Senin, 22 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Ini Nasib Buruh PT Ikon Garmindo

Penyelesaian Hak Masih Menunggu Penjualan Aset

Nuki Nugraha

Senin, 11 Desember 2017 - 06:35 WIB

Foto: Net
Foto: Net
A A A

Beritacianjur.com -  BISA merasakan manisnya upah hasil keringat bekerja, sepertinya menjadi hal yang paling sulit bisa dirasakan ratusan buruh PT Ikon Garmindo, pabrik milik pengusaha asal Korea di Cianjur yang saat ini sudah tidak lagi beroperasi.

Hingga mendekati penghujung tahun 2017, nasib ratusan buruh seakan diombang-ambing dalam ketidakpastian. Berbulan-bulan upah yang sudah menjadi hak mereka, hingga kini masih belum bisa juga dirasakan sanak keluarga yang sudah sekian lama menantikan.

Sejumlah upaya penyelesaian sudah pernah dilakukan. Namun tak ubahnya bak serial film 'Drama Korea' yang kerap memakan waktu panjang,penyelesaian soal hak-hak ratusan buruh PT Ikon ini pun cenderung tak jauh berbeda seperti itu.Berbelit belit, penuh dengan intrik.

Sekelumit persoalan buruh PT Ikon ini sempat membuat heboh jagad buruh di Cianjur. Sebagai upaya mendorong penyelesaian, selain melibatkan instansi terkait pemerintah daerah, saat itu beberapa episode terbitan media ini sempat pula dilayangkan pihak serikat buruh ke Keduataan Besar (Kedubes) Korea di Jakarta.

Namun, rupanya jawaban Tuhan atas harapan, doa dan impian makhluknya tidaklah secepat yang diinginkan. Lagi-lagi kesabaran para buruh diuji kembali, mereka harus rela mengubur sementara impian untuk bisa segera menerima hak-haknya itu.

Kabar terakhir yang berhasil dihimpun di lapangan, penyelesaian kasus Buruh Ikon dan Pemiliknya itu diambil alih oleh internal buruh dalam wadah Forum Komunikasi Karyawan PT Ikon Garmindo.

Sejumlah manuver langsung dilakukan forum saat itu, hingga akhirnya membuahkan hasil. Bahkan saat itu, pada pertengahan Juni 2017, pemilik PT Ikon Garmindo, Mr Lee akhirnya bersedia membuat surat pernyatan akan membayar semua hak-hak karyawan dan meminta tempo waktu hingga 15 September 2017. Penandatangan itu berlangsung di kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Cianjur, disaksikan langsung kepala dinas, perwakilan forum dan aparat kepolisian Cianjur.

Sayang, penguasaha asal Korea itu lagi-lagi tak menepati janjinya. Menurut Ketua Forum Komunikasi Karyawan PT Ikon Garmindo, Asep Efendy, selama kurun waktu berjalan, hingga  mendekati jatuh tempo surat, sama sekali tidak ada komunikasi dari yang bersangkutan.

“Sedikitnya ada tiga surat kita layangkan lewat HRD Ikon untuk Mr Lee, namun sama sekali tidak ada jawabannya. Sampai pada tanggal 10 September, ultimatum yang ketiga kita layangkan, karena sudah memasuki 3 bulan tapi tidak ada tindakan ataupun jawaban yang pasti dari Mr Lee soal pernyataan yang dibuatnya itu,”ujar Asep saat ditemui wartawan di kediamannya beberapa waktu lalu. (Minggu (3/12/2017).

Menyikpai kondisi itu, forum lantas mengambil sebuah tindakan, hingga akhirnya berhasil menemui lagi Mr Lee. Dari pertemuan terakhir itulah, forum berhasil membuat kesepakatan baru dengan si pemilik PT Ikon Garmindo, Mr Lee.   

Pada saat ditemui itu, ungkap Asep, Mr Lee terlihat sudah menyerah, yang bersangkutan mengaku sudah tidak bisa membayar hak-hak para karyawan. Kalau hanya menghitung gaji, tidak termasuk dengan pesangon karyawan, hak-hak karyawan yang harus dibayar oleh perusahaan itu berkisar Rp6,7 miliar untuk 422 orang karyawan.

“Sementara kalau ditaksir aset perusahan yang tersisa nilainya tidak mencapai sebesar itu. Untuk aset mesin saja paling tinggi itu nilainya Rp1 M, ternyata ada penawaran cuma kisaran Rp800 juta, itu diluar bangunan,”jelasnya.

Menindaklanjuti itu, aku Asep, pihaknya langsung memberikan opsi kepada Mr Lee terkait penyelesaian dengan karyawan dan akhirnya menyetujui, salah satu di antaranya yaitu menandatangani tiga suratkuasa.

Asep menyebutkan, sedikitnya ada tiga surat kuasa yang ditandatangani oleh Mr Lee. Termasuk soal alih kuasa aset perusahaan sebagai kompensasi pembayaran hak-hak buruh yang selama ini belum bisa dipenuhi pihak perusahaan.

"Ada tiga format tandatangan surat kuasa dari Mr Lee. Pertama surat pernyataan, bahwa asset diserahkan kepada karyawan untuk pembayaran gaji. Surat kuasa yang kedua yaitu surat kuasa untuk penjualan aset, dimana surat itu dikuasakan kepada saya atas nama karyawan. Ketiga surat kuasa untuk penutupan PT Ikon Garmindo, dimana surat itu dikuasakan kepada saudara Agus Kepala Bagian EKSIM (Ekspor Impor,red). Jadi ada tiga surat yang ditandatangi oleh Mr Lee,”beber Asep.

Disinggung soal posisi aset perusahaan, Asep mengaku berdasarkan surat kuasa itu pihaknya sudah menjual aset berupa mesin kepada salah seorang investor dari Jakarta. Pihaknya tak menampik kalau hasil penjualan asset tersebut hingga saat ini  belum dibagikan kepada karyawan, dikarenakan menunggu aset lainnya belum laku terjual.

“Aset perusahan cuma mesin dan bangunan. Untuk mesin sudah dijual pada awal November 2017 lalu, seharga Rp800 juta kepada salah seorang investor asal Jakarta. Pembagiannya nanti menunggu aset lainnya (bangunan, red) terjual,”ungkapnya.

Asep mengaku terkait penjualan aset mesin tersebut, sebelumnya sudah dikomunikasikan terlebih dahulu dengan karyawan lainnya melalui layanan Whats App khusus group PT Ikon Garmindo.

“Pada saat proses penjualan mesin disaksikan oleh forum. Nah pada saat proses pelelangan mesin, saya umumkan di group WA PT Ikon, apakah setuju tidak kalau mesin diangka Rp800 juta. Kalau mau mencari lebih dari angka Rp800 juta harus menunggu lagi pembeli yang lebih bagus tawarannya. Ya ternyata dari hasil komunikasi WA group, dari pada tidak ada lebih baik menerima tawaran yang ini (Rp800 juta, red),”terang Asep.

Sementara itu, sejumlah karyawan PT Ikon Garmindo mengaku senang saat mendapat kabar terjualanya aset mesin. Mereka berharap semua karyawan bisa segera berkumpul, sekaligus membahas tindaklanjut dari hasil penjualan aset mesin tersebut.

“Pastinya kalau keinginan semua karyawan sih hasilnya segera dibagikan. Tapi baiknya, semua karyawan bisa berkumpul dulu, sekalian membahas tindaklanjut dari hasil penjualan aset tersebut. Intinya supaya bisa menghasilkan keputusan yang terbaik bagi semuanya,“kata Ahmad yang diamini Zaenal karyawan PT Ikon lainnya. (*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 7 jam yang lalu

Tega, Ini Jeritan Hati Pegawai RSUD

PENGAKUAN mengejutkan datang dari sejumlah pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur. Sudah dua bulan, insentif para pegawai di rumah sakit plat merah tersebut belum dibayarkan.

Bisnis Line 16 jam yang lalu

Gurihnya Sensasi Soto Bogor Siliwangi Bikin Nagih

SIAPA yang tak suka dengan gurihnya sajian kuah soto hangat? Selain memiliki cita rasa rempah yang kuat, irisan daging yang dipotong dadu, taburan bawang goreng, kacang kedelai, dan tomat segar terasa…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Mayat Pria Tanpa Identias Ditemukan Mengambang

MAYAT pria tanpa identitas ditemukan mengambang di genangan air Blok Sungai Citarum, Kampung Cinangsi RT 02/10, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 13.00 WIB.

Aktualita 19/01/2018 13:13 WIB

Pemkab Cianjur Tolak Kebijakan Impor Beras

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menolak kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan, Wakil Cianjur, Herman Suherman, saat menghadiri acara panen raya padi di…

Aktualita 19/01/2018 08:00 WIB

Terbongkar, RSUD Masih Berkilah

PENYEBAB amburadulnya pengelolaan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, sudah terbongkar. Namun pejabat rumah sakit plat merah tersebut masih…

Aktualita 19/01/2018 07:55 WIB

Komisi III Sidak, Pejabat RSUD Tak Ada di Tempat

KOMISI III DPRD Cianjur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Sayang Cianjur, Kamis (18/1/2018) siang.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:54 WIB

Aksi Maling Zaman Now

AKHIR-akhir ini kawanan maling spesial kantor desa tengah giat melancarkan aksinya ke sejumlah desa di wilayah Timur Kabupaten Cianjur.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:53 WIB

Pencetakan e KTP Dipusatkan di Kecamatan Ciranjang

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur menunjuk Kecamatan Ciranjang sebagai tempat pusat layanan pembuatan e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) bagi masyarakat yang ada di 5 Kecamatan. Antaralain, Kecamatan Ciranjang,…

Bisnis Line 18/01/2018 22:51 WIB

Cugenang Jadi Pencanangan Gerakan Pemasangan Patok Tanah PTSL

MINGGU ketiga di bulan Januari 2018 Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Pertanahan Kabupaten Cianjur mulai menggarap program nasional sertifikasi tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:52 WIB

Harga Daging Ayam di Cianjur Masih Capai Rp 36 Ribu Per Kg

MESKI harga daging ayam potong di Cianjur disepakati Rp 33 ribu per kilogram (Kg). Namun, dipasaran harga daging unggas itu masih terbilang mahal, mencapai Rp 36 ribu per kg.