Minggu, 21 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Berlangsung hingga Februari 2018, Waspadai Cuaca Ekstrem

Hujan Disertai Angin Kencang Terus Mengguyur, Sejumlah Pohon Segera Ditebang

Angga Purwanda

Senin, 11 Desember 2017 - 06:37 WIB

Foto: Angga Purwanda/BC
Foto: Angga Purwanda/BC
A A A

Beritacianjur.comAWAS! Cuaca ekstrem berupa hujan dan angin kencang diprediksi masih akan terjadi hingga Februari 2018. Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Ahmad Rifai kepada wartawan, Minggu (10/12/2017).

Rifai mengimbau masyarakat Cianjur agar lebih waspada dengan kondisi cuaca ekstrem tersebut. “Berdasarkan pemantauan dan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem masih akan terjadi hingga pertengahan Februari 2018 mendatang. Jadi kami, imbau terus untuk mengantisipasi jatuhnya korban jiwa,” ujar Rifai.

Selain itu, jelas Rifai, pihaknya juga terus mengingatkan para camat dan kepala desa untuk cepat berkoordinasi dengan instansi terkait apabila terjadi kebencanaan di wilayahnya. Hal itu untuk mempercepat penanganan.

“Koordinasi dan komunikasi dengan setiap muspika di wilayah Kabupaten Cianjur terus kami galakan, termasuk ditingkat pemerintahan desa. Sehingga, saat terjadi bencana, penanganan dapat disegerakan,” jelas Rifai.

Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional VI Wilayah 2 Jawa Barat, akan melakukan penebangan sejumlah pohon di kiri dan kanan jalan (kakija) di sepanjang jalan nasional di wilayah Kabupaten Cianjur.

Upaya itu, untuk mengantisipasi terjadinya pohon tumbang yang dapat membahayakan para pengguna jalan yang melintas di seluruh ruas jalan nasional.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian PUPR Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional VI Wilayah 2 Jawa Barat, Janto ST, MSc, mengatakan, dengan kondisi cuaca ektrem, seperti hujan dan angin kencang yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir sangat berpotensi terjadinya bencana pohon tumbang di sepanjang ruas jalan nasional di Kabupaten Cianjur.

Karena, jelas Janto, sejumlah pohon kakija yang berada di sepanjang ruas jalan nasional di Kabupaten Cianjur, dalam kondisi lapuk dan berusia tua sehingga sangat membahayakan keselamatan para pengendara dan pengguna jalan.

“Dalam waktu dekat, kami akan melakukan penebangan sejumlah pohon yang sudah berusia tua dan lapuk. Karena untuk mengantisipasi pohon tumbang akibat terpaan hujan dan angn kencang yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir ini,” jelas Janto.

Selain ruas jalan nasional, sebut Janto, pihaknya juga akan menebang sejumlah pohon berpotensi tumbang di sejumlah ruas jalan kabupaten, seperti Jalan Arif Rahman Hakim dan lainnya.

Sementara itu, Tatang Sutrisna (35), seorang pengguna jalan, mengaku senang dengan rencana Kementerian PUPR untuk menebang sejumlah pohon yang sudah berpotensi tumbang. Sebab, ucap Tatang, banyak pohon kakija baik di ruas jalan nasional maupun kabupaten yang sudah berusia tua dan lapuk.

“Sangat setuju, apalagi kondisi cuaca saat ini sangat ektsrem, jika tidak ditebang akan sangat membahayakan para pengendara dan pengguna jalan,” kata Tatang.(*)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 19/01/2018 13:13 WIB

Pemkab Cianjur Tolak Kebijakan Impor Beras

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menolak kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan, Wakil Cianjur, Herman Suherman, saat menghadiri acara panen raya padi di…

Aktualita 19/01/2018 08:00 WIB

Terbongkar, RSUD Masih Berkilah

PENYEBAB amburadulnya pengelolaan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, sudah terbongkar. Namun pejabat rumah sakit plat merah tersebut masih…

Aktualita 19/01/2018 07:55 WIB

Komisi III Sidak, Pejabat RSUD Tak Ada di Tempat

KOMISI III DPRD Cianjur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Sayang Cianjur, Kamis (18/1/2018) siang.

Bisnis Line 18/01/2018 22:51 WIB

Cugenang Jadi Pencanangan Gerakan Pemasangan Patok Tanah PTSL

MINGGU ketiga di bulan Januari 2018 Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Pertanahan Kabupaten Cianjur mulai menggarap program nasional sertifikasi tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap…

Aktualita 18/01/2018 08:10 WIB

BPLHD dan Penyidik Polda Jabar Datangi RSUD, Ada Apa?

SEGUDANG masalah terjadi di RSUD Sayang Cianjur. Tak hanya soal limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dibiarkan menumpuk di ruangan terbuka, namun juga terdapat dua masalah besar lainnya yang hingga…

Aktualita 18/01/2018 08:05 WIB

Ini Pembohongan Publik, Wajib Diusut Tuntas

TERUNGKAPNYA kebohongan pernyataan pihak RSUD melalui Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, yang menyebutkan permasalahan menumpuknya limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) itu gara-gara kesalahan…

Aktualita 18/01/2018 08:00 WIB

Soal Limbah RSUD, Wabup Bohong

TUDINGAN pihak RSUD Sayang Cianjur melalui Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, yang menyebutkan permasalahan menumpuknya limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) itu gara-gara kesalahan pihak…

Cianjur Euy 18/01/2018 00:01 WIB

Muhammad Zimaam Hanya Bisa Berbaring Diatas Tempat Tidur

Muhammad Zimaam (2) putra pasangan suami istri (pasutri) Ririn Saprina (33) dan Irawan Kusuma Atmaja (34) warga Jalan Mayor Harun Kabir No. 4, Kelurahan Bojong Herang, Kecamatan Cianjur hanya bisa tergolek…

Cianjur Euy 17/01/2018 21:12 WIB

Jelang Penerapan Trayek Baru, Angkum Wajib Uji KIR

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur bertindak tegas dengan melakukan pemeriksaan dan uji KIR angkutan umum (Angkum) jelang penerapan rekayasa lalulintas dan trayek angkum baru, yang akan dilaksanakan…

Cianjur Euy 17/01/2018 21:11 WIB

Kapolres Cianjur Pimpin Sertijab Kasat dan Kapolsek

KAPOLRES Cianjur, AKBP Soliyah SIK, MH, memimpin upacara serah terima jabatan dan kenal pamit Kasat dan Kapolsek jajaran Polres Cianjur, Rabu (17/1/2018) pagi. Kegiatan yang digelar di Aula Amanah, Primkopol…