:40 WIB

Pak Bupati, Mana Janjimu?

JANJI Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar menggratiskan biaya pelayanan kesehatan kelas III di RSUD Sayang Cianjur, tak kunjung terealisasi.

Cianjur Euy 12/12/2017 07:37 WIB

Disnaker: Persoalan PT Ikon Harus Dibawa ke Pengadilan

DINAS Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cianjur angkat bicara terkait nasib ratusan buruh PT Ikon Garmindo, yang hingga kini belum bisa menerima hak-haknya semasa bekerja di pabrik milik pengusaha…

Cianjur Euy 12/12/2017 07:31 WIB

Banyak Anak Tak Divaksin, Waspadai Wabah Difteri!

PENYAKIT difteri yang terus mewabah meresahkan banyak masyarakat. Di Cianjur, tercatat sudah ada dua anak yang meninggal dunia akibat mengidap penyakit yang sebenarnya nyaris punah.

Bisnis Line 12/12/2017 07:24 WIB

Tingkat Pesanan Kamar Hotel Meningkat

JELANG perayaan Natal dan Tahun Baru 2018 sejumlah hotel dan penginapan di Cianjur mulai dibanjiri pemesan. Tingkat pemesanan kamar hotel dan penginanpan itu mencapai 30 persen, Senin (11/12/2017).