Kamis, 20 September 2018 | Cianjur, Indonesia

Ini Nasib Buruh PT Ikon Garmindo

Penyelesaian Hak Masih Menunggu Penjualan Aset

Nuki Nugraha

Senin, 11 Desember 2017 - 06:35 WIB

Foto: Net
Foto: Net
A A A

Beritacianjur.com -  BISA merasakan manisnya upah hasil keringat bekerja, sepertinya menjadi hal yang paling sulit bisa dirasakan ratusan buruh PT Ikon Garmindo, pabrik milik pengusaha asal Korea di Cianjur yang saat ini sudah tidak lagi beroperasi.

Hingga mendekati penghujung tahun 2017, nasib ratusan buruh seakan diombang-ambing dalam ketidakpastian. Berbulan-bulan upah yang sudah menjadi hak mereka, hingga kini masih belum bisa juga dirasakan sanak keluarga yang sudah sekian lama menantikan.

Sejumlah upaya penyelesaian sudah pernah dilakukan. Namun tak ubahnya bak serial film 'Drama Korea' yang kerap memakan waktu panjang,penyelesaian soal hak-hak ratusan buruh PT Ikon ini pun cenderung tak jauh berbeda seperti itu.Berbelit belit, penuh dengan intrik.

Sekelumit persoalan buruh PT Ikon ini sempat membuat heboh jagad buruh di Cianjur. Sebagai upaya mendorong penyelesaian, selain melibatkan instansi terkait pemerintah daerah, saat itu beberapa episode terbitan media ini sempat pula dilayangkan pihak serikat buruh ke Keduataan Besar (Kedubes) Korea di Jakarta.

Namun, rupanya jawaban Tuhan atas harapan, doa dan impian makhluknya tidaklah secepat yang diinginkan. Lagi-lagi kesabaran para buruh diuji kembali, mereka harus rela mengubur sementara impian untuk bisa segera menerima hak-haknya itu.

Kabar terakhir yang berhasil dihimpun di lapangan, penyelesaian kasus Buruh Ikon dan Pemiliknya itu diambil alih oleh internal buruh dalam wadah Forum Komunikasi Karyawan PT Ikon Garmindo.

Sejumlah manuver langsung dilakukan forum saat itu, hingga akhirnya membuahkan hasil. Bahkan saat itu, pada pertengahan Juni 2017, pemilik PT Ikon Garmindo, Mr Lee akhirnya bersedia membuat surat pernyatan akan membayar semua hak-hak karyawan dan meminta tempo waktu hingga 15 September 2017. Penandatangan itu berlangsung di kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Cianjur, disaksikan langsung kepala dinas, perwakilan forum dan aparat kepolisian Cianjur.

Sayang, penguasaha asal Korea itu lagi-lagi tak menepati janjinya. Menurut Ketua Forum Komunikasi Karyawan PT Ikon Garmindo, Asep Efendy, selama kurun waktu berjalan, hingga  mendekati jatuh tempo surat, sama sekali tidak ada komunikasi dari yang bersangkutan.

“Sedikitnya ada tiga surat kita layangkan lewat HRD Ikon untuk Mr Lee, namun sama sekali tidak ada jawabannya. Sampai pada tanggal 10 September, ultimatum yang ketiga kita layangkan, karena sudah memasuki 3 bulan tapi tidak ada tindakan ataupun jawaban yang pasti dari Mr Lee soal pernyataan yang dibuatnya itu,”ujar Asep saat ditemui wartawan di kediamannya beberapa waktu lalu. (Minggu (3/12/2017).

Menyikpai kondisi itu, forum lantas mengambil sebuah tindakan, hingga akhirnya berhasil menemui lagi Mr Lee. Dari pertemuan terakhir itulah, forum berhasil membuat kesepakatan baru dengan si pemilik PT Ikon Garmindo, Mr Lee.   

Pada saat ditemui itu, ungkap Asep, Mr Lee terlihat sudah menyerah, yang bersangkutan mengaku sudah tidak bisa membayar hak-hak para karyawan. Kalau hanya menghitung gaji, tidak termasuk dengan pesangon karyawan, hak-hak karyawan yang harus dibayar oleh perusahaan itu berkisar Rp6,7 miliar untuk 422 orang karyawan.

“Sementara kalau ditaksir aset perusahan yang tersisa nilainya tidak mencapai sebesar itu. Untuk aset mesin saja paling tinggi itu nilainya Rp1 M, ternyata ada penawaran cuma kisaran Rp800 juta, itu diluar bangunan,”jelasnya.

Menindaklanjuti itu, aku Asep, pihaknya langsung memberikan opsi kepada Mr Lee terkait penyelesaian dengan karyawan dan akhirnya menyetujui, salah satu di antaranya yaitu menandatangani tiga suratkuasa.

Asep menyebutkan, sedikitnya ada tiga surat kuasa yang ditandatangani oleh Mr Lee. Termasuk soal alih kuasa aset perusahaan sebagai kompensasi pembayaran hak-hak buruh yang selama ini belum bisa dipenuhi pihak perusahaan.

"Ada tiga format tandatangan surat kuasa dari Mr Lee. Pertama surat pernyataan, bahwa asset diserahkan kepada karyawan untuk pembayaran gaji. Surat kuasa yang kedua yaitu surat kuasa untuk penjualan aset, dimana surat itu dikuasakan kepada saya atas nama karyawan. Ketiga surat kuasa untuk penutupan PT Ikon Garmindo, dimana surat itu dikuasakan kepada saudara Agus Kepala Bagian EKSIM (Ekspor Impor,red). Jadi ada tiga surat yang ditandatangi oleh Mr Lee,”beber Asep.

Disinggung soal posisi aset perusahaan, Asep mengaku berdasarkan surat kuasa itu pihaknya sudah menjual aset berupa mesin kepada salah seorang investor dari Jakarta. Pihaknya tak menampik kalau hasil penjualan asset tersebut hingga saat ini  belum dibagikan kepada karyawan, dikarenakan menunggu aset lainnya belum laku terjual.

“Aset perusahan cuma mesin dan bangunan. Untuk mesin sudah dijual pada awal November 2017 lalu, seharga Rp800 juta kepada salah seorang investor asal Jakarta. Pembagiannya nanti menunggu aset lainnya (bangunan, red) terjual,”ungkapnya.

Asep mengaku terkait penjualan aset mesin tersebut, sebelumnya sudah dikomunikasikan terlebih dahulu dengan karyawan lainnya melalui layanan Whats App khusus group PT Ikon Garmindo.

“Pada saat proses penjualan mesin disaksikan oleh forum. Nah pada saat proses pelelangan mesin, saya umumkan di group WA PT Ikon, apakah setuju tidak kalau mesin diangka Rp800 juta. Kalau mau mencari lebih dari angka Rp800 juta harus menunggu lagi pembeli yang lebih bagus tawarannya. Ya ternyata dari hasil komunikasi WA group, dari pada tidak ada lebih baik menerima tawaran yang ini (Rp800 juta, red),”terang Asep.

Sementara itu, sejumlah karyawan PT Ikon Garmindo mengaku senang saat mendapat kabar terjualanya aset mesin. Mereka berharap semua karyawan bisa segera berkumpul, sekaligus membahas tindaklanjut dari hasil penjualan aset mesin tersebut.

“Pastinya kalau keinginan semua karyawan sih hasilnya segera dibagikan. Tapi baiknya, semua karyawan bisa berkumpul dulu, sekalian membahas tindaklanjut dari hasil penjualan aset tersebut. Intinya supaya bisa menghasilkan keputusan yang terbaik bagi semuanya,“kata Ahmad yang diamini Zaenal karyawan PT Ikon lainnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 14/08/2018 08:00 WIB

Kepala DPPPH dan Barjas Saling Tuding

SALING tuding antara Kepala DPPPH Cianjur, Ahmad Nano dan pejabat Bagian Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur terkait dugaan kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), langsung…

Aktualita 13/08/2018 08:00 WIB

Korupsi dan Pungli Terpantau Ramai Lancar

KORUPSI dan pungutan liar (pungli) di Cianjur terpantau ramai lancar. Itulah kalimat yang didapat Tim Nawacita -9 agenda prioritas pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, saat mengunjungi sejumlah wilayah…

Aktualita 08/08/2018 23:28 WIB

Presidium Rakyat: Pimpinan DPRD Tak Bermoral

RATUSAN massa Presidium Rakyat Sugih Mukti kecewa usai menggelar aksi damai di Gedung DPRD Cianjur, Rabu (8/8/2018).

Aktualita 07/08/2018 08:00 WIB

Presidium Rakyat Melawan!

BUPATI Cianjur harus diingatkan kembali bahwa gerakan moral Presidium Rakyat tidak akan pernah berhenti, selama aparat penegak hukum tidak menindak tegas penguasa yang dianggap banyak melakukan pelanggaran…

Aktualita 06/08/2018 07:00 WIB

Masalah Lagi, Korupsi Lagi

BELUM kelar dengan sederet dugaan penyimpangan atau kasus korupsi, kini kabar tak sedap kembali menerpa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Ada apa?

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…