Selasa, 19 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Ini Nasib Buruh PT Ikon Garmindo

Penyelesaian Hak Masih Menunggu Penjualan Aset

Nuki Nugraha

Senin, 11 Desember 2017 - 06:35 WIB

Foto: Net
Foto: Net
A A A

Beritacianjur.com -  BISA merasakan manisnya upah hasil keringat bekerja, sepertinya menjadi hal yang paling sulit bisa dirasakan ratusan buruh PT Ikon Garmindo, pabrik milik pengusaha asal Korea di Cianjur yang saat ini sudah tidak lagi beroperasi.

Hingga mendekati penghujung tahun 2017, nasib ratusan buruh seakan diombang-ambing dalam ketidakpastian. Berbulan-bulan upah yang sudah menjadi hak mereka, hingga kini masih belum bisa juga dirasakan sanak keluarga yang sudah sekian lama menantikan.

Sejumlah upaya penyelesaian sudah pernah dilakukan. Namun tak ubahnya bak serial film 'Drama Korea' yang kerap memakan waktu panjang,penyelesaian soal hak-hak ratusan buruh PT Ikon ini pun cenderung tak jauh berbeda seperti itu.Berbelit belit, penuh dengan intrik.

Sekelumit persoalan buruh PT Ikon ini sempat membuat heboh jagad buruh di Cianjur. Sebagai upaya mendorong penyelesaian, selain melibatkan instansi terkait pemerintah daerah, saat itu beberapa episode terbitan media ini sempat pula dilayangkan pihak serikat buruh ke Keduataan Besar (Kedubes) Korea di Jakarta.

Namun, rupanya jawaban Tuhan atas harapan, doa dan impian makhluknya tidaklah secepat yang diinginkan. Lagi-lagi kesabaran para buruh diuji kembali, mereka harus rela mengubur sementara impian untuk bisa segera menerima hak-haknya itu.

Kabar terakhir yang berhasil dihimpun di lapangan, penyelesaian kasus Buruh Ikon dan Pemiliknya itu diambil alih oleh internal buruh dalam wadah Forum Komunikasi Karyawan PT Ikon Garmindo.

Sejumlah manuver langsung dilakukan forum saat itu, hingga akhirnya membuahkan hasil. Bahkan saat itu, pada pertengahan Juni 2017, pemilik PT Ikon Garmindo, Mr Lee akhirnya bersedia membuat surat pernyatan akan membayar semua hak-hak karyawan dan meminta tempo waktu hingga 15 September 2017. Penandatangan itu berlangsung di kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Cianjur, disaksikan langsung kepala dinas, perwakilan forum dan aparat kepolisian Cianjur.

Sayang, penguasaha asal Korea itu lagi-lagi tak menepati janjinya. Menurut Ketua Forum Komunikasi Karyawan PT Ikon Garmindo, Asep Efendy, selama kurun waktu berjalan, hingga  mendekati jatuh tempo surat, sama sekali tidak ada komunikasi dari yang bersangkutan.

“Sedikitnya ada tiga surat kita layangkan lewat HRD Ikon untuk Mr Lee, namun sama sekali tidak ada jawabannya. Sampai pada tanggal 10 September, ultimatum yang ketiga kita layangkan, karena sudah memasuki 3 bulan tapi tidak ada tindakan ataupun jawaban yang pasti dari Mr Lee soal pernyataan yang dibuatnya itu,”ujar Asep saat ditemui wartawan di kediamannya beberapa waktu lalu. (Minggu (3/12/2017).

Menyikpai kondisi itu, forum lantas mengambil sebuah tindakan, hingga akhirnya berhasil menemui lagi Mr Lee. Dari pertemuan terakhir itulah, forum berhasil membuat kesepakatan baru dengan si pemilik PT Ikon Garmindo, Mr Lee.   

Pada saat ditemui itu, ungkap Asep, Mr Lee terlihat sudah menyerah, yang bersangkutan mengaku sudah tidak bisa membayar hak-hak para karyawan. Kalau hanya menghitung gaji, tidak termasuk dengan pesangon karyawan, hak-hak karyawan yang harus dibayar oleh perusahaan itu berkisar Rp6,7 miliar untuk 422 orang karyawan.

“Sementara kalau ditaksir aset perusahan yang tersisa nilainya tidak mencapai sebesar itu. Untuk aset mesin saja paling tinggi itu nilainya Rp1 M, ternyata ada penawaran cuma kisaran Rp800 juta, itu diluar bangunan,”jelasnya.

Menindaklanjuti itu, aku Asep, pihaknya langsung memberikan opsi kepada Mr Lee terkait penyelesaian dengan karyawan dan akhirnya menyetujui, salah satu di antaranya yaitu menandatangani tiga suratkuasa.

Asep menyebutkan, sedikitnya ada tiga surat kuasa yang ditandatangani oleh Mr Lee. Termasuk soal alih kuasa aset perusahaan sebagai kompensasi pembayaran hak-hak buruh yang selama ini belum bisa dipenuhi pihak perusahaan.

"Ada tiga format tandatangan surat kuasa dari Mr Lee. Pertama surat pernyataan, bahwa asset diserahkan kepada karyawan untuk pembayaran gaji. Surat kuasa yang kedua yaitu surat kuasa untuk penjualan aset, dimana surat itu dikuasakan kepada saya atas nama karyawan. Ketiga surat kuasa untuk penutupan PT Ikon Garmindo, dimana surat itu dikuasakan kepada saudara Agus Kepala Bagian EKSIM (Ekspor Impor,red). Jadi ada tiga surat yang ditandatangi oleh Mr Lee,”beber Asep.

Disinggung soal posisi aset perusahaan, Asep mengaku berdasarkan surat kuasa itu pihaknya sudah menjual aset berupa mesin kepada salah seorang investor dari Jakarta. Pihaknya tak menampik kalau hasil penjualan asset tersebut hingga saat ini  belum dibagikan kepada karyawan, dikarenakan menunggu aset lainnya belum laku terjual.

“Aset perusahan cuma mesin dan bangunan. Untuk mesin sudah dijual pada awal November 2017 lalu, seharga Rp800 juta kepada salah seorang investor asal Jakarta. Pembagiannya nanti menunggu aset lainnya (bangunan, red) terjual,”ungkapnya.

Asep mengaku terkait penjualan aset mesin tersebut, sebelumnya sudah dikomunikasikan terlebih dahulu dengan karyawan lainnya melalui layanan Whats App khusus group PT Ikon Garmindo.

“Pada saat proses penjualan mesin disaksikan oleh forum. Nah pada saat proses pelelangan mesin, saya umumkan di group WA PT Ikon, apakah setuju tidak kalau mesin diangka Rp800 juta. Kalau mau mencari lebih dari angka Rp800 juta harus menunggu lagi pembeli yang lebih bagus tawarannya. Ya ternyata dari hasil komunikasi WA group, dari pada tidak ada lebih baik menerima tawaran yang ini (Rp800 juta, red),”terang Asep.

Sementara itu, sejumlah karyawan PT Ikon Garmindo mengaku senang saat mendapat kabar terjualanya aset mesin. Mereka berharap semua karyawan bisa segera berkumpul, sekaligus membahas tindaklanjut dari hasil penjualan aset mesin tersebut.

“Pastinya kalau keinginan semua karyawan sih hasilnya segera dibagikan. Tapi baiknya, semua karyawan bisa berkumpul dulu, sekalian membahas tindaklanjut dari hasil penjualan aset tersebut. Intinya supaya bisa menghasilkan keputusan yang terbaik bagi semuanya,“kata Ahmad yang diamini Zaenal karyawan PT Ikon lainnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Aktualita 08/06/2018 07:00 WIB

Usut Tuntas Pengelolaan PPJ

MENGUATNYA dugaan penyimpangan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di Cianjur, membuat sejumlah aktivis untuk segera melaporkannya ke pihak kepolisian. Benarkah?

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Aktualita 07/06/2018 08:00 WIB

Dugaan Penyelewengan Pengelolaan PPJU Makin Menguat

DUGAAN adanya kejanggalan atau penyelewengan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) di Cianjur, semakin menguat. Benarkah?

Cianjur Euy 06/06/2018 20:11 WIB

PJU dan Rambu-rambu di Jalur Alternatif Mudik Ditambah

DINAS Perhubugan (Dishub) Kabupaten Cianjur akan menyiapkan penambahan penerangan jalan umum (PJU) maupun rambu-rambu lalulintas di beberapa ruas jalur altenatif di wilyah itu yang dinilai masih minim…

Cianjur Euy 06/06/2018 20:02 WIB

Tak Laik Jalan, Dishub Kandangkan Angkutan Mudik

SEJUMLAH kendaraan umum untuk kebutuhan angkutan mudik Idul Fitri 1439 Hijriyah di Kabupaten Cianjur, terpaksa dikandangkan sementara karena tak laik jalan. Kendaraan bisa kembali beroperasi apabila perusahaan…

Ragam 06/06/2018 11:14 WIB

Kayuh Sepeda, Bocah Ini Nekat Mudik dari Cianjur ke Majalengka

NEKAT dan luar biasa. Itulah ungkapan yang pas disematkan untuk Ade Rahman, santri pesantren di kawasan Ciketung, Cipanas, Cianjur. Betapa tidak, dengan mengayuh sepeda, santri ini nekat mudik dari Cianjur…