Minggu, 24 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Marak Pendamping PKH ‘Double Job”

Nuki

Kamis, 07 Desember 2017 - 09:59 WIB

Foto: Ilustrasi/Net
Foto: Ilustrasi/Net
A A A

Kadinsos: Kenapa KPU dan Panwas Terima Mereka yang Rangkap Pekerjaan?

Beritacianjur.com - SEJUMLAH petugas pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) disinyalir double job atau rangkap pekerjaan. Berdasarkan informasi, lembaga yang jadi incaran petugas PKH yakni menjadi petugas lembaga penyelenggara pemilihan umum (Pemilu), seperti Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) ataupun Pengawas Pemilu.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Sosial(Kadinsos) Cianjur, Sumitra mengaku sudah mengingatkan para petugas PKH dari jauh-jauh hari. Bahkan surat edaran terkait imbauan petugas PKH tidak bekerja paruh waktu di lembaga lain, aku Sumitra, sudah diedarkan juga.

"Imbauan sudah kita edarkan Kang, sejak bulan agustus 2017,"ujar Sumitra saat dihubungi Berita Cianjur, Rabu (6/12/2017).

Terkait adanya petugas PKH double job ini, Sumitra justru balik bertanya, kenapa lembaga pemilu baik KPU maupun Panwas menerima mereka bekerja di lembaganya?

"Apa dasarnya Panwas sama KPU masih menerima petugas PKH bekerja di lembaganya. Bukankah sudah jelas mereka itu bekerja lama menjadi PKH?"tegas Sumitra.

Sementara itu, disinggung soal adanya seorang anggota PKH yang merangkap jabatan sebagai Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Cianjur (DKKC), Sumitra menilai hal itu tidak menyalahi aturan. Pasalnya, DKKC merupakan lembaga yang sifatnya sosial."DKKC itu organisasi sosial, jadi tidak masalah,"kata lSumitra.

Terpisah, Ketua KPU Cianjur, Anggy Shofia Wardanymengatakan, didalam ketentuan KPU tidak ada aturan yang melarang PKH menjadi anggota PPK."Di dalam PKPU jelas tidak ada ketentuan tentang hal itu,"tegasnya.

Lain dengan tanggapan Ketua Panwaskab Cianjur,Hadi Zikir Nur. Dia menegaskan, pada dasarnya pihaknya "terpaksa" menjadikan yang terindikasi double job. Kendati begitu pihaknya saat ini tengah menunggu surat dari Bawaslu soal Pergantian Antar Waktu (PAW).

"Pada dasarnya kita "terpaksa" menjadikan yang terindikasi dobel job. Sekarang lagi menunggu surat dari Bawaslu terkait PAW,"tandasnya.

Terkait persoalan PKH di Cianjur, sebenarnya Kementerian Sosial (Kemensos) pernah menindak tegas 55 oknum pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang diketahui double job atau rangkap pekerjaan.  

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos, Harry Hikmat menegaskan, mereka yang ketahuan rangkap jabatan harus membuat surat pernyataan bermaterai untuk memilih tetap menjadi pendamping PKH atau mengundurkan diri. 

"Kalau mereka memilih tetap menjadi guru, perawat atau honorer di kecamatan, maka mereka harus mengundurkan diri dari pendamping PKH," kata Harry dalam siaran di Jakarta, beberapa waktu lalu. 

Hasilnya, lanjut Harry, sebanyak enam orang mengundurkan diri dari pendamping PKH dan 48 orang menyatakan masih tetap di PKH. Berdasarkan investigasi tersebut ditemukan fakta di lapangan bahwa mereka bukan aparatur sipil negara (ASN) melainkan pegawai honorer swasta.

Harry menjelaskan, berdasarkan Peraturan Kemensos Nomor 249/LJS.JS/BLTB/07/2014 tentang Kriteria Rangkap Pekerjaan Bagi Pegawai Kontrak Pelaksana Program Keluarga Harapan (PKH) di Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota, maka setiap pendamping PKH tidak diperbolehkan rangkap pekerjaan. 

"Peraturan ini harus ditegakkan untuk menjaga profesionalisme Pendamping PKH dan kesuksesan program ini dalam pengentasan kemiskinan peserta PKH," ujar Harry.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Aktualita 08/06/2018 07:00 WIB

Usut Tuntas Pengelolaan PPJ

MENGUATNYA dugaan penyimpangan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di Cianjur, membuat sejumlah aktivis untuk segera melaporkannya ke pihak kepolisian. Benarkah?

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Aktualita 07/06/2018 08:00 WIB

Dugaan Penyelewengan Pengelolaan PPJU Makin Menguat

DUGAAN adanya kejanggalan atau penyelewengan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) di Cianjur, semakin menguat. Benarkah?

Cianjur Euy 06/06/2018 20:11 WIB

PJU dan Rambu-rambu di Jalur Alternatif Mudik Ditambah

DINAS Perhubugan (Dishub) Kabupaten Cianjur akan menyiapkan penambahan penerangan jalan umum (PJU) maupun rambu-rambu lalulintas di beberapa ruas jalur altenatif di wilyah itu yang dinilai masih minim…

Cianjur Euy 06/06/2018 20:02 WIB

Tak Laik Jalan, Dishub Kandangkan Angkutan Mudik

SEJUMLAH kendaraan umum untuk kebutuhan angkutan mudik Idul Fitri 1439 Hijriyah di Kabupaten Cianjur, terpaksa dikandangkan sementara karena tak laik jalan. Kendaraan bisa kembali beroperasi apabila perusahaan…

Ragam 06/06/2018 11:14 WIB

Kayuh Sepeda, Bocah Ini Nekat Mudik dari Cianjur ke Majalengka

NEKAT dan luar biasa. Itulah ungkapan yang pas disematkan untuk Ade Rahman, santri pesantren di kawasan Ciketung, Cipanas, Cianjur. Betapa tidak, dengan mengayuh sepeda, santri ini nekat mudik dari Cianjur…